
" ayah bolehkah aku beristirahat? " ucapku memelas pada lucas sambil memegang lututku yang sedikit bergetar dengan nafas yang masih terengah-engah
kalian tau? aku benar-benar sangat lelah sekarang.
lucas dia... dia sangat kejam! dia menyuruhku untuk lari mengelilingi halaman yang ada di belakang rumah. 5 kali putaran! itu memang sedikit untukku jika dengan tubuh dewasaku. tapi bagaimana aku bisa lari sebanyak itu dengan tubuh milikku ini! yang benar saja!
dengan tubuh selemah ini, aku membutuhkan tenaga ekstra untuk berlari. karena tubuh ini masih terlalu berat untuk ku gunakan berlari. walaupun aku telah terbiasa dengan pelatihan seperti ini, tetapi aku pasti juga akan merasa lelah jika berlari menggunakan tubuh kecil ini.
aku berjalan saja masih susah! sungguh aku sangat menyesal telah memintanya untuk melatihku! tapi apa boleh buat... semua telah terlanjur terjadi.
" jangan mengeluh!, ayah telah bilang bukan kalau pelatihan yang ayah berikan tidak mudah! " ucap lucas tegas sambil memberikanku tatapan tajam, seperti seorang boss yang tengah melatih anak buahnya.
hiks.. kejam sekali!
" tapi aku sangat lelah ayah" keluhku lagi dengan nada yang memelas
" baiklah kau boleh beristirahat"
" benarkah ayah?!"
syukurlah lucas memperbolehkanku beristirahat, jika dia tak mengizinkanku aku akan menangis dengan sangat keras! sambil berguling-guling di tanah!
zela(zeva) punya seribu satu cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan! hahaha
" tapi...
ucapan lucas menggantung
__ADS_1
ahh sepertinya aku salah menduga, lucas tidak mungkin sebaik itu untuk mengizinkanku dengan mudah. mendengar dia menggantungkan ucapannya, membuatku merasa gelisah, pasti akan terjadi hal-hal yang lebih buruk lagi setelah ini.
" kau harus membaca dan menghafal semua buku yang ayah berikan" ucap lucas sambil memberikan sebuah seringaian kepadaku
DUARR
bagai petir menyambarku di siang hari! tidak, tidak, tidak! lebih baik aku berlari saja dari pada harus membaca buku-buku membosankan itu. terlebih lagi harus menghafalkannya. ouwh yang benar saja?!
" tidak ayah!, aku lari saja" ucapku langsung menolaknya sambil melambai-lambaikan tanganku cepat
" tadi kau bilang kau lelah " ucap lucas sambil tersenyum
cih! apa-apaan senyumnya itu. bukan senyum manis yang dia berikan, senyumnya kali ini lebih terkesan senyum mengejek!
" sekarang aku tidak lelah lagi ayah! " seruku dengan semangat
aku berharap agar bisa cepat-cepat tumbuh dewasa. agar aku bisa menghajarnya dengan mudah! lucas benar-benar sangat menyebalkan! aku tidak jadi jatuh cinta padanya! lucas benar-benar jelmaan iblis yang berwajah tampan! oh tidak, tidak! dia memanglah seorang iblis!
" baik ayah! " ucapku lalu berlari kembali mengelilingi halaman belakang rumahku
ayo semangat! tinggal 2 putaran lagi. kau tidak boleh menyerah! jika kau menyerah sekarang, lucas akan semakin semaunya menyiksamu! lucas adalah salah satu hambatanmu, di depan sana masih banyak yang akan menjadi hambatanmu! ayo! ayo! jangan menyerah!
aku menyemangati diriku sendiri
《 20 menit kemudian 》
" huh! akhirnya selesai juga, sepertinya kakiku mati rasa! ini semua karna lucas! lihat saja aku akan membalasmu nanti! " ucapku dalam hati sambil memendam emosiku yang segera ingin meluap
__ADS_1
setelah itu aku berjalan menuju lucas yang masih setia dengan tehnya.
" ay-ah aku su-dah se-lesai " aku berbicara terbata-bata karna nafasku masih tercekat akibat berlari tadi
" oh~ sudah selesai! baiklah kau boleh pergi beristirahat, kau pasti lelah bukan? " ucap lucas tersenyum padaku dengan tangan yang mengelus rambutku yang lepek karna keringat
ouwh~ aku benar-benar tidak mengerti dengan lucas. kadang dia baik dan kadang juga sangat kejam dan menjengkelkan!
apakah dia menderita penyakit kepribadian ganda? haah~ entahlah aku terlalu lelah untuk memikirkannya.
" tuhan! tolong jaga jantung kecilku agar tidak keluar dari tempatnya, sangat berbahaya bila aku terus berada dekat lucas! saat aku dekat dengannya dia selalu membuatku melakukan olahraga jantung" ucapku dalam hati sambil memegangi dadaku
menyembunyikan kegugupanku, aku langsung menangguk dengan kepala tertunduk. aku yakin wajahku saat ini sudah memerah seperti buah tomat!
" baik ayah " ucapku disela-sela mengangguk
lalu aku berlari dengan cepat menuju kamarku. setelah sampai di depan pintu aku langsung membukanya dan melemparkan tubuhku di atas ranjang. hari ini adalah hari yang melelahkan.
" maafkan ayah zeva jika ayah terlalu keras terhadapmu. tapi.. ini ayah lakukan demi kebaikanmu nanti" ucap lucas dalam hati sambil menatap arah kemana aku pergi
•
•
•
To Be Continued
__ADS_1
ig : Ruwaida_Zulfi_Amalia029