MELDI

MELDI
HATI YANG DULU TELAH KEMBALI


__ADS_3

“iya mari kita pulang” ucap intan iya kan perkataan fadil


yang langsung beranjak pulang


“baik sudah sampai di rumah mu intan, aku langsung kembali


pulang ke rumah “ ucap fadil yang sudah tiba di rumah intan Fadil pun langsung


kembali pulang ,


“Dari perkataan intan barusan di tempat makan aku ingin


bekerja dan meminta bantuan pada intan” ucap fadil yang sedang di perjalanan


memikirkan perkataan intan tadi,


Fadil yang sedang di perjalanan memikirkan perkataan intan,


untuk besok ia ingin hubungi intan meminta bantuan intan untuk mencarikan


perkejaan walaupun ijazah tidak ada,


“aku harus berusaha semua ini kesalahan dari diriku sendiri


yang pernah aku perbuat sejak dahulu” ucap fadil yang sudah tiba juga


dikediaman rumahnya,


“apa kamu sudah tidak ingat waktu fadil” ucap mama fadil


yang sedang menunggu di teras rumahnya


“saya setelah pulang acara langsung mengantarkan intan


kerumahnya” ucap fadil


“sudah jangan banyak alasan” ucap mama yang langsung mulai


emosi pada fadil dari sejak siang perkataan mama fadil tidak pernah ia langsung


jawab


“saya ingin beristirahat besok ingin pergi dengan intan”


ucap fadil langsung beranjak ke kamar


Mama bingung harus mengajarkan fadil apa lagi mama yang


langsung duduk di teras depan menahan emosi pada fadil,


“ada apa si mah” ucap ayah yang terbangun dari tidurnya


mendengar mama puspita berbicara dengan fadil dengan suara lantang,


Ayah fadil yang selalu sabar tetapi ayah punya caranya


sendiri menghadapi keluarganya yang sejak awal ayah mengetahui apa masalah


fadil saat itu,


“aku emosi menghadapi anak mu fadil” ucap mama yang masih emosi


“ya sudah kita bicarakan lagi besok” ucap ayah menenangkan


hati mama ,


“apa fadil sudah bangun” ucap mama sedang mempersiapkan


makan pagi untuk keluarganya


“iya, fadil sedang mandi” ucap ayah


mama yang selesai memasak bicara pada ayah


 “ apa fadil sudah

__ADS_1


selesai mandi” ucap mama


“ belum “ ucap ayah


 mama yang langsung


memanggil Fadil pun dengan suara yang lantang untuk segera kemeja makan


“ fadil kamu sudah selesai mandi” ucap mama


“sudah biarkan saja mungkin fadil belum  selesai mandi” ucap ayah


“ya sudah kita mulai sarapan saja” ucap mama


Fadil yang masih di kamar ditunggu oleh ayah dan mama untuk


segera sarapan,


“apa aku hubungi intan terlebih dahulu ya” ucap fadil duduk


di tempat tidur yang ingin hubungi intan


“halo, intan” ucap fadil hubungi intan


“apa kamu sudah memikirkan nya fadil” ucap intan yang tau


apa maksud fadil hubungi nya


“nanti saja kita ketemu di tempat sebelum kita pulang” ucap


intan


“iya, baik” ucap fadil yang langsung menutup pembicaraan


intan dan turun dari kamarnya beranjak kemeja makan


Ayah mama yang sudah menunggu fadil di meja makan menyuruh


fadil sarapan


“ambil tempat makan kamu biar mama yang ambilkan nasi dan lauknya”


“biarkan saja biar aku saja yang ambil sendiri” ucap fadil


“fadil kamu hari ini ingin keluar rumah” ucap ayah mau


mengajak fadil keluar dan membicarakan tentang sekolah fadil


“saya  hari ini ingin


pergi dengan intan” ucap fadil


“oh baik, jangan pulang larut malam” ucap ayah


Fadil yang selesai makan langsung siap – siap untuk beranjak


pergi bertemu intan di tempat yang semalam ia datangi


“ aku kira fadil sudah datang,baik lah aku pesan minum


dahulu sekalian menunggu fadil datang “ ucap intan yang sudah datang di tempat


di mana ia semalam datangi


“intan, kamu sudah lama menungguku” ucap fadil yang baru


saja tiba


“baru  saja tiba


langsung aku pesan minuman, kamu ingin minum apa” ucap intan menawarkan minuman


“mungkin aku sudah beberapa kalinya meminta bantuan denganmu


intan” ucap fadil yang langsung tutup poin ingin meminta  pekerjaan pada ayahnya

__ADS_1


“apa yang bisa aku bantu” ucap intan


“aku ingin bekerja untuk keperluanku sehari – hari “ ucap


fadil yang tidak menceritakan tentang masalahnya


“aku tau kamu sedang ada masalah, ucapkan saja barang kali


aku bisa lebih bantu kamu fadil” ucap intan memancing fadil untuk agak terbuka


dengannya


Fadil yang merasa intan adalah orang yang paling ia kenal


dan paling ia percaya bahwa intan benar – benar bisa menjaga rahasia ini


“jujur intan aku sedang ada masalah di sekolah” ucap fadil


yang mulai membicarakan masalahnya


“lalu” ucap intan mendengarkan perkataan fadil


“waktu kita masih duduk di kelas 2 SMA aku sering membelikan


apa saja dengan teman – teman inginkan” ucap fadil dikit demi sedikit ia


lontarkan depan intan


“ya aku sudah tau” ucap intan


“uang itu untuk membayar tagihan sekolah, sampai kita lulus


uang yang di berikan ayah pada aku selalu aku buat foya - foya teman – teman yang


pada saat kelulusan aku dibicarakan pada guru untuk melunasi keuangan sekolah


yang pada akhirnya sebagai jaminan ijazahku “ ucap fadil menceritakan semua


masalah ia di sekolah


“apa aku kira itu uang tabunganmu fadil” ucap intan yang


kaget mendengarnya


“lalu orang tuamu mengetahuinya tentang hal ini fadil” ucap


intan melanjutkan perkataanya


“tidak, aku bertemu denganmu untuk membantuku carikan


pekerjaan untuk melunasi sekolah” ucap fadil


“aku tidak habis pikir kamu bisa seperti itu” ucap intan yang


emosi dan juga kecewa pada fadil


“aku menyesal dengan apa yang sudah aku perbuat” ucap fadil


yang kecewa dengan perbuatan nya dan menangis di hadapan intan


Intan Pun yang mendengar cerita fadil ikut kesal dengan apa


fadil perbuat, lalu intan yang melihat fadil menangis di hadapan nya mendekat


pada fadil dan memeluk fadil dengan erat


“ ya sudah nanti aku bicarakan pada papah ku fadil, semoga


kamu diterima di pabrik papah ku” ucap intan


“tetapi untuk saat ini aku tidak ada data – data yang harus


papah mu terima”  ucap fadil yang senang


mendengarnya intan membantunya

__ADS_1


“itu nanti aku urus, kamu tunggu saja kabar baiknya” ucap


intan yang akan merencanakan untuk fadil diterima di pabrik papah nya intan.


__ADS_2