
Part 21
Fadil yang langsung istirahat dan ingin lanjut kan hubungi
intan besok saat fadil berangkat kerja, intan yang sudah hubungi fadil dan
tidak diangkat oleh fadil yang di mana intan tertidur menunggu fadil hubungi
intan kembali, pada saat itu juga hari yang sudah subuh fadil yang seperti
biasa bangun kan orang tua nya untuk solat subuh, dan di pagi hari yang di mana
fadil ingin berangkat kerja langsung hubungi intan terlebih dahulu,
“ sayang maaf ya aku dari pas pulang langsung istirahat
lelah aku “ ucap fadil yang sedang hubungi intan
“ ya sayang tidak apa - apa, tapi sekarang kamu semangat kan untuk kerja nya” ucap intan
“ ya sayang sudah pasti, kamu dapat salam dari keluarga aku
mungkin nanti keluarga aku ingin ke rumah kamu nanti “ ucap fadil
Fadil yang berbohong dengan intan dengan fakta nya fadil
sejak semalam setelah intan hubungi fadil ternyata fadil dengan mel, fadil pun
yang tidak ingin intan tahu dan fadil yakin juga bahwa ini semua demi ke baik kan
intan juga ,
“ yang benar sayang, ya sudah nanti akan aku siap kan untuk
ke datangan orang tua mu ke rumah ku “ ucap intan
“ kamu tidak perlu repot – repot aku tidak ingin kamu kenapa
– kenapa yang penting jaga kesehatan kamu sayang ya mungkin itu juga kalau adik
aku sudah turun dari demam nya kalau masih saja demam mungkin aku saja yang
perwakilan ” ucap fadil sekaligus tersenyum
“ itu mau nya kamu ketemu aku “ ucap intan
Fadil yang sudah hubungi intan langsung berangkat untuk
kerja dan pamit pada orang tua fadil dan intan juga yang pada saat itu juga sudahi
pembicaraan nya pada intan,
“ sayang, aku ingin
berangkat untuk kerja nanti lagi jika aku sudah pulang kita lanjut kan lagi
pembicaraan nya ya” ucap fadil
“ ya sayang hati – hati di jalan jangan lupa untuk berdoa”
ucap intan
Fadil yang langsung beranjak pergi untuk kerja fadil masih teringat mel pada malam itu yang
di mana mel rela untuk bertemu fadil walau pun hujan yang sangat deras dan
sampai – sampai baju dan kepala nya juga ikut basah,
Fadil yang anggap malam itu hari yang di mana terakhir untuk
fadil dan mel, fadil harap semua ambil ini menjadi pelajaran untuk fadil sesuai
amanah yang di berikan mel pada fadil akan terus simpan nomor nya ,
Intan yang berada di rumah menjalani kesehatan intan tiba –
tiba ada yang mengetuk pintu rumah intan yang intan harap kan adalah kedatangan
orang tua fadil melain kan mel yang datang untuk pamit dengan intan,
“ kamu mel, aku kira orang tua fadil” ucap intan
“ tidak aku kesini hanya ingin berikan baju fadil yang sejak
malam fadil sudah antar aku pulang, sekaligus aku ingin pamit untuk lanjut
kuliah di luar kota” ucap mel
Intan yang kaget mel datang ke rumah intan membawa kan baju
fadil yang sejak malam mel datang ke rumah fadil, intan yang lebih kaget nya
lagi mel berkata fadil antar kan mel pulang, intan yang memikirkan jelek
tentang fadil dan mel sejak malam yang di cerita kan mel, intan pun yang dengar
mel cerita intan sangat marah pada fadil dan mel,
“ apa yang kamu kata kan mel” ucap intan
“ dengar kan aku bicara dulu intan, aku sudah tidak berharap
lebih dengan fadil walaupun itu sudah mustahil bagi ku” ucap mel
“ lalu kamu ke sini untuk apa” ucap intan
Mel yang ingin pergi untuk berapa tahun yang akan datang
beri tahu intan agar intan tidak lagi memikirkan fadil yang negatif,
“ fadil adalah orang
yang aku sayang dan aku cinta dan sekarang fadil sudah milikmu intan aku harap
kamu juga sama dengan perasaan aku saat ini, jangan sampai kamu sia – sia kan
fadil dengan ke egoisan kamu atau dengan nafsu kamu, cukup itu saja yang aku
bicarakan pada kamu kesempatan tidak datang untuk kedua kali nya “ ucap mel
Intan yang dengar perkataan mel intan pun terdiam, mel yang
sudah pamit dengan intan langsung beranjak pergi dari rumah intan dan yang di
mana intan memanggil mel lagi dan membalikan perkataan mel,
“ sebelum kamu bicara hal itu aku sudah dari awal akan terus
__ADS_1
berjuang untuk fadil” ucap intan
