
Aku semakin tidak terima dia bertaka seperti itu. Itu Sama saja aku di permainkan olehnya. Aah~ ingin sekali aku menghancurkannya. Yaah meskipun aku tau itu tak akan mudah atau mungkin mustahil. Kekuatanku saat ini masih sangatlah lemah.
" heh! Coba saja jika kau mampu! " ucapku sambil menatapnya
" cih! Sombong sekali kau bocah keparat! " umpatnya sambil meludah ke lantai, seperti sedang mengejek. Dasar tua bangka tak tau diri!
Secepat kilat sebuah panah yang telah di aliri oleh sihir gelap, langsung melesat dengan cepatnya kearahku. Tidak hanya satu, tapi puluhan bahkan hampir sampai ratusan.
" sial! " sembari menghindar, aku terus saja mengumpat. Ini bukanlah panah biasa. jika aku terkena goresannya sedikit saja, maka aku bisa langsung pergi ketempat raja neraka.
" Sialan kau tua bangka! Lihat saja pembalasanku nanati! Aku takkan mengampunimu! "
" cih! Dasar kau bocah sok! Ini akibat adalahdari perbuatanmu yang terus saja mencampuri urusanku. Harusnya kau tidak ikut campur! Lihatlah aku akan mengajarkan pelajaran yang berharga padamu " ucap si pria tua, sambil terus menerus mengeluarkan semakin banyak penah.
Ternyata kekuatan seorang great witch, tidaklah main-main. Dia bahkan tak kelihatan berkeringat sama sekali. Berbanding terbalik dengan diriku saat ini. Keringat telah banjir di tubuhku. Energiku semakin terkuras. Aah~ bolehkah aku menyesal? Aku tak memperhitungkan ini sebelumnya. Dan karna itu aku terjebak oleh kematian.
" Ukh! " rintihku sambil memegang lengan kiriku yang tertusuk oleh panah. Darah segar langsung mengucur dengan derasnya dari luka tersebut.
Semua panah langsung hilang tanpa jejak, setelah salah satu panah mengenai diriku. Pria tua itu terlihat sangat senang. Sial! Aku terus saja merutuki kebodohanku.
Tubuhku langsung jatuh lunglai kebawah, tubuhku begetar hebat akibat luka dilenganku. Aku menggigit bibir bawahku, menahan rasa sakit. Jika tergores saja bisa mampu membawaku pergi ke tempat raja neraka, lalu bagaimana jika tertusuk seperti ini?
Perlahan terdengar sebuah langkah kaki mendekat kearahku. Langkah kaki tersebut semakin dekat saja padaku, diiring dengan sebuah tawa menyebalkan untuk didengar oleh telingaku.
Tak lama langkah kaki itu langsung berhenti didepanku. " adakah keinginan terakhir yang ingin kau ucapkan? " aku langsung mengangkat wajahku setelah mendengar ucapan tersebut.
" Cih! " umpatku sambil meludah kearah kiri
" HaHaHa! Kau masih saja sombong, saat keadaanmu seperti ini! "
" Tenanglah, aku tak akan membunuhmu begitu saja. Aku akan mengambil elemen gelap milikmu, lalu aku akan memberikan tubuhmu pada peliharaanku " lanjutnya sambil menatapku remeh, diringi dengan sebuah senyuaman.
__ADS_1
Aku menatapnya tajam, dan dibalas oleh senyum menjijikan darinya. " dengan eleman gelap milikmu. aku telah cukup untuk meningkatkan sihir gelapku, selama beberapa bulan kedepan " ucap si pria tua
" apa maksudmu? "
" biar ku beritahu sebauh rahasia padamu. aku melakukan ini semua, karna aku ingin meningkatkan sihir gelap milikku. Cara instannya, hanya dengan menyerap energi kehidupan milik seseorang. Lalu kau akan mendapatkan sebuah kekuatan yang tak terhingga. Dan... lihatlah aku sekarang AKU TAK TERKALAHKAN HAHAHA! " tawa si pria langsung terdengar mengelegar
" jadi itu tujuanmu " gumamku lirih, sambil berusaha berdiri tegak. " kalau begitu kau harus mati " ucapku sambil menatapnya tajam.
