MELDI

MELDI
meldi


__ADS_3

Part 24


Fadil pun takut dengan keadaan intan fadil yang panic


langsung membawa intan ke rumah sakit walaupun jarak yang fadil tempuh agak


jauh dari lokasi fadil berada, intan pun yang merasakan sakit membuat fadil


takut akan ke adaan nya intan,


“ sabar sayang kita akan sampai ke rumah sakit” ucap fadil


“ sayang sakit dada aku “ ucap intan


lalu yang intan rasakan begitu sakit sampai nya di rumah


sakit fadil dan intan, intan pun langsung di tangani oleh dokter, fadil yang


bingung dan takut dengan intan takut akan intan kenapa – kenapa fadil pun yang


panik tidak ingin memberi tahu pada kedua orang tua intan, intan pun yang di


tangani oleh dokter seketika suara intan yang sebelum nya terdengar keras


merasakan sakit langsung hilang, fadil yang kaget tidak ada lagi suara intan


terdengar, setelah itu dokter yang keluar dari kamar yang di mana intan di


rawat,


“ bagai mana ke adaan nya dok” ucap fadil


“ luka nya makin lama makin parah harus langsung di tangani


oleh ahli nya , untuk sekarang dan esok hari nya saya juga tidak bisa menjamin


dengan sakit nya apa penyakit nya itu kumat lagi atau tidak saya  hanya bisa memberika peredam nyeri saja dan


obat nya “ ucap dokter


Fadil yang langsung masuk untuk melihat intan yang berbaring


dan pingsan fadil pun nangis fadil pun yang tidak bisa apa – apa hanya bisa


melihat dan tidak bisa merasakan apa yang intan rasakan, malam pun yang sudah


datang intan sadar dari pingsan nya fadil langsung memeluk intan dengan erat,


“ maaf kan aku sayang aku tidak bisa apa – apa hanya bisa


melihat kamu yang kesakitan saja, aku tidak ingin kamu kenapa – kenapa aku


ingin kamu yang sehat aku sayang kamu aku cinta kamu “ ucap fadil


Fadil yang langsung ucap kan isi hati nya untuk intan yang


tidak ingin intan kenapa – kenapa sayang nya fadil dengan intan sangat tulus


yang pernah fadil cintai sebelum nya, intan yang sadar tersenyum intan juga yang


sadar dari sakit yang intan rasakan sejak siang, intan pun mendengar fadil


bicara intan tersenyum dan intan sangat percaya dengan kesembuhan nya agar


terus bersama fadil intan yang tidak ingin berpisah dengan fadil,


“ sayang aku tidak apa – apa ko aku mendengar  perkataan kamu aku nambah semangat bahwa aku


akan sembuh dari penyakit aku aku akan selalu menemani  kamu di mana ada kamu di situ aku memeluk mu”


