
“ sudah sayang ini juga mau masuk ke tempat kerjaan ko,
nanti aku pulang langsung hubungi kamu lagi” ucap fadil
“ ya sayang ku, sudah sana kerja hati – hati dan semangat
bekerja nya “ ucap intan
Waktu pun berlalu sore sudah tiba yang di mana fadil sudah
pulang bekerja intan yang sudah menunggu fadil di rumah fadil pun langsung berangkat
pergi menuju rumah intan, mamah pun juga yang sedang menunggu fadil pulang
tidak ingin anak nya dekat dengan intan karena alasan tertentu yang fadil sudah
ketahui, mamah yang langsung hubungi fadil di perjalanan fadil menerima mamah
yang hubungi fadil pun yang tidak ingin angkat menghiraukan dan menuju rumah intan,
intan yang sudah menunggu fadil untuk pulang fadil langsung membawa intan
keluar dengan alasan pada orang tua nya ingin membeli makanan
“ kamu sudah sampai juga sayang “ ucap intan
“ ya sayang, apa kamu ingin keluar dengan aku “ ucap
fadil
“ tentu saja, aku siap – siap dulu ya” ucap intan
Intan pun yang sudah siap untuk pergi dengan fadil intan pun
dan fadil pamit dengan orang tua nya intan, tiba – tiba mamah dan ayah fadil
bertemu dengan fadil dan intan di perjalanan mamah yang raut wajah nya terlihat
marah dengan fadil langsung menghampiri fadil dan intan,
“ kamu mau ke mana mamah sudah katakana pada kamu apa kamu
tidak mendengarkan mamah” ucap mamah
“ apa yang sudah mamah katakana tidak merubah keinginan aku
“ ucap fadil
Fadil yang langsung pergi dengan intan ayah pun langsung
menenangkan hati mamah yang sangat emosi pada fadil, ayah pun langsung membawa
mamah pulang untuk di bicarakan baik – baik dengan fadil, fadil pun yang langsung
__ADS_1
pergi meninggal kan ayah dan mamah intan bertanya pada fadil apa maksud dari
perkataan mamah dan fadil,
“ apa kamu ada masalah dengan orang tua mu lagi fadil “ ucap
intan
“ nanti saja kita bicarakan nya ya sayang “ ucap fadil
Tiba nya di tempat yang di mana fadil ajak intan untuk
bicara fadil pun langsung bicarakan soal pertengkaran dengan mamah, fadil yang
ragu akan mengatakan nya pada intan tapi harus fadil katakana,
“ kamu ingin makan apa aku pesan dahulu baru kita bicara kan
nya” ucap intan
Intan yang sudah mesan makanan untuk fadil dan intan, fadil
pun bingung untuk mengungkapkan nya dari mana harus fadil awali dari kata yang
di mana tidak menyakiti hati intan, makanan yang di pesan intan sudah sedia
fadil dan intan yang menyantap makanan,
“ makan saja dulu
“ ya sayang “ ucap fadil
Setelah intan dan fadil selesai makan intan pun langsung
bicara pada fadil, yang di mana intan dan fadil bertemu dengan ayah dan mamah
di jalan sampai suara yang sangat lantang,
“ ada apa dengan kamu sayang sampai – sampai kamu bicara
seperti itu dengan orang tua kamu, aku tidak ingin kamu berbicara seperti itu
takut akan orang tua kamu bahwa aku yang menghasut kamu “ ucap intan
“ bukan itu masalah nya sayang” ucap fadil
Fadil yang ragu untuk bicara dengan intan, fadil pun tidak
ada alasan untuk berbohong lagi dengan intan masalah yang fadil hadapi untuk
masa depan yang di mana masalah itu menyangkut dengan intan, masa depan yang di
mana fadil dan intan mulai tumbuh untuk menikah,
__ADS_1
“ sayang, apa yang kita lakukan adalah hal yang di mana kita
mulai awalan cerita cinta kita namun bukan berarti berjalan dengan mulus ada
sedikit demi sedikit masalah yang kita hadapi bukan berarti juga kita berhenti
kita juga harus menempuh nya” ucap fadil
“ lalu masalah apa yang kita hadapi sekarang “ ucap intan
“ orang tua aku tidak ingin kita menjalin hubungan ini aku
tidak tahu apa dari maksud nya” ucap fadil
Intan yang dengar langsung dari kata – kata fadil intan pun
menangis intan heran ada apa sebenar nya apa karena penyakit yang intan derita
sampai – sampai orang tua fadil tidak setujui nya, intan terdiam langsung
bertanya pada fadil,
“ apa karena penyakit aku” ucap intan
“ tidak sayang bukan itu mamah aku maksud” ucap fadil
Fadil yang terus mengelak bahwa fadil tidak ingin terus
menerus membuat intan sedih, fadil yang melihat intan menangis pun tak kuasa
untuk menahan air mata intan yang berjatuhan hati intan yang sedih mendengar
perkataan fadil intan pun mengira bahwa tidak ada lagi luang untuk membuka hati
orang tua fadil untuk intan,
“ sudah aku tidak ingin mendengar perkataan kamu lagi, antar
aku sekarang pulang lalu terserah kamu hubungan kita lanjut atau bagai mana”
ucap intan
“ kamu yang beri aku nasehat secara terus menerus agar aku
terus kuat dan selalu semangat menjalani hidup, tapi apa daya kamu sendiri yang
mengucap kan kamu sendiri yang lakukan, kita hadapi masalah nya jangan kamu
pendam sendiri “ ucap fadil
Fadil yang langsung mendekat dengan intan memeluk intan
dengan erat mengusap air mata intan memberikan semangat agar bisa menembus
__ADS_1
semua perjalanan yang awal meraka tempuh.