Megical World

Megical World
Chapter 29


__ADS_3

" siapa kau sebenarnya? " tanpa basa-basi lagi, aku langsung menanyakan jati dirinya yang sebenarnya. aku tak dapat lagi membuang-buang waktuku. seharusnya saat ini, aku telah pergi ke Akademi Hogwast. tapi semua itu tertunda akibat, masalah ini.


jika masalah ini dibiarkan lebih lama, maka akan berakibat buruk pada masyarakat di sekitar sini. karna, orang tua dihadapanku ini menggunakan cara licik untuk menyerap semua energi kehidupan pada orang-orang yang sebelumnya datang kemari. yang entah apa tujuannya, tapi yang pasti ini sangatlah berbahaya.


orang-orang yang telah di ambil energi kehidupannya, akan mengalami sakit-sakitan dan kemudian akan meninggal. orang-orang tidak akan curiga karna mereka berpikir mereka meninggal akibat sakit.


itulah mengapa ini sangat bebahaya.


" saya seorang penyihir yang mampu melihat masa depan nona " ucap pria itu sambil mengukir senyum manis di atas wajahnya yang sudah menua.


aku hanya menatapnya datar, semua perlakuannya yang sopan itu adalah palsu. bahkan senyumnya pun begitu. senyumnya hanyalah sebuah topeng semata. mungkin wajahnya mengukir senyum manis tapi matanya berkata sebaliknya. tajam dan penuh aura yang jahat. seperti kata orang-orang, mata dapat menunjukkan semuanya.


" Sekali lagi aku bertanya, siapa kau sebenarnya? " ucapku penuh penekanan pada setiap katanya. bahkan aku tak memperdulikan lagi etika kesopanan, untuk apa sopan kepada seseorang yang tak layak seperti dirinya? tidak berguna sama sekali!


" apa maksudmu nona? " orang tua itu berkata heran. dia menyerengitkan dahinya, hingga kerutan-kerutan di wajahnya semakin terlihat.


" tak perlu berbasa-basi lagi. apa tujuanmu melakukan ini semua? " aku bukanlah seseorang yang sabar, jika itu menyangkut nyawa banyak orang.


" tujuan? tujuan apa maksudmu nona? "


" aku tau kau bukanlah seorang penyihir yang mampu melihat masa depan. kau hanyalah seorang penyihir pengguna elemen gelap. kau menggunakan ilusi untuk memngelabui orang-orang, hingga mereka percaya bahwa itu semua adalah kenyataan di masa depan " aku menyeringai kala melihat wajah pria tua semakin gelap setiap aku melanjutkan kata-kataku. sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang berwajah tenang dan ramah.


" jaga kata-kata mu nona! " pria tua itu menggertakku menggunakan nada dingin. kau pikir aku takut dengan gertakkan kecil seperti itu. heuh! kau salah!


sambil menyeringai, aku kembali melanjutkan perkataanku yang sebelumnya " lalu kau akan menyerap semua energi kehidupan milik orang-orang yang datang ketempat jelekmu ini. hingga mereka akan sakit dan setelah itu menginggal. sekali lagi aku bertanya, apa tujuanmu melakukan ini semua? " aku menatapnya tajam sambil menekan setiap kata diujung kalimat.


" Dasar bocah tidak tau diri! " dia mengumpat sembari melepaskan aura gelap miliknya.


saat dia melepaskan aura gelap miliknya, saat itulah aku tersadar bahwa aku telah salah memperhitungkan segalanya. auranya bahkan lebih kuat dari milikku. ini berbahaya, aku tak mungkin melawannya sendirian. bisa di perkiraakan dia telah menginjak level seorang Great Witch. itu sangat berbahaya bagiku yang hanya seorang Superior Witch berlevel 35.

__ADS_1


" aku telah salah mengira dia sekuat ini. bahkan auranya saja bisa mampu membuatku merasa gelisah, lalu bagaimana dengan sihir miliknya?


sepertinya aku memang salah mencari lawan. tapi aku tak dapat berhennti sekarang. ayo zeva! kuatkan dirimu " ucapku dalam hati, sambil berusaha membuang segala rasa gelisahku dalam hati. aku tau ini berbahaya, tapi aku tak dapat berhenti sekarang. nyawa banyak orang sedang berada dalam bahaya saat ini.


aku menghela napas lalu membuangnya secara perlahan, aku tersenyum pada pria tua yang saat ini sedang dalam emosi yang sangat tinggi dan siap meledak kapan saja.