ucap intan


“ yang aku ingin kan adalah kamu sayang, kamu harus berjuang


demi aku demi keluarga kecil kita nanti, will you merry me” ucap fadil


Fadil yang langsung mengucap kan nya dengan intan ingin


menikahi nya, intan pun yang langsung tersenyum melihat fadil tidak menyangka


bahwa fadil ingin menikahi nya, intan yang sangat bahagia dan senang terlewat


kan,


“ aku tidak akan menolak nya sayang” ucap intan


“ aku tidak akan menjauh atau pun meninggal kan kamu, ingat


cinta ini untuk mu aku berharap kamu adalah bagian dari keluarga aku dan kita


akan menghadapi nya bersama dan nanti sesudah kamu pulih kita akan bicara


dengan kedua orang tua aku “ ucap fadil


Intan yang masih merasakan sakit, intan pun merasa sakit nya


tidak akan dengan bahagia nya intan saat mendengar fadil akan menikahi nya,


fadil yang masih menangis melihat intan yang sejak siang mersakan sakit fadil


pun yang amat sangat mencintai intan tidak ingin rela di tinggal intan, begitu


pun intan mencintai fadil yang begitu dalam,


“ apa kamu tau aku sangat khawatir dengan keadaan kamu sejak


siang sayang, aku disini selalu ada untuk kamu “ ucap fadil


“ tidak ada yang tidak mungkin saat kamu membawa aku nanti


di pelaminan” ucap intan


Intan yang mulai bercanda dengan fadil fadil pun tersenyum


kembali dan intan yang menghusap air mata fadil yang membasahi pipi nya, di


saat fadil dan intan asik bercanda tiba – tiba kedua orang tua intan hubungi


intan untuk segera pulang karena waktu yang sudah menunjukan malam hari,


“ intan apa kamu sudah di jalan pulang “  ucap bunda


“ ini sedang di jalan bun “ ucap intan


Fadil sedang berbincang dengan  intan intan langsung mengajak fadil untuk


pulang karena kedua orang tua intan menanya kan intan, fadil pun yang langsung


beranjak ingin pulang fadil masih memikirkan intan takut akan kambuh lagi


dengan penyakit intan yang sekarang intan rasakan, intan yang berbohong dengan


kedua orang tua intan padahal saat intan lakukan adalah di rumah sakit karena


punyakit nya yang intan derita kumat kembali,


“ ya sudah hati ya nak “ ucap bunda


“ yah bunda sudah aku mau lanjutkan perjalanan dulu “ ucap


intan yang langsung menutup pembicaraan nya dengan bunda


“ siapa sayang barusan hubungi kamu “ ucap fadil


“ bunda yang hubungi aku untuk pulang karena malam yang


sudah tiba “ ucap intan


Fadil yang masih takut akan keadaan nya intan jika fadil


ajak intan pulang karena jarak lokasi intan dan fadil jauh dengan lokasi rumah


intan, fadil pun langsung menanyakan kembali jika intan ingin pulang takut akan


keadaan intan sekarang,


“ tapi kamu bagai mana” ucap fadil


“ aku sudah baikan ko sayang” ucap intan

__ADS_1


“ ya sudah aku akan beres kan admin rumah sakit dulu” ucap


fadil


Fadil pun pergi untuk beres kan admin rumah sakit sekaligus


ingin menebus resep obat yang dokter saran kan, setelah fadil sudah ambil obat


dari rumah sakit langsung beranjak pergi untuk pulang saat fadil dan intan di


perjalanan fadil langsung usul kan untuk besok pagi menghadap mamah fadil dan


ayah fadil untuk membicarakan pernikahan fadil dan intan,


“ sayang apa kamu mau besok kita akan berbicara dengan kedua


orang tua aku “ ucap fadil


“ ya sayang pasti kita hadapin bersama ya sayang ku “ ucap


intan


Tiba nya intan dan fadil sampai di rumah intan papah dan


bundan intan sudah menunggu mereka untuk pulang sedangkan waktu yang sudah


menunjukan larut malam, papah dan bunda langsung menanyakan fadil kenapa pulang


sudah larut malam,


“ fadil sekarang sudah jam berapa ko baru sampai” ucap papah


