
Part 24
Fadil pun takut dengan keadaan intan fadil yang panic
langsung membawa intan ke rumah sakit walaupun jarak yang fadil tempuh agak
jauh dari lokasi fadil berada, intan pun yang merasakan sakit membuat fadil
takut akan ke adaan nya intan,
“ sabar sayang kita akan sampai ke rumah sakit” ucap fadil
“ sayang sakit dada aku “ ucap intan
lalu yang intan rasakan begitu sakit sampai nya di rumah
sakit fadil dan intan, intan pun langsung di tangani oleh dokter, fadil yang
bingung dan takut dengan intan takut akan intan kenapa – kenapa fadil pun yang
panik tidak ingin memberi tahu pada kedua orang tua intan, intan pun yang di
tangani oleh dokter seketika suara intan yang sebelum nya terdengar keras
merasakan sakit langsung hilang, fadil yang kaget tidak ada lagi suara intan
terdengar, setelah itu dokter yang keluar dari kamar yang di mana intan di
rawat,
“ bagai mana ke adaan nya dok” ucap fadil
“ luka nya makin lama makin parah harus langsung di tangani
oleh ahli nya , untuk sekarang dan esok hari nya saya juga tidak bisa menjamin
dengan sakit nya apa penyakit nya itu kumat lagi atau tidak saya hanya bisa memberika peredam nyeri saja dan
obat nya “ ucap dokter
Fadil yang langsung masuk untuk melihat intan yang berbaring
dan pingsan fadil pun nangis fadil pun yang tidak bisa apa – apa hanya bisa
melihat dan tidak bisa merasakan apa yang intan rasakan, malam pun yang sudah
datang intan sadar dari pingsan nya fadil langsung memeluk intan dengan erat,
“ maaf kan aku sayang aku tidak bisa apa – apa hanya bisa
melihat kamu yang kesakitan saja, aku tidak ingin kamu kenapa – kenapa aku
ingin kamu yang sehat aku sayang kamu aku cinta kamu “ ucap fadil
Fadil yang langsung ucap kan isi hati nya untuk intan yang
tidak ingin intan kenapa – kenapa sayang nya fadil dengan intan sangat tulus
yang pernah fadil cintai sebelum nya, intan yang sadar tersenyum intan juga yang
sadar dari sakit yang intan rasakan sejak siang, intan pun mendengar fadil
bicara intan tersenyum dan intan sangat percaya dengan kesembuhan nya agar
terus bersama fadil intan yang tidak ingin berpisah dengan fadil,
“ sayang aku tidak apa – apa ko aku mendengar perkataan kamu aku nambah semangat bahwa aku
akan sembuh dari penyakit aku aku akan selalu menemani kamu di mana ada kamu di situ aku memeluk mu”
ucap intan
“ yang aku ingin kan adalah kamu sayang, kamu harus berjuang
demi aku demi keluarga kecil kita nanti, will you merry me” ucap fadil
Fadil yang langsung mengucap kan nya dengan intan ingin
menikahi nya, intan pun yang langsung tersenyum melihat fadil tidak menyangka
bahwa fadil ingin menikahi nya, intan yang sangat bahagia dan senang terlewat
kan,
“ aku tidak akan menolak nya sayang” ucap intan
“ aku tidak akan menjauh atau pun meninggal kan kamu, ingat
cinta ini untuk mu aku berharap kamu adalah bagian dari keluarga aku dan kita
akan menghadapi nya bersama dan nanti sesudah kamu pulih kita akan bicara
dengan kedua orang tua aku “ ucap fadil
Intan yang masih merasakan sakit, intan pun merasa sakit nya
tidak akan dengan bahagia nya intan saat mendengar fadil akan menikahi nya,
fadil yang masih menangis melihat intan yang sejak siang mersakan sakit fadil
pun yang amat sangat mencintai intan tidak ingin rela di tinggal intan, begitu
pun intan mencintai fadil yang begitu dalam,
“ apa kamu tau aku sangat khawatir dengan keadaan kamu sejak
siang sayang, aku disini selalu ada untuk kamu “ ucap fadil
“ tidak ada yang tidak mungkin saat kamu membawa aku nanti
di pelaminan” ucap intan
Intan yang mulai bercanda dengan fadil fadil pun tersenyum
