
Part 18
“ aku percaya itu ko sayang, dan harus kamu ketahui juga bahwa
mel bukan karena dia mengaku bahwa kamulah yang meninggalkan dia padahal mel
sendiri yang meninggalkan kamu” ucap intan
“ apa kamu benar – benar mengatakan nya sayang” ucap fadil
Fadil yang mendengarkan perkataan intan fadilpun langsung
terdiam bahwa cinta bukanlah dari cinta saja melainkan dari hati yang tulus,
“ waktu sudah berlalu biarkan mel yang merasakan apa yang
mel perbuat” ucap fadil
Intanpun tersenyum atas semua perkataan fadil di depan
dirinya sendiri, intan yang pada saat itu juga mencintai fadil dengan tulus dan
tidak akan sia – siakan fadil
“ kalau aku boleh jujur aku bukan hanya mencintai kamu saja
tetapi aku harap kamu satu – satu nya yang di mana pada masa yang akan datang
tetap bersamamu selamanya” ucap intan
“ yang harus kamu jalan kan saat ini adalah kesehatan kamu
sayang, kamu kembali pulih aku pun akan terus lebih – lebih memikirkan bagai
mana untuk membicarakan soal masa depan kita nanti” ucap fadil
Intan tersenyum dan langsung memeluk fadil yang di mana
dalam hati kecil intan mengatakan bahwa hidup intan tidak selamanya bertahan,
yang pada saat itu juga fadil yang masih tidak dikasih tahu oleh intan bahwa
intan tidak lama lagi dengan waktu yang intan miliki saat ini, hanya saja intan
menutupi itu semua dari fadil hanya saja kedua orang tua intan lah yang mengetahui
nya,
__ADS_1
“ ya sayang, aku percaya itu dengan perkataan kamu tersebut”
ucap intan
“ ya sudah lupakan semua lupakan kejadian saat ini, yang
paling penting adalah kamu sudah makan malam “ ucap fadil sekaligus tersenyum
Intanpun yang hanya diam memikirkan penyakitnya saat fadil
bicara intan hanya bisa tunduk kepalanya saja saat di Tanya oleh fadil,
“ ya sayang aku sudah makan ko, kamu sudah sayang” ucap
intan
Intan yang sangat lemas badan nya semenjak malam intan
terbangun dari tidurnya sampai saat ini pun intan belum tidur lagi dan belum
makan pagi siang ataupun malam ,
“ sudah sayang, benar kamu sudah makan “ ucap fadil
“ hem sudah dikit sejak sore “ ucap intan
Fadilpun langsung membawakan makan untuk intan yang
“ ini yang baru saja aku beli di jalan makanan kesukaan kamu
“ ucap fadil
“ mana aku mau lihat, memang kamu tahu kesukaan aku apa”
ucap intan
Fadil yang sudah membelikan intan makanan yang intan suka,
pada saat yang sama orang tua intanpun sudah pulang dan ingin membawa intan
pulang ke rumah karena intan sudah keadaan nya membaik, fadil yang
mendengarnyapun senang karena intan sudah diboleh kan pulang,
“ sayang kamu sudah
boleh pulang, kalau begitu makanan ini kita makan saja di rumah kamu kita makan
__ADS_1
juga sama – sama “ ucap fadil
“ ya sayang ku” ucap intan
Intanpun yang ingin dibawa pulang kedua orang tua intan
langsung menyiapkan barang – barang yang akan dibawa, pada saat itu juga fadil
yang di samping intan fadil betanya pada intan yang kelihatan nya masih
memikirkan kejadian intan yang melihat fadil dengan mel di rumah sakit,
“ apa kamu masih memikirkan ke jadian sejak sore” ucap fadil
“ ya sayang, aku
takut akan mel kembali lagi ke pelukan kamu “ ucap intan
Fadilpun langsung memberi senyuman pada intan dan menyakini
intan bahwa fadil sudah benar – benar tulus akan cinta nya pada intan,
“ aku sudah tidak ingin memikirkan wanita di luar sana, tapi
yang sekarang aku tuju adalah kebahagian kita berdua” ucap fadil
“ ya sayang aku percaya itu” ucap intan
Orang tua intan yang sudah selesai membereskan perlengkapan
intan yang mana ingin dibawa nya intan pulang, bunda intanpun yang tahu akan
intan dan fadil berpacaran langsung tegaskan pada fadil untuk tidak akan dipermaikan
hati seorang wanita,
“nak fadil apa bunda boleh bertanya” ucap bunda pada fadil
yang di samping fadil adalah intan yang di mana mereka berdua langsung tegaskan
oleh bunda
“ ya bunda, jika itu menyenangkan hati anak bunda” ucap
fadil
Intan yang berdebar – debar takut akan permintaan bunda yang
__ADS_1
berlebihan, intan langsung melihat bunda yang di mana ucapan dan mata bunda
akan serius dengan perkataan nya,