Perlahan tanda yang ada dilenganku, langsung menjulur keseluruh tubuhku. Hingga separuh wajahku, tertutup oleh tanda tersebut. Mataku yang semula berwarna coklat terang, langsung berubah menjadi warna merah darah.
Aura gelap langsung berkumpul menjadi satu disekitarku. Angin mulai bertiup kencang. hingga memporak-porandakan pasar kota yang semula damai dan tentram. Semua orang yang sebelumnya mengantri di depan toko impian malam, langsung berlari terbirit-birit mencari tempat perlindungan.
" pertanda apa ini tuhan?! " teriak orang-orang sambil berlari mencari tempat perlindungan
Ku tarik liontin berwarna biru safir yang selalu ada di leherku, yang mana ini adalah ini satu-satunya benda milik ibu yang diberikannya padaku.
Perlahan liontin itu berubah menjadi pedang cantik dan indah berwarna biru. Kilat-kilat ketajaman langsung terpancar jelas dari pedang tersebut.
Pria tua yang semula berdiri dengan tenang, tampak gemetar karna takut. Seolah aura yang dipancarkan dari tubuhku, memintanya untuk berlutut. Dia menelan ludah gugup, melihat perubahan pada diriku.
Crastt
Darah langsung mengucur dengan derasnya dari batang leher yang sudah terpisah dengan kepala. Kepala milik pria tua itu, langsung menggelinding kearahku dan berhenti tepat didepan kaki ku.
Mulutnya terbuka dan mengalirkan darah yang sangat menjijikan. Matanya terbuka dengan lebar, bahkan yang terlihat hanyalah bagian putihnya saja.
Sedangkan tubuh pria tua itu, langsung menghitam. Ini adalah akibat dari perbuatannya. Aura gelap perlahan-lahan langsung keluar dari tubuhnya, dan menghikang bergitu saja.
Nafasku memburu. Penglihatanku mulai mengabur. Tanganku gemetaran memegang pedangku. Perlahan, tanda yang menyerupai tanaman rambat, kembali kebentuk semula. Mataku yang berwarna merah darah, kini kembali seperti sebelumnya.
" APA YANG KAU LAKUKAN?!! "
__ADS_1
Aku menolehkan kepalaku pada sumber suara yang meneriakiku. Terlihat, wanita yang sebelumnya mengantarkanku, Melotot marah. Wajahnya merah padam, menahan emosi yang segera igin dia keluarkan.
" APA YANG KAU LAKUKAN PADA AYAHKU?!! " teriaknya menggebu-gebu padaku, sembari mendekat kearahku.
" DASAR KAU WANITA JA-- "
Crastt
Ucapan wanita itu langsung terputus, saat pedang yang sebelumnya membunuh pria tua itu, kembali memotong kepala si wanita.
Darah milik wanita itu, sedikit mengotori wajahku dan pakaian yang aku kenakan.
Ku tendang kepala wanita itu, ke arah tubuhnya.
Sambil menatap remeh aku berkata, " Kalian pantas mendapat balasan yang setimpal atas perbuatan kalian. Dasar sampah! "
Setelah mengucapkan itu, tubuhku langsung jatuh kebawah. Seluruh energiku terkuras habis, akibat kekuatan aneh yang baru saja mucul dari dalam diriku.
《 Sementara, disalah satu tempat di dataran Megical World 》
" Dia telah datang " gumam seorang pria sambil menatap keluar jendela, di iringi dengan sebuah senyum kecil yang terbit diwajahnya.
" Selamat datang... sayangku " Setelah itu, pria tersebut menghilang entah kemana, meninggalkan asap hitam yang datang setelah pria itu pergi.
•
•
•
Maaf, masih kurang pro buat adegan pertarungan 🙏😂
__ADS_1
[ tinggalkan, like, coment, dan juga vote ]
To Be Continued:)