kembali dan intan yang menghusap air mata fadil yang membasahi pipi nya, di
saat fadil dan intan asik bercanda tiba – tiba kedua orang tua intan hubungi
intan untuk segera pulang karena waktu yang sudah menunjukan malam hari,
“ intan apa kamu sudah di jalan pulang “ ucap bunda
“ ini sedang di jalan bun “ ucap intan
Fadil sedang berbincang dengan intan intan langsung mengajak fadil untuk
pulang karena kedua orang tua intan menanya kan intan, fadil pun yang langsung
beranjak ingin pulang fadil masih memikirkan intan takut akan kambuh lagi
dengan penyakit intan yang sekarang intan rasakan, intan yang berbohong dengan
kedua orang tua intan padahal saat intan lakukan adalah di rumah sakit karena
punyakit nya yang intan derita kumat kembali,
“ ya sudah hati ya nak “ ucap bunda
“ yah bunda sudah aku mau lanjutkan perjalanan dulu “ ucap
intan yang langsung menutup pembicaraan nya dengan bunda
“ siapa sayang barusan hubungi kamu “ ucap fadil
“ bunda yang hubungi aku untuk pulang karena malam yang
sudah tiba “ ucap intan
Fadil yang masih takut akan keadaan nya intan jika fadil
ajak intan pulang karena jarak lokasi intan dan fadil jauh dengan lokasi rumah
intan, fadil pun langsung menanyakan kembali jika intan ingin pulang takut akan
keadaan intan sekarang,
“ tapi kamu bagai mana” ucap fadil
“ aku sudah baikan ko sayang” ucap intan
__ADS_1
“ ya sudah aku akan beres kan admin rumah sakit dulu” ucap
fadil
Fadil pun pergi untuk beres kan admin rumah sakit sekaligus
ingin menebus resep obat yang dokter saran kan, setelah fadil sudah ambil obat
dari rumah sakit langsung beranjak pergi untuk pulang saat fadil dan intan di
perjalanan fadil langsung usul kan untuk besok pagi menghadap mamah fadil dan
ayah fadil untuk membicarakan pernikahan fadil dan intan,
“ sayang apa kamu mau besok kita akan berbicara dengan kedua
orang tua aku “ ucap fadil
“ ya sayang pasti kita hadapin bersama ya sayang ku “ ucap
intan
Tiba nya intan dan fadil sampai di rumah intan papah dan
bundan intan sudah menunggu mereka untuk pulang sedangkan waktu yang sudah
menunjukan larut malam, papah dan bunda langsung menanyakan fadil kenapa pulang
sudah larut malam,
“ fadil sekarang sudah jam berapa ko baru sampai” ucap papah
“ maaf om ada kendala barusan di perjalanan intan “ ucap
fadil
Intan yang langsung memotong pembicaraan fadil dengan papah,
intan pun yang langsung melanjut kan pembicaraan agar papah dan bunda intan
tidak mengetahui nya dengan keadaan intan sejak intan pergi dengan fadil,
“ motor fadil ban nya bocor pah dari intan barusan sampai
kota agak jauh bangat itu pun fadil yang dorong aku yang naik motor “ ucap
intan
Papah pun yang percaya dengan perkataan intan barusan papah
langsung tersenyum dengan perkataan intan saat intan duduk di motor dan fadil
yang mendorong nya padahal semua itu yang intan bicara kan tidak benar ada nya,
“ ya sudah kamu ingin pulang atau mau nginap disini dengan
om “ ucap papah
“ maaf om sebelum nya aku langsung pulang saja lagi pula
saya besok masuk kerja agak sore supaya bisa service motor dahulu” ucao fadil
Fadil pun yang langsung beranjak pergi dan pamit dengan
kedua orang tua intan, intan langsung menemani fadil sampai pintu depan intan,
intan pun langsung berbicara untuk besok menemui kedua orang tua fadil ingin
membicarakan masalah intan dan fadil untuk menuju pernikahan,
“ besok jangan lupa sayang hubungi aku dahulu lalu kamu
jemput aku, jangan lupa juga nanti sampai nya di rumah kabari aku ya sayang,
kita juga pasti bisa menghadapi semua ini” ucap intan
“ ya sayang ku pasti itu kamu juga jangan khawatir dengan
