
Part 22
“ sayang, aku pulang dulu ya takut adik aku panas nya naik
lagi” ucap fadil
“ ya sudah tidak apa
– apa sayang, kalau ada apa langsung hubungi aku ya sayang” ucap intan
Fadil yang sudah menutup pembicaraan mamah langsung menemui
intan bahwa fadil takut akan putra naik lagi demam nya,fadil yang langsung
beranjak pergi untuk menemui mamah di rumah dan pamit juga dengan intan,
“ hati – hati ya sayang” mucap intan
“ ya mungkin besok aku kesini lagi untuk menemui mu sayang”
ucap fadil
Tiba nya fadil di rumah fadil langsung bicara kan soal
putra adik fadil yang takut akan putra
demam ladi panas nya,
“ ada apa dengan putra mah apa putra panas nya naik lagi “
ucap fadil
“ tidak nak, adik mu baik – baik saja, ada yang harus mamah
bicara kan pada kamu soal intan “ ucap mamah
Fadil yang sudah sampai rumah tiba - tiba mamah bicara kan soal intan yang
memiliki penyakit yang di mana mamah tidak ingin fadil dekat dengan intan,
fadil pun yang mendengar pembicaraan mamah soal intan fadil pun marah dengan
mamah,
“ saya kira putra naik lagi demam nya maka dari itu saya
langsung pulang, ternyata soal intan “ ucap fadil
“ mamah tidak ingin jika kamu menikahi intan kamu ga akan
lama “ ucap mamah
Fadil yang dengar ucapan mamah langsung terdiam apa maksud
mamah barusan menikahi intan yang tidak lama, mamah yang berbicara seperti itu
takut akan fadil suatu saat akan menikahi nya dan sekarang mamah tidak
mengetahui bahwa fadil masuk kerja dan yang masuk kan fadil kerja adalah ortang
tua intan,
“ aku sekarang sudah dapat penghasilan yang di mana orang
tua intan sudah memberikan aku pekerjaan “ ucap fadil
“ apa maksud kamu, kamu juga bisa masuk di kantor ayah mu,
tidak perlu kamu kesana kemari” ucap mama
Mamah yang sudah tahu oleh fadil bahwa fadil sudah kerja
masuk oleh papah nya intan, mamah yang tidak memikir kan soal itu mamah pun
marah besar dengan fadil yang di mana
fadil tidak menuruti apa kata mamah, fadil juga yang sudah sayang dengan intan
fadil tidak ingin hubungan mereka berakhir,
“ sudah saya ingin ke kamar ingin istirahat saya lelah” ucap
fadil
“ fadil dengar kan mamah dulu bicara, ini demi kebaik kan kamu
nak” ucap mamah
Fadil yang memikirkan soal mamah barusan fadil yang tidak
ingin memutus kan hubungan nya dengan intan, dengan ada nya intan juga fadil
bisa memikirkan bagai mana berjuang dan terus maju agar sukses di masa yang
akan datang , intan juga yang sudah ajarkan fadil untuk lebih bersabar, hari
pun yang sudah mulai malam intan hubungi fadil membicarakan soal putra sakit
atau tidak,
“ sayang kamu tidak hubungi aku, aku sudah menunggu
kamu loh” ucap intan
“ ya sayang maaf, lagi pula putra tidak apa – apa ko putra sehat sudah baik kan juga” ucap
fadil
Intan yang hubungi fadil menanya kan soal putra, fadil yang
tidak beri tahu soal mamah yang tidak ingin fadil dekat dengan intan fadil pun
langsung heran kenapa mamah bisa memikirkan seperti itu dengan intan,
“ harus kamu tahu, andai kan saja aku dapat memutar waktu,
aku pasti merubah semua dan aku pasti akan berusaha sekeras mungkin untuk tidak
mengecewakan mu” ucap fadil
“ maksud kamu” ucap intan
Fadil menangis mendengar perkataan mamah untuk menjauhi
intan fadil yang keras tidak akan meninggal kan intan yang selama ini sudah
membantu fadil untuk bisa bangun dan menuju kesuksesan, fadil juga tidak ingin
memberitahu bahwa orang tua fadil tidak setuju dengan hubungan nya, fadil
mengatakan yang membuat hati intan bertanya – Tanya apa dari maksud fadil
bicarakan,
“ sudah lupakan biar waktu yang jawab “ ucap fadil
__ADS_1
“ maksud kamu apa sayang, aku tidak mengerti” ucap intan
“ ya sayang, aku selalu ada di samping kamu bersamamu sampai
ada di antara kita yang memisah kan “ ucap fadil
Intan yang semakin bingung dengan perkataan fadil terus
bertanya apa maksud dari semua yang fadil katakan, fadil pun yang hanya bisa
mengungkap kan lewat kata yang di mana fadil rasakan adalah cinta yang tulus
