MELDI

MELDI
meldi


__ADS_3

Part 18


“ aku percaya itu ko sayang, dan harus kamu ketahui juga bahwa


mel bukan karena dia mengaku bahwa kamulah yang meninggalkan dia padahal mel


sendiri yang meninggalkan kamu” ucap intan


“ apa kamu benar – benar mengatakan nya sayang” ucap fadil


Fadil yang mendengarkan perkataan intan fadilpun langsung


terdiam bahwa cinta bukanlah dari cinta saja melainkan dari hati yang tulus,


“ waktu sudah berlalu biarkan mel yang merasakan apa yang


mel perbuat” ucap fadil


Intanpun tersenyum atas semua perkataan fadil di depan


dirinya sendiri, intan yang pada saat itu juga mencintai fadil dengan tulus dan


tidak akan sia – siakan fadil


“ kalau aku boleh jujur aku bukan hanya mencintai kamu saja


tetapi aku harap kamu satu – satu nya yang di mana pada masa yang akan datang


tetap bersamamu selamanya” ucap intan


“ yang harus kamu jalan kan saat ini adalah kesehatan kamu


sayang, kamu kembali pulih aku pun akan terus lebih – lebih memikirkan bagai


mana untuk membicarakan soal masa depan kita nanti” ucap fadil


Intan tersenyum dan langsung memeluk fadil yang di mana


dalam hati kecil intan mengatakan bahwa hidup intan tidak selamanya bertahan,


yang pada saat itu juga fadil yang masih tidak dikasih tahu oleh intan bahwa


intan tidak lama lagi dengan waktu yang intan miliki saat ini, hanya saja intan


menutupi itu semua dari fadil hanya saja kedua orang tua intan lah yang mengetahui


nya,

__ADS_1


“ ya sayang, aku percaya itu dengan perkataan kamu tersebut”


ucap intan


“ ya sudah lupakan semua lupakan kejadian saat ini, yang


paling penting adalah kamu sudah makan malam “ ucap fadil sekaligus tersenyum


Intanpun yang hanya diam memikirkan penyakitnya saat fadil


bicara intan hanya bisa tunduk kepalanya saja saat di Tanya oleh fadil,


“ ya sayang aku sudah makan ko, kamu sudah sayang” ucap


intan


Intan yang sangat lemas badan nya semenjak malam intan


terbangun dari tidurnya sampai saat ini pun intan belum tidur lagi dan belum


makan pagi siang ataupun malam ,


“ sudah sayang, benar kamu sudah makan “ ucap fadil


“ hem sudah dikit sejak sore “ ucap intan


Fadilpun langsung membawakan makan untuk intan yang


“ ini yang baru saja aku beli di jalan makanan kesukaan kamu


“ ucap fadil


“ mana aku mau lihat, memang kamu tahu kesukaan aku apa”


ucap intan


Fadil yang sudah membelikan intan makanan yang intan suka,


pada saat yang sama orang tua intanpun sudah pulang dan ingin membawa intan


pulang ke rumah karena intan sudah keadaan nya membaik, fadil yang


mendengarnyapun senang karena intan sudah diboleh kan pulang,


“  sayang kamu sudah


boleh pulang, kalau begitu makanan ini kita makan saja di rumah kamu kita makan

__ADS_1


juga sama – sama “ ucap fadil


“ ya sayang ku” ucap intan


Intanpun yang ingin dibawa pulang kedua orang tua intan


langsung menyiapkan barang – barang yang akan dibawa, pada saat itu juga fadil


yang di samping intan fadil betanya pada intan yang kelihatan nya masih


memikirkan kejadian intan yang melihat fadil dengan mel di rumah sakit,


“ apa kamu masih memikirkan ke jadian sejak sore” ucap fadil


“  ya sayang, aku


takut akan mel kembali lagi ke pelukan kamu “ ucap intan


Fadilpun langsung memberi senyuman pada intan dan menyakini


intan bahwa fadil sudah benar – benar tulus akan cinta nya pada intan,


“ aku sudah tidak ingin memikirkan wanita di luar sana, tapi


yang sekarang aku tuju adalah kebahagian kita berdua” ucap fadil


“ ya sayang aku percaya itu” ucap intan


Orang tua intan yang sudah selesai membereskan perlengkapan


intan yang mana ingin dibawa nya intan pulang, bunda intanpun yang tahu akan


intan dan fadil berpacaran langsung tegaskan pada fadil untuk tidak akan dipermaikan


hati seorang wanita,


“nak fadil apa bunda boleh bertanya” ucap bunda pada fadil


yang di samping fadil adalah intan yang di mana mereka berdua langsung tegaskan


oleh bunda


“ ya bunda, jika itu menyenangkan hati anak bunda” ucap


fadil


Intan yang berdebar – debar takut akan permintaan bunda yang

__ADS_1


berlebihan, intan langsung melihat bunda yang di mana ucapan dan mata bunda


akan serius dengan perkataan nya,


__ADS_2