
" aah~ benar-benar hari yang melelahkan. apa ini karena aku terlalu banyak mengeluarkan energi? " ucapku sambil menatap langit-langit kamar milikku
setelah aku berlatih tadi aku langsung masuk kedalam kamar. karna seluruh tubuhku sudah sangat lemas akibat kehabaisan energi. mungkin ini adalah efek dari percobaan pertama aku menggunakan sihir.
ku alihkan pandanganku pada meja kecil yang ada di sampingku. di atas meja itu terdapat keranjang bayi milik alea yang aku bawa dari hutan kabut.
" hay alea!, bagaimana kabarmu hari ini? " sapaku pada alea, walau aku tau itu akan percuma. karna itu pada akhinya akan dibalas keheningan darinya
" maafkan aku tak menjagamu hari ini. kau tau hari ini adalah awal dari perjuanganku. kau akan membantuku bukan? hehe~ bodohnya aku, mana mungkin kau mengerti. tenanglah suatu saat nanti kau pasti akan mengerti "
" aku akan menjadikanmu ratu paling berkuasa di kerajaan peri, tapi sebagai gantinya kau harus mengikuti. aku butuh sekutu untuk mengalahkan musuh yang menghalangiku nanti " ucapku pada alea yang masih setia dengan tidurnya
anehnya, sejak aku membawa alea dari hutan kabut. dia tidak sedikitpun menangis ataupun bagun dari tidurnya. apa dia terkena sihir? entalahlah aku tak mengerti.
" alea kenapa kau tidak pernah bangun? kenapa kau selalu tidur terus? kau baik-baik saja bukan? " tanyaku pada alea dengan nada khawatir
" gadis kecil kau jangan khawatir, itu adalah sihir yang aku berikan pada tuan putri. dia akan bangun jika kau telah mampu sepenuhnya untuk menjaga dia. keranjang yang di gunakan tuan putri akan selalu menjaganya dari bahaya "
suara siapa itu?, aku mencoba mencari dari mana asal suara itu. aku menolehkan kepalaku kekiri dan kekanan, tapi nihil tak ada siapapun dikamarku. hanya ada aku dan alea, tidak mungkinkan alea yang berbicarakan?
" siapa kau?!, kaluarlah " ucapku entah pada siapa, aku hanya berharap itu akan berhasil
" tidak perlu takut ini aku Elish, The guardian of the fairy kingdom "
__ADS_1
" kau.. kau adalah akar yang berbicara itu "
" ya itu adalah aku! tolong jangan panggil aku akar, namaku adalah elish "
" baiklah aku akan memanggilmu elish"
" bagaimana kau bisa berbiacara padaku elish?" tanyaku padanya
" aku bisa berbicara padamu, karna aku telah memberi sihir pada keranjang bayi tuan putri, jika terjadi sesuatu padamu atau pada tuan putri. aku bisa memberi tahumu apa yang harus kau lakukan gadis kecil "
" ouwh~ seperti itu " ucapku sembari menganggukkan kepala milikku
" maaf gadis kecil aku harus pergi, ada sesuatu yang harus ku urus. kau taukan jika kerajaan peri masih kacau? "
" ya elish aku mengerti! sampai jumpa "
" aku tau elish, kau bisa tenang meninggalkannya padaku "
" terima kasih gadis kecil! "
" sama-sama dan namaku adalah zeva! "
setelah aku mengucapkan itu, hanya keheninganlah yang menyambutku. mungkin karna elish tidak terhubung lagi denganku maupun sengan alea.
__ADS_1
•
•
•
Setelah aku berbicara pada elish, aku memutuskan untuk beristirahat. agar besok aku bisa memulai latihanku kembali. pasti itu akan melelahkan.
aku sedikit merenung, bagaimana caraku mengalahkan sisi gelap dalam diriku. apakah nanti aku akan berhasil?
dan sampai kapan lucas akan menutupi kebenaran tentang orang tuaku? ingin sekali aku mengatakannya langsung pada lucas, bahwa aku telah mengetahui semuanya.
sebenarnya aku lelah, lelah karena harus terus berpura-pura menjadi gadis kecil yang menggemaskan. tapi.. apa boleh buat, aku tak bisa mengatakannya langsung, jika aku telah mengetahui semuanya. bisa-bisa lucas akan curiga padaku, satu-satunya cara aku harus menunggu saat yang tepat.
" aah~ sudahlah lebih baik aku tidur " ucapku kesal lalu setelah itu akupun tertidur. mungkin karna aku sangat lelah setelah pelatihan yang aku jalani.
•
•
•
[ like, comen , dan vote ya! ]
__ADS_1
To Be Continued
ig : Ruwaida_Zulfi_Amalia029