
aku benar-benar sangat lelah saat ini. aku lelah karena membaca buku sebanyak ini. mataku sudah mulai memanas karna huruf-huruf sialan yang ada didalam buku terkutuk ini. aku sudah tidak sanggup lagi membaca tulisan-tulisan yang ada dibuku ini. jika aku tau lucas akan mengajariku seperti ini, aku tak mau memintanya untuk mengajariku!
tapi apa boleh buat nasi telah menjadi bubur,dan juga aku tak mungkin menarik kata-kataku kembali. aku harus bisa bertahan dengan ini semua. mungkin saja lucas sengaja mempersulitku agar aku tak bisa mencari tahu tentang orang tuaku. yaa... itu mungkin! dan aku takkkan membiarkannya berhasil.
tunggu saja aku akan membuatnya tak bisa berkutik dengan keimutanku hehehe>_<
sebenarnyaapa yang di katakan lucas memang ada benarnya sedikit. jika ingin kuat harus bisa berpengetahuan luas dan aku juga setuju dengan itu. membaca buku sebanyak ini memang melelahkan dan sangat-sangat membosankan. tapi hasil yang diberikan pasti sangatlah menguntungkan.
seperti kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
" Ahkk! lelah sekali mataku melihat tulisan-tulisan ini! " gerutuku kesal sambil menempelkan kepalaku pada meja yang aku gunankan untuk membaca
untung saja lucas tidak ada di sini, jadi aku dapat dengan leluasa bertidak semauku tanpa harus berakting menjadi anak kecil.
kalian tau? itu sangatlah menyebalkan!
sangat tidak menyenangkan terjebak didalam tubuh kecil seperti ini. aku benar-benar tersiksa hiks.. hiks
" ayo semangat zeva!! kau tak boleh menyerah semudah ini, lihatlah itu hanyalah sebuah buku. ayo! ayo! semangat!! " ucapku menyemangati diriku sendiri sambil mengangkat kepalan tangan keudara
jika ada yang melihatku seperti itu, pasti mereka menganggapku gila. tapi untunglah aku sendirian didalam perpustakaan ini. jadi aku sangat bebas melakukan segala hal semauku, sekalipun itu adalah perbuatan yang memalukan.
gila memang berbicara dengan diri sendiri, tapi tidak peduli dengan itu semua. tetapi jika aku tak seperti ini mana mungkin ada yang menyemangatiku selain diriku. yaa.. baik didunia diriku sekarang tinggal ataupun duniaku di masa lalu, aku tetaplah harus mengandalkan diriku sendiri, walaupun aku tetap membutuhkan orang lain.
" tapi aku lelah " ucapku lesu sambil menaruh kepalaku di atas meja yang ada di depanku
" tidak! tidak boleh aku harus semangat!! " ucapku lagi mengulangi hal yang sama seperti sebelumnya
ayolah zeva, kenapa kau jadi seperti ini? apa kau sudah gila berdebat dengan dirimu sendiri?! apakah ini efek karena terlalu kesepian? atau karena em..
tidak, tidak, tidak! kau harus fokus sekarang masih ada buku yang sedang menunggumu!
" fokus, fokuslah zeva! " ucapku dalam hati sambil mengeleng-gelengkan kepalaku berharap itu dapat menjernihkan pikiranku kembali
setelah bedebat dengan diriku sendiri. aku melanjutkan membaca buku yang di berikan oleh lucas. aku harus menghemat tenagaku untuk membaca buku-buku terkutuk ini! lebih baik seperti itu dari pada aku menyianyiakan tenagaku hanya untuk memikirkan sesuatu yang sangatlah tidak penting untuk masa depanku.
__ADS_1
•
•
《 2 jam kemudian 》
" Haah~ akhirnya selesai juga " ucapku sambil menutup buku terakhir yang aku baca di iringi dengan dengan helaan nafas lega
baiklah sekarang aku harus mencari lucas dan memberitahukannya bahwa aku telah selesai membca semua buku-buku tetkutuk yang diberikannya padaku.
setelah aku membereskan semua buku-buku yang telah aku baca tadi, aku langsung keluar dari perpustakaan dan segera mencari dimana lucas berada. setelah aku mengelilingi rumah ini, aku tak menemukan lucas dimana-mana. uuh~ sangat
menyebalkan! sebenarnya dia sedang berada dimana?!
sepanjang jalan aku mencari lucas, aku terus mengumpat dan memarahi dia. bagaimana aku tidak kesal, saat tenagaku sudah habis karna membaca buku-buku sialan itu, aku harus mengelilingi rumah ini untuk mencari lucas!
