
Part 23
“ apa pun yang sudah kita jalan kan harus dengan niat yang
kita tempuh adalah jalan yang kita ingin kan semua cobaan harus bersama kita
jalan kan sayang” ucap fadil
Fadil harap kan adalah bersama intan bersama yang di mana
cinta yang tulus harap kan semua yang fadil jalan kan bisa di tempuh bersama
intan, intan yang terpukul mendengar fadil bahwa mamah fadil tidak setuju
dengan intan hal yang terindah adalah bersama fadil dan menurut intan hari yang
bahagia bersama fadil,
“ sudah jangan kamu memikirkan nya biar sama – sama kita
jalan kan “ ucap fadil
“ hal terindah hari yang bahagia bersama kamu, waktu yang
pernah kita jalan kan jangan sampai hal karena tidak ada nya persetujuan orang
tua mengecil kan niat kita untuk menuju lebih dekat” ucap fadil
Intan pun yang mendengar kata – kata fadil intan pun terdiam
dan memikirkan ke dapan dengan fadil intan yang semangat untuk terus bersama
fadil memmikirkan hal apa yang intan harus lakukan bersama fadil untuk orang
tua fadil menerima nya dengan hati yang
bahagia tidak menerima hati yang kecewa terhadap fadil dan intan ke depan nya,
“ ya sayang kamu harus juga janji dengan ku kamu harus bantu
aku untuk mendapat kan hati kedua orang tua mu”ucap intan
“ satu kata yang
pernah kamu kata kan pada ku adalah hal yang di mana membuat aku bahagia, dan
yang sampai sekarang aku teringat adalah cinta dan kasih sayang kamu yang tulus
pada ku, kamu juga jangan khawatir untuk masalah itu yang jelas jalan kan
hubungan ini dengan baik dan jujur “ ucap fadil
Intan pun mendengar semua perkataan fadil mengharap kan
perkataan fadil menepati perkataan nya dan selalu bersama yang pernah ada sejak
intan kenal fadil, fadil dengan ucapan nya intan pun mengerti dan paham apa
yang di maksud fadil dan bersama terus melewati masalah yang ada,
“ ya sudah kita anggap semua ini sudah selesai yang
terpenting adalah terus maju melewati masalah dan kita harus berusaha samapai
kedua orang tua aku menyetujui kita berdua” ucap fadil
“ mari kita pulang takut bunda dan papah kamu mencari mu”
ucap fadil
Fadil pun dan intan beranjak untuk pulang dan langsung
menghusap air mata intan yang membasahi pipi nya sesampai nya fadil dan intan
di rumah fadil pun langsung pamit dengan kedua orang tua intan,
“ sayang aku pamit untuk pulang nanti aku akan bicara lagi
dengan mamah secara baik – baik “ ucap fadil
“ yah sayang, ini demi kita juga nanti aku bantu dengan cara
apapun sampai kedua orang tua mu menerima aku dengan sepenuh hati, ya sudah
nanti sudah sampi di rumah hubungi aku dulu baru istirahat” ucap intan
Fadil pun beranjak pulang untuk segera menanyakan alasan
mamah tidak di restui hubungan intan dan fadil, fadil yang sudah sampai di
rumah mamah dan ayah sudah menunggu kedatangan fadil untuk pulang mamah yang
tiba – tiba langsung memarahi fadil fadil pun langsung ambil jalan tegas
mengapa fadil tidak di restui untuk menuju jalan yang lebih serius,
“ apa kamu sudah tidak mau mendengarkan perkataan mamah “
ucap mamah
“ dengan hal apa mamah tidak restui hubungan saya dengan
intan menjalan kan rumah tangga yaitu saya dengan intan “ ucap fadil
Ayah yang di samping mamah ayah pun terdiam mamah memarahi
fadil ayah pun yang mengerti maksud mamah bertujuan untuk memberikan agar fadil
baik dan sempurna di masa yang di mana fadil suatu saat akan menikah dengan
seorang wanita yang lebih sempurna dan bahagia kan fadil kelak, dari sisi lain
fadil yang ingin terus tulus dan sayang dengan intan fadil merasa intan adalah
wanita pilihan nya yang baik dan sempurna,
“ kamu tau dengan penyakit yang intan derita kamu juga tau
kan dengan resiko yang intan terima, itu sangat fatal bagi kehipan kamu apa
__ADS_1
lagi sampai kamu menuju hidup yang serius, tidak akan lama intan bisa bertahan
“ ucap mamah
