
Lucas yang mendengar aku mengatakan itu terkejut.
dahinya mengkerut tanda dia tidak mengerti. aku pun memberanikan diri untuk bertanya padanya.
" kenapa ayah?, apa aku tidak boleh menjadi kuat? " ucapku padanya dengan nada bicara tidak mengerti
" ah! bukan seperti itu, hanya saja aku sedikit terkejut menderngarnya. kenapa kau tiba-tiba mengatakan itu? " ucap lucas penuh tanda tanya
" aku ingin menjadi kuat agar ibu mau menemuiku dan tidak malu jika memiliki putri seperti diriku " ucapku sambil menundukkan kepala berpura-pura sedih, padahal dalam hati aku tertawa geli.
hehe bagaimana? sangat hebat bukan aktingku? untung saja aku dulu banyak menonton sinetron, jadi aku setidaknya mendapatkan sedikit pelajaran bermain akting.
" zeva, ayah sudah bilang kau akan tau nanti jika waktunya telah tepat, ibumu tidak mungkin malu memiliki putri sepertimu! ibumu itu sangat sayang padamu, kau lihat liontin yang kau pakai, itu merupakan liontin kesayangannya, dia memberikan itu padamu bukan? itu tandanya dia sangat menyayangimu" ucap lucas sambil menunjuk liontin savier yang aku kenakan
cih! ternyata masih sangat sulit, memeras informasi darinya. tapi aku baru tau jika liontin yang aku kenakan ini milik ibu. apa benar mereka menyayangi diriku? Hah~ pertanyaan itu membuatku pusing.
sebenarnya apa yang dilakukan ayah, dan ibu samapai tega memisahkan aku dari mereka?
ingin sekali aku mengatakannya didepan mereka.
lagi-lagi pertanyaan yang aku ucapkan selalu di jawab seperti itu. jika kata-kata itu di ucapakan pada seorang anak kecil, mungkin akan bisa. beda halnya dengan aku seorang gadis yang telah berusia 22 tahun, kata-kata itu cuman sekedar kata-kata sampah!
aku hanya bisa menghela nafas sambil menganggukkan kepalaku.
aku harus bertahan dengan aktingku jika ingin mendapatkan informasi darinya.
" iya ayah, zeva paham " ucapku sambil menundukkan kepalaku
" hey! ayah tak suka melihatmu sedih seperti ini, mana putri kecil ayah yang ceria? " ucap lucas sambil menarik sudut bibirnya dengan jari telunjuk
ouw shit! dia kelihatan sangat imut seperti itu.
" sadarlah jangan sampai kau tergoda olehnya! " ucapku dalam hati
aku pun mencoba tersenyum untuk mengikuti permainan yang sedang dilakukan lucas.
" aku putri ayah " ucapku mencoba mengikuti permainan yang dia lakukan
setidaknya aku harus berperan sebagai seorang anak kecil yang baru berumur 2 tahun, jika aku terlalu mengetahui banyak hal pasti lucas akan curiga padaku yang telah mengalami 2 fase kehidupan. bisa gawat jika dia mengetahuinya.
lagi pula aku tak pernah melewati yang namanya masa kecil, jadi di kehidupan yang ini aku akan menikmati masa kecilku dengan tenang dan bahagia.
__ADS_1
saatnya melupakan masa lalu, dan mulai kehidupanku yang baru.
" bukan! putri ayah selalu tersenyum, bukannya pemurung seperti ini " ucap lucas sambil mengeleng-gelengkan kepalanya
" lihat aku sudah tersenyum, aku putri ayahkan?" ucapku tersenyum antusias padanya
" Ha Ha Ha ini baru putri ayah" ucap lucas sambil mencubit kedua pipiku yang sedikit tembam itu
lalu dia melepaskan cubitan dari pipiku, seketika aku bernapas lega. kalian tau kenapa? bukan karena itu menyakitkan, hanya saja... jiwa wanita lanjangku berontak tidak terima. aku tak tahan jika lucas terus melanjutkannya, bukan tubuhku tetapi jiwaku yang masih polos...
" kau ingin menjadi kuatkan?" ucapnya lagi padaku sambil mengubah raut wajahnya menjadi serius
mendengar apa yang dia katakan aku langsung menganggukkan kepalaku dengan semangat. bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan emas seperti ini bukan?
semoga saja dia benar-benar serius dengan apa yang dia ucapkan.
melihat aku mengangguk, lucas pun langsung berbicara masih setia dengan nada dan raut wajah yang sangat serius.