keadaan besok di rumah kan kita hadapi bersama dengan tujuan untuk menempuh
hidup yang sudah kita ingin kan “ ucap fadil
yang memikirkan dengan kedaan intan sejak siang yang fadil lihat benar ada nya
karena penyakit intan fadil juga yang memikirkan dengan masalah di rumah karena
kedua orang tua fadil tidak setuju dengan intan yang mempunyai penyakit yang
bertujuan orang tua intan adalah demi kebaikan dan kebahagiaan fadil,
“ ya sudah sayang aku pulang ya sayang “ ucap fadil
“ yah hati – hati di jalan aku sayang kamu melebihi apapun “
ucap intan
Sampai nya fadil di rumah fadil pun langsung bersih – bersih
untuk mempersiap kan diri agar fadil dan intan tidak salah bicara, fadil
memikirkan bagai mana dengan ayah setuju dengan fadil atau tidak yang fadil
fokus kan adalah meluluh kan hati mamah fadil dan ayah agar intan di terima di
keluarga fadil,
“ sayang aku sudah sampai di rumah mamah dan ayah sudah
tidur mungkin besok kita bicara kan bersama ya sayang ku, sudah kamu tidur
sudah malam juga persiap kan diri kamu jangan panic dan jangan gerogi ya sayang
ku “ ucap fadil
“ ya sayang tidak akan pernah aku seperti itu Karena aku
bukan kamu “ ucap intan bercanda dengan fadil
Fadil dan intan
lanjut untuk tidur dan menutup pembicaraan berdua, hari pun sudah pagi fadil
yan bangun dari awal seperti biasa juga fadil membangun kan kedua orang tua
nya, fadil yang sudah selesai solat dan bersiap – siap langsung hubungi intan
untuk siap berhadapan dengan mamah dan ayah fadil membicarkan masalah tujuan
fadil dan intan ingin kan,
“ sayang kamu sudah bangun nanti agak saing aku akan jemput
kamu untuk menemui kedua orang tua aku “ ucap fadil
“ ya sayang aku juga sudah solat ini juga ingin menyiap kan
sarapan untuk kedua orang tua aku “ ucap intan
Waktu yang sudah siang fadil langsung menemui intan untuk
bertemu orang tua fadil yang di mana kedua orang tua fadil yang masih di rumah,
fadil yang sudah siap untuk menemui intan mamah pun yang sedang menyiap kan
sarapan bertemu fadi yang ingin pergi menemui intan fadil pun langsung berbicara dengan mamah soal intan yang
ingin datang menemui mamah dan ayah,
“ mah intan ingin datang untuk menemui mamah dan ayah “ ucap
fadil
“ ya sudah datang saja kesini nak mamah juga ingin bicarang
dengan intan “ ucap mamah
“ ingat mah jangn bicara dengan apapun dengan intan kalau
mamah tidak setujui ungkap kan saja pada ku” ucap fadil
__ADS_1
Fadil yang tidak tahu dengan perubahan mamah yang menyutujui
fadil dengan intan akibat perkataan ayah pada mamah yang membuat mamah berubah
dan menyetujui nya fadil dengan intan, fadil yang tidak tahu dan kaget dengan
perkataan mamah barusan yang mengizinkan intan untuk datang dan berbincang
bersama untuk masalah yang fadil ingin kan menikahi intan,
“ ya sudah saya akan berangkat ingin menjemput intan di
rumah dan langsung menemui mamah dan ayah “ ucap fadil
“ kamu tidak ingin sarapan dahulu nak “ ucap mamah
“ tidak usah mah biar nanti sama – sama saja bereng intan
sarapan nya “ ucap fadil
Fadil pun langsung beranjak ingin bertemu intan yang sudah
menunggu di rumah fadil yang tidak tahu dengan mamah yang ingin bertemu intan
fadil pun yang di jalan masih memikirkan dengan perkataan mamah takut akan
terjadi masalah dengan intan fadil pun tetap fositif dengan keadaan nya
sekarang, fadil yang sudah sampai di rumah intan dan kedua intan pun yang sudah
berangkat bekerja tinggal intan seorang diri,
“ sayang aku sudah di depan rumah kamu kamu keluar yah “
ucap fadil
“ ya sayang ku aku keluar papah dan bunda ku juga sudah
pergi bekerja ko “ ucap intan
“ ya sudah aku tunggu yah “ ucap fadil
