Megical World

Megical World
Chapter 11


__ADS_3

" bulan masih sama seperti dulu, tetap cantik walau hidup di dalam kegelapan" ucapku dalam hati sambil memandang sendu bulan


" aku tak menyangka telah hidup di dunia ini selama 5 tahun. dan sampai sekarang juga sakit yang ku bawa di kehidupan sebelumnya masih belum sembuh" ucapku dalam hati sambil memegangi dadaku yang masih terasa nyeri. jika aku tau, aku akan berakhir seperti itu maka lebih baik aku tak bertemu dengan siapapun, dan hidup dalam kesendirian.


yaa.. sekarang umurku telah berusia 5 tahun. besok aku akan memulai pelatihanku yang sebenarnya. selama 3 tahun ini, aku telah banyak menyimpan energi sihir di tubuhku, dan itu mengakibatkan tubuhku mulai terasa kuat dengan seiring waktu.


tubuhku juga semakin lama semakin kuat. aku harus berterima kasih pada lucas, mungkin jika dia tak melatihku aku tak mungkin bisa seperti yang sekarang ini. yaah.. meskipun pelatihan yang di berikannya benar-benar seperti pelatihan iblis!


" sampai sekarang juga aku masih tidak menyangka, jika aku lenyap di tangan sahabatku sendiri. sebenarnya ini salahku, salah karna tidak mengenal kayla sebenarnya"


" atau mungkin aku memang ditakdirkan hidup sendiri, bahkan di kehidupanku yang sekarang aku harus menjalankan kehidupan yang seperti itu. sendiri tanpa kasih sayang orang tua"


aku terus memikirkan hidup yang ku jalani, baik itu hidupku yang dulu maupun hidup yang ku jalani saat ini. tanpa sadar air mataku jatuh tanpa seizinku. hanya satu yang aku inginkan, aku ingin bahagia bersama keluargaku! bersama ayah dan ibuku yang sebenarnya. hanya itu yang kuinginkan, apakah sulit memberikannya?!


" tuhan! kenapa kau membuatku hidup kembali jika harus membuatku menjalani hidup yang sama seperti dulu?! "


aku menangis, menangis di hadapan bulan. entahlah hatiku sangat kacau sekarang. otak dan hatiku sedang tak bekerja sama sekarang. otakku mengatakan jangan menangis, tetapi hatiku mengatakan yang sebaliknya.


biarlah! biarkan aku menangis untuk kali ini saja! aku tak sanggup bila harus memendamnya sendirian!


aku sangat lelah sekarang, entah itu lelah karna fisik maupun hatiku.


tangisanku tiba-tiba berhenti, ketika telingaku mendengar suara jeritan minta tolong. awalnya aku tak memperdulikan itu, tetapi semakin lama suara itu terdengar sangat jelas. haruskah aku mencari sumber suara itu? tapi ini sudah sangat larut.


" tolong!!"


aku awalnya bimbang tetapi hatiku mengatkan aku harus mencarinya. jadi aku menurutinya saja. aku langsung mengahapus air mataku, dan aku mulai mencari dari mana asal suara itu. lalu tak lama aku mulai menemukannya. suara itu berasal dari hutan kabut, hutan yang ada di belakang rumahku. hutan yang di larang lucas untuk pergi kesana. entah mengapa lucas melarangku pergi kesana.



aku langsung belari menuju hutan itu. sebenarnya aku sedikit ragu-ragu tetapi rasa penasaran yang begitu kuat membuat rasa ragu itu lenyap entah kemana.


aku berhenti di depan hutan kabut itu. aku mulai berpikir, apakah aku harus masuk kedalam sana? tapi aku tak mengetahui ada bahaya apa saja yang aku temui nanti. lagi pula saat ini kekuatanku masih sangatlah lemah. apa aku lebih baik kembali saja?


" tolong!! "

__ADS_1


lagi-lagi suara itu terdengar, aku mulai bimbang. haruskah aku masuk kesana?


