MELDI

MELDI
TERBONGKAR NYA YANG DI SEMBUNYIKAN


__ADS_3

“ aku tidak suka jika ada yang kamu sembunyikan dariku, aku


lebih suka kamu yang jujur “ ucap fadil


Mendengarkan fadil berbicara seperti itu intan langsung


terdiam dan menangis akan penyakit nya yang intan derita saat ini,


“ ya sudah besok aku ceritakan apa yang sudah aku alami saat


ini , mungkin saat ini aku harus  beristirahat


dulu sejenak nanti akan aku hubungi lagi “ ucap intan yang sedang menangis


mendalami ke depan nya dengan fadil seperti apa,


“ ya istirahat jaga kesehatan kamu, jangan lupa makan yang


teratur aku juga tidak ingin kamu kenapa – kenapa “ ucap fadil


“ siap pak bos “ ucap intan yang menenangkan dirinya agar


tidak didengar oleh fadil karena intan sedang menangis dan menutup langsung


pembicaraan nya


Tibanya di pagi hari fadil yang bangun lebih awal seperti


biasa fadil membangun kan orang tua nya agar menunaikan solat dan ingin rapi –


rapi untuk menemui intan, pada saat itu juga intan yang memberikan lokasi yang


di mana intan berada,


“ intan memberikan lokasinya terkini” ucap fadil yang


langsung melihat lokasinya intan


“ kamu sedang apa di rumah sakit apa ada dari keluarga kamu


yang sakit “ ucap fadil yang sudah melihat lokasi intan terkini


“ ya kamu datang saja menemui ku “ ucap intan


“ ya sudah aku segera siap – siap dulu dan minta izin dengan


orang tua ku” ucap fadil yang langsung siap – siap untuk menemui intan


Fadil yang sudah siap untuk menemui intan di rumah sakit


fadil yang merasa tidak enak dengan perasaan nya dan benar saja dengan perasaan


nya sudah  ada intan dilobi yang sudah


menunggu fadil datang, fadil pun yang kaget dan lemas seluruh badan nya melihat


intan berada di kursi roda, fadil pun berlari langsung menghampiri intan,


 “ aku sedang bertanya


sayang, kamu kenapa ko bisa kamu memakai kursi roda“ kamu kenapa sayang ? Kamu


kecelakaan? Kamu kenapa apa kamu sakit ” ucap fadil yang benar saja dengan


perasaan nya


“  apa yang barusan


kamu katakana fadil “ ucap intan yang mendengar perkataan fadil memanggil


sayang pada intan,


Intan yang pertama kalinya fadil memanggil intan sayang


intan pun tersenyum lebar dengan perkataan nya dan tidak merasakan sakit dengan


apa  penyakit yang intan derita

__ADS_1


“ aku tidak boleh memanggil kekasiku dengan sebutan sayang”


ucap fadil yang menghiraukan pertanyaan intan


Melihat fadil yang gelisah dengan ke adaan nya intan


intan pun langsung menatap fadil yang begitu dalam sekaligus meneteskan air mata


dari intan,


“ kamu kenapa menangis” ucap fadil melihat intan meneteskan


air mata


“ mari kita bicarakan saja di ruang tempat aku dirawat” ucap


intan yang membawa fadil ke tempat intan dirawat


“ kita sudah sampai, dan di mana orang tuamu intan “ ucap


fadil yang melihat di kamar intan tak ada siapa – siapa


“ papaku sedang bekerja bundaku juga sama “ ucap intan


“ ya sudah sekarang ada aku yang menemanimu” ucap fadil


“ kamu kenapa, kamu belum sempat menjawab pertanyaan ku”


usap fadil menatap intan


Intan yang masih bingung membahas tentang bagai mana intan


jelaskan dengan penyakit nya itu, intan  yang


langsung meneteskan air mata dan membasahi pipinya fadil yang melihat pun


langsung mengusap air mata intan,


“ kamu kenapa” ucap fadil


intan yang masih menutupi penyakitnya


“ aku Tanya sekali lagi, kamu kenapa? “ ucap fadil yang


terus melihat intan


“ ya aku akan jelaskan, kamu harus berjanji dengan ku” ucap


intan yang ingin mulai berbicara pada fadil


“ ya aku berjanji, untuk mu aku akan selalu bersama mu” ucap


fadil


“ aku menderita penyakit yang di mana penyakit


itu di dalam tubuhku menderita sehingga peru – peru ku mengalami cedera” ucap


intan


Fadil yang mendengar perkataan intan langsung melihat intan


menatap mata intan fadil tidak percaya akan penyakit intan, fadil yang awal nya


tidak tahu tentang ini melihat intan biasa saja sejak awal, melihat mata intan


yang serius akan penyakitnya,


“ kamu sedang tidak bergurau kan sayang “ ucap fadil melihat


intan berbicara langsung seluruh badan nya lemas dan menangis akan ini


“ya sayang, jangan khawatir dengan aku, aku tidak apa – apa


“ ucap intan kuat akan yang intan derita


Fadil yang terus meneteskan air mata untuk intan dengan

__ADS_1


keadaan intan saat ini, fadil pun berdiri untuk memeluk intan orang yang fadil


sayangi dan percaya membawa fadil akan kebahagiaan


“ aku tidak perduli dengan keadaan kamu yang seperti ini,


yang harus aku tuju adalah kesehatan kamu kamu pun harus berusaha akan


kesembuhan kamu” ucap fadil yang menangis terus sampai membasahi badan nya


Intan yang mendengarnya tersenyum lebar akan perkataan fadil


dan memeluk fadil begitu erat mengusap air mata fadil yang membasahi badan nya,


intan merasa akan fadil yang sayang sekali dengan intan melihat fadil yang


menangis dengan tulus pada intan,


“ sayang aku merasa sudah sehat dengan kehadiran kamu


disini “ ucap intan memeluk dan mengusap air mata fadil untuk membuat fadil


tersenyum


“ sudah nanti kamu jangan sampai makan telat minum obatnya


istirahat teratur, kalau sampai kamu kenapa – kenapa aku tidak akan berhenti


salahkan aku terus menerus “ ucap fadil


Fadil yang masih memeluk intan tiba – tiba papah dan bunda


intan datang, fadil pun langsung melepaskan pelukan nya  yang pada saat itu juga  intan langsung tersenyum pada papah dan


bundanya


“ kamu sudah lama nak disini” ucap papah intan


“ ya om ada 1 jam yang lalu” ucap fadil


Bunda yang langsung mendekati intan pun bertanya pada intan,


dan langsung memberikan intan makanan yang bunda membelikan untuk anak nya


sewaktu di jalan,


“apakah ini fadil yang sewaktu teman SMA mu” ucap bunda


intan,


“ iya bun itu  fadil”


ucap intan


Papah intan pun langsung bertanya pada intan yang mengenai


masalah anak yang ingin masuk kerja di pabrik papah nya intan,


“ apakah fadil ini yang ingin masuk kerja di pabrik papah” ucap


papah intan yang sedang bertanya pada intan


“ ya papah ini fadil orang nya “ ucap intan memberi tahu fadil


untuk memasuki pabrik papah nya


Bunda intan yang melihat fadil memandang intan terus langsung


bertanya pada intan yang di mana pada saat itu fadil tidak merasa saat bunda


intan memperhatikan nya,


Papah fadil pun yang masih berbincang dengan fadil langsung


memberikan kartu nama nya untuk fadil datang besok menemui nya agar fadil


langsung bekerja di pabrik papah nya intan.

__ADS_1


__ADS_2