
“ ya semua itu tidak akan lupa” ucap fadil beranjak pulang
fadil yang sebentar lagi sampai tujuan di rumah nya di
perjalanan ia bertemu dengan ayah dan mama sekaligus adiknya yang ingin pergi
ke RS
“ ayah ada apa dengan ade, ade ingin dibawa ke mana” ucap
fadil yang kaget melihat ayah dan mamanya membawa adiknya
“adikmu demam yang dari sejak sore tidak turun – turun
demamnya” ucap ayah yang langsung membawa ke RS
“ ya sudah aku akan ikuti ayah dari belakang “ ucap fadil
yang khawatir dengan adiknya
Ayah dan mama yang sudah sampai RS dan khawatir dengan putra
adik sekaligus anak terakhir ayah dan mama yang langsung memasuki ruang
pemeriksaan,
“ini anak anda kenapa, pak ibu” ucap dokter yang memeriksa
putra
“demam yang tidak turun – turun dok dari sejak sore “ ucap
mama
“Sebentar saya akan periksa anak ibu dahulu “ ucap dokter
yang ingin periksa putra
“ ini tidak apa – apa hanya saja demam biasa ibu, nanti akan
saya kasih resepnya ” ucap dokter
Hati mama dan ayah yang mendengar ucapan dokter langsung
terlihat lega yang takut akan berlebihan demamnya
“ bagai mana dengan ade ayah” ucap fadil baru saja tiba
“tidak apa – apa dokter kata hanya demam biasa “ ucap ayah
“ setelah ambil resepnya mari kita pulang” ucap mamah
“ya baik” ucap ayah yang langsung ambilkan resepnya,
“ dari mana saja kamu dari pagi baru tiba sekarang” ucap
mama sedang berbicara pada fadil sekaligus gendong adik,
“ aku sedang ada urusan dengan intan temanku sewaktu SMA
ayah pun kenal dengan intan “ ucap fadil yang menjelaskan nya kepada mama dan
ayah
“ apa ayah boleh bicara “ ucap ayah
“ ya ayah” ucap fadil
“ ayah boleh liat nilai – nilai kamu di ijazah fadil “ ucap
ayah mulai membicarakan masalah fadil di sekolah yang fadil belum mengetahui
ayah lebih awal mengetahuinya dari pihak sekolah
Fadil langsung terdiam ucapan dari ayahnya yang ingin
__ADS_1
melihat hasil nilai fadil, fadil yang sudah bingung untuk bicarakan apa lagi
pada ayah dan mama setelah apa yang fadil lakukan di sekolah, fadil yang merasa
sudah tidak bisa ditutup – tutupi dari permasalahanya, dan benar adanya ucapan
intan sejak siang,
“jika kamu tidak ingin bicara biar ayah saja yang bicara “
ucap ayah
“ ya ijazah saya belum saya terima melainkan belum melunasi
uang sekolah” ucap fadil yang langsung tutup poin dengan ayah dan mama
Mendengar fadil bicara mama emosi yang berlebihan pada fadil
yang sudah tidak bisa ditahan oleh ayah mama yang langsung caci maki fadil,
fadil pun cukup terdiam dan merasakan apa yang sudah fadil perbuat saat fadil
sekolah yang sudah mengumbar kan uang begitu saja
“dengarkan ayah fadil, ayah dengan mama mu tidak memikirkan
soal itu yang kami perduli kan hanyalah ke jujuran kamu dan tanggung Jawa mu”
ucap ayah yang menasehati fadil
Fadil yang hanya bisa menangis tersedu-sedu dan
tundukan kepala nya sekaligus mencium kaki mama dan ayah nya untuk meminta
maaf
“ kamu bukan seorang anak perempuan yang hanya bisanya
menangis, tunjukan pada kami agar bahwa
kami dengan kehormatan kami jadilah diri kita sendiri ” ucap ayah fadil memberikan fadil semangat
agar fadil bisa terus maju