dan sayang yang membuat fadil selalu terpana oleh intan,
“ apa pun yang sedang kamu mikirkan aku akan selalu ada
untuk kamu, walau bintang yang kita capai itu tidak mungkin tapi ingat lah kita
bisa apa yang kita jalan kan pasti tercapai” ucap intan
“ ya sayang ku, doa kan saja aku bisa selesaikan masalah dan
memenuhi apa yang kita tuju” ucap fadil
“ ya sayang sudah sana istirahat mungkin besok saja kamu
ceritakan semua apa yang kamu rasakaan saat ini kamu juga pasti tahu apa dari
ketentuan kita “ ucap intan
fadil pun yang dengar bingung akan semua ini apa fadil harus
mengucapkan nya dengan intan atau tidak, yang fadil takut kan akan sakit hati
nya dan takut bagai mana jadi nya jika fadil kata kan oleh intan, fadil yang hanya menjawab dan menuruti saja apa
yang dari ketentuan nya pada intan adalah kejujuran,
“ ya sayang,” ucap fadil
“ ya sudah tutup
langsung istirahat, jangan lupa pulang kerja ke rumah dulu untuk selesaikan “
ucap intan
Fadil pun beranjak untuk bersih – bersih setelah hubungi
intan setelah itu tidur untuk besok pagi berangkat keja, yang di mana mamah
sedang memikirkan fadil untuk sudahi hubungan fadil dengan intan, dan pagi yang
sudah tiba fadil yang seperti biasa solat subuh dan bangun kan kedua orang tua
nya mamah pun yang sudah bangun di bangun kan oleh fadil mamah beranjak untuk
memasak menyiap kan sarapan untuk keluarga nya, fadil yang sudah menunaikan
solat nya dan bersiap – siap untuk kerja mamah langsung membicarakan soal yang
kemarin tentang masalah intan,
“ apa kamu sudah bicara dengan intan nak” ucap mamah
Fadil yang terdiam melihat mamah yang tidak ingin hubungan
fadil dan intan sejauh mungkin, dan waktu yang sudah menunjukan yang di mana
fadil harus berangkat, fadil pun langsung pergi tanpa sarapan yang telah mamah
siap kan untuk fadil ayah dan putra,
belum jawab pertanyaan mamah” ucap mamah
Mamah yang sudah tahu dengan fadil bahwa fadil berangkat
untuk bekerja yang di mana fadil tanpa pamit dengan mamah, ayah pun yang
langsung duduk di meja makan bertanya dengan mamah,
“ ada apa si pagi – pagi sudah teriak – teriak “ ucap ayah
“ anak mu tidak mendengarkan aku ngomong” ucap mamah
“ apa kamu sudah berbicara pada fadil sampai hati nya terluka” ucap ayah
Mamah yang terdiam berbicara tentang intan sampai – sampai
fadil hati nya guncang dan bingung, mamah pun yang menghirau kan perkataan ayah
langsung sarapan bersama, fadil yang sedang di perjalanan ingin kerja fadil
masih memikirkan ucapan mamah kemarin fadil yang di sisi lain harus memilih
orang tua atau intan, mamah yang sudah melahirkan fadil yang sudah merawat
fadil dari sisi lain juga intan baik sudah menolong fadil sudah memberikan
pekerjaan, fadil pun yang sudah sampai tempat kerja nya intan hubungi fadil,
“ sayang kamu sudah sampai tempat kerjaan” ucap intan
“ sudah sayang ini juga mau masuk ke tempat kerjaan ko,
nanti aku pulang langsung hubungi kamu lagi” ucap fadil
“ ya sayang ku, sudah sana kerja hati – hati dan semangat
bekerja nya “ ucap intan
Waktu pun berlalu sore sudah tiba yang di mana fadil sudah
pulang bekerja intan yang sudah menunggu fadil di rumah fadil pun langsung
berangkat pergi menuju rumah intan, mamah pun juga yang sedang menunggu fadil pulang
tidak ingin anak nya dekat dengan intan karena alasan tertentu yang fadil sudah
ketahui, mamah yang langsung hubungi fadil di perjalanan fadil menerima mamah
yang hubungi fadil pun yang tidak ingin angkat menghiraukan dan menuju rumah
intan, intan yang sudah menunggu nfadil untuk pulang fadil langsung membawa
intan keluar dengan alasan pada orang tua nya ingin membeli cemilan,
“ kamu sudah sampai juga sayang “ ucap intan
“ ya sayang, apa kamu ingin keluar dengan aku “ ucap
fadil
“ tentu saja, aku siap – siap dulu ya” ucap intan
Intan pun yang sudah siap untuk pergi dengan fadil intan pun
__ADS_1
dan fadil pamit dengan orang tua nya intan, tiba – tiba mamah dan ayah fadil
