Megical World

Megical World
Chapter 26


__ADS_3

Di pagi hari, burung-burung mulai berkicau ria di atas dahan pohon. kiacauan burung tampaknya mengganggu seseorang yang sedang terlelap dalam tidurnya. hingga mengakibatkan seseorang itu terbangun dan menggeram marah.


" Ck, burung-burung itu berisik sekali! " geramku, aku langsung melambaikan tanganku dan dalam sekejap burung-burung itu langsung terpental jauh akibat sihir angin yang baru ku gunakan.


" Hoaam~ "


" sudah pagi ya? Hoho ini saatnya untuk menjelajah bagaimana pasar kerajaan Hogwast yang dikabarkan sangat menarik itu " ucapku sambil menatap kearah jendela yang telah disinari matahari pagi yang cerah di iringi dengan tawa jahat


Setelah itu pun aku langsung pergi kedalam kamar mandi untuk bersiap-siap. 15 menit kemudian aku telah siap mengenakan pakaian laki-lakiku. seharusnya perempuan-perempuan di Megical World berpakaian menggunakan gaun, namun itu tidak berlaku untukku.


menurutku, mengenakan gaun itu sangat merepotkan. jadi karna itu aku lebih memilih menggunakan pakaian laki-laki yang terkesan lebih mudah untuk dikenakan. meskipun ini pakaian laki-laki tapi aku menambahkan sedikit hiasan dan aksesoris perempuan yang tidak terlalu berlebihan. akserosis itu akan menambahkan kesan elegan dan indah, namun sederhana. baju yang ku kenakan ini berwarna hitam dihiasi dengan benang perak.


rambutku hanya ku kuncir kuda. sedangkan wajahku tidak mengenakan hiasan apapun. mesekipun begitu wajahku tetap terlihat cantik, karna memang pada dasarnya sudah begitu.


Setelah siap aku langsung pergi kebawah, karna kamarku ini terletak di atas lantai 2. saat aku tiba dibawah aku langsung disambut dengan pelayan wanita yang berjaga saat aku pertama kali datang ke penginapan ini.


" Selamat pagi nona " sapanya ramah


aku hanya membalas dengan senyuman " bisakah aku bertanya? " tanyaku pada wanita itu


" tentu nona "


" apa kau mengetahui tempat-tempat menarik disini? "

__ADS_1


wanita itu mengangguk lalu tersenyum " ya.. saya mengetahui beberapa tempat yang menarik nona, apakah anda ingin mengetahuinya? "


" ya.. aku ingin mengetahuinya. aku ingin berkeliling sebentar di ibu kota kerajaan Hogwast " ucapku sambil tersenyum menatap pelayan wanita itu


" baiklah kalau begitu "


" beberapa tempat yang saya maksud tadi adalah, Toko antik tuan Siong, disana banyak sekali terdapat barang-barang unik dan menarik. lalu Toko Bunga Malam yang ada di ujung pasar ini. disana memanglah tidak ada sesuatu yang luar biasa, tetapi pemandangan dan pemandian air panas disana sangatlah menakjubkan, nona pasti tidak akan menyesal jika datang kesana. Lalu toko yang terakhir adalah Toko Impian Malam. toko ini sangatlah misterius, bahkan lebih terkesan menyeramkan saat pertama kali melihatnya. kono katanya pemilik toko ini adalah seorang peramal, dan setiap ramalannya pasti akan terwujud. sudah banyak orang yang datang kesana, dan mereka bilang apa yang dikatakan oleh pemilik toko itu selalu terwujud "


" itulah beberapa tempat yang saya ketahui, jika nona tertarik silakan kunjungi toko-toko tersebut " ucap wanita itu mengakhiri informasi yang di berikannya


aku mengangguk puas dan mengucapkan terima kasih padanya " ini ambilah, sebagai imbalan karna telah memberitahuku informasi tersebut " ucapku memberikannya beberapa koin perak, yang aku ambil sebelumnya dari saku celanaku


pelayan wanita itu langsung berbinar dan membungkuk beberapa kali sambil terus mengucapkan kata terima kasih.


" baiklah kalau begitu aku akan pergi " ucapku pamit padanya


aku hanya menanggapinya dengan senyuman. setelah itupun aku keluar dari penginapan tersebut dan mencari tempat makan terlebih dahulu, karna sedari tadi cacing dalam perutku telah berdemo meminta makan.


setelah berada diluar penginapan, aku langsung bersiul untuk memanggil mighty. pasti dia telah lama menunggu diriku. tak berapa lama kemudian, mighty terbang mengahampiriku dan...


Grepp


mighty langsung menghinggap di atas lenganku yang telah aku siapkan untuk dirinya hinggapi.

__ADS_1


aku mengelus kepala, dan tubuhnya menggunakan tanganku. terlihat burung hantu itu sangat menikmatinya hingga dia memejamkan matanya dan sedikit mendengkur.


aku terkekeh pelan melihatnya " mighty kau pasti lapar bukan? " tanyaku padanya. mighty hanya mengangguk-anggukkan kepala sambil menatapku menggunakan mata tajam miliknya.


memang biasanya burung hantu mencari makan saat malam hari. tetapi karna aku meminta mighty untuk berjaga kemarin malam, mighty tak sempat untuk pergi mencari makan akibat berjaga. alhasil dia pasti kelaparan karna tidak makan semalaman.


" baiklah, aku membeli makanan untukmu setelah aku selesai makan. kau tunggulah aku di sekitar tempat yang akan aku datangi, nanti saat aku bersiul kau segeralah datang untuk makan " ucapku padanya sambil terus mengelus bulunya yang sangat halus di pegang


" baik tuanku " jawab mighty, setelah itupun dia terbang keatas untuk mengikutiku pergi kemana saja


setelah melihat mighty terbang, aku langsung mencari tempat makan. akhirnya tidak sampai 10 menit berjalan, aku menemukan sebuah tempat makan yang cukup ramai dibandingkan tempat yang lainnya. sepertinya disana makanannya cukup enak, terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang.


dengan cepat aku langsung masuk kesana karna perutku sudah sangat lapar sejak tadi. aku langsung mencari tempat duduk yang strategis untuk menyantap makanan.


tiba-tiba mataku langsung tertuju pada sebuah meja yang terletak di paling sudut ruangan. tempat itu terlihat sangat strategis karena terhindar dari keramaian orang-orang dan disamping tempat duduk tersebut terdapat jendela yang memperlihatkan pemandangan mengenai kegiatan orang-orang.


aku langsung saja duduk disana. dan langsung memesan bebarapa makanan dan minuman untuk diriku makan. tak lupa juga memesankan daging ayam dan kambing untuk migthy.


beberapa menit kemudian, makanan yang aku pesan tadi datang. tanpa babibu aku langsung menyantapnya. saat aku sedang makan dengan sangat khitmad, tiba-tiba gendang telingaku menangkap suatu pembicaraan yang sangat menarik.



__ADS_1



To Be Continued :)


__ADS_2