“ saya sudah tahu dengan apa resiko yang saya dapat kan nanti
tapi saya tolong dengan mengerti lah dengan kemauan saya, saya tidak akan
menolak jika mamah dan ayah mengizin kan saya dengan intan “ ucap fadil
“ saya ingin istirahat saya harap mamah dan ayah mengerti
apa yang barusan saya ucap kan “ ucap fadil
Fadil pun langsung masuk dan tidak melanjutkan lagi
pembicaraan nya dengan mamah dan ayah, fadil yang sudah di kamar memikirkan
saol pembicaraan nya barusan dengan mamah fadil harap pembicaraan nya mamah
mengerti dan paham apa maksud dengan fadil, hari yang di mana fadil libur kerja
hari juga yang sudah pagi fadil ingin beranjak ke rumah intan, mamah juga yang
sudah menyiap kan sarapan untuk keluarga nya fadil yang tanpa pamit untuk pergi
ke rumah intan,
“ kamu ingin ke mana ini hari libur” ucap mamah
Fadil pun berhenti sejenak untuk mendengar kan mamah
berbicara, mamah yang masih emosi dengan fadil mamah pun langsung membahas
tentang masalah kemarin pada fadil,
“ apa kamu sudah memikirkan nya apa kamu sudah berubah
tentang masalah ini dengan intan “ ucap mamah
“ saya sudah bilang ucapan saya apa kurang jelas, satu hal
lagi untuk mamah saya sayang dengan keluarga ini saya sangat perdulikan
keluarga ini tapi aku juga harus memikirkan masa depan saya” ucap fadil
Mamah yang mendengar ucapan fadil ayah pun yang turun satu
langkah lagi untuk sampai ke meja makan ayah pun juga sama mendengar ucapan
fadil yang begitu memikirkan masa depan nya mamah dan ayah langsung memikirkan
yang sama untuk masa depan fadil suatu saat dengan pilihan nya nanti, fadil pun
langsung beranjak pergi untuk menemui intan di rumah, fadil yang sedih hati
nya orang yang fadil sayang tidak di
restui dengan orang tua fadil, fadil juga pada saat itu hati nya bergetar menahan air mata nya untuk jatuh di
pipi nya fadil juga tidak ingin hal yang fadil ucap tidak mengurangi rasa cinta
“ sudah biar kan saja anak mu yang menjelani nya kita
sebagai orang tua tidak berhak untuk masa depan nya kita hanya bisa membantu
dan semangat kan fadil untuk menjalani nya” ucap ayah
Sampai nya fadil di rumah intan fadil pun langsung menyapa
papah intan yang sedang menyiram bunga, fadil yang masih merasa hubungan fadil
dan intan sangat rumit tapi fadil pun tidak mengurangi niat nya untuk bersama
intan begitu pun intan yang sangat sayang dengan fadil cinta yang tulus dengan
fadil, papah yang langsung memanggil intan untuk keluar menemui fadil,
“ kamu pagi sekali datang nya “ ucap intan
“ ya aku ingin ajak kamu jalan – jalan untuk menghirup udara
segar di luar sana” ucap fadil
Papah dan bunda yang mendengar ucapan fadil langsung
tersenyum papah dan bunda izin kan fadil untuk pergi dengan intan, di hari itu
juga papah dan bunda sekaligus menunggu intan siap – siap untuk pergi dangan
fadil papah pun berbicara tentang seberapa tulus nya fadil dengan intan dan
seberapa serius nya fadil untuk melamar nya,
“ apa om boleh berbicara” ucap papah
“ boleh om “ ucap fadil
“ apa kamu sudah punya ke inginan untuk menjalani hubungan
kamu dengan intan yang lebih serius jangan sampai ada bahasa yang tidak enakin
kuping” ucap papah
Papah yang langsung tutup poin dengan fadil fadil pun
terdiam dengan pembicaraan papah barusan fadil yang ingin mengajak intan pergi
untuk membicarakan soal fadil dan intan karena kedua orang tua fadil tidak
setuju dengan hubungan nya fadil dengan intan, intan yang sudah siap untuk
pergi dengan fadil intan pun mendengar perkataan nya papah dengan fadil yang di
mana fadil secara tidak langsung yang papah kata kan untuk melamar intan, intan
yang tahu dengan raut wajah fadil karena yang sedang fadil mikirkan adalah
masalah kedua orang tua fadil,
__ADS_1
“ maaf om sebelum nya
pernikahan itu bukan karena saling cinta bukan karena saling percaya juga tapi