“ maaf om ada kendala barusan di perjalanan intan “ ucap


fadil


Intan yang langsung memotong pembicaraan fadil dengan papah,


intan pun yang langsung melanjut kan pembicaraan agar papah dan bunda intan


tidak mengetahui nya dengan keadaan intan sejak intan pergi dengan fadil,


“ motor fadil ban nya bocor pah dari intan barusan sampai


kota agak jauh bangat itu pun fadil yang dorong aku yang naik motor “ ucap


intan


Papah pun yang percaya dengan perkataan intan barusan papah


langsung tersenyum dengan perkataan intan saat intan duduk di motor dan fadil


yang mendorong nya padahal semua itu yang intan bicara kan tidak benar ada nya,


“ ya sudah kamu ingin pulang atau mau nginap disini dengan


om “ ucap papah


“ maaf om sebelum nya aku langsung pulang saja lagi pula


saya besok masuk kerja agak sore supaya bisa service motor dahulu” ucao fadil


Fadil pun yang langsung beranjak pergi dan pamit dengan


kedua orang tua intan, intan langsung menemani fadil sampai pintu depan intan,


intan pun langsung berbicara untuk besok menemui kedua orang tua fadil ingin


membicarakan masalah intan dan fadil untuk menuju pernikahan,


“ besok jangan lupa sayang hubungi aku dahulu lalu kamu


jemput aku, jangan lupa juga nanti sampai nya di rumah kabari aku ya sayang,


kita juga pasti bisa menghadapi semua ini” ucap intan


“ ya sayang ku pasti itu kamu juga jangan khawatir dengan


keadaan besok di rumah kan kita hadapi bersama dengan tujuan untuk menempuh


hidup yang sudah kita ingin kan “ ucap fadil


yang memikirkan dengan kedaan intan sejak siang yang fadil lihat benar ada nya


karena penyakit intan fadil juga yang memikirkan dengan masalah di rumah karena


kedua orang tua fadil tidak setuju dengan intan yang mempunyai penyakit yang


bertujuan orang tua intan adalah demi kebaikan dan kebahagiaan fadil,


“ ya sudah sayang aku pulang ya sayang “ ucap fadil


“ yah hati – hati di jalan aku sayang kamu melebihi apapun “


ucap intan


Sampai nya fadil di rumah fadil pun langsung bersih – bersih


untuk mempersiap kan diri agar fadil dan intan tidak salah bicara, fadil


memikirkan bagai mana dengan ayah setuju dengan fadil atau tidak yang fadil


fokus kan adalah meluluh kan hati mamah fadil dan ayah agar intan di terima di


keluarga fadil,


“ sayang aku sudah sampai di rumah mamah dan ayah sudah


tidur mungkin besok kita bicara kan bersama ya sayang ku, sudah kamu tidur


sudah malam juga persiap kan diri kamu jangan panic dan jangan gerogi ya sayang


ku “ ucap fadil


“ ya sayang tidak akan pernah aku seperti itu Karena aku


bukan kamu “ ucap intan bercanda dengan fadil


 Fadil dan intan


lanjut untuk tidur dan menutup pembicaraan berdua, hari pun sudah pagi fadil


yan bangun dari awal seperti biasa juga fadil membangun kan kedua orang tua


nya, fadil yang sudah selesai solat dan bersiap – siap langsung hubungi intan


untuk siap berhadapan dengan mamah dan ayah fadil membicarkan masalah tujuan


fadil dan intan ingin kan,


“ sayang kamu sudah bangun nanti agak saing aku akan jemput


kamu untuk menemui kedua orang tua aku “ ucap fadil


“ ya sayang aku juga sudah solat ini juga ingin menyiap kan


sarapan untuk kedua orang tua aku “ ucap intan


Waktu yang sudah siang fadil langsung menemui intan untuk


bertemu orang tua fadil yang di mana kedua orang tua fadil yang masih di rumah,


fadil yang sudah siap untuk menemui intan mamah pun yang sedang menyiap kan


sarapan bertemu fadi yang ingin pergi  menemui intan fadil pun langsung berbicara dengan mamah soal intan yang


