
“ nah ini nak kartu nama saya besok datang lebih awal ya
untuk menerima seragam nya” ucap papah intan yang ingin fadil datang besok
untuk bekerja
“nah bunda kan beli makan malam lebih mari kita makan
bersama, fadil” ucap bunda yang sedang menyiapkan makan malam
Situasi pun terlihat membaik dengan kehadiran fadil dan
keluarga intan pun menerima fadil dengan baik, dan saat selesai makan malam
fadil pun pamit untuk kembali pulang,
“papah kita beli minum untuk intan, intan sepertinya kelihatan
haus” ucap bunda mengajak papah membeli minum di luar mengetahui fadil yang
ingin pulang dan mau berbincang dengan intan berduaan
“ ada apa si bun intan ingin kita disini “ ucap papah yang
belum mengetahui apa maksud dari bunda
Setelah bunda yang langsung menarik tangan papah keluar
fadil pun langsung pamit dengan intan untuk pulang agar besok ke pabrik papahnya
tidak terlambat atau tidak mencarinya lagi,
“ sayang, aku pamit pulang yah, mungkin besok aku setelah
pulang dari pabrik papah mu langsung menghampiri dirimu lagi” ucap fadil yang
ingin pulang sekaligus memegang tangan intan
“hem sekarang panggil nya sayang terus ke aku nih” ucap
intan yang mulai bercanda dengan fadil
Intan yang sangat bahagia dengan fadil merasakan fadil yang
tulus mencintainya intan pun langsung memeluk fadil dengan erat
“terima kasih akan ketulusan mu mencintai aku dengan tulus
walaupun aku seperti ini” ucap intan
“aku kan sudah bilang dengan mu, sayang ! aku tidak
perduli kan hal itu, aku perduli kan hanya kamu, kamu yang sudah buat aku
semangat kembali kamu juga sudah buat aku tersenyum kamu segalanya buat aku
yang harusnya berterima kasih aku bukan nya kamu “ ucap fadil
Intan pun tersenyum melihat fadil dan beruntung mempunyai
fadil bahagia mempunyai ke kasih yang tulus akan kekurangan intan saat ini,
“sudah kamu jangan melihat aku seperti itu aku akan selalu
mendampingi kamu terus” ucap fadil yang memegang tangan intan
“aku pulang dulu ya sayang” ucap fadil langsung beranjak
pergi untuk pulang
“ya sayangku, tapi tunggu sebentar” ucap intan
Intan yang langsung menarik tangan fadil langsung memeluk
erat fadil dan mencium fadil pada saat itu juga intan yang baru saja mencium
seorang laki – laki dan pertama kalinya intan mencium
__ADS_1
“aku selalu sayang dengan mu dan selalu mendukungmu sampai
kamu sukses” ucap intan setelah mencium
fadil lalu berbincang
“ ya sayang, aku pun juga halnya dengan mu, ya sudah aku mau
sampai kapan disini “ ucap fadil yang langsung beranjak pergi
setelah fadil pamit dengan intan kedua orang tua intan pun
datang dan fadil yang berpapasan langsung dengan kedua orang tua intan fadil pun
pamit dengan nya untuk pulang,
“ fadil ko pulang apa karena wajah papah mu seram nak” ucap
bunda yang ingin buat anak nya tersenyum
“ mungkin bun” ucap intan tertawa dengan bunda
Intan yang memikirkan fadil pun merasa sangat bahagia dengan
fadil, intan yang sedang memikirkan fadil tiba – tiba mel pun datang dan pada
saat itu mel dihubungi dengan teman nya yang kenal dengan intan teman mel yang
kenal dengan intan yang hanya di wajah saja sedang bekerja di rumah sakit itu
yang di mana intan dirawat,
“loh kamu mel, kamu tau aku sedang dirawat disini” ucap
intan yang kaget melihat mel datang
“ iya aku tau dari teman ku yang sedang bekerja di sini “
ucap mel yang diberi tahu oleh teman nya
hubungi aku, aku langsung kesini untuk melihatmu dan khawatir dengan mu “ ucap
mel
Intan yang kaget dengan kehadiran mel, intan langsung
memikirkan fadil takut akan hati fadil kembali lagi dengan mel
“ aku sudah tidak apa – apa ko mel” ucap intan yang takut
akan kehadiran mel datang untuk merusak ke bahagian intan dan fadil
“ syukurlah kalau begitu “ ucap mel
Mel yang datang menemui intan mamah intan pun langsung
berbicara tentang fadil yang baru saja
beranjak pergi dari rumah sakit ,
“mel kamu kesini dengan siapa, baru saja fadil pulang ” ucap
bunda
“ saya kesini dengan indra tante “ ucap mel
Mel pun yang mendengar perkataan bunda bahwa fadil datang
untuk menemui intan mel langsung berbicara pada intan,
“apa benar intan fadil datang untuk menemui mu” ucap mel
“ya, fadil baru saja pulang” ucap intan
Intan yang tidak suka mel bertanya – Tanya tentang fadil
intan langsung memberi tahu bahwa intan sudah berpacaran dengan fadil yang
__ADS_1
sudah beberapa hari lalu
“mel aku boleh berbicara sesuatu dengan mu “ ucap intan
“ apa fadil membicarakan tentang aku di depan mu intan “
ucap mel yang terus – menerus menanyakan fadil kepada intan
Mel yang terus – menerus menanyakan fadil ke pada intan,
intan pun terlihat cemburu kelihatan dari raut wajah intan yang pada saat itu
langsung membicarakan nya
“ mel dengarkan aku bicara dulu” ucap intan
“aku sudah berpacaran dengan fadil sudah beberapa hari
belakangan ” ucap intan
Mel yang mendengar intan bahwa fadil sudah berpacaran dengan
intan mel pun langsung terdiam dan melihat intan dengan perkataan intan mel pun
sedikit tidak percaya,
“kamu benar intan, syukurlah aku doa kan kamu bahagia terus”
ucap mel yang tersenyum dan di dalam hatinya pun masih menyimpan hati untuk
fadil
“yah mel, mungkin besok fadil kesini lagi “ ucap intan
Mel yang langsung tanpa pamit dengan intan yang hanya kedua
orang tua intan saja, mel yang di luar ruangan merasa fadil sudah tidak ingat
lagi dengan mel yang pada saat sekolah saat mel sakit pun tidak melihatnya sama
sekali,
“mungkin besok aku akan kembali lagi kesini untuk menemui
fadil” ucap mel keluar dari kamar intan yang ingin pergi
“aku tidak ingin kamu rebut lagi kebahagian aku mel” ucap
intan yang masih kepikiran mel barusan datang
Setelah apa yang mel lakukan pada fadil intan percaya bahwa
fadil tidak akan kembali lagi dengan mel yang di mana fadil diselingkuhi oleh
mel yang,
Fadil yang sudah tiba di rumah yang ingin langsung beranjak
beristirahat untuk besok datang untuk bekerja, dan pada saat itu juga
waktu sudah malam fadil yang barusan
sampai fadil bertemu dengan ayah nya yang sudah menunggu fadil pulang,
“apa kamu sudah dapat solusinya dengan permasalahan kamu
nak” ucap ayah
“ya ayah tenang saja pasti saya akan bereskan sendiri” ucap
fadil
Ayah yang merasa senang dengan perkataan fadil, ayah pun
langsung beranjak ke kamar untuk tidur merasa bahagia mempunyai anak yang
bertanggung jawab atas kesalahan nya.
__ADS_1