Megical World

Megical World
Chapter 23


__ADS_3

" Minggir kau dasar bocah sialan! jangan ikut campur urusan orang dewasa! " bentak pria itu sambil berusaha mendorong tubuhku


aku hanya terkekeh lalu mengatakan " bagaimana aku bisa diam saja saat melihat seorang pria menindas seorang wanita. ck,ck kau benar-benar mempermalukan harga diri seorang pria "


" kau.. dasar bocah sialan!, minggirlah aku tak mau melawan seorang bocah sepertimu" ucap pria itu sambil menunjukkan jarinya padaku


" ohoho benarkah itu? kau tak mau melawanku hanya karena aku seorang bocah atau.. kau takut melawanku karna aku lebih kuat dibandingkan dirimu paman? " ucapku sambil tersenyum kearahnya


wanita tadi terkejut atas tindakanku. dia tak mau ada orang lain yang terluka akibat menolong dirinya.


" nak pergilah dari sini. disini sangat berbahaya, kau tidak akan mampu melawan dirinya. aku mengatakan ini semua demi kebaikan dirimu.. pergilah sebelum kau menyesal! " ucap wanita itu mencoba menyuruhku pergi dari sana


" kau dengar itu bocah! aku masih berbaik hati memperbolehkanmu pergi dari sini. dengarkan saja apa yang ucapan wanita itu sebelum kau menyesal! " ucap pria itu dengan nada mengejek


aku yang mendengarkan ucapan pria itu hanya menunjukkan tatapan permusuhan. bisa-bisanya dia meremehkan diriku ini yang sudah mengalami 2 kehidupan. lihatlah dia pasti akan sangat menyesal menganggap remah diriku.


laku aku menolehkan kepalaku kebelakang, lalu tersenyum menatap wanita itu. " bibi tidak perlu khawatir, aku akan mengurus ini dengan cepat dan memberi paman itu sedikit pelajaran " ucapku sambil menatap pria tadi dengan tatapan mengejek. " lebih baik bibi beristirahat dulu, sambil memulihkan luka-luka bibi " lanjutku sambil tersenyum menatap wanita tadi


" dan kau paman! kau akan kalah ditangan bocah yang kau remehkan ini " ucapku sambil menatap tajam pria tadi yang masih saja memandangku dengan tatapan mengejek miliknya


" Hahaha kau benar-benar sangat percaya diri sekali. baiklah kau yang meminta ini.. jangan menangis saat kau kalah dari diriku! " ucap pria itu sambil tertawa keras sambil memegang pinggangnya.


" paman yang satu ini sungguh menyebalkan sekali, bahkan lebih menyebalkan dari lucas. Hueh! lihat saja aku akan memberi pelajaran dirinya " ucapku dalam hati sambil menatap kesal pria itu yang masih saja tak berhenti tertawa


" hem tak apalah aku bermain sebentar, lagi pula aku hanya menghadapi seorang bocah kecil. kemungkinan dia hanya berada di level 16 atau 18, sedangkan diriku telah berada di level 42 yaitu seorang superior wicth. hehe liatlah kau bocah sialan aku akan memberimu pelajaran atas sikap angkuhmu itu " lanjut pria itu di dalam hati sambil menyeringai kejam kearahku


" berhenti bicara dan hadapilah seranganku ini " ucapku sambil meluncurkan beberapa panah es

__ADS_1


pria tadi langsung mengangkat pedangnya dan mulai menangkis panah es yang tadi aku luncurkan. tak berhenti disitu aku langsung melucurkan lebih banyak panah es. pria tadi langsung membuat benteng yang terbuat dari angin, lalu melemparkan semua anak panah milikku kesegala arah. bahkan ada yang hampir mengenai diriku, tapi dengan sigap menghalaunya. sangat tidak lucu jika, aku terluka dengan serangan milikku sendiri.


" untuk ukuran bocah kau lumayan juga " ucap pria itu sambil tersenyum mengejek kearahku


" jangan senang dulu paman! lihatlah seranganku yang satu ini. ku pastikan kau akan menyesal " ucapku, lalu kugerakan tanganku kearah pria itu dan seketika tanaman rambat milikku langsung melilit tubuhnya.


