
Part 19
“ kalian kan sudah besar kalian sudah tahu apa yang harus
kalian lakukan, bunda ingin kalian belajar dengan akal yang sehat” ucap bunda
“ kalian pasti lebih paham apa maksud bunda” ucap bunda yang
teruskan perkataan nya
Fadil yang terdiam mendengar bunda berbicara fadilpun yang
tidak tahu apa maksud dari perkataan bunda barusan, intan yang mengerti apa
maksud nya langsung dibicarakan oleh intan,
“ sayang jika kamu tidak paham mungkin nanti kita bicarakan
nya” ucap intan
“ ya sayang “ ucap fadil yang terdiam dan mengaguk kan
kepalanya saja depan bunda intan
Intanpun yang sudah siap juga untuk beranjak pulang langsung
pergi untuk meninggalkan rumah sakit itu, fadilpun yang mendampingi intan
terheran – heran dengan perkataan bunda yang masih fadil memikirkan,
“ ya sudah biar aku yang bawa barang – barang kamu” ucap
fadil
“ kamu ga capek sayang “ ucap intan
Intan yang langsung beranjak pergi dengan orang tua nya
langsung menanyakan apa maksud dari perkataan nya barusan pada fadil,
“ bunda “ ucap intan yang malu untuk menanyakan nya
“ apa nak” ucap bunda
Bunda yang tau akan intan menanyakan soal pembicaraan
barusan bunda dengan fadil, bundapun terdiam saja biarkan intan yang langsung
menanyakan nya saja,
“ kamu tidak perlu menanyakan nya pada bunda biar kan fadil
yang menjawab nya dengan perbuatan nya” ucap bunda
“ ya bunda, aku mengerti ko”
sampai nya fadil dahulu yang sampai rumah intan dan sedang
menunggu intan datang fadilpun langsung mengubungi mel pada saat itu juga fadil
yang mesih menyimpan nomor nya yang di
mana fadil tidak ingin intan kecewa lebih besar lagi,
“ mel aku sudah katakan pada kamu jangan urusi lagi kehidupan
aku dengan intan “ ucap fadil
__ADS_1
“ada yang harus aku katakan pada kamu fadil “ ucap mel
Intan yang sedikit lagi sampai rumah nya melihat fadil
menghubungi seorang, yang intan takut kan fadil akan hubungi mel, dan benar
saja yang intan tidak ingin kan fadil sedang hubungi mel, fadil pun yang
melihat intan dari ke jauhan langsung menutup pembicaraan fadil dengan mel,
“halo fadil, fadil, fadil” ucap mel
Intan yang sudah tiba di rumah nya dan turun dari mobil
papah intan langsung bertanya pada fadil,
“ siapakah yang
barusan kamu hubungi, sayang” ucap intan
Fadil yang langsung bantu intan turun dari mobilnya dan
bawakan barang intan masuk ke rumah intan, fadil yang dengar intan bicara
langsung fadil alihkan pembicaraan intan untuk masuk ke rumah, intan yang
langsung menuruti perkataan fadil untuk masuk dan beristirahat ke kamar,
“ sayang kamu masuk saja dulu nanti biar kan aku yang
bereskan semua” ucap fadil
“ apa kamu tidak apa - apa sayang, sini aku bantu agar kamu tidak agak lelah “ ucap intan
Intan yang lupa dengan perkataan nya yang ingin tahu bahwa siapa yang sedang fadil
kan fadil ke rumah sakit untuk intan, intan pun langsung menyiapkan makanan nya
,
“ sudah aku saja yang bawakan “ ucap fadil
“ ya , aku lebih baik siapkan makan nya saja yang kamu bawa
untuk aku” ucap intan
Fadil yang tenang bahwa intan lupa dengan perkataan nya
barusan, untuk fadil yang ingin hubungi mel di rumah, dan intan pun yang sudah
siapkan makan untuk fadil papah bunda sekaligus intan,
“ mari kita makan malam yang sudah siap” ucap intan
Seluruh isi rumah pun yang dengar intan bicara bahwa makanan
yang intan siap kan telah tiba, fadil yang beranjak ingin makan malam yang
sudah disiapkan intan langsung menghampiri intan di meja makan untuk makan
bersama,
“ oh iya sayang, aku setelah ini langsung pulang ya, kan
besok aku harus kerja lagi” ucap fadil
“ iya sayang, tapi habis kan dulu makan nya baru pulang
__ADS_1
“ ucap intan
Papah dan bunda yang dengar perkataan fadil pada intan bunda
dan papah langsung tersenyum melihat nya, fadil yang menyadari papah dan bunda
intan mendengar percakapan mereka fadil
terlihat malu akan perkataan nya pada intan,
“ fadil besok kamu masuk pagi ya “ ucap papah
“ ya besok saya masuk pagi” ucap fadil
Fadil pun yang sudah selesai makan malam dengan keluarga
intan langsung pamit untuk pulang karena hari mulai larut malam, fadil yang
sudah siap untuk pulang dan pamit pada papah dan bunda intan, intan pun
langsung menemani fadil untuk sampai depan rumah intan,
“ sayang aku barusan malu sekali dangan perkataan aku di
depan orang tua mu” ucap fadil yang
ingin beranjak pulang
“ kamu ini, biasa kan dengan orang tua ku” ucap intan
bercanda dengan fadil
Intan yang sedang bercanda dengan fadil intan merasa hari
yang di mana dari sejak SMA intan ingin
kan sudah tercapai dengan fadil, dari hati kecil intan masih ingat yang di mana
intan mencintai seorang pria yang intan cintai pertama kali nya,
“ aku tidak ingin dari kamu mau pun dari diri aku ada yang
disembunyikan, dan aku harap adalah ketulusan kamu untuk aku akan aku
perjuangkan semua yang aku punya untuk diri mu” ucap fadil
“ kebahagiaan adalah dari kepercayaan, sayang” ucap intan
Intan yang dengar perkataan fadil langsung balikan perkataan
nya fadil fadil pun yang dengar perkataan intan langsung terdiam melihat intan penuh
cinta yang tulus, fadil pun yang langsung peluk intan dan fadil beranjak untuk
pulang ke rumah,
“ ya sudah aku langsung pulang, kamu juga jangan lupa untuk
makan minum obat dan beristirahat, kalau ada apa dengan kamu langsung hubungi
aku” ucap fadil
“ ya sayang pasti itu” ucap intan
“ aku sayang kamu, kamu tidak akan terganti kan oleh wanita
mana pun” ucap fadil yang langsung mencium intan dan beranjak pergi untuk pulang
__ADS_1