MELDI

MELDI
meldi


__ADS_3

Part 22


“ sayang, aku pulang dulu ya takut adik aku panas nya naik


lagi” ucap fadil


“  ya sudah tidak apa


– apa sayang, kalau ada apa langsung hubungi aku ya sayang” ucap intan


Fadil yang sudah menutup pembicaraan mamah langsung menemui


intan bahwa fadil takut akan putra naik lagi demam nya,fadil yang langsung


beranjak pergi untuk menemui mamah di rumah dan pamit juga  dengan intan,


“ hati – hati ya sayang” mucap intan


“ ya mungkin besok aku kesini lagi untuk menemui mu sayang”


ucap fadil


Tiba nya fadil di rumah fadil langsung bicara kan soal


putra  adik fadil yang takut akan putra


demam ladi panas nya,


“ ada apa dengan putra mah apa putra panas nya naik lagi “


ucap fadil


“ tidak nak, adik mu baik – baik saja, ada yang harus mamah


bicara kan pada kamu soal intan “ ucap mamah


Fadil yang sudah sampai rumah tiba -  tiba mamah bicara kan soal intan yang


memiliki penyakit yang di mana mamah tidak ingin fadil dekat dengan intan,


fadil pun yang mendengar pembicaraan mamah soal intan fadil pun marah dengan


mamah,


“ saya kira putra naik lagi demam nya maka dari itu saya


langsung pulang, ternyata soal intan “ ucap fadil


“ mamah tidak ingin jika kamu menikahi intan kamu ga akan


lama “ ucap mamah


Fadil yang dengar ucapan mamah langsung terdiam apa maksud


mamah barusan menikahi intan yang tidak lama, mamah yang berbicara seperti itu


takut akan fadil suatu saat akan menikahi nya dan sekarang mamah tidak


mengetahui bahwa fadil masuk kerja dan yang masuk kan fadil kerja adalah ortang


tua intan,


“ aku sekarang sudah dapat penghasilan yang di mana orang


tua intan sudah memberikan aku pekerjaan “ ucap fadil


“ apa maksud kamu, kamu juga bisa masuk di kantor ayah mu,


tidak perlu kamu kesana kemari” ucap  mama


Mamah yang sudah tahu oleh fadil bahwa fadil sudah kerja


masuk oleh papah nya intan, mamah yang tidak memikir kan soal itu mamah pun


marah besar dengan fadil yang di mana


fadil tidak menuruti apa kata mamah, fadil juga yang sudah sayang dengan intan


fadil tidak ingin hubungan mereka berakhir,


“ sudah saya ingin ke kamar ingin istirahat saya lelah” ucap


fadil


“ fadil dengar kan mamah dulu bicara, ini demi kebaik kan kamu


nak”  ucap mamah


Fadil yang memikirkan soal mamah barusan fadil yang tidak


ingin memutus kan hubungan nya dengan intan, dengan ada nya intan juga fadil


bisa memikirkan bagai mana berjuang dan terus maju agar sukses di masa yang


akan datang , intan juga yang sudah ajarkan fadil untuk lebih bersabar, hari


pun yang sudah mulai malam intan hubungi fadil membicarakan soal putra sakit


atau tidak,


“ sayang kamu tidak hubungi aku, aku sudah menunggu


kamu  loh” ucap intan


“ ya sayang maaf, lagi  pula putra tidak apa – apa ko putra sehat sudah baik kan juga” ucap