Mel yang dengar perkataan intan langsung tersenyum melihat
intan bahwa mel sudah bicara dengan perasaan nya mel, mel yang langsung
beranjak untuk pergi meninggal kan rumah intan tiba yang di mana orang tua
fadil datang untuk temui intan di rumah begitu pun putra yang sudah sembuh dari
demam nya di ajak untuk menemui intan yang sedang kurang sehat oleh mamah
fadil, mamah fadil pun yang berpapasan oleh mel langsung salam untuk mamah
fadil
“ kamu kan yang sejak malam datang ke rumah hujan hujanan
kan “ ucap mamah
“ ya tan saya mel teman fadil sekaligus teman intan juga,
kalau begitu saya mau langsung saja pulang tante” ucap mel
Intan yang lihat mel berbicara dengan mamah fadil dan
mendengar bahwa benar mel ke rumah fadil, begitu pun mel yang langsung beranjak
pergi, intan pun langsung membawa mamah fadil untuk masuk ke dalam rumah intan,
“ mamah dan putra ingin minum apa biar aku akan ambil kan “ ucap intan
“ sudah tidak perlu mamah kesini ingin tahu keadaan kamu
saja, dan ini makanan untuk mu mamah buat sendiri dari rumah” ucap mamah fadil
Mamah yang bawakan intan makanan dari rumah perasaan intan
pun terlihat senang dan bahagia dan langsung intan bawakan makanan nya ke dalam
untuk intan siapkan pada mamah dan putra adik fadil, intan pun yang sedang
bawakan makan dan minum untuk mamah dan adik fadil intan langsung hubungi fadil
yang sedang kerja dan waktu nya juga fadil sedang istirahat,
“ halo sayang mamah kamu sudah datang loh ke rumah aku” ucap
intan
“ yang benar sayang, kan adik aku sedang demam” ucap fadil
Fadil yang sedang istirahat langsung dihubungi intan bahwa
mamah fadil sudah datang ke rumah intan, fadil pun yang dengar bahwa putra
sudah sembuh dari demam nya bersyukur akan kesembuhan putra, intan pun yang
senang mamah fadil datang untuk intan langsung beri tahu fadil,
“ sayang jangan lupa kamu pulang kerja ke rumah aku dulu ya,
ada suatu yang aku ingin bicarakan pada kamu” ucap intan
“ ya sayang pasti itu, aku juga baru semalam tidak ketemu
ucap fadil sekalian tersenyum
Intan yang di gombal kan oleh fadil intan langsung tersenyum
dan tertawa pada fadil, intan yang mikir bahwa perkataan mel tersebut adalah
benar ada nya fadil yang sayang pada intan cinta pada intan, intan pun
beranggapan bahwa tidak semua pria yang bisa menyakiti wanita saja tapi pasti
ada seorang pria yang tulus dan sayang melebihi apa pun yang ada di dunia ini,
“ sudah aku mau bawakan minum untuk orang tua mu ya sayang aku
tutup bicaraan ini biar nanti saja kita bicara kan nya nanti “ ucap intan
“ ya sayangku siap” ucap fadil
Intan yang sudah siapkan minum dan makanan untuk mamah
fadil, mamah pun langsung bertanya pada intan dengan ke adaan nya intan dan
penyakit nya,
“ apa kamu sudah baik - baik saja intan “ ucap mamah fadil
“ ya aku sudah baik kan ko, pasti mamah diberi tahu oleh
fadil “ ucap intan
Intan pun yang bercerita tentang penyakit nya intan pada
mamah fadil mamah pun yang dengar bicaraan intan langsung berikan intan
senyuman dan bercerita tentang penyakit nya teman mamah yang sama précis dengan
intan rasakan saat ini, bahwa teman mamah fadil pun yang sekarang sudah sehat
dan sembuh dari penyakit nya sekarang teman mamah fadil mempunyai anak, mamah
yang berikan intan semangat agar terus berusaha untuk sembuh dari penyakit nya,
“ dari cerita mamah, mamah harap kamu akan terus berusaha
dan yakin dengan penyakit kamu ya sayang “ ucap mamah
“ ya semasih ada
fadil yang temani aku dan orang tua ku yang berikan semangat aku akan terus
berjuang ko mamah” ucap intan
Mamah yang dengar bahwa intan dekat dengan fadil mamah
terdiam mamah kira fadil dan intan hanya teman biasa tetapi lebih dari teman,
mamah yang tidak ingin anak nya berhubungan dengan orang yang hidup nya tidak lama lagi, mamah yang tahu bahwa
penyakit yang intan derita bukan hanya penyakit biasa, mamah pun langsung ingin
pulang untuk bicarakan ini semua pada fadil dan kenapa fadil tidak cerita pada
__ADS_1
mamah,
