
aku pulang menuju kerumah setelah aku bertemu dengan akar yang bisa berbicara tadi. dengan tangan kiri yang memegang lentera dan tangan kanan yang membawa keranjang kecil berisi bayi peri.
aku berjalan dengan waspada, sesekali juga aku menoleh ke kiri dan kanan. aku takut jika lucas mengetahuiku keluar malam-malam. terlebih lagi jika dia tau kalau aku baru saja keluar dari dalam hutan kabut. bisa di pastikan dia akan marah besar padaku.
setelah sekian lama aku berjalan seperti pencuri yang mengendap-endap, akhirnya aku sampai di depan kamarku. tempat ternyaman yang saat iniku milik. tanpa pikir panjang aku masuk kedalam kamar. tanganku telulur memegang gagang pintu, berniat untuk membukanya. namun tiba-tiba...
" dari mana kau zeva? " ucap seseorang mengagetkanku dari belakang
mendengar itu, tubuhku mengejang seketika. seperti ada hawa dingin yang menusuk-nusuk leherku. benar-benar seperti flim horor, mengerikan!!
" gawat! orang yang berusaha aku hindari sekarang ada di belakangku, bagaimana ini?! " ucapku dalam hati menggigit bibir bawahku karna cemas
" tenang zeva, jangan sampai lucas curiga padamu! kau harus berakting dengan baik agar dia mempercayaimu! " sambungku lagi dalam hati sambil menarik napas lalu menghembuskannya perlahan
" oh!? ayah, apa yang sedang ayah lakukan disini" balasku dengan pertanyaan, sedangkan tanganku berada di belakang menyembunyikan bayi peri kecil yang aku bawa tadi
" jawab ayah zeva! kau dari mana?! " tanya lucas lagi sambil memberikanku tatapan intimidasi seperti seorang polisi yang tengah mengintrogasi seoarang pencuri
" em itu itu a-ku tadi habis dari halaman belakang, aku ingin melihat bulan, ya! melihat bulan " ucapku gugup sebisa mungkin aku menutupinya dengan senyuman andalanku
" lalu apa yang sedang ayah lakukan disini? " tanyaku pada lucas berusaha mengalihkan topik pembicaraan
" ayah hanya ingin memberitahumu, bahwa besok kau akan menguji sihirmu dan memulai pelatihanmu yang sebenarnya! " ucap lucas masih mentapku tapi tatapan yang sedikit berbeda dari yang sebelumnya
__ADS_1
" ya ayah! aku mengerti! "
" em ayah aku masuk dulu, karna aku juga sudah mengantuk, selamat malam ayah! " ucapku cepat-cepat masuk kedalam kamar
" ya selamat malam" ucap lucas
setelah itu lucas meninggalkan kamarku, di balik pintu aku menghela nafas lega. untung lucas percaya padaku.
" bagaimana bisa lucas tiba-tiba muncul di belakangku? padahal aku tadi sudah memastikan tidak ada siapa-siapa! apa dia hantu? tiba-tiba muncul lalu hilang lagi! hih menyeramkan! jika dia hantu, maka dia adalah hantu paling tampan yang pernah ku temui" gumamku sambil berjalan menuju arah ranjang
setelah sampai di ranjang, aku memperhatikan bayi mungil yang ada di dalam keranjang bayi.
" kau kecil sekali, bagaimana aku bisa merawatmu? aku sendiri saja masih sulit mengurus diriku sendiri" ucapku sambil menyentuh pipi bayi mungil itu
" bagaimana kalau Alea inara! cantik bukan"
" sekarang namamu adalah alea. kau akan aku bantu membalas dendam atas kematian orang tuamu dan juga kau akan menjadi teman pertama yang aku miliki. aku harap kau tidak akan berkhianat seperti dia yang namanya tak ingin aku sebutkan " ucapku panjang lebar sambil tersenyum menatap bayi kecil alea
•
•
《 pagi hari》
__ADS_1
" konsentrasi zeva!, rasakan semua energi di sekitarmu, biarkan mereka masuk kedalam tubuhmu jangan di tolak! " teriak lucas mengarahkanku yang sedang berusaha mengeluarkan sihir
hari ini adalah hari yang aku tunggu selama 3 tahun. hari dimana awal dari perjuanganku. hari yang menentukan kekuatan yang aku miliki. dan awal dari perjuangan panjangku di mulai.
aku mengikuti semua arahan yang lucas berikan padaku. energi sihir yang selama ini aku simpan di dalam tubuhku juga muali bereaksi. 4 buah bola cahaya keluar dari tanganku dengan warna yang berbeda-beda bersamaan dengan aku membuka mata yang sebelumnya aku pejamkan.
4 bola cahaya itu berwarna hitam, putih, hijau, dan biru. aku bingung mengapa banyak sekali bola yang keluar dari tanganku, biasanya orang hanya mempunyai 2 atau 3 bola saja. lalu aku pun memutuskan untuk bertanya pada lucas yang masih setia memperhatikanku.
" bagaimana ayah? apa aku berhasil?! " tanyaku sambil menatapnya antusias
" ti-tidak mungkin. ze-zeva kau benar-benar keturunan monster! luar biasa, sangat luar biasa! " ucap lucas tidak percaya, bahkan dia mengatkannya dengan terbata-bata
hah!? apa maksud dari perkataan lucas tadi?
•
•
•
To Be Continued
ig : Ruwaida_zulfi_Amalia029
__ADS_1