MELDI

MELDI
PENYESALAN YANG TIDAK ADA HABIS NYA


__ADS_3

“ ya semua itu tidak akan lupa” ucap fadil beranjak pulang


fadil yang sebentar lagi sampai tujuan di rumah nya di


perjalanan ia bertemu dengan ayah dan mama sekaligus adiknya yang ingin pergi


ke RS


“ ayah ada apa dengan ade, ade ingin dibawa ke mana” ucap


fadil yang kaget melihat ayah dan mamanya membawa adiknya


“adikmu demam yang dari sejak sore tidak turun – turun


demamnya” ucap ayah yang langsung membawa ke RS


“ ya sudah aku akan ikuti ayah dari belakang “ ucap fadil


yang khawatir dengan adiknya


Ayah dan mama yang sudah sampai RS dan khawatir dengan putra


adik sekaligus anak terakhir ayah dan mama yang langsung memasuki ruang


pemeriksaan,


“ini anak anda kenapa, pak ibu” ucap dokter yang memeriksa


putra


“demam yang tidak turun – turun dok dari sejak sore “ ucap


mama


“Sebentar saya akan periksa anak ibu dahulu “ ucap dokter


yang ingin periksa putra


“ ini tidak apa – apa hanya saja demam biasa ibu, nanti akan


saya kasih resepnya ” ucap dokter


Hati mama dan ayah yang mendengar ucapan dokter langsung


terlihat lega yang takut akan berlebihan demamnya


“ bagai mana dengan ade ayah” ucap fadil baru saja tiba


“tidak apa – apa dokter kata hanya demam biasa “ ucap ayah


“ setelah ambil resepnya mari kita pulang” ucap mamah


“ya baik” ucap ayah yang langsung ambilkan resepnya,


“ dari mana saja kamu dari pagi baru tiba sekarang” ucap


mama sedang berbicara pada fadil sekaligus gendong adik,


“ aku sedang ada urusan dengan intan temanku sewaktu SMA


ayah pun kenal dengan intan “ ucap fadil yang menjelaskan nya kepada mama dan


ayah


“ apa ayah boleh bicara “ ucap ayah


“ ya ayah” ucap fadil


“ ayah boleh liat nilai – nilai kamu di ijazah fadil “ ucap


ayah mulai membicarakan masalah fadil di sekolah yang fadil belum mengetahui


ayah lebih awal mengetahuinya dari pihak sekolah


Fadil langsung terdiam ucapan dari ayahnya yang ingin

__ADS_1


melihat hasil nilai fadil, fadil yang sudah bingung untuk bicarakan apa lagi


pada ayah dan mama setelah apa yang fadil lakukan di sekolah, fadil yang merasa


sudah tidak bisa ditutup – tutupi dari permasalahanya, dan benar adanya ucapan


intan sejak siang,


“jika kamu tidak ingin bicara biar ayah saja yang bicara “


ucap ayah


“ ya ijazah saya belum saya terima melainkan belum melunasi


uang sekolah” ucap fadil yang langsung tutup poin dengan ayah dan mama


Mendengar fadil bicara mama emosi yang berlebihan pada fadil


yang sudah tidak bisa ditahan oleh ayah mama yang langsung caci maki fadil,


fadil pun cukup terdiam dan merasakan apa yang sudah fadil perbuat saat fadil


sekolah yang sudah mengumbar kan uang begitu saja


“dengarkan ayah fadil, ayah dengan mama mu tidak memikirkan


soal itu yang kami perduli kan hanyalah ke jujuran kamu dan tanggung Jawa mu”


ucap ayah yang menasehati fadil


Fadil yang hanya bisa menangis tersedu-sedu dan


tundukan kepala nya sekaligus mencium kaki mama dan ayah nya untuk meminta


maaf


“ kamu bukan seorang anak perempuan yang hanya bisanya


menangis, tunjukan pada kami agar  bahwa


kami dengan kehormatan kami jadilah diri kita sendiri ”  ucap ayah fadil memberikan fadil semangat


