
" itu karena..
lucas menggantungkan ucapannya. itu membuatku sangat kesal. saat aku sedang sangat penasaran seperti ini, dia malah bertingkah sok misterius. menyebalkan!
bukankah wajar jika aku merasa penasaran? ini semua menyangkut masa depanku. tentu saja aku harus lebih serius menghadapinya.
" karena apa ayah!?" ucapku pada lucas dengan nada yang sangat tidak sabaran
" karena tubuhmu masih sangat kecil, kemungkinan energi yang kau serap belum cukup untuk mengeluarkan sihir.
karena kapasitas energi milikmu masih terlalu kecil " ucap lucas dengan nada santainya seraya menatapku dengan dalam
aku menjadi gugup saat dia menatapku seperti itu. aku tak tau apa yang terjadi pada diriku sendiri. apakah aku telah jatuh cinta padanya?!
oh tidak, tidak mungkin!
dengan cepat aku menepis pikiran itu. bagaimana bisa aku jatuh cinta pada dirinya?! ayolah aku tak mungkin mencintai ayahku sendiri kan?!
yah.. meskipun dia bukanlah ayahku yang sebenarnya.
tapi jauh dilubuk hatiku yang paling dalam, aku telah menyayanginya sebagai ayahku sendiri, dan aku tidak bisa pungkiri itu.
" ada apa dengan diriku?! ayo! sadarlah ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan itu!" ucapku dalam hati sambil menggelengkan kepalaku dengan kuat agar fokusku kembali
Lucas memperhatikan tingkah anehku, lalu dia menyakannya padaku " zeva kau kenapa? " tanyanya padaku di iringi dengan pandangan bingung darinya
" eh?! " aku langsung tesentak kaget mendengarnya
lalu aku langsung berpura-pura tenang dan langsung mencari alasan yang logis untuk memberi tahu lucas.
" tidak ada apa-apa ayah, tadi aku hanya sedikit pusing " ucapku sambil memberikannya sebuah senyum tipis di bibirku
" apa kau sedang sakit? " tanya lucas sambil menempelkan tangan besarnya ke dahiku dan jangan lupakan nada khawatirnya
aku langsung menggelengkan kepalaku dan berkata " tidak ayah mungkin aku hanya sedikit kelelahan " ucapku sambil menatapnya
" baiklah kalau begitu, setelah ini kau boleh beristirahat " ucapnya
" kau sudah mengerti bukan? kenapa kau tak bisa mengeluarkan sihir sekarang ? " sambungnya lagi sambil menatapku
__ADS_1
" hah?! apa maksudnya itu? mengerti apa? dia bicara apa memangnya sebelumnya? " ucapku dalam hati bertanya-tanya
sungguh aku tak mendengar sedikitpun apa yang di ucapkannya tadi. lalu aku harus bagaimana sekarang? jika aku menanyakannya pada lucas, itu pasti akan sangat memalukan.
" aakh! ini semua karna pikiran konyol itu! aku jadi tidak bisa fokus dengan apa yang diucapkan lucas! aakh!, sudahlah lupakan saja. jika seperti ini terus, aku tidak akan mendapatkan apapun! lebih baik aku menanyakannya langsung pada lucas. ya.. lebih baik begitu! " ucapku dalam hati
setelah itupun aku memutuskan untuk menanyakannya saja pada lucas.
" mengerti apa ayah? " tanyaku pada lucas yang sedang menunggu jawabanku dari tadi
" huft~ kau ini sudah ayah bilang kau harus fokus! " ucap lucas sambil mengetuk kepalaku menggunakan tangannya di iringi dengan helaan napas yang cukup panjang
" hehe~ maaf ayah " ucapku dengan sedikit kekehan kecil
" maafkan aku kali ini, aku janji tidak akan mengulanginya untuk yang kedua kali " ucapku menunduk dengan nada sedikit bersalah
" Haah~ baiklah " ucap lucas menghela napas lalu menyenderkan tubuhnya pada kursi yang sedang dia duduki
" baik ayah memaafkanmu kali ini, jadi dengarkan ayah baik-baik! karna ayah takkan mengulanginya lagi, kau mengerti! " ucap lucas sambil melirikku dengan mata tajam miliknya
" baik ayah! " ucapku tegas sambil menganggukkan kepalaku
" kapasitas energi milikmu masih terlalu kecil. mungkin itulah penyebab kau tak dapat mengeluarkan sihir. karena jika kau ingin mengeluarkan sihir, kau harus memiliki energi yang cukup " ucap lucas tegas mengulangi penjelasan sebelumnya
aku mengangguk menanggapi ucapannya. tapi satu hal yang masih menganjal hatiku, apakah aku harus menunggu hingga umurku 8 tahun? aah~ itu terlalu lama bagiku!
