Megical World

Megical World
Chapter 32


__ADS_3

Perlahan aku menerjapkan mata. semuanya terlihat tidak jelas. aku memejamkan kembali mataku, guna memperjelas penglihatanku. setelah beberapa saat aku kembali membuka mataku. kini semunya terlihat lebih jelas.


Hal yang pertama kali aku lihat adalah, sebuah langit-langit ruangan. lalu ku, alihkan pandangan mataku pada bagian lain dari ruangan ini.


Ruangan ini terlihat sangat rapi dan cukup sederhana.


banyak sekali ranjang di ruangan ini. sepertinya ini adalah ruang perawatan. terbukti, banyaknya ranjang-ranjang dan peralatan medis yang ada disini. selain itu, ruangan ini berbau obat-obatan medis yang sangat kental.


Ku coba dudukkan tubuh di atas ranjang. namun tiba-tiba sebuah rasa sakit menyerang kepalaku. hingga aku memeganginya, karna rasa sakit itu.


" Ukh! " rintihku sembari mejamkan mata, guna mengurangi rasa sakit yang tiba-tiba saja datang.


" Jangan bangun dulu! kau baru saja bangun," tiba-tiba seorang wanita yang entah dari mana datangnya, langsung menyuruhku berbaring kembali.


aku hanya bisa memandangnya heran. cukup aneh karena tiba-tiba saja seseorang masuk kedalam ruangan ini, padahal tadi sudah kuperhatikan tidak ada siapa-siapa diruangan ini.


" Siapa kau? " spotan kalimat itu langsung keluar dari mulutku. suaraku kedengaran tidak memiliki tenaga dan serak. mungkin karena aku baru saja sadar.


Terlihat wanita itu hanya tersenyum simpul, lalu berkata " aku Rena. seorang dokter akademi ini, dan juga orang yang telah mewaratmu saat kau tidak sadar. " suaranya sangat ramah dan lembut, memang karakter yang cocok sekali sebagai seorang dokter.


" Terima kasih telah merawatku."


" Tidak perlu berterima kasih, ini memang sudah tugasku. "

__ADS_1


" Oh ya, berapa lama aku tidak sadarkan diri? " tanyaku sambil memandangnya.


" 7 hari. " ucapnya singkat


" Pantas saja tubuhku sangat tidak bertenaga, ternyata telah seminggu aku tidak sadarkan diri. bagaimana dengan tuan Lucius? aku yakin pasti dia mencari keberadaan ku. aahk~ ini semakin merepotkan." gumamku dalam hati sambil memijit pangkal hidungku.


" Perbannya harus segera diganti, " ucap Rena sembari mengeluarkan beberapa alat medis yang masih cukup kuno.


Pandangan Rena kembali diarahkannya padaku. aku hanya diam lalu menganguk-anggukkan kepalaku, tanda setuju.


Rena tersenyum, lalu mendekatkan dirinya padaku. tangannya dengan sangat lihai membuka perban yang membungkus luka akibat panah gelap yang waktu itu mengenai diriku.


Ku perhatikan luka itu, ternyata tepat seperti dugaanku. lukanya menghitam hingga batas siku milikku, dan masih terasa sakit. jika aku tak menghambatnya, bisa saja lukanya menjalar hingga seluruh tubuhku.


" Lukamu sangat serius, apa kau mengalami pertarungan dengan seorang penyihir elemen gelap? " tanya Rena sambil memandangku yang sedari tadi diam memperhatikan lukaku.


Rena terkekeh lalu berkata, " Luka ini tidak seperti luka akibat pertatungan pada umumnya. dan tentu aku tau ini adalah akibat dari penyihir gelap, karna aku seorang dokter. "


" Oh bodohnya aku, tentu dia tau. kenapa aku menanyakan hal bodoh seperti itu? " rutukku dalam hati.


Tiba-tiba saja hening tidak ada satupun ucapan yang keluar, baik dariku maupun Rena. Rena hanya fokus mengganti perbanku, dan aku hanya diam memperhatikan apa yang Rena kerjakan.


" Kau cukup beruntung, " tiba-tiba Rena kembali membuka pembicaraan. aku hanya memandang wajahnya heran. ' Maksudnya beruntung apa? '

__ADS_1


" maksudnya? "


" kau cukup beruntung karena masih bisa bertahan dari luka yang cukup yaa.. mengerikan seperti ini. " ucap Rena sambil tersenyum kecil.


" yaa.. aku cukup beruntung, " ucapku tersenyum kecil sambil menundukkan kepalaku.


" kau gadis kuat " lirih Rena, meskipun pelan aku masih bisa mendengar apa yang diucapkannya. mungkin karena jarak kami berduan tidak terlalu jauh.


aku hanya tersenyum simpul, mendengar apa yang di ucapkannya.


" baiklah selesai! " seru Rena, lalu berdiri dari duduknya dan mulai merapikan barang-barangnya.


" Terima kasih " ucapku tulus padanya. dan hanya dibalas senyum kecil dari Rena.


" Aku permisi dulu, kau istirahatlah. oh ya satu lagi, asisten dari tuan Lucius akan mengunjungimu nanti.


tuan Lucius bilang, bahwa kau adalah tamunya " ucap Rena, aku hanya menganggukan kepalaku. lalu setelah itu dia meningglkan ruangan ini.




__ADS_1


To Be Conginued:)


[ Like, Coment, and Vote ]


__ADS_2