
Setelah melihat pria tadi, aku langsung masuk kedalam barisan antrian orang-orang yang ingin masuk kedalam toko. aku berencana akan masuk dengan cara yang sama seperti orang-orang.
sebenarnya, aku bisa saja langsung masuk kedalam. tetapi, aku ingin mencari tahu terlebih dahulu niat terselubung sang pemilik toko. lagi pula, akan jauh lebih aman jika aku masuk dengan cara seperti ini.
jujur saja, aku sangat tidak suka melakukan sesuatu yang merepotkan. contohnya, seperti yang sedang aku lakukan saat ini. tapi entahlah... seperti ada sebuah dorongan yang sangat besar muncul dalam hatiku. dan aku tak dapat menolaknya sama sekali.
satu-persatu orang yang ada didepanku mulai masuk kedalam toko. dan yaa.. setiap orang yang keluar dari dalam toko itu. pasti akan dikelilingi aura hitam, sama seperti pria yang pertama aku lihat tadi, yang mana dirinya selalu berteriak ' aku akan mendapatkan wanita cantik ' saat dia telah keluar dari dalam toko.
aku sangat penasaran, sebenarnya apa yang terjadi didalam sana? kenapa setiap orang yang keluar dari dalam toko selalu dikelilingi aura hitam yang sangat misterius?
dan anehnya, orang-orang yang ada di sekitar sini tidak menyadarinya. hanya aku sendiri yang mampu melihat maupun merasakannya. apa ini karena aku juga termasuk orang yang memiliki elemen kegelapan?
" Haah~ ini semakin merepotkan " keluhku dalam hati sambil menatap jengah orang-orang yang semakin banyak datang mengantri. " apakah orang-orang bodoh ini tidak tau, bahwa mereka masuk kedalam bahaya? " lanjutku kembali dalam hati, sambil menatap kesal orang-orang yang sedang mengobrol dengan satu sama lain, sembari mengantri.
" haruskah aku memberitahu mereka? tidak, tidak, tidak. mereka pasti tidak akan percaya padaku. mereka pasti akan menganggapku bicara omong kosong, padahal apa yang aku bicarakan itu adalah sebuah kebenaran " ucapku dalam hati, sambil sesekali menggelengkan kepalaku kecil
" Haah~ merepotkan " gumamku sambil menghembuskan napas kasar
《 15 menit kemudian 》
" Selanjutnya! " teriak seorang penjaga toko, yang sedari tadi memperhatikan orang-orang yang tengah mengantri
aku langsung saja maju kedepan setelah mendengar teriakan tersebut dan tanpa ragu aku langsung masuk kedalam toko. kebetulan sekali ini adalah giliranku untuk masuk kedalam.
aku tak sendiri masuk kedalam, ada seorang wanita yang mendampingiku masuk kedalam toko. wanita itu tidak banyak bicara, dia hanya meminta diriku untuk mengikutinya dan setelah itu dia hanya diam bagaikan sebuah batu.
__ADS_1
bahkan wajahnya saja sangat tidak terlihat ramah, tidak ada senyuman yang terlihat diwajahnya. dia hanya memasang wajah tanpa ekspresi, wajahnya bahkan lebih datar dari pada tanah yang sering dilalui orang-orang.
aku tak ambil pusing mengenai itu semua. mataku hanya sibuk mengamati lingkungan sekitar. saat pertama kali aku masuk kedalam toko, kesan mewah langsung menyambutku. sangatlah berbeda dengan pemanpilan luarnya. jika diluar toko ini terlihat sangat sederhana, dan menyeramkan, maka didalam sangatlah mewah dan berkelas.
meskipun mewah, tetapi aura yang dipancarkan sangatlah tidak nyaman. auranya terasa sangat dingin bahkan lebih dingin dari pada salju. ini sedikit menganggu diriku. aku sebisa mungkin memasang wajah tenang, meskipun hatiku sebenarnya sangatlah waspada.
wanita yang menemaniku berhenti mengkah saat sampai didepan sebuah ruangan. aku semakin menaikkan tingkat kewaspadaanku saat sampai di depan ruangan tersebut. aura kegelapan terasa sangat menyengat. sepertinya sumber aura gelap ini terdapat didalam. bahkan aura gelap ini lebih kuat dibandingkan milikku. ini pasti akan jauh semakin merepotkan.
" silahkan masuk nona " wanita tadi berbicara sambil mengulurkan tangannya kedepan, seperti menyuruh seseorang masuk kedalam.
ruangan itu tertutup dengan sebuah tirai berwarna merah. tirai yang membatasi antara ruangan itu, dan ruangan lainnya. aku langsung menyibakkan tirai itu menggunakan tanganku. setelah itupun aku langsung masuk kedalam.
pemandangan yang pertama aku lihat adalah, seorang pria tua sedang duduk dilantai dengan dihalangi sebuah meja yang berlapis kain merah. diatas meja tersebut, terdapat banyak barang aneh yang biasanya digunakan oleh seorang peramal.
" silahkan " pria tua itu menyuruhku duduk didepan meja yang ada dihadapannya. aku semakin waspada, saat dirinya menyuruhku untuk duduk. aura didalam ruangan ini bahkan jauh lebih tidak nyaman dari pada saat aku pertama kali masuk kedalam toko.
" siapa kau sebenarnya? "
•
•
•
Haloo~ maaf baru update ya, aku sebenernya mau update tapi mau gimana lagi. otakku gak memungkinkan buat diajak kerja sama. ini aja aku paksain buat update, jadi maaf jika feell nya kurang nyampe😂🙏
__ADS_1
oh ya? aku juga mau ngasih challenge buat kalian para readers. aku bakal update lagi setelah chapter ini dapat 40 like dan 20 komen. dan chapter" berikunya juga bakal seperti itu.
gimana ya? em aku sebenernya mau aja up tapi semakin lama likenya menurun. disini aku kurang ada rasa suport dari kalian. janji deh bakal up sering" kalo kalian juga pada semangat minta buat up.
inget yah SIMBIOSIS MUTUALISME!
aku update yang banyak, kalian suport author!
mau tau gimana caranya buat supotr? gampang banget kalian like, comen dan juga vote. cuman gitu aja gampangkan?
oh ya? satu lagi!
Minalaizdin walfaizdin yah😊🙏
Mohon maaf lahir dan batin😊🙏
jika author ada salah baik disengaja maupun enggak author minta maaf:)
sampe sini dulu yah😊 buubaayy🙈
TOLONG DIBACA KARNA INI PENTING!!
•
•
__ADS_1
To Be Continued :')