Megical World

Megical World
Chapter 6


__ADS_3

Pagi hari aku telah bersiap-siap untuk menemui lucas. aku ingin menagih janji yang dia ucapakan semalam. aku sangat antusias untuk mencari dimana keberadaan lucas saat ini. tapi,sayangnya tubuh ini tak dapat aku gerakkan dengan leluasa. saat berjalan saja aku masih sering terjatuh. bagaimana bisa aku mencari lucas dengan cepat jika terus seperti ini?


dan tubuh ini tak dapat aku gerakkan dengan waktu lama. tubuh ini sangat lemah, jika aku bergerak terlalu lama maka tubuh kecil ini akan mudah lelah. akh! aku benar-benar merasa tak berdaya sekarang. aku sangat-sangat tak menyukai diriku yang saat ini. aku ingin cepat-cepat kembali menjadi dewasa. agar bisa menjelajahi dunia ini dan menemukan banyak informasi mengenai orang tuaku.


cukup lama aku merenungkan nasibku saat ini, akhirnya aku telah selesai bersiap-siap. setelah keluar dari kamarku, aku langsung pergi menemui lucas. yaa.. aku tinggal dikamarku sendiri saat usiaku telah menginjak 2 tahun. aku melakukannya karna aku pikir aku telah mampu mengurus segala keperluan milikku sendiri. tentu saja awalnya lucas menolak, tapi bukan Zela namanya jika dia tak berhasil. akhirnya dengan segala cara aku membujuk lucas, aku berhasil mendapatkan setuju darinya.


tak lama kemudian, aku sampai di depan pintu kamar milik lucas. tanpa menunda-nunda aku langsung saja mengetuk pintu kamar miliknya. kenapa aku tak langsung masuk saja? itu karena aku tak mau melanggar privasi seseorang, dan kamar termasuk dari privasi bukan? oleh karena itu aku tak sembarangan masuk kedalam kamar miliknya, karna itu adalah privasi miliknya.


" ayah kau ada di dalam? " ucapku sambil mengetuk pintunya


tak lama setelah aku mengetuk pintu kamarnya, dia membuka pintu kamar miliknya. dia keluar dengan keadaan yang masih mengantuk, terlihat dia beberapa kali mengiuap dan mengucek matanya dengan tangan.


" ada apa zeva? kenapa kau pagi-pagi mencari ayah " ucap lucas sambil mengucek matanya dan sedikit menguap, tapi sepertinya dia berusaha menahannya


" ayah lupa?!" ucapku padanya sambil memegang pinggangku seperti seseorang yang sedang marah


" lupa apa? " tanya lucas sambil memiringkan kepalanya tanda dia tak mengerti


aku dari pagi telah bersiap-siap untuk menemuinya. sedangkan dia? dia dengan santainya menanyakan kenapa aku mencarinya pagi-pagi?! lucas sialan!


entahlah, aku tak tau dia sedang berpura-pura lupa atau memang dia lupa. jika dia sedang berpura-pura maka aku harus bertepuk tangan padanya! aktingnya sungguh bagus sekali, bahkan lebih hebat dari pemain film yang sering aku tonton diduniaku dulu!


" jangan bercanda ayah! apa kau benar-benar lupa dengan apa yang kau katakan semalam? " ucapku kesal padanya


" memangnya ayah mengatakan apa semalam? " ucap lucas dengan tampang bodohnya


saat ini aku benar-benar ingin memukul wajah tampannya! bagaimana bisa dia masih menanyakan apa yang di ucapkannya semalam?! menyebalkan sekali dia! untung tampan hihihi, jika tidak aku sudah menghajarnya habis-habisan!


" ayah!! " teriakku kesal padanya


" ayah benar-benar lupa zeva, jadi tolong beritahu apa yang ayah ucapkan semalam!" ucap lucas padaku sambil menggunakan nada permohonan


" hemph! ayah kemarin bilang ingin melatihku hingga menjadi seorang The gods of Witches! " ucapku ketus padanya sambil mengalihkan pandanganku


terserahlah, jika dia memarahiku. aku tidak peduli! aku sudah terlajur sangat kesal padanya!

__ADS_1


" oh?! ayah benar-benar lupa, jangan marah oke!, kau sangat jelek ketika marah seperti ini " ucap lucas mencoba merayuku sambil


aku tak mejawab ucapannya, aku hanya menggelembungkan pipiku sambil menolehkan pandanganku kearah yang lain lagi mencoba menghindari tatapan darinya. dan dengan tangan yang di lipat di atas dada.


