Megical World

Megical World
Chapter 21


__ADS_3

" orang tuamu..


lucas menghentikan ucapannya, dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. raut wajahnya kini terlihat sangat datar, dia berdiri membelakangiku sambil mengatakan..


" orang tuamu menghilang setelah berperang melawan seseorang. mereka menyuruhku merawatmu hingga dewasa. mereka juga mengatakan bahwa aku harus merahasiakan semua ini darimu. tapi siapa sangka kau mengetahuinya secepat ini "


" aku melarangmu pergi dari sini, itu karena aku ingin melindungimu. dunia luar itu sangat berbahaya, dan kau belum cukup mampu untuk menghadapi itu semua. aku tau, aku egois tapi percayalah ini semua demi kebaikan dirimu " lanjut lucas


lucas berjalan mendekatiku yang sedang berusaha mencerna ucapan darinya. dia memegang bahuku dan memandangku dengan pandangan yang sulit diartikan.


" zeva entah kau percaya ataupun tidak, aku benar-benar menyangimu seperti anakku sendiri. kau sudah memberi warna dihidupku yang selalu berwarna abu-abu ini. maafkan aku... maaf atas semuanya " ucap lucas dengan nada suara yang terdengar sangat menyedihkan


tanpa sadar aku langsung memeluknya. lucas sempat terkejut dengan apa yang aku lakukan, lalu diapun membalas pelukan yang aku lakukan.


" tidak, kau tidak salah ayah. kau melakukan ini semua demi kebaikanku. aku sangat bersyukur bisa memiliki ayah seperti dirimu, aku tidak peduli kau itu ayah kandungku ataupun bukan. bagiku kau adalah ayah terbaik yang pernah aku miliki. maafkan aku sudah salah menilaimu ayah.. " ucapku sambil menangis dipelukannya


bagi seseorang yang selalu kesepian, memiliki seseorang yang menyangi dan menganggapnya ada. itu adalah sesuatu hal yang sangat berharga.

__ADS_1


dan itulah apa yang dirasakan zeva saat ini. merasa dicintai dan disayangi adalah yang sungguh membahagiakan.


lucas melepas pelukannya padaku, lalu dia mengusap sisa air mata yang ada dipipiku. lalu dia mengatakan " putriku tidak boleh menangis, aku tidak ingin melihat air mata diwajahnya. aku hanya ingin melihat senyuman indah miliknya "


hatiku menghangat medengar apa yang diucapkan lucas padaku " tentu ayah, kau hanya akan melihat senyum diwajah ini bukannya air mata " balasku padanya sambil tersenyum


" baiklah, kurasa ini adalah saatnya kau pergi dari sini. ada masa depan yang harus kau jemput " ucap lucas sambil tersenyum padaku


" benarkah?! apa kau benar-benar serius ayah? " tanyaku padanya


" Ya, aku tidak punya hak untuk merenggut masa depanmu zeva " jawab lucas


" sampai saat ini aku belum mendapatkan kabar dari mereka. aku selalu berusaha mencari dimana keberadaan mereka, tapi setiap kali aku mencari mereka hanyalah kegagalan yang selalu aku peroleh. entahlah seperti ada sebuah pengahalang yang sangat kuat yang menutupi keberadaan mereka " ucap lucas


" jadi itu alasanmu kenapa setiap malam kau selalu pergi kehalaman belakang? "


" tanpa aku beritahu, kau sudah mengetahuinya. kau benar-benar sangat cerdas zeva " ucap lucas menjawab ucapanku

__ADS_1


" oh ya! apa kau tau kenapa setiap kali kau bertanya padaku dimana ibumu, aku selalu mengatakan bahwa ibumu selalu berada didekatmu? " sambung lucas


aku menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaannya. " kau lihat bukan liontin yang selalu kau kenakan itu " ucap lucas sambil menunjuk sebuah liontin yang ada dileherku


tanpa sadar tanganku menggemgam liontin yang ditunjuk oleh lucas. " itu adalah benda berharga milik ibumu zeva, dan benda pertama dan terakhir yang diberikannya padamu. dia juga menaruh sedikit jiwanya kedalam liontin itu, agar kau selalu merasakan kehadirannya " ucap lucas sambil tersenyum menatapku


tanpa sadar air mataku jatuh dengan sendirinya. aku pikir itu semua hanyalah bualan yang diucapkan kepada seorang anak kecil, agar dia tak mencari terus dimana ibunya berada. ternyata aku salah besar, lucas tidak pernah bohong dengan apa yang diucapkannya.


" Ibu..." lirihku sambil menggenggam erat liotin yang ada dileherku





To Be Continued..

__ADS_1


ig : Ruwaida_Zulfi_Amalia029


__ADS_2