agar fadil bisa terus maju


 “ kenapa  kamu biarkan anakmu tidur aku belum selesai


untuk menasehatinya” ucap mama masih emosi atas perbuatan anaknya “ mama tidak


habis pikir dengan apa yang sudah kamu perbuat, apa si yang ada di pikiran kamu


fadil “ ucap mama yang masih omel kan fadil


“ sudah mari kita tidur waktu sudah sangat larut” ucap ayah


menenangkan situasi di rumah


“ dengarkan sekali lagi fadil, hidup itu jikalau ingin


bahagia jangan sekali – kali kamu tidak jujur dan jangan kamu mulai keburukan semua


itu pasti ada jalan nya dan harus percaya diri dengan pendirian mu”  ucap ayah


“ ya ayah “ ucap fadil yang masih menangis langsung beranjak


ke kamar untuk beristirahat


“ ya aku mengerti tetapi jangan kamu memarahinya seperti itu


jangan berlebihan” ucap ayah dan langsung beranjak ke kamar untuk beristirahat,


“ ayah aku belum selesai bicara” ucap mama


“ sudah mari kita tidur besok ayah harus pagi sekali untuk


ke kantor” ucap ayah meninggalkan mama sendiri di teras rumah

__ADS_1


“ anak sama ayah sama aja sama – sama buat saya emosi “  ucap mama yang masih marahi fadil


Fadil yang masih menangis di dalam kamar dan memikirkan


mengatasi ini semua agar permasalahan yang fadil lakukan selesai, fadil yang


teringat intan percakapan siang itu fadil berharap agar di terima di pabrik


papahnya intan, Fadil pun langsung bergegas tidur agar besok bangun lebih awal


fadil yang mendengar suara azan berkumandang fadil bergegas


bangun untuk menunaikan nya,


“ ayah mama bangun sudah waktunya solat “ ucap fadil yang


bangun lebih awal


Fadil yang sudah terlebih dahulu menunaikan nya langsung bergegas


melihat apakah intan mengubungi nya, Fadil pun membereskan rumah sekaligus


menunggu kabar intan agar bisa dapat fadil bekerja di pabrik papah nya,


Jam 7:00 sudah berlalu masih saja intan belum kabarkan


fadil, yang pada saat itu fadil mengharapkan nya


“ apakah intan sudah bicara pada papanya lama sekali intan


memberitahu kabarnya” ucap fadil resah akan fadil tidak di terima oleh papahnya


intan,


Intan yang di rumahnya mengalami sakit di dadanya pada saat


subuh menjelang papah dan bundanya pun sekarang ada di rumah sakit menemani


anaknya dirawat, fadil yang belum mengetahuinya penyakit yang diderita intan,  intan pun yang tidak ingin bilang akan


penyakitnya itu pada fadil,


“ fadil kamu di terima oleh papah ku  untuk masuk di pabrik nya “ ucap intan yang


baru saja hubungi fadil jam 12:00


“ ya aku senang sekali mendengarnya intan “ ucap fadil


mendengar ucapan intan barusan


“ kenapa kamu baru mengabarkan aku intan “ ucap fadil yang


bertanya pada intan


“ ya aku baru saja bangun dari tidurku fadil “ ucap intan


yang berbohong akan pada fadil


“ aku tidak perduli mau aku di terima atau tidak di pabrik


papah mu, yang aku perduli kan kamu ,jika ada masalah atau ada yang kamu tutupi


bicarakan saja jangan buat aku kecewa atau khawatir” ucap fadil yang merasa


intan sudah membohonginya


“ aku tidak apa ko fadil kamu tenang saja, mungkin besok


kita bisa ketemu nanti akan aku ceritakan pada mu “ ucap intan yang ingin


bertemu dengan fadil ke esok kan harinya


“ ya baik, biar aku jemput kamu saja di rumah “ ucap fadil


"Ya fadil” ucap intan.

__ADS_1


__ADS_2