" akh! sudahlah masuk saja!, nyawa seseorang lebih penting" ucapku penuh keyakinan demi menyakinkan diriku sendiri


lalu aku masuk kedalam hutan kabut itu. tidak membawa senjata apapun, hanya berbekal sebuah lentera yang aku bawa dari rumah sebelum aku berlari kesini.



cukup dalam aku masuk kedalam hutan kabut. hingga aku menemukan sebuah akar-akar pohon yang di kelilingi cahaya hijau. dan yang anehnya akar itu memiliki wajah seorang wanita dan juga akar itu dapat berbicara layaknya manusia. ternyata akar ini yang dari tadi meminta tolong.



( seperti itulah kira-kira)


akar itu di kelilingi oleh segerombolan serigala hutan.


aku tidak tau apa yang sedang di incar oleh serigala itu.


dengan cepat aku langsung melempari serigala-serigala dengan batu yang ada di tanah.


serigala itu berbalik, mereka terlihat sangat marah. satu persatu dari mereka mulai menyerangku. aku pun mulai melempari mereka dengan batu. untunglah lemparanku tepat sasaran. batu yang aku lempar mengenai kepala mereka, itu mengakibatkan kepala mereka berdarah. mereka mulai kewalahan menghadapiku, melihat itu aku langsung melempar semakin banyak batu.


" hey! kau tidak papa? " tanyaku


" aku tidak papa, terima kasih telah menolongku" ucap akar itu


aku membalasnya dengan senyuman.


" mengapa mereka menyerangmu?, apa yang sebenarnya serigala itu inginkan? " tanyaku lagi pada akar itu


" sebenarnya aku ini adalah pelindung dari kerajaan peri hutan yang tinggal disini " ucap akar itu


" lalu? "


akar itu tak menjawab dia menundukkan wajahnya. sepertinya ada masalah yang terjadi!

__ADS_1


" kerajaan peri di sini di serang oleh penyihir jahat, raja dan ratu tewas saat melindungi kerajaan. ratu datang kepadaku dengan kondisi terluka, dia memintaku untuk menjaga putrinya, penerus kerajaan ini. itulah yang diinginkan oleh para serigala tadi, mereka adalah utusan penyihir jahat untuk membunuh putri. sayangnya kekuatanku telah habis untuk melindungi kerajaan, jadi aku tak bisa melawan serigala itu. untunglah kau datang menyelamatkanku" jelas akar itu


aku hanya menganggukkan kepalaku mendengar apa yang di katakannya.


" apa kau bisa menolongku sekali lagi? " tanya akar itu


aku mendongakkan kepalaku, lalu berkata " apa yang bisa gadis kecil sepertiku ini lakukan? "


" tolong kau jaga putri kerajaan peri! " ucap akar itu


" bagaimana bisa kau mempercayakan penerus kerajaan peri ini pada orang asing?! " ucapku


" aku sangat yakin kau itu adalah orang baik, saat ini hanya kau yang bisa membantuku. disini sangat berbahaya, penyihir hitam pasti akan kembali lagi. aku mohon bantu aku! aku tidak mungkin membiarkan satu-satunya penerus kerajaan terbunuh" ucap akar itu


aku tak sanggup melihat tatapan matanya, yang memohon seperti itu. jadi aku menyetujui permintaannya.


" baiklah aku akan membantumu " ucapku


mendengar apa yang aku ucapkan, akar itu langsung menatapku dengan mata yang berbinar.


" terima kasih!, kami berhutang budi padamu " ucap akar itu


setelah dia mengucapkan itu, sebuah cahaya keunguan keluar dari dahinya. ternyata itu adalah putri peri. putri itu tidur di dalam keranjang bayi yang sangat mungil. di punggungnya terdapat sebuah sayap kecil.



aku langsung menangkapya, bayi itu terlihat sangat kecil.


" tolong jaga dia! " ucap akar itu


aku hanya menganggukkan kepalaku. lalu aku pergi meningglakan akar itu dan kembali kerumah. sebelum itu aku berpamitan kepada akar itu.


zelana Anastasya


__ADS_1


To Be Continued


ig : Ruwaida_Zulfi_Amalia029


__ADS_2