" baiklah, ayah akan membuatmu menjadi kuat" ucap lucas sambil menatapku dengan sangat-sangat serius
" benarkah ayah? " ucapku memastikan lagi
aku ragu, sangat ragu. tapi sepertinya keraguanku itu tidaklah berguna, karna melihat gaya bicara dan raut wajahnya bisa dipastikan lucas sangat serius.
" tapi sebelum itu kau harus..
lucas menggantungkan kalimatnya, aku pun penasaran dengan apa yanga akan di ucapkannya, jadi dengan cepat aku langsung menanyakannya.
" harus apa ayah?" tanyaku penasaran padanya
" ouwh aku harap ini bukanlah jebakan, yang akan merugikan diriku " ucapku dalam hati
" harus.....menggosok gigi dulu! setelah itu kau tidur, ini sudah malam lihatlah! " ucap lucas sambil menunjuk kearah jendela
" sialan, sudah kuduga ini jebakan. pantas saja perasaanku sangat tidak enak ketika mendengar lucas berbicara seperti itu " gerutuku kesal dalam hati, tidak mungkin aku mengatakannya secara terang-terangan. bisa-bisa diriku yang sebernarnya ketahuan oleh lucas.
mendengar apa yang di ucapkannya aku pun menjadi sangat-sangat kesal. bagaimana tidak aku kira itu adalah hal penting yang menyangkut masa depan milikku, tapi ternyata dia hanya menyuruhku menggosok gigi! cih menyebalkan! benar-benar menyebalkan! dasar lucas sialan!
" AYAH!! " teriakku kesal pada lucas, tanpa aku sadari aku memajukan bibirku, lalu menyilangkan tanganku didepan dada. dan mengalihkan pandanganku pada lucas
" bisa-bisanya dia mempermainkan diriku " ucapku dalam hati
__ADS_1
" Ha Ha Ha ayah hanya bercanda, jangan marah oke! besok pagi ayah akan mulai mengajarimu, tapi kau harus tidur!" ucap lucas mencoba membujukku
" cih, itu tidak mempan tau! " ucapku dalam hati
" Hemphh! " dengkusku sambil menolehkan padanganku kearah lain mencoba menghindari tatapan lucas
" hey, jangan marah. ayah minta maaf padamu, ayah hanya bercanda saja. ayah akan mengajarimu hingga menjadi seorang The gods of Witches, ayah janji " ucap lucas mencoba merayuku
aku tak meresponnya sama sekali, lucas melihat itupun langsung memegang kedua telinganya lalu menyamakan tinggiku dengannya.
" maafkan ayah zeva, jangan marah. ayah janji tidak akan mengulanginya lagi " ucap lucas memelas dengan posisi tadi, bukan cuma nada bicaranya saja yang memelas tapi juga wajahnya.
gila sungguh gila! aku tak menyangka lucas akan melakukan hal yang menurutku... em.. menjijikan!
" baiklah aku maafkan " ucapku tidak tahan dengan wajah memelas milik lucas
lucas hanya menanggapi dengan sebuah senyuman manis. yang mana itu penuh dengan ketulusan.
" aku lelah ayah, aku ingin tidur " ucapku pada lucas yang masih setia memandangiku
lucas hanya mengangguk dan berkata " baik, tidurlah zeva "
susah sekali jika harus berdebat padanya. dari pada berdebat dengannya lebih baik aku segara tidur.
" semoga mimpi indah" ucap lucas sambil mecium dahiku dan mengenakanku selimut
" semoga mimpi indah juga untukmu ayah" balasku padanya
setelah itu lucas keluar kamarku. di balik pintu dia berkata " aku!, belum siap jika harus melepaskanmu zeva, aku takut jika aku memberi tahumu yang sebenarnya, kau akan menjauh dariku!
kau seperti cahaya dalam hidupku, entah apa yang terjadi jika cahaya itu hilang dalam hidupku" ucap lucas dalam hati sambil memperhatikan pintu kamar zeva, matanya memancarkan sebuah ketidak relaan dan kesedihan
setelah itu dia, pergi dari pintu kamar zeva. dia pergi kehalaman belakang yang ada di rumah itu. entah apa yang di lakukannya disana, sesuatu yang rahasia mungkin?!
•
•
•
To Be Continued
__ADS_1
ig : Ruwaida_Zulfi_Amalia029