fadil


Intan yang hubungi fadil menanya kan soal putra, fadil yang


tidak beri tahu soal mamah yang tidak ingin fadil dekat dengan intan fadil pun


langsung heran kenapa mamah bisa memikirkan seperti itu dengan intan,


“ harus kamu tahu, andai kan saja aku dapat memutar waktu,


aku pasti merubah semua dan aku pasti akan berusaha sekeras mungkin untuk tidak


mengecewakan mu” ucap fadil


“ maksud kamu” ucap intan


Fadil menangis mendengar perkataan mamah untuk menjauhi


intan fadil yang keras tidak akan meninggal kan intan yang selama ini sudah


membantu fadil untuk bisa bangun dan menuju kesuksesan, fadil juga tidak ingin


memberitahu bahwa orang tua fadil tidak setuju dengan hubungan nya, fadil


mengatakan yang membuat hati intan bertanya – Tanya apa dari maksud fadil


bicarakan,


“ sudah lupakan biar waktu yang jawab “ ucap fadil

__ADS_1


“ maksud kamu apa  sayang, aku tidak mengerti” ucap intan


“ ya sayang, aku selalu ada di samping kamu bersamamu sampai


ada di antara kita yang memisah kan “ ucap fadil


Intan yang semakin bingung dengan perkataan fadil terus


bertanya apa maksud dari semua yang fadil katakan, fadil pun yang hanya bisa


mengungkap kan lewat kata yang di mana fadil rasakan adalah cinta yang tulus


dan sayang yang membuat fadil selalu terpana oleh intan,


“ apa pun yang sedang kamu mikirkan aku akan selalu ada


untuk kamu, walau bintang yang kita capai itu tidak mungkin tapi ingat lah kita


bisa apa yang kita jalan kan pasti tercapai” ucap intan


“ ya sayang ku, doa kan saja aku bisa selesaikan masalah dan


memenuhi apa yang kita tuju” ucap fadil


“ ya sayang sudah sana istirahat mungkin besok saja kamu


ceritakan semua apa yang kamu rasakaan saat ini kamu juga pasti tahu apa dari


ketentuan kita “ ucap intan


fadil pun yang dengar bingung akan semua ini apa fadil harus


mengucapkan nya dengan intan atau tidak, yang fadil takut kan akan sakit hati


nya dan takut bagai mana jadi nya jika fadil  kata kan oleh intan, fadil yang hanya menjawab dan menuruti saja apa


yang dari ketentuan nya pada intan adalah kejujuran,


“ ya sayang,” ucap fadil


 “ ya sudah tutup


langsung istirahat, jangan lupa pulang kerja ke rumah dulu untuk selesaikan “


ucap intan


Fadil pun beranjak untuk bersih – bersih setelah hubungi


intan setelah itu tidur untuk besok pagi berangkat keja, yang di mana mamah


sedang memikirkan fadil untuk sudahi hubungan fadil dengan intan, dan pagi yang


sudah tiba fadil yang seperti biasa solat subuh dan bangun kan kedua orang tua


nya mamah pun yang sudah bangun di bangun kan oleh fadil mamah beranjak untuk


memasak menyiap kan sarapan untuk keluarga nya, fadil yang sudah menunaikan


solat nya dan bersiap – siap untuk kerja mamah langsung membicarakan soal yang


kemarin tentang masalah intan,


“ apa kamu sudah bicara dengan intan nak” ucap mamah


Fadil yang terdiam melihat mamah yang tidak ingin hubungan


fadil dan intan sejauh mungkin, dan waktu yang sudah menunjukan yang di mana


fadil harus berangkat, fadil pun langsung pergi tanpa sarapan yang telah mamah


siap kan untuk fadil ayah dan putra,


belum jawab pertanyaan mamah” ucap mamah


Mamah yang sudah tahu dengan fadil bahwa fadil berangkat


untuk bekerja yang di mana fadil tanpa pamit dengan mamah, ayah pun yang


langsung duduk di meja makan bertanya dengan mamah,


“ ada apa si pagi – pagi sudah teriak – teriak “ ucap ayah


“ anak mu tidak mendengarkan aku ngomong” ucap mamah


“ apa kamu sudah berbicara  pada fadil sampai hati nya terluka” ucap ayah


Mamah yang terdiam berbicara tentang intan sampai – sampai


fadil hati nya guncang dan bingung, mamah pun yang menghirau kan perkataan ayah


langsung sarapan bersama, fadil yang sedang di perjalanan ingin kerja fadil


masih memikirkan ucapan mamah kemarin fadil yang di sisi lain harus memilih


orang tua atau intan, mamah yang sudah melahirkan fadil yang sudah merawat


fadil dari sisi lain juga intan baik sudah menolong fadil sudah memberikan


pekerjaan, fadil pun yang sudah sampai tempat kerja nya intan hubungi fadil,


“ sayang kamu sudah sampai tempat kerjaan” ucap intan


“ sudah sayang ini juga mau masuk ke tempat kerjaan ko,


nanti aku pulang langsung hubungi kamu lagi” ucap fadil


“ ya sayang ku, sudah sana kerja hati – hati dan semangat


bekerja nya “ ucap intan


Waktu pun berlalu sore sudah tiba yang di mana fadil sudah


pulang bekerja intan yang sudah menunggu fadil di rumah fadil pun langsung


berangkat pergi menuju rumah intan, mamah pun juga yang sedang menunggu fadil pulang