“ ya sudah mamah ingin pulang putra harus minum obat dan
waktu nya putra istirahat” ucap mamah
“ ya mamah terima kasih mamah sudah datang untuk menemui aku
di rumah, mari aku antar sampai depan rumah “ ucap intan
Mamah yang berbohong dengan intan bahwa yang sebenar nya
mamah ingin hubungi fadil untuk jangan dekati intan lagi hanya teman biasa itu
yang mamah ingin kan, mamah yang ingin fadil mempunyai keturunan bukan yang
tidak punya keturunan walaupun itu bukan dari penyakit intan,
“ ya sudah mamah pulang, jaga kesehatan kamu makan yang
teratur istirahat dan minum obat tepat waktu ya sayang” ucap mamah fadil
“ ya mah pasti itu “ ucap intan
Mamah yang langsung pulang dengan putra, mamah juga masih
memikirkan dengan anak nya fadil yang berteman lebih dengan intan, bahwa intan
mempunyai penyakit yang mamah tidak suka karena penyakit itu tidak akan lama
lagi, mamah yang memikirkan di perjalanan yang sudah sampai juga di rumah
langsung hubungi fadil yang sedang bekerja,
berhubug fadil tidak angkat mamah yang ingin bicara pada
fadil menyudahi hubungi fadil agar terlebih dahulu fadil untuk pulang saja,
waktu yang sudah mulai sore hari fadil pun pulang dari tempat kerja nya mamah
yang belum hubungi fadil, fadil pun hanya lihat pemberitahuan bahwa mamah
hubungi fadil sejak siang, fadil pun yang hanya lihat pemberitahuan saja
langsung pergi menuju rumah intan, sesampai nya fadil di rumah intan, intan pun
datang dan langsung buka pintu pagar rumah nya dan di situ juga intan yang menceritakan
semua kedatangan mamah fadil dan putra membuat hati intan bahagia, intan pun langsung
beri tahu bahwa mel pun datang dan cerita kan semua sejak malam hari,
“ apa kamu pernah berbohong dengan aku “ ucap intan
“ tentu saja tidak sayang, aku tidak akan berbohong dengan
kamu, memang ada apa si sayangku” ucap fadil
“ sudah sayang jujur saja dengan aku, aku tahu mel kemarin
malam datang kan ke rumah kamu, dan ini baju kamu mel sendiri yang berikan nya
pada aku “ ucap intan
Intan yang menceritakan semua tentang mamah yang datang ke
rumah intan dan mel juga datang intan pun senang pada saat itu, fadil yang
tegang dan takut intan akan marah dengan fadil bahwa mel datang membawa baju
fadil di situ intan langsung tegaskan pada fadil,
“ aku tidak perlu kamu takut akan aku marah dengan kamu yang
jelas aku perlukan kamu jujur kamu juga yang katakan sayang dan cinta perlu
yang tulus, itu kan yang kamu katakan pada aku “ ucap intan
“ ya sayang aku mengerti tapi aku tidak mau kamu drop dengar
pembicaraan aku bahwa mel datang ke rumah aku lagi pula masalah nya aku dengan
mel sudah kelar ko kamu juga tahu sendiri kan mel ingin lanjut kuliah nya di
luar kota, sudah lah sayang percaya sama aku” ucap fadil
Fadil yang terus berusaha membujuk intan agar intan percaya
pada fadil bahwa pembicaraan nya benar ada nya, fadil pun yang sedang membujuk
intan tiba - tiba mamah hubungi fadil dari rumah untuk langsung pulang,
“ ya sayang aku percaya pada kamu, kali – kali jangan
berbohong lagi aku mau kamu jujur mau itu demi kebaik kan aku atau tidak nya
yang jelas kamu jujur sama aku “ ucap intan
“ ya sayang, sebentar mamah hubungi aku, aku mau angkat
sebentar” ucap fadil
Fadil yang langsung angkat bahwa mamah hubungi fadil, fadil
pun yang langsung diberi tahu kan untuk langsung pulang oleh mamah, fadil yang
terdiam dan mamah pun tidak beri tahu fadil dengan alasan mamah yang tidak
mengetahui fadil ,
“ nak fadil pulang mamah ingin bicara pada kamu “ ucap mamah
“ kenapa memang nanti juga saya pulang dari rumah intan”
ucap fadil
“ sudah pulang saja mamah ingin bicara pada kamu “ ucap
mamah
Mamah pun yang langsung menutup pembicaraan nya dan tidak
mau dari fadil mengucap kan apa – apa, fadil pun yang terdiam mendengar mamah
menyuruh fadil untuk pulang segera, fadil yang merasa bahwa ada apa di rumah
fadil pun yang memikir kan nya takut dengan putra bahwa habis dari rumah intan
__ADS_1
takut putra demam lagi,