“ kenapa kamu biarkan anakmu tidur aku belum selesai
untuk menasehatinya” ucap mama masih emosi atas perbuatan anaknya “ mama tidak
habis pikir dengan apa yang sudah kamu perbuat, apa si yang ada di pikiran kamu
fadil “ ucap mama yang masih omel kan fadil
“ sudah mari kita tidur waktu sudah sangat larut” ucap ayah
menenangkan situasi di rumah
“ dengarkan sekali lagi fadil, hidup itu jikalau ingin
bahagia jangan sekali – kali kamu tidak jujur dan jangan kamu mulai keburukan semua
itu pasti ada jalan nya dan harus percaya diri dengan pendirian mu” ucap ayah
“ ya ayah “ ucap fadil yang masih menangis langsung beranjak
ke kamar untuk beristirahat
“ ya aku mengerti tetapi jangan kamu memarahinya seperti itu
jangan berlebihan” ucap ayah dan langsung beranjak ke kamar untuk beristirahat,
“ ayah aku belum selesai bicara” ucap mama
“ sudah mari kita tidur besok ayah harus pagi sekali untuk
ke kantor” ucap ayah meninggalkan mama sendiri di teras rumah
__ADS_1
“ anak sama ayah sama aja sama – sama buat saya emosi “ ucap mama yang masih marahi fadil
Fadil yang masih menangis di dalam kamar dan memikirkan
mengatasi ini semua agar permasalahan yang fadil lakukan selesai, fadil yang
teringat intan percakapan siang itu fadil berharap agar di terima di pabrik
papahnya intan, Fadil pun langsung bergegas tidur agar besok bangun lebih awal
fadil yang mendengar suara azan berkumandang fadil bergegas
bangun untuk menunaikan nya,
“ ayah mama bangun sudah waktunya solat “ ucap fadil yang
bangun lebih awal
Fadil yang sudah terlebih dahulu menunaikan nya langsung bergegas
melihat apakah intan mengubungi nya, Fadil pun membereskan rumah sekaligus
menunggu kabar intan agar bisa dapat fadil bekerja di pabrik papah nya,
Jam 7:00 sudah berlalu masih saja intan belum kabarkan
fadil, yang pada saat itu fadil mengharapkan nya
“ apakah intan sudah bicara pada papanya lama sekali intan
memberitahu kabarnya” ucap fadil resah akan fadil tidak di terima oleh papahnya
intan,
Intan yang di rumahnya mengalami sakit di dadanya pada saat
subuh menjelang papah dan bundanya pun sekarang ada di rumah sakit menemani
anaknya dirawat, fadil yang belum mengetahuinya penyakit yang diderita intan, intan pun yang tidak ingin bilang akan
penyakitnya itu pada fadil,
“ fadil kamu di terima oleh papah ku untuk masuk di pabrik nya “ ucap intan yang
baru saja hubungi fadil jam 12:00
“ ya aku senang sekali mendengarnya intan “ ucap fadil
mendengar ucapan intan barusan
“ kenapa kamu baru mengabarkan aku intan “ ucap fadil yang
bertanya pada intan
“ ya aku baru saja bangun dari tidurku fadil “ ucap intan
yang berbohong akan pada fadil
“ aku tidak perduli mau aku di terima atau tidak di pabrik
papah mu, yang aku perduli kan kamu ,jika ada masalah atau ada yang kamu tutupi
bicarakan saja jangan buat aku kecewa atau khawatir” ucap fadil yang merasa
intan sudah membohonginya
“ aku tidak apa ko fadil kamu tenang saja, mungkin besok
kita bisa ketemu nanti akan aku ceritakan pada mu “ ucap intan yang ingin
bertemu dengan fadil ke esok kan harinya
“ ya baik, biar aku jemput kamu saja di rumah “ ucap fadil
"Ya fadil” ucap intan.
__ADS_1