tidak ingin anak nya dekat dengan intan karena alasan tertentu yang fadil sudah


ketahui, mamah yang langsung hubungi fadil di perjalanan fadil menerima mamah


yang hubungi fadil pun yang tidak ingin angkat menghiraukan dan menuju rumah


intan, intan yang sudah menunggu nfadil untuk pulang fadil langsung membawa


intan keluar dengan alasan pada orang tua nya ingin membeli cemilan,


“ kamu sudah sampai juga sayang “ ucap intan


“ ya sayang, apa kamu ingin keluar dengan aku “ ucap


fadil


“ tentu saja, aku siap – siap dulu ya” ucap intan


Intan pun yang sudah siap untuk pergi dengan fadil intan pun

__ADS_1


dan fadil pamit dengan orang tua nya intan, tiba – tiba mamah dan ayah fadil


bertemu dengan fadil dan intan di perjalanan mamah yang raut wajah nya terlihat


marah dengan fadil langsung menghampiri fadil dan intan,


“ kamu mau kemana mamah sudah katakana pada kamu apa kamu


tidak mendengarkan mamah” ucap mamah


“ apa yang sudah mamah katakana tidak merubah keinginan aku


“ ucap fadil


Fadil yang langsung pergi dengan intan ayah pun langsung


menenangkan hati mamah yang sangat emosi pada fadil, ayah pun langsung membawa


mamah pulang untuk di bicarakan baik – baik dengan fadil, fadil pun yang


langsung pergi meninggal kan ayah dan mamah intan bertanya pada fadil apa


maksud dari perkataan mamah dan fadil,


“ apa kamu ada masalah dengan orang tua mu lagi fadil “ ucap


intan


“ nanti saja kita bicarakan nya ya sayang “ ucap fadil


Tiba nya di tempat yang di mana fadil ajak intan untuk


bicara fadil pun langsung bicarakan soal pertengkaran dengan mamah, fadil yang


ragu akan mengatakan nya pada intan tapi harus  fadil katakana,


“ kamu ingin makan apa aku pesan dahulu baru kita bicara kan


nya” ucap intan


Intan yang sudah mesan makanan untuk fadil dan intan, fadil


pun bingung untuk mengungkapkan nya dari mana harus fadil awali dari kata yang


di mana tidak menyakiti hati intan, makanan yang di pesan intan sudah sedia


fadil dan intan yang menyantap makanan,


“  makan saja dulu


baru bicara nya” ucap intan


“ ya sayang “ ucap fadil


Setelah intan dan fadil selesai makan intan pun langsung


bicara pada fadil, yang di mana intan dan fadil bertemu dengan ayah dan mamah


di jalan sampai suara yang sangat lantang,


“ ada apa dengan kamu sayang sampai – sampai kamu bicara


seperti itu dengan orang tua kamu, aku tidak ingin kamu berbicara seperti itu


takut akan orang tua kamu bahwa aku yang menghasut kamu “ ucap intan


“ bukan itu masalah nya sayang” ucap fadil


Fadil yang ragu untuk bicara dengan intan, fadil pun tidak


ada alasan untuk berbohong lagi dengan intan masalah yang fadil hadapi untuk


masa depan yang di mana masalah itu menyangkut dengan intan, masa depan yang di


mana fadil dan intan mulai tumbuh untuk menikah,


“ sayang, apa yang kita lakukan adalah hal yang di mana kita


mulai awalan cerita cinta kita namun bukan berarti berjalan dengan mulus ada


sedikit demi sedikit masalah yang kita hadapi bukan berarti juga kita berhenti


kita juga harus menempuh nya” ucap fadil


“ lalu masalah apa yang kita hadapi sekarang “ ucap intan


“ orang tua aku tidak ingin kita menjalin hubungan ini aku


tidak tahu apa dari maksud nya” ucap fadil


Intan yang dengar langsung dari kata – kata fadil intan pun


menangis intan heran ada apa sebenar nya apa karena penyakit yang intan derita sampai


– sampai orang tua fadil tidak menyutujui nya, intan terdiam langsung bertanya


pada fadil,


“ apa karena penyakit aku” ucap intan


“ tidak sayang bukan itu mamah aku maksud” ucap fadil


Fadil yang terus mengelak bahwa fadil tidak ingin terus


menerus membuat intan sedih, fadil yang melihat intan menangis pun tak kuasa


untuk menahan air mata intan yang berjatuhan hati intan yang sedih mendengar


perkataan fadil intan pun mengira bahwa tidak ada lagi luang untuk membuka hati


orang tua fadil untuk intan,


“ sudah aku tidak ingin mendengar perkataan kamu lagi, antar


aku sekarang pulang lalu terserah kamu hubungan kita lanjut atau bagai mana”


ucap intan


“ kamu yang beri aku nasehat secara terus menerus agar aku


terus kuat dan selalu semangat menjalani hidup, tapi apa daya kamu sendiri yang


mengucap kan kamu sendiri yang lakukan, kita hadapi masalah nya jangan kamu


pendam sendiri “  ucap fadil


Fadil yang langsung mendekat dengan intan memeluk intan


dengan erat mengusap air mata intan memberikan semangat agar bisa menembus


semua perjalanan yang awal merak tempuh


“ dengar kan aku, kita jalani bersama ini baru awal


perjalanan cinta kita kita tempu semua masalah yang kita hadapi kamu percaya

__ADS_1


kan dengan aku” ucap fadil


“ tapi orang tua mu tidak setuju dengan aku “ ucap intan


__ADS_2