ingin datang menemui mamah dan ayah,


“ mah intan ingin datang untuk menemui mamah dan ayah “ ucap


fadil


“ ya sudah datang saja kesini nak mamah juga ingin bicarang


dengan intan “ ucap mamah


“ ingat mah jangn bicara dengan apapun dengan intan kalau


mamah tidak setujui ungkap kan saja pada ku” ucap fadil

__ADS_1


Fadil yang tidak tahu dengan perubahan mamah yang menyutujui


fadil dengan intan akibat perkataan ayah pada mamah yang membuat mamah berubah


dan menyetujui nya fadil dengan intan, fadil yang tidak tahu dan kaget dengan


perkataan mamah barusan yang mengizinkan intan untuk datang dan berbincang


bersama untuk masalah yang fadil ingin kan menikahi intan,


“ ya sudah saya akan berangkat ingin menjemput intan di


rumah dan langsung menemui mamah dan ayah “ ucap fadil


“ kamu tidak ingin sarapan dahulu nak “ ucap mamah


“ tidak usah mah biar nanti sama – sama saja bereng intan


sarapan nya “ ucap fadil


Fadil pun langsung beranjak ingin bertemu intan yang sudah


menunggu di rumah fadil yang tidak tahu dengan mamah yang ingin bertemu intan


fadil pun yang di jalan masih memikirkan dengan perkataan mamah takut akan


terjadi masalah dengan intan fadil pun tetap fositif dengan keadaan nya


sekarang, fadil yang sudah sampai di rumah intan dan kedua intan pun yang sudah


berangkat bekerja tinggal intan seorang diri,


“ sayang aku sudah di depan rumah kamu kamu keluar yah “


ucap fadil


“ ya sayang ku aku keluar papah dan bunda ku juga sudah


pergi bekerja ko “ ucap intan


“ ya sudah aku tunggu yah “ ucap fadil


Intan yang kebetulan sudah siap untuk ke rumah fadil, intan


pun masih tidak percaya bahwa intan dan fadil ingin menemui kedua orang tua


fadil untuk membicarakan masalah pernikahan yang fadil ingin kan, intan pun


langsung menghampiri fadil yang sedang menunggu di luar,


“ sudah siap sayang matri kita berangkat “ ucap fadil


“ ya sayang aku sudah siap untuk menemui kedua orang tua mu “


ucap intan


Mereka yang tidak banyak kata lagi langsung menemui kedua


orang tua fadil di rumah, intan yang gemetar untuk menemui orang tua fadil


intan pun bertanya dengan fadil takut akan kedua orang tua fadil marah dengan


intan,


“ aku tidak yakin dengan ini aku takut nanti kedua orang tua


kamu membahas dengan perkataan yang tidak senang “ ucap intan


“ kamu jangn khawatir sayang ku di samping kamu ada aku ada


kita untuk selesaikan masalah ini bersama” ucap fadil


Sesampai nya fadil di rumah kedua orang tua fadil pun sedang


menunggu di ruang makan untuk menemui intan yang ingin datang ke rumah fadil,


fadil pun yang langsung mengajak intan masuk ke rumah fadil, mamah pun langsung


menyapa intan dan makan bersama sejak pagi ayah dan mamah menunggu nya di meja


makan,


“ mamah sudah menunggu kalian loh dari sejak pagi tadi” ucap


mamah


Fadil yang terlihat bingung dengan perkataan mamah berubah


derastis mamah langsung menyiap kan makan untuk keluarga nya sekaligus intan,


fadil yang langsung tutup poin membicara kan masalah nya dengan mamah untuk


membicara kan fadil yang ingin menikahi intan yang fadil sayang dan yang fadil


cintai,


“ mah saya langsung bicarakan saja saya ingin menikahi intan


secepat nya jika mamah tidak setuju dengan perkataan saya aku harap mamah


mengerti dengan keinginan saya” ucap fadil


Mamah yang langsung memotong pembicaraan fadil dan yang


tidak fadil yahu bahwa mamah menyetujui nya fadil menikahi intan sebelum fadil


bicara mamah pun sebelum nya berbicara dengan ayah untuk masalah ini,


“ sebelum kamu berbicara dengan mamah, mamah pun sudah


memikir kan nya bahwa mamah dan ayah menyutujui nya pernikahan kamu dengan


intan “ ucap mamah


Fadil yang sangat tidak percaya bahwa perkataan mamah


barusan fadil pun sangat senang dan intan pun yang mendengar nya tersenyum dan


menangis akan kebahagian nya sekarang fadil dan intan langsung memeluk satu


sama lain di depan kedua orang tua fadil yang saking bahagia nya mereka saat


itu juga, fadil pun dan intan langsung memeluk kedua orang tua fadil dan


berterima kasih atas persetujuan nya dengan intan, mamah pun juga senang


melihat fadil tersenyum dengan mamah, mamah juga bahagia saat fadil memeluk


mamah dan ayah sebelum nya yang mamah rasakan sejak fadil berumur sangat kecil


,


“ kalau begitu saya dan intan akan membicarakan nya kepada


kedua orang tua intan saat kedua orang tua intan pulang bekerja “ ucap fadil


“ saya sangat senang sekali dengan perkataan mamah barusan


aku tidak menyangka bahwa mamah sangat sayang dengan aku, yang jelas aku sangat


mencintai menyayangi mamah terus aku beruntung mempunyai orang tua yang sayang


bangat dengan aku, terima kasih mamah “ ucap fadil


Intan pun langsung memeluk erat mamah dan berkata akan


selalu berjuang dengan fadil  walaupun ke


adaan nya intan sekarang rasakan, mamah yang langsung mengajak intan dan fadil


untuk makan bersama ayah pun yang terdiam saja san tersenyum dengan kebaikan


mamah untuk fadil,


“ mamah aku sangat mencintai fadil dengan tulus dan aku juga


akan selalu bertahan untuk pernikahan ini dengan fadil “ ucap intan


“ mamah harap juga sama dengan kamu pernikahan itu bukan

__ADS_1


sekedar cinta dan sayang saja “ ucap mamah


__ADS_2