MELDI

MELDI
KECEWAAN YANG BARU SADAR


__ADS_3

Warid ahmad fadil , ia


biasa disebut fadil, ia anak dari keluarga terhormat dan watak ke hidup pan nya


fadil pun agak sedikit keras usianya 19 tahun yang sudah tamat sekolah menengah


akhir IPA.


“apakah kamu tidak


ingin meneruskan sekolahmu fadil, jangan diam saja di rumah atau kamu ingin bekerja


masuk di kantor ayahmu?” ucap mama fadil yang bernama puspita,Dan di samping


mama fadil ada ayah dan adik fadil yang bermain dengan fadil yang juga


mendengarkan mama dan ayahnya berbicara


“harus kamu tau hidup


itu harus punya tujuan dan impian jangan mengandalkan orang tua saja” ucap ayah


fadil yang bernama hasan,


“ia mungkin saat ini


saya ingin berkerja dahulu” ucap fadil yang sedang bermain dengan adiknya


Mendengar orang tua


berbicara ia kaget dan memikirkan mengenai pekerjaan untuk ia masuk di kantor


ayahnya, sedangkan ia bingung untuk ingin berbicara tentang sekolahnya yang


menunggak selama iya duduk di kelas 2 SMA ijazah yang masih bertahan di sekolah,


“ laki-laki harus


berpegang teguh dengan perkataanya yakin juga dengan pendirian diri sendiri” ucap


ayah fadil yang sudah terlebih dahulu tahu dari pihak sekolah tentang anaknya,


Fadil terdiam dan takut


akan masalah ia di sekolah dan menatap ayahnya begitu dalam ia rasakan saat itu,


fadil merasa anak yang tidak bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan sewaktu


sekolah


“saya ingin pergi ke acara


teman sekolah” ucap fadil yang sedang beranjak pergi siap - siap untuk keluar


rumah dan meminta izin pada mama dan ayahnya


“kami belum selesai


berbicara dengan mu Fadil!” ucap mama fadil yang mulai emosi dengan kelakuan


anaknya


“sudah biarkan saja


biar ia yang memikirkan sendiri” ucap ayah fadil yang  menenangkan mama puspita


Sesudah ia berpakaian


rapi Lalu ia beranjak pergi yang ingin menemui teman - temanya, dan di


perjalanan ia terus memikirkan tentang perkataan ayahnya tadi,


“apakah itu mel” ucap


fadil yang baru saja tiba di acara temanya dan melihat mel sedang minum jus mel


mantan kekasih fadil


“sejak kapan kamu tiba

__ADS_1


fadil, aku tidak melihat kamu datang”  ucap intan teman sekaligus satu tongkrongan


