
“iya mari kita pulang” ucap intan iya kan perkataan fadil
yang langsung beranjak pulang
“baik sudah sampai di rumah mu intan, aku langsung kembali
pulang ke rumah “ ucap fadil yang sudah tiba di rumah intan Fadil pun langsung
kembali pulang ,
“Dari perkataan intan barusan di tempat makan aku ingin
bekerja dan meminta bantuan pada intan” ucap fadil yang sedang di perjalanan
memikirkan perkataan intan tadi,
Fadil yang sedang di perjalanan memikirkan perkataan intan,
untuk besok ia ingin hubungi intan meminta bantuan intan untuk mencarikan
perkejaan walaupun ijazah tidak ada,
“aku harus berusaha semua ini kesalahan dari diriku sendiri
yang pernah aku perbuat sejak dahulu” ucap fadil yang sudah tiba juga
dikediaman rumahnya,
“apa kamu sudah tidak ingat waktu fadil” ucap mama fadil
yang sedang menunggu di teras rumahnya
“saya setelah pulang acara langsung mengantarkan intan
kerumahnya” ucap fadil
“sudah jangan banyak alasan” ucap mama yang langsung mulai
emosi pada fadil dari sejak siang perkataan mama fadil tidak pernah ia langsung
jawab
“saya ingin beristirahat besok ingin pergi dengan intan”
ucap fadil langsung beranjak ke kamar
Mama bingung harus mengajarkan fadil apa lagi mama yang
langsung duduk di teras depan menahan emosi pada fadil,
“ada apa si mah” ucap ayah yang terbangun dari tidurnya
mendengar mama puspita berbicara dengan fadil dengan suara lantang,
Ayah fadil yang selalu sabar tetapi ayah punya caranya
sendiri menghadapi keluarganya yang sejak awal ayah mengetahui apa masalah
fadil saat itu,
“aku emosi menghadapi anak mu fadil” ucap mama yang masih emosi
“ya sudah kita bicarakan lagi besok” ucap ayah menenangkan
hati mama ,
“apa fadil sudah bangun” ucap mama sedang mempersiapkan
makan pagi untuk keluarganya
“iya, fadil sedang mandi” ucap ayah
mama yang selesai memasak bicara pada ayah
“ apa fadil sudah
__ADS_1
selesai mandi” ucap mama
“ belum “ ucap ayah
mama yang langsung
memanggil Fadil pun dengan suara yang lantang untuk segera kemeja makan
“ fadil kamu sudah selesai mandi” ucap mama
“sudah biarkan saja mungkin fadil belum selesai mandi” ucap ayah
“ya sudah kita mulai sarapan saja” ucap mama
Fadil yang masih di kamar ditunggu oleh ayah dan mama untuk
segera sarapan,
“apa aku hubungi intan terlebih dahulu ya” ucap fadil duduk
di tempat tidur yang ingin hubungi intan
“halo, intan” ucap fadil hubungi intan
“apa kamu sudah memikirkan nya fadil” ucap intan yang tau
apa maksud fadil hubungi nya
“nanti saja kita ketemu di tempat sebelum kita pulang” ucap
intan
“iya, baik” ucap fadil yang langsung menutup pembicaraan
intan dan turun dari kamarnya beranjak kemeja makan
Ayah mama yang sudah menunggu fadil di meja makan menyuruh
fadil sarapan
“ambil tempat makan kamu biar mama yang ambilkan nasi dan lauknya”
“biarkan saja biar aku saja yang ambil sendiri” ucap fadil
“fadil kamu hari ini ingin keluar rumah” ucap ayah mau
mengajak fadil keluar dan membicarakan tentang sekolah fadil
“saya hari ini ingin
pergi dengan intan” ucap fadil
“oh baik, jangan pulang larut malam” ucap ayah
Fadil yang selesai makan langsung siap – siap untuk beranjak
pergi bertemu intan di tempat yang semalam ia datangi
“ aku kira fadil sudah datang,baik lah aku pesan minum
dahulu sekalian menunggu fadil datang “ ucap intan yang sudah datang di tempat
di mana ia semalam datangi
“intan, kamu sudah lama menungguku” ucap fadil yang baru
saja tiba
“baru saja tiba
langsung aku pesan minuman, kamu ingin minum apa” ucap intan menawarkan minuman
“mungkin aku sudah beberapa kalinya meminta bantuan denganmu
intan” ucap fadil yang langsung tutup poin ingin meminta pekerjaan pada ayahnya
__ADS_1
“apa yang bisa aku bantu” ucap intan
“aku ingin bekerja untuk keperluanku sehari – hari “ ucap
fadil yang tidak menceritakan tentang masalahnya
“aku tau kamu sedang ada masalah, ucapkan saja barang kali
aku bisa lebih bantu kamu fadil” ucap intan memancing fadil untuk agak terbuka
dengannya
Fadil yang merasa intan adalah orang yang paling ia kenal
dan paling ia percaya bahwa intan benar – benar bisa menjaga rahasia ini
“jujur intan aku sedang ada masalah di sekolah” ucap fadil
yang mulai membicarakan masalahnya
“lalu” ucap intan mendengarkan perkataan fadil
“waktu kita masih duduk di kelas 2 SMA aku sering membelikan
apa saja dengan teman – teman inginkan” ucap fadil dikit demi sedikit ia
lontarkan depan intan
“ya aku sudah tau” ucap intan
“uang itu untuk membayar tagihan sekolah, sampai kita lulus
uang yang di berikan ayah pada aku selalu aku buat foya - foya teman – teman yang
pada saat kelulusan aku dibicarakan pada guru untuk melunasi keuangan sekolah
yang pada akhirnya sebagai jaminan ijazahku “ ucap fadil menceritakan semua
masalah ia di sekolah
“apa aku kira itu uang tabunganmu fadil” ucap intan yang
kaget mendengarnya
“lalu orang tuamu mengetahuinya tentang hal ini fadil” ucap
intan melanjutkan perkataanya
“tidak, aku bertemu denganmu untuk membantuku carikan
pekerjaan untuk melunasi sekolah” ucap fadil
“aku tidak habis pikir kamu bisa seperti itu” ucap intan yang
emosi dan juga kecewa pada fadil
“aku menyesal dengan apa yang sudah aku perbuat” ucap fadil
yang kecewa dengan perbuatan nya dan menangis di hadapan intan
Intan Pun yang mendengar cerita fadil ikut kesal dengan apa
fadil perbuat, lalu intan yang melihat fadil menangis di hadapan nya mendekat
pada fadil dan memeluk fadil dengan erat
“ ya sudah nanti aku bicarakan pada papah ku fadil, semoga
kamu diterima di pabrik papah ku” ucap intan
“tetapi untuk saat ini aku tidak ada data – data yang harus
papah mu terima” ucap fadil yang senang
mendengarnya intan membantunya
__ADS_1
“itu nanti aku urus, kamu tunggu saja kabar baiknya” ucap
intan yang akan merencanakan untuk fadil diterima di pabrik papah nya intan.