
Warid ahmad fadil , ia
biasa disebut fadil, ia anak dari keluarga terhormat dan watak ke hidup pan nya
fadil pun agak sedikit keras usianya 19 tahun yang sudah tamat sekolah menengah
akhir IPA.
“apakah kamu tidak
ingin meneruskan sekolahmu fadil, jangan diam saja di rumah atau kamu ingin bekerja
masuk di kantor ayahmu?” ucap mama fadil yang bernama puspita,Dan di samping
mama fadil ada ayah dan adik fadil yang bermain dengan fadil yang juga
mendengarkan mama dan ayahnya berbicara
“harus kamu tau hidup
itu harus punya tujuan dan impian jangan mengandalkan orang tua saja” ucap ayah
fadil yang bernama hasan,
“ia mungkin saat ini
saya ingin berkerja dahulu” ucap fadil yang sedang bermain dengan adiknya
Mendengar orang tua
berbicara ia kaget dan memikirkan mengenai pekerjaan untuk ia masuk di kantor
ayahnya, sedangkan ia bingung untuk ingin berbicara tentang sekolahnya yang
menunggak selama iya duduk di kelas 2 SMA ijazah yang masih bertahan di sekolah,
“ laki-laki harus
berpegang teguh dengan perkataanya yakin juga dengan pendirian diri sendiri” ucap
ayah fadil yang sudah terlebih dahulu tahu dari pihak sekolah tentang anaknya,
Fadil terdiam dan takut
akan masalah ia di sekolah dan menatap ayahnya begitu dalam ia rasakan saat itu,
fadil merasa anak yang tidak bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan sewaktu
sekolah
“saya ingin pergi ke acara
teman sekolah” ucap fadil yang sedang beranjak pergi siap - siap untuk keluar
rumah dan meminta izin pada mama dan ayahnya
“kami belum selesai
berbicara dengan mu Fadil!” ucap mama fadil yang mulai emosi dengan kelakuan
anaknya
“sudah biarkan saja
biar ia yang memikirkan sendiri” ucap ayah fadil yang menenangkan mama puspita
Sesudah ia berpakaian
rapi Lalu ia beranjak pergi yang ingin menemui teman - temanya, dan di
perjalanan ia terus memikirkan tentang perkataan ayahnya tadi,
“apakah itu mel” ucap
fadil yang baru saja tiba di acara temanya dan melihat mel sedang minum jus mel
mantan kekasih fadil
“sejak kapan kamu tiba
__ADS_1
fadil, aku tidak melihat kamu datang” ucap intan teman sekaligus satu tongkrongan
Melihat mel yang sedang
berbincang pada seorang laki-laki yang ia kenal sejak sekolah dulu, namun ia
tidak punya keinginan untuk mendekatinya,
”mel sudah resmi
berpacaran semenjak kamu tidak sering ke tongkrongan” ucap intan yang sedang
berjalan dengan fadil
Ia melihat terus mel
yang sedang berbincang pada temanya sekaligus pacar barunya, mel yang tidak
sadar bahwa kehadiran fadil ke tempat acara
Meli nur Amelia , ia lahir dari keluarga pengusaha terkenal
dibandung, ia tamat sekolah menengah akhir iya juga teman sekaligus mantan pacar
fadil umur 20 tahun yang tidak berbeda jauh dengan fadil
“ biarkan saja “ ucap fadil, fadil yang merasa saat itu hati
yang tidak tenang dan memikirkan tentang perkataan ayahnya,
“ kamu terlihat biasa saja saat aku bicara tentang mel “
ucap intan yang sedang duduk dan menikmati jus menatap fadil yang terdiam saja
Fadil pun terlihat bingung apa yang harus ia lakukan nanti di
rumah saat bertemu ayah dan mamanya nanti,dan memikirkan bagai mana caranya
keluar dari permasalahan yang sewaktu dahulu ia lakukan ,
“ hay “ ucap mel yang baru saja mengetahui kedatangan