bertemu dengan fadil dan intan di perjalanan mamah yang raut wajah nya terlihat
marah dengan fadil langsung menghampiri fadil dan intan,
“ kamu mau kemana mamah sudah katakana pada kamu apa kamu
tidak mendengarkan mamah” ucap mamah
“ apa yang sudah mamah katakana tidak merubah keinginan aku
“ ucap fadil
Fadil yang langsung pergi dengan intan ayah pun langsung
menenangkan hati mamah yang sangat emosi pada fadil, ayah pun langsung membawa
mamah pulang untuk di bicarakan baik – baik dengan fadil, fadil pun yang
langsung pergi meninggal kan ayah dan mamah intan bertanya pada fadil apa
maksud dari perkataan mamah dan fadil,
“ apa kamu ada masalah dengan orang tua mu lagi fadil “ ucap
intan
“ nanti saja kita bicarakan nya ya sayang “ ucap fadil
Tiba nya di tempat yang di mana fadil ajak intan untuk
bicara fadil pun langsung bicarakan soal pertengkaran dengan mamah, fadil yang
ragu akan mengatakan nya pada intan tapi harus fadil katakana,
“ kamu ingin makan apa aku pesan dahulu baru kita bicara kan
nya” ucap intan
Intan yang sudah mesan makanan untuk fadil dan intan, fadil
pun bingung untuk mengungkapkan nya dari mana harus fadil awali dari kata yang
di mana tidak menyakiti hati intan, makanan yang di pesan intan sudah sedia
fadil dan intan yang menyantap makanan,
“ makan saja dulu
baru bicara nya” ucap intan
“ ya sayang “ ucap fadil
Setelah intan dan fadil selesai makan intan pun langsung
bicara pada fadil, yang di mana intan dan fadil bertemu dengan ayah dan mamah
di jalan sampai suara yang sangat lantang,
“ ada apa dengan kamu sayang sampai – sampai kamu bicara
seperti itu dengan orang tua kamu, aku tidak ingin kamu berbicara seperti itu
takut akan orang tua kamu bahwa aku yang menghasut kamu “ ucap intan
“ bukan itu masalah nya sayang” ucap fadil
Fadil yang ragu untuk bicara dengan intan, fadil pun tidak
ada alasan untuk berbohong lagi dengan intan masalah yang fadil hadapi untuk
masa depan yang di mana masalah itu menyangkut dengan intan, masa depan yang di
mana fadil dan intan mulai tumbuh untuk menikah,
“ sayang, apa yang kita lakukan adalah hal yang di mana kita
mulai awalan cerita cinta kita namun bukan berarti berjalan dengan mulus ada
sedikit demi sedikit masalah yang kita hadapi bukan berarti juga kita berhenti
kita juga harus menempuh nya” ucap fadil
“ lalu masalah apa yang kita hadapi sekarang “ ucap intan
“ orang tua aku tidak ingin kita menjalin hubungan ini aku
tidak tahu apa dari maksud nya” ucap fadil
Intan yang dengar langsung dari kata – kata fadil intan pun
menangis intan heran ada apa sebenar nya apa karena penyakit yang intan derita sampai
– sampai orang tua fadil tidak menyutujui nya, intan terdiam langsung bertanya
pada fadil,
“ apa karena penyakit aku” ucap intan
“ tidak sayang bukan itu mamah aku maksud” ucap fadil
Fadil yang terus mengelak bahwa fadil tidak ingin terus
menerus membuat intan sedih, fadil yang melihat intan menangis pun tak kuasa
untuk menahan air mata intan yang berjatuhan hati intan yang sedih mendengar
perkataan fadil intan pun mengira bahwa tidak ada lagi luang untuk membuka hati
orang tua fadil untuk intan,
“ sudah aku tidak ingin mendengar perkataan kamu lagi, antar
aku sekarang pulang lalu terserah kamu hubungan kita lanjut atau bagai mana”
ucap intan
“ kamu yang beri aku nasehat secara terus menerus agar aku
terus kuat dan selalu semangat menjalani hidup, tapi apa daya kamu sendiri yang
mengucap kan kamu sendiri yang lakukan, kita hadapi masalah nya jangan kamu
pendam sendiri “ ucap fadil
Fadil yang langsung mendekat dengan intan memeluk intan
dengan erat mengusap air mata intan memberikan semangat agar bisa menembus
semua perjalanan yang awal merak tempuh
“ dengar kan aku, kita jalani bersama ini baru awal
perjalanan cinta kita kita tempu semua masalah yang kita hadapi kamu percaya
__ADS_1
kan dengan aku” ucap fadil
“ tapi orang tua mu tidak setuju dengan aku “ ucap intan