" maafkan ayah zeva, ayah lupa" ucap lucas memohon padaku masih mencoba untuk membujuk diriku


" ayah janji, ayah tak akan lupa lagi!" sambungnya sambil memperlihatkan 2 jarinya yang berbentuk huruf V


sudahlah lupakan saja, aku sebaiknya tak membuang-buang waktuku hanya karena hal kecil seperti ini. masih banyak hal penting yang harus aku kerjakan.


" janji? " ucapku mengalah sambil memberikan jari kelingkingku padanya


" janji " ucap lucas sambil tersenyum seraya menautkan kelingkingnya dengan kelingking milikku. jari milikku dan miliknya sangat berbeda jauh ukurannya. seperti sebuah lidi kecil dan kurus dengan sebuah bambu yang kuat dan kokoh.


aku tak marah sebenarnya, hanya saja aku sedikit kesal padanya. dan juga aku ingin sedikit mempermainkan dia hihihi. ini juga aku lakukan untuk meyakinkan dia bahwa aku ini anak kecil yang lugu dan menggemaskan.


" ayo iku ayah!" ucap lucas sambil menggandeng tanganku


aku tak banyak bertanya padanya. aku hanya mengikuti saja dia akan membawaku kemana. karna sangat tidak mungkin dia membawaku ketempat yang membahayakan.


Itu adalah RUANG PERPUSATAKAAN!. perpustakaan dimana aku sering mengambil buku diam-diam. ya.. aku nekat melakukannya karna aku ingin mendapatkan sedikit informasi tentang dunia ini.


" duduklah!" ucap lucas menyuruhku duduk di bangku yang ada di dalam perpustakaan


aku menuruti perintahnya, walaupun hatiku memberontak keras. entahlah, aku seperti mempunyai sebuah firasat buruk ketika aku masuk delam sini. setelah aku duduk baru aku bertanya pada lucas.


" kenapa ayah mengajakku kesini? " tanyaku heran padanya


" kau ingin belajar bukan" ucap lucas tanpa mengalihkan pandangannya pada buku-buku yang tersusun rapi dirak yang sudah disediakan


aku mengangguk mengiyakan ucapannya.


" pengetahuan, merupakan dasar dari orang hebat dan kuat. jika kau berpengetahuan maka kau pasti akan dengan mudah menjadi kuat, jadi ini yang harus kau lakukan belajarlah dulu tentang ini semua, jika sudah maka ayah akan mengajarimu tentang bagaimana menggunkan sihir!" ucap lucas menejalaskan


aku hanya menyimak dengan baik apa yang dia ucapakan.

__ADS_1


" kau sudah tau bukan jika dunia ini merupakan dunia sihir?" tanyanya padaku


aku mengangguk sebagai jawaban.


BRUKK


setumpuk buku tebal yang tingginya melebihi tubuhku, tiba-tiba muncul di atas meja yang ada di hadapanku.


dan tepat sesuai dugaan, pasti lucas akan memintaku untuk membaca semua buku ini! ouwh sungguh malang nasibmu hiks.. hiks


" buku-buku ini merupakan pengetahuan dasar dari sihir, kau harus membacanya sampai habis " ucap lucas setelah menaruh buku-buku itu dihadapanku


" kau bisa membaca bukan? " ucapnya lagi padaku


" bisa ayah" ucapku sambil mengangguk walaupu hatiku saat ini tengah menangisi kemalangan yang menimpaku


" bagus!, pelajari semua buku ini! jika sudah datang kepada ayah, ayah akan menjelaskan semua apa yang ada di dalam buku ini " ucap lucas sambil meninggalkanku sendirian didalam perpustakaan


aku hanya bisa termenung dengan apa yang di ucapkan lucas. bagamana bisa dia menyuruh anak kecil berusia 2 tahun? membaca buku sebanyak ini?!


apakah dia lupa membawa otaknya ketika keluar kamar tadi?


terlibih lagi aku tidak suka membaca buku yang tebalnya melebihi telapak tanganku sendiri.


" lucas kau kejam sekali!! kau benar-benar ingin menyikasa ku! teganya dirimu lucas hiks.." ucapku dalam hati memahari lucas. aku tak berani memaharinya secara langsung jika dia sedang dalam mode serius. ternyata di balik sosoknya yang tampan ternyata lucas adalah iblis!!





To Be Continued


ig : Ruwaida_Zulfi_Amalia029

__ADS_1


__ADS_2