" sial, sial! dimana kau lucas?, aku sudah cukup lelah karna membaca semua buku-buku terkutuk yang kau berikan, sekarang aku harus mencari dimana dirimu!!" gerutuku kesal sambil menghentak-hentakkan kakiku kelantai yang sedang aku lewati. biarlah aku tak peduli sekalipun aku melompat-lompat, lantai itu tak akan rusak karena tubuh kecilku ini!
ah ya! aku baru ingat hanya satu tempat yang belum aku cari, yaitu halaman belakang. setelah menyadari itu akupun langsung menuju kesana. dengan cepat aku berlari pergi ke halaman belakang. dan benar saja lucas sedang berada disana.
ingin sekali aku melemparnya dengan sepatu yang aku kenakan, dan menghajarnya menggunakan tinjuku ini. yaa.. walaupun tinjuku ini tidaklah sakit, itu dikarenakan ukuran kepalan tanganku sangatlah kecil dibandingkan dengan punyaku dulu. pasti rasanya hanya seperti digigit oleh seekor semut kecil.
" tahanlah, tahanlah zeva. ini semua demi tujuanmu " gumamku sambil menghela napas berkali-kali agar emosiku sedikit meredam
setelah aku melihatnya disana, aku langsung berlari menghampirinya. dan inilah saatnya aku berakting kembali manjadi bocah kecil yang imut nan menggemaskan. dan aku benci itu!
Camera rollingg...action!!
" ayah!!" teriakku sambil berlari mengahampirinya
" oh?! kau sudah selesai membaca buku yang ayah berikan tadi " ucap lucas sambil menaruh cangkir berisi teh yang di peganggnya di atas meja yang ada dihadapannya
aku sangat kesal, benar-benar kesal! dia dengan santainya mengatakan itu. tanpa menyakan apa aku lelah atau tidak. ingin sekali aku menghajar wajah tampan miliknya itu!
aku mengangguk mendengar apa yang di ucapkannya. aku harus bertahan sekarang!, jangan lepas kendali zeva!, jangan lepas kendali!
__ADS_1
" baiklah, ayah akan mejelaskannya sedikit padamu, perhatikan baik-baik! ayah takkan mengulanginya lagi " ucap lucas bergaya bak seorang guru yang sedang mangajari murid-murid didalam kelas
aku memperhatikan dengan seksama apa yang diucapnya padaku. tapi tiba tiba... fokusku teralihkan pada wajahnya. wajahnya yang sedang serius semakin membuat kadar ketampanannya bertambah! aku tak mungkin melewatkan pemandangan indah yang sangat jarang seperti ini!
sangat rugi jika aku tidak melihatnya!
" hey! sadarlah, fokus pada apa yang dilakukannya, bukan pada wajahnya!!" ucapku dalam hati sambil menampar pipiku sendiri
Tiba-tiba lucas menghentikan penjelasannya dan memperhatikan gelagat aneh diriku dengan pandangan yang sulit diartikan.
" ada apa zeva? kenapa kau menampar dirimu sendiri? " tanya lucas sambil memberikan pamdangan aneh sekaligus bingung
aku tersentak kaget ketika tiba-tiba lucas bertanya seperti itu " eh?! tidak ada ayah " kataku dengan intonasi yang sedikit tinggi guna menutupi malu yang aku rasakan karna ketahuan bertingkah aneh didepan lucas.
" lalu kenapa kau menampar-nampar dirimu sendiri? " tanyanya lagi padaku sambil menaikkan sebelah alis miliknya
" em.. i-itu.. em itu, itu karena ada nyamuk tadi oleh karena itu aku mencoba menepuknya, ya.. karna nyamuk! " ucapku sedikit gugup tapi aku mencoba setenang mungkin dan mencari alasan yang sedikit logis agar lucas tak curiga.
" baiklah kalau begitu, tetap perhatikan apa yang aku ucapkan " ucap lucas sambil memberikan tatapan tajam miliknya padaku
" ba-baik! " ucapku sambil duduk dengan tegap
setelah itupun lucas kembali menjelaskan tentang apa yang ada didalam buku yang telah aku baca tadi.
diam-diam aku mengela napas melihatnya.
" untunglah dia tidak curiga " gumamku dalam hati sambil menghela napas lega
•
•
•
To Be Continued
__ADS_1
ig : Ruwaida_Zulfi_ Amalia029