" kau pikir aku takut? " ucapku tersenyum meremehkan, aku tau betul apa akibat perbuatanku yang sekarang. tujuanku saat ini adalah hanya mencari tau apa tujuan pria tua ini hal serendah itu. dan juga membongkar kedoknya didepan banyak orang.


" heuh! kau tidak takut rupanya. baiklah kalau begitu, mari kita bermain sebentar. anggap saja ini sebagai hukumanmu karna berani mencampuri urusan orang lain! " ucapnya sambil mentap tajam diriku, aku tak menjawabnya sama sekali, aku lebih fokus pada apa yang akan dilakukannya selanjutnya. aku perkirakan akan ada pertempuran sebentar lagi.


dan tepat seperti perkiraanku. pria tua itu dengan gencarnya melayangkan serang bertubi-tubi padaku. aku menghindari semua serangannya sebisaku. aku tak mungkin melawan serangannya, karna perbedaan kekuatan kami terlalu besar.


" Rasakan ini! " sebuah bola api berukuran besar langsung melesat dengan cepatnya kearahku. aku dengan sigap langsung berjongkok dan meletakkan tanganku ditanah. ku pusatkan seluruh energiku pada telapak tangan, ku pejamkan mataku guna menambah konsentrasiku. dan...


DUAARR


bola api yang tadi mengarahku langsung lenyap setelah membentur benteng es yang baru saja aku buat. percikkan-percikkan es berhampuran dimana-mana. tak berhenti disitu aku langsung mengarahkan percikkan es tajam tersebut kepada pria tua yang masih beridiri tegak tanpa terlihat kelelahan.


saat aku mencoba berdiri, tiba-tiba aku langsung jatuh terduduk kembali. " sial energiku habis saat membuat benteng, gawat aku tak membawa sejata apapun. mighty pun kusuruh pergi ke Akademi Hogwast. sepertinya hanya dapat mengandalkan diriku sendiri " ucapku dalam hati


" hei gadis! darimana kau tau bahwa aku ini seorang penyihir gelap? padahal aku tak menggunakan sihir gelap sedikitpun! " pria tua itu berkata dingin sambil menatap tajam diriku


mendengarnya dia berkata seperti itu, tiba-tiba saja sebuah ide langsung muncul dikepala cantikku.


" hehe kesempatan "


aku tersenyum kecil sambil berkata, " Asal kau tau saja, seluruh bangunan ini auranya terasa sangat berat. bahkan saat pertama kali aku merasakannya aku langsung tau bahwa seseorang yang ada di dalam sini adalah seorang pengguna elemen gelap " aku berusaha berdiri setelah beberapa saat mengumpulkan energi


" tidak mungkin, aku telah memasang pelidung agar orang tak tau bahwa tempat ini memiliki aura gelap. itu sangat mustahil orang-orang mengetahuinya. kecuali... kecuali kau.. kau.. "

__ADS_1


aku langsung menyeringai setelah melihat eskpresi wajah terkejut milik pria tua. setelah menstabilkan keseimbangan, aku langsung menlanjutkan ucapan pria itu...


" ya! aku juga seorang penyihir pengguna elemen gelap! " dengan tegas aku langsung mengucapkannya


tiba-tiba raut wajah terkejut milik pria itu langsung berubah menjadi ekspresi wajah senang dan bahagia. tiba-tiba saja dia langsung tertawa terbahak-bahak.


" Ha Ha Ha, sungguh sebuah keberuntungan! " ucapnya disela-sela tertawa


aku menyeringit heran melihat tingkat aneh pria tua itu. setelah beberapa saat, pria tua itu langsung berhenti tertawa dan mentap tajam diriku


" Kau harus mati!! "





Hai! pasti nanyakan, kenapa aku update padahal belum sampe 40 like.


karna aku, gak tega aja ama kalian yang udah nunggu lama update. jadi yahh.. aku up deh.


mungkin chapter kemarin gak tembus 40 like, tapi janji yaa.. chapter ini harus tembus 40 like lebih yaa.


biar akunya makin semakin semangat ^_^


jangan lupa vote, like dan comen yaa


terus beri penilaian pada cerita ini. kasih rating bintang 5 ya hihihi>_<

__ADS_1


To Be Continued:)


__ADS_2