Intan yang kebetulan sudah siap untuk ke rumah fadil, intan
pun masih tidak percaya bahwa intan dan fadil ingin menemui kedua orang tua
fadil untuk membicarakan masalah pernikahan yang fadil ingin kan, intan pun
langsung menghampiri fadil yang sedang menunggu di luar,
“ sudah siap sayang matri kita berangkat “ ucap fadil
“ ya sayang aku sudah siap untuk menemui kedua orang tua mu “
ucap intan
Mereka yang tidak banyak kata lagi langsung menemui kedua
orang tua fadil di rumah, intan yang gemetar untuk menemui orang tua fadil
intan pun bertanya dengan fadil takut akan kedua orang tua fadil marah dengan
intan,
“ aku tidak yakin dengan ini aku takut nanti kedua orang tua
kamu membahas dengan perkataan yang tidak senang “ ucap intan
“ kamu jangn khawatir sayang ku di samping kamu ada aku ada
kita untuk selesaikan masalah ini bersama” ucap fadil
Sesampai nya fadil di rumah kedua orang tua fadil pun sedang
menunggu di ruang makan untuk menemui intan yang ingin datang ke rumah fadil,
fadil pun yang langsung mengajak intan masuk ke rumah fadil, mamah pun langsung
menyapa intan dan makan bersama sejak pagi ayah dan mamah menunggu nya di meja
makan,
“ mamah sudah menunggu kalian loh dari sejak pagi tadi” ucap
mamah
Fadil yang terlihat bingung dengan perkataan mamah berubah
derastis mamah langsung menyiap kan makan untuk keluarga nya sekaligus intan,
fadil yang langsung tutup poin membicara kan masalah nya dengan mamah untuk
membicara kan fadil yang ingin menikahi intan yang fadil sayang dan yang fadil
cintai,
“ mah saya langsung bicarakan saja saya ingin menikahi intan
secepat nya jika mamah tidak setuju dengan perkataan saya aku harap mamah
mengerti dengan keinginan saya” ucap fadil
Mamah yang langsung memotong pembicaraan fadil dan yang
tidak fadil yahu bahwa mamah menyetujui nya fadil menikahi intan sebelum fadil
bicara mamah pun sebelum nya berbicara dengan ayah untuk masalah ini,
“ sebelum kamu berbicara dengan mamah, mamah pun sudah
memikir kan nya bahwa mamah dan ayah menyutujui nya pernikahan kamu dengan
intan “ ucap mamah
Fadil yang sangat tidak percaya bahwa perkataan mamah
barusan fadil pun sangat senang dan intan pun yang mendengar nya tersenyum dan
menangis akan kebahagian nya sekarang fadil dan intan langsung memeluk satu
sama lain di depan kedua orang tua fadil yang saking bahagia nya mereka saat
itu juga, fadil pun dan intan langsung memeluk kedua orang tua fadil dan
berterima kasih atas persetujuan nya dengan intan, mamah pun juga senang
melihat fadil tersenyum dengan mamah, mamah juga bahagia saat fadil memeluk
mamah dan ayah sebelum nya yang mamah rasakan sejak fadil berumur sangat kecil
,
“ kalau begitu saya dan intan akan membicarakan nya kepada
kedua orang tua intan saat kedua orang tua intan pulang bekerja “ ucap fadil
“ saya sangat senang sekali dengan perkataan mamah barusan
aku tidak menyangka bahwa mamah sangat sayang dengan aku, yang jelas aku sangat
mencintai menyayangi mamah terus aku beruntung mempunyai orang tua yang sayang
bangat dengan aku, terima kasih mamah “ ucap fadil
Intan pun langsung memeluk erat mamah dan berkata akan
selalu berjuang dengan fadil walaupun ke
adaan nya intan sekarang rasakan, mamah yang langsung mengajak intan dan fadil
untuk makan bersama ayah pun yang terdiam saja san tersenyum dengan kebaikan
mamah untuk fadil,
“ mamah aku sangat mencintai fadil dengan tulus dan aku juga
akan selalu bertahan untuk pernikahan ini dengan fadil “ ucap intan
“ mamah harap juga sama dengan kamu pernikahan itu bukan
__ADS_1
sekedar cinta dan sayang saja “ ucap mamah