sebelumnya ia yakin bahwa fadil akan datang ke acara itu
Mendengar suara mel fadil pun langsung menoleh kearahnya dan
melihat mel sedang berpegangan tangan pada teman fadil sewaktu duduk di
sekolah,
“ apa kamu baik – baik saja fadil “ ucap mel yang
mengerti saat fadil ada masalah atau
tidaknya
“ kamu ke mana saja ? sudah beberapa minggu ini kamu tidak
pernah kelihatan tongkrongan” ucap indra teman sekaligus pacar mel
“yang ada kamu indra yang setiap hari berduaan dengan mel”
ucap intan yang langsung membalikan perkataan indra tadi
fadil yang terdiam melihat mel terus menerus tanpa memikirkan
di hadapan teman ia yang sedang berbicara dengan dirinya,
“ hay “ ucap fadil yang hanya menjawab pertanyaan mel saja
“jawab saja dengan sesimpel mungkin” ucap indra yang sedang
membisikan mel
Mel mendengar langsung perkataan fadil mel pun malu
dan tundukan kepalanya walaupun di samping ia pacarnya,hanya saja indra
berbicara pada mel, mel hanya bisa terdiam dan menatap fadil
__ADS_1
“sayang mari kita pulang waktu sudah larut malam” ucap indra
mengajak mel pulang yang pada saat itu indra cemburu dengan fadil yang melihat
mel terus menerus
“apa kamu ingin pulang denganku lagi pula rumah kita
searah kan ”ucap fadil mengantar intan pulang dari acara yang satu arah rumahnya
“boleh” ucap intan anggukan kepalanya dan tersenyum
Fadil yang merasa saat itu bertemu mel hatinya pun kembali
bahagia tidak memikirkan sebelumnya di rumah senyum – senyum sendiri
membayangkan ingin bersama mel lagi,
“kamu fadil kenapa sejak di acara kamu terdiam seperti ada yang kamu memikirkan” ucap intan
yang sejak awal memperhatikan fadil
“tidak apa – apa intan “ ucap fadil sedang di perjalanan
dengan intan yang ingin berbicara tetapi ia tahan,pada saat itu juga ia teringat kembali tentang kejadian di rumah
fadil
“mungkin kita harus berhenti sejenak” ucap intan yang ingin
menenangkan hati fadil
“apa kamu tidak ingin pulang intan malam sudah semakin
larut” ucap fadil yang bingung akan keinginan intan
Intan yang ingin menenangkan hati fadil dan ingin melihat
fadil tersenyum dengan nya sekaligus ingin tahu apa masalah yang fadil hadapi
saat itu
“ada masalah apa kamu fadil” ucap intan duduk dan memesan
makanan memancing fadil berbicara untuk menuangkan apa isi hati fadil yang
sejak awal terdiam di acara
“ aku takut bukan karena takut dimarahi aku marah sedangkan
ini perbuatan ku sendiri aku juga sedih, sedihnya aku mengapa ini terjadi” ucap
fadil permasalahan ia di rumah sekaligus menangis menatapi kenyataan,
“setiap manusia punya masalah entah besar maupun kecilnya
masalah itu sendiri” ucap intan yang mulai memberikan semangat pada fadil
“jika kamu ingin keluar dari masalah kamu , izinkan aku
membantu” ucap intan
“kamu bisa apa, aku disini bukan untuk meminta pekerjaan
darimu melainkan mendengarkan dan memahami apa masalah yang sedang aku terima ”ucap
fadil
“sudahlah laki - kali saja kira berbicara kembali, waktu
sudah hampir menuju jam 12:00”ucap fadil yang ingin beranjak pergi dan ingin
mengantarkan intan pulang ke rumah
Intan mendengar perkataan fadil yang mau mengantarkan ia
pulang ke rumah,intan bingung apa yang bisa ia bantu saat itu, sedangkan fadil
tidak ingin mendengarkan dahulu perkataan intan.
__ADS_1