pernikahan adalah hal yang di mana dua insan bisa menjalani hubungan dengan
penuh ke ikhlasan ke sabaran hal paling terpenting adalah dua insan saling
memberikan semangat walaupun keadaan yang sedang dalam ke susahan” ucap fadil
“ satu lagi om maaf saya datang dan masuk ke keluarga om dan
berdiri nya saya disini bukan untuk mempermainkan intan tapi saya disini untuk
memberikan satu kunci adalah yang di mana saya serius menjalani hubungan dengan
intan “ ucap fadil
Papah pun terdiam saat fadil bicarakan dan menjawab
pertanyaan nya intan pun tersenyum lebar saat fadil menjawab pertanyaan orang
tua intan dan bangga mempunyai seorang kekasih yang tidak takut akan berhadapan
orang tua, papah yang terdiam melihat fadil intan pun ke luar dari rumah nya
untuk menemui fadil dan pergi keluar dengan nya,
“ hayo kita berangkat sekarang “ ucap intan
“ ya kita berangkat sekarang “ ucap fadil
Fadil pun pamit dengan orang tua intan untuk pergi sejenak
fadil yang melihat intan yang begitu cantik nya di mata fadil, begitu pun orang
tua intan yang melihat fadil dan tidak percaya akan kata – kata yang barusan
fadil kata kan, fadil yang sudah di jalan untuk pergi dengan intan ingin
melihat intan tersenyum, intan yang sedang di jalan dengan fadil intan pun
langsung bertanya pada fadil dengan perkataan nya barusan dengan papah nya,
“ aku tidak salah pilih mempunyai seorang kekasih yang
begitu bijak dan sayang cinta nya tulus denga aku “ ucap intan
“ jangan kan ke dua orang tua mu aku bicara untuk menikahi
mu juga aku sanggup “ ucap fadil
intan pun sangat gembira pada saat itu juga dengan perkataan
nya fadil intan juga bertanya dengan fadil dengan masalah nya di rumah intan juga harap orang tua fadil
bisa menerima intan istri dari fadil,
“ apa kamu sudah bicara baik – baik dengan orang tua mu
sayang “ ucap intan
“ ya sayang ku sudah ko aku harap juga kedua orang tua aku
bisa mendengar kan aku ngomong dan menyutujui nya hubungan kita ini “ ucap fadil
“ aku harap juga semua yang kita jalan kan adalah cerminan
kita agar terus bersabar bukan sekedar bersabar juga kita harus terus menuju
yang di mana kita ingin kan sayang “ ucap fadil
Intan mendengar perkataan nya fadil tersenyum dan memeluk
fadil sangat erat bahwa intan sangat beruntung mendapat kan seorang laki – laki
yang berani berbuat dan bertanggu jawab, intan pun sangat ingin bersama fadil
selama nya sampai di antara mereka berpisah dari maut yang memisah kan nya, ada
pun yang intan memikir kan nya adalah harus terus maju sampai kedua orang tua
fadil yang bilang sendiri dan izin kan mereka untuk menempuh hidup yang baru,
“ ya sayang ku aku sangat bahagia sekali dengan hubungan
kita ini aku sangat ingin kamu tau bahwa aku adalah salah satu dari yang ingin
kamu ada di sisi aku untuk selama nya “ucap intan
“ kamu juga harus tahu bahwa tidak ada lagi wanita yang bisa
membuat hati ku berdetuk kencang saat berada di dekat mu “ ucap fadil
Saat di perjalanan intan pun merasakan sakit yang amat
sangat parah yang intan rasakan saat itu yang di mana intan kumat dari penyakit
nya fadil pun yang bingung akan bagai mana fadil harus lakukan, hari pun yang
sudah mului siang fadil tidak tahu untuk awal pertolongan pertama, fadil yang
sudah memberikan obat pada intan, intan pun masih merasakan sakit nya, fadil
yang memikirkan untuk membawa intan ke rumah sakit fadil juga bingung sedangkan
fadil dan intan berada di tengah – tengah kampong yang di mana kampong ituh
jauh dari rumah sakit,
“ sayang kamu kenapa kamu sakit lagi obat kamu ada di mana”
ucap fadil
“ obat aku ada di dalam tas tolong ambil kan sayang, sakit
ini bukan sekedar sakit saat orang terkena pisau tajam sakit ini lebih parah
dari sebelum nya sayang, masih sakit yang aku terima bawa lah aku ke rumah
__ADS_1
sakit yang terdekat “ ucap intan