" cih! sihir rendahan seperti ini tidak aka bisa menghentikanku " ujar pria itu sambil menatap remeh kearah tanaman rambat milikku


" kita lihat saja nanti " ucapku acuh tak acuh, semakin lama paman ini semakin meremehkanku. heuh! lihat saja kau pasti akan langsung bungkam setelah ini.


pria tadi langsung mengeluarkan sihir api dari tubuhnya. dan tanaman rambat milikku mulai terbakar akibat api miliknya. tapi itu sangatlah tidak berguna, karna seranganku yang sesungguhnya tidak terlihat, bahkan oleh diriku sendiri.


" lihat bukan, sihir milikmu tak akan pernah bisa mengalahkanku. dan kau masih berani untuk menyelamatkan wanita itu. heh! yang benar saja " ucap pria itu dengan nada bicara mengejek padaku


" ohh benarkah? sepertinya tidak. dalam hitungan 3 dekit kau akan jatuh bertekuk lutut dihadapanku paman " ucapku sambil menyeringai kearahnya


belum sempat aku menyelesaikan ucapanku pria tadi langsung tertawa terbahak-bahak sambil berkata " leluconmu sungguh lucu sekali. sudah jelas-jelas tanamanmu telah habis terbakar akibat api milikku, dan kau masih saja bersikap angkuh. Ha ha Ha sangat lucu! dari pada kau membual saja lebih baik kau pergi dari sini, sebelum aku menghajarmu hingga menangis "


aku tak memperdulikan ucapan pria itu. aku lebih memilih melanjutkan ucapanku. " dan.. tiga "


seketika wajah pria itu langsung berubah pucat pasi, tubuhnya mulai bergetar dan jatuh dihadapanku. aku tertawa puas melihat keadan pria itu.


" heh! lihatlah benarkan semua yang aku ucapkan? kau akan bertekuk lutut dihadapanku, dan sekarang aku menepati ucapanku " ucapku sambil tersenyum mengejek kearahnya


" ba-bagai-mana bisa? pa-dahal tadi a-ku telah mem-bakar se-mua tana-man milik-mu " ucap pria itu dengan terbata-bata


" sebenarnya panah es yang kuluncurkan hanyalah sebuah pengalihan. seranganku yang sebenarnya adalah tanaman rambat yang tadi aku remehkan " ucapku santai padanya

__ADS_1


" kau pasti bertanya-tanya bukan. bagaimana bisa sihir murahan seperti itu menagalahkan dirimu? baiklah akan kuberitahu, tanaman rambat milikku bukanlah tanaman rambat biasa. tanaman rambat milikku telah berevolusi menjadi tanaman racun. walau tampilannya masih sama seperti tanaman rambat biasa lainnya, tapi kegunaannya jauh berbeda " ucapku panjang lebar pada pria itu


" lihatlah mengsikupun levelmu lebih tinggi dariku, tapi aku dengan mudahnya mengalahkanmu. jadi jangan pernah besar kepala dengan apa yang kau miliki sekarang. karna di atas langit masih ada langit " ucapku sambil menatap tajam dirinya


" ti-tidak mungkin " ucap pria itu dengan nada tidak percaya. setelah pria itu mengatakan kata-kata itu dia langsung jatuh tidak sadarkan diri. tenanglah aku hanya membuat dia tak bisa menggunakan sihir, dan menjadikannya sampah tak berguna. bukan membunuhnya


" dengar paman, selemah apapun musuhmu jangan pernah meremehkan mereka " ucapku sambil menatap tajam pria itu sebelum dia jatuh tidak sadarkan diri


setelah aku mengatakan itu aku langsung berbalik dan berjalan menghampiri wanita tadi. ku lihat dia masih terkejut dengan apa yang terjadi.


" luar biasa! sungguh luar biasa! gadis ini hanya mengelurakan 2 jurus sihir tapi langsung mampu mengalahkan pria itu. siapa dia sebenarnya? " batin wanita tadi sambil menatap horor kearahku


setelah aku sampai dihadapan wanita itu, dia langsung berkata " siapa namamu nak? "


aku tersenyum mendengar ucapan wanita itu


" namaku Zevania Queenly "





To Be Continued:)


(Like, Coment, and Vote )

__ADS_1


__ADS_2