Melihat mel yang sedang


berbincang pada seorang laki-laki yang ia kenal sejak sekolah dulu, namun ia


tidak punya keinginan untuk mendekatinya,


”mel sudah resmi


berpacaran semenjak kamu tidak sering ke tongkrongan” ucap intan yang sedang


berjalan dengan fadil


Ia melihat terus mel


yang sedang berbincang pada temanya sekaligus pacar barunya, mel yang tidak


sadar bahwa kehadiran fadil ke tempat acara


Meli nur Amelia , ia lahir dari keluarga pengusaha terkenal


dibandung, ia tamat sekolah menengah akhir iya juga teman sekaligus mantan pacar


fadil umur 20 tahun yang tidak berbeda jauh dengan fadil


“ biarkan saja “ ucap fadil, fadil yang merasa saat itu hati


yang tidak tenang dan memikirkan tentang perkataan ayahnya,


“ kamu terlihat biasa saja saat aku bicara tentang mel “


ucap intan yang sedang duduk dan menikmati jus menatap fadil yang terdiam saja


Fadil pun terlihat bingung apa yang harus ia lakukan nanti di


rumah saat bertemu ayah dan mamanya nanti,dan memikirkan bagai mana caranya


keluar dari permasalahan yang sewaktu dahulu ia lakukan ,


“  hay “ ucap  mel yang baru saja mengetahui kedatangan


sebelumnya ia yakin bahwa fadil akan datang ke acara itu


Mendengar suara mel fadil pun langsung menoleh kearahnya dan


melihat mel sedang berpegangan tangan pada teman fadil sewaktu duduk di


sekolah,


“ apa kamu baik – baik saja fadil “ ucap mel yang


mengerti  saat fadil ada masalah atau


tidaknya


“ kamu ke mana saja ? sudah beberapa minggu ini kamu tidak


pernah kelihatan tongkrongan” ucap indra teman sekaligus pacar mel


“yang ada kamu indra yang setiap hari berduaan dengan mel”


ucap intan yang langsung membalikan perkataan indra tadi


fadil yang terdiam melihat mel terus menerus tanpa memikirkan


di hadapan teman ia yang sedang berbicara dengan dirinya,


“ hay “ ucap fadil yang hanya menjawab pertanyaan mel saja


“jawab saja dengan sesimpel mungkin” ucap indra yang sedang


membisikan mel


Mel mendengar langsung perkataan fadil mel pun malu


dan tundukan kepalanya walaupun di samping ia pacarnya,hanya saja indra


berbicara pada mel, mel hanya bisa terdiam dan menatap fadil

__ADS_1


“sayang mari kita pulang waktu sudah larut malam” ucap indra


mengajak mel pulang yang pada saat itu indra cemburu dengan fadil yang melihat


mel terus menerus


“apa kamu ingin pulang denganku lagi pula rumah kita


searah kan ”ucap fadil mengantar intan pulang dari acara yang satu arah rumahnya


“boleh” ucap intan anggukan kepalanya dan tersenyum


Fadil yang merasa saat itu bertemu mel hatinya pun kembali


bahagia tidak memikirkan sebelumnya di rumah senyum – senyum sendiri


membayangkan ingin bersama mel lagi,


“kamu fadil kenapa  sejak di acara kamu terdiam seperti ada yang kamu memikirkan” ucap intan


yang sejak awal memperhatikan fadil


“tidak apa – apa intan “ ucap fadil sedang di perjalanan


dengan intan yang ingin berbicara tetapi ia tahan,pada saat itu juga  ia teringat kembali tentang kejadian di rumah


fadil


“mungkin kita harus berhenti sejenak” ucap intan yang ingin


menenangkan hati fadil


“apa kamu tidak ingin pulang intan malam sudah semakin


larut” ucap fadil yang bingung akan keinginan intan


Intan yang ingin menenangkan hati fadil dan ingin melihat


fadil tersenyum dengan nya sekaligus ingin tahu apa masalah yang fadil hadapi


saat itu


“ada masalah apa kamu fadil” ucap intan duduk dan memesan


makanan memancing fadil berbicara untuk menuangkan apa isi hati fadil yang


sejak awal terdiam di acara


“ aku takut bukan karena takut dimarahi aku marah sedangkan


ini perbuatan ku sendiri aku juga sedih, sedihnya aku mengapa ini terjadi” ucap


fadil permasalahan ia di rumah sekaligus menangis menatapi kenyataan,


“setiap manusia punya masalah entah besar maupun kecilnya


masalah itu sendiri” ucap intan yang mulai memberikan semangat pada fadil


“jika kamu ingin keluar dari masalah kamu , izinkan aku


membantu” ucap intan


“kamu bisa apa, aku disini bukan untuk meminta pekerjaan


darimu melainkan mendengarkan dan memahami apa masalah yang sedang aku terima ”ucap


fadil


“sudahlah laki - kali saja kira berbicara kembali, waktu


sudah hampir menuju jam 12:00”ucap fadil yang ingin beranjak pergi dan ingin


mengantarkan intan pulang ke rumah


Intan mendengar perkataan fadil yang mau mengantarkan ia


pulang ke rumah,intan bingung apa yang bisa ia bantu saat itu, sedangkan fadil


tidak ingin mendengarkan dahulu perkataan intan.

__ADS_1


__ADS_2