" jadi aku harus mengggu umurku 8 tahun dulu! itu terlalu lama bagiku ayah, apa kau tak punya cara yang lebih cepat lagi? " ucapku merengek pada lucas
" tentu ayah punya " jawabnya santai sembari menyeruput teh miliknya yang sedari tadi belum diminumnya
" banarkah? apa itu ayah? ayo cepat katakan padaku bagaimana caranya?! " tanyaku bersemangat pada lucas
" kau harus terus-menerus menyerap energi sihir yang ada di selilingmu. agar kapasitas energi sihir semakin besar. dan juga kau harus mengikuti pelatihan yang ayah berikan, apa kau mau melakukannya? " tanya lucas sambil menatapku untuk melihat bagaimana respon yang aku berikan
" tentu aku mau! tapi... harus sampai kapan aku harus menyerap energi itu ayah? " tanyaku pada lucas dengan pandangan bingung
" setidaknya sampai umurmu 5 tahun" ucap lucas singkat, kembali menyeruput teh miliknya
apa 5 tahun?! bukankah itu masih terlalu lama? tetapi sebenarnya... itu masihlebih baik dari pada menunggu hingga umurku mencapai 8 tahun!
__ADS_1
" jangan lupa kau harus menerima pelatihan ayah!, apa kau sanggup? " tanya lucas kembali mengingatkanku akan latihan yang diberikannya
pelatihan ya? sepertinya itu tidaklah mudah. mengingat bahwa lucas itu adalah iblis berwajah tampan! yang pernah aku temui. yaah.. mau tak mau aku harus menerima itu. karena aku tak memiliki pilihan lain lagi. terpaksa aku harus menerima pelatihan darinya! yang bisa kupastikan itu tidaklah mudah.
tuhan~ kumohon luluhkan hatinya, agar tak terlalu berat menyiksa diriku nanti!
" bagaimana kau mau melakukannya?" tanya lucas lagi padaku
" baik ayah aku mau! " ucapku penuh keyakinan pada lucas
" bagus!, itu yang aku harapkan darimu " ucapnya sambil tersenyum puas menatap diriku
" pelatihanmu akan dimulai besok! 1 hari untukmu menyerap energi sihir, dan 1 hari berikutnya untuk melatih fisikmu agar menjadi lebih kuat! "
" percuma jika sihirmu kuat tapi pondasi tubuhmu lemah, itu sama saja mempermudahkan musuh menyerangmu" ucap lucas menjelaskan apa saja yang harus kulakukan
" dan waktu istiharatmu cuma 1 hari"
" kau yakin mau melakukannya? karna ini tentulah tidak mudah " sambung lucas lagi
habis sudah waktu bersantaiku! 1 hari mana cukup untukku beristirahat! tapi.. tak apa demi menjadi kuat aku rela menghabiskan waktu santaiku!
ini semua demi mencari orang tuaku! aku rela melakukan apapun demi mereka! bahkan jika nyawaku adalah taruhannya, aku rela melakukannya!
" ya ayah!" ucapku tegas pada lucas
" baiklah, sekarang kau boleh pergi beristirahat. karena besok adalah hari yang melelahkan untukmu " ucap lucas menyuruhku untuk kembali kedalam kamar
" kau benar ayah, baiklah aku pergi sekarang " ucapku menganggukkan kepalaku
setelah aku mengucapkan itu, aku langsung meninggalkan lucas sendirian di sana.
" ayah belum siap zeva" lirih lucas sambil menatap sendu punggungku yang semakin menjauh
•
•
•
__ADS_1
To Be Continued
ig : Ruwaida_Zulfi_Amlia029