
Ferdi, Flora, dan Feni. Masukin uang penghasilan kemarin kedalam celengan yang sudah disediakan didalam kamarnya.
“ Alhamdulillah yah kita bisa nabung lebih banyak dari biasanya” Ucap Feni bahagia karena akhirnya bisa merasakan nabung juga
“ Iyah betul, enaknya yah bisa melihat sisa penghasilan kita masih sebanyak ini dan besok akan mendapatkan banyak juga” Ucap Flora yang bahagia menjadi simpanan Tata dan Patrik
“ Oh yah ka Ferdi, kita diajak ke Villa minggu ini loh, oleh om Tata selama empat hari dan tiga malam, akhirnya bisa merasakan juga liburan ke kota Bandung dan nginep di villa juga, bisa merasakan indahnya pemandangan villa juga” Lanjut Feni bahagia karena bisa merasakan nginep di pegunungan dan di villa
“ Alhamdulillah sekali yah, sebuah kebetulan yang sangat menyengkan untuk kita, kaka lega sekali disaat kaka temani tante Jeje kerja ke luar kota,eh kalian diajak liburan ke villa membuat kaka jadi lega karena kalian tidak sendirian disini selama kaka pergi” Ucap Ferdi merasa lega karena Flora dan Feni, tidak kesepian di apatermen berdua saja
“ Iyah ka, kebetulan yang menyengkan untuk kita semua yah, akhirnya bisa merasakan liburan gratis yah” Lanjut Flora bahagia, karena bisa beruntung ketemu orang kaya yang baik dan royal seperti Tata dan Patrik
“ Sudah yuk istirahat beberapa jam disini, mereka sebentar lagi pulang kerja, kita harus siap siap membuat orang orang baik tidak merasa kesepian sepanjang malam” Lanjut Ferdi yang sudah tidak sabar ingin ketemu dengan Jeje dan bermesraan bersama Jeje
“ Betul sekali” Lanjut Feni yang tidak sabar ingin berduaan dengan Tata dan Patrik sepanjang malam
Dilain sisi, Patrik kesal sekali saat mendengar rencana Tata ajak Flora dan Feni ke villa selama empat hari tiga malam, disaat Patrik ada kunjungan kerja.
__ADS_1
“ Jangan serakah seperti itu dong bro, pilih kamu mau liburan bersama siapa? Saya nurut yang tidak kamu pilih deh, yang penting saya tidak bosan sendirian saat kunjungan kerja nanti?” Tanya Patrik kesal, karena Tata bisa bisanya curang seperti itu
“ Huh dasar, yah baik lah Patrik, kamu ajak Feni saja yah, karena saya lebih tertarik dengan Flora soalnya" Ucap Tata yang rela jika Feni ikut Patrik kunjungan kerja, dari pada membiarkan Floar yang ikut dan tidak jadi liburan bersama
" Baik lah, nanti saya ajak Feni untuk kunjungan kerja sekaligus jalan jalan berdua deh" Protes Patri kesel, akhirnya nurut keinginan Tata atasannya membuat Tata merasa bahagia sekali karena Patrik mau mengalah
Dilain sisi, Jeje keluar dari ruangannya untuk ketemu dengan Ferdi, saat Jeje ada didepan ruangannya melihat Asistennya yang sudah berdiri didepannya
" Jalan jalan yuk" Ajak asistennya Jeje yang ingin sekali ajak Jeje jalan jalan berdua
" Kok begitu sih sayang? mana janjinya untuk bisa bagi waktu kebersamaannya dengan aku? apa lagi besok kamu ke luar kota? masa kita bermesraan cuman didalam kantor saja?" Tanya Asistennya Jeje, Asistennya Jeje dorong Jeje untuk masuk kedalam ruangannya
" Sepertinya kita selesai saja hubungan ini, karena saya takut ketahuan istri kamu, dan kasihan jika tahu kelakuan suaminya dibelakang dan istri kamu cuman ibu rumah tangga biasa yang selalu dirumah urus anak sedangkan suaminya pacaran lagi, lebih baik saya melanjutkan hubungan bersama berondong karena tidak memiliki pasangan sama sekali, jadi tidak ada yang disakiti sama sekali" Lanjut Jeje terus terang, Jeje merasa sudah cukup menjadi orang ketiga dengan memanfaatkn kesendiriannya selama ini
" Enak sekali kamu tinggalian saya begitu saja cuman karena ada berondong, ingat siapa yang ajak saya untuk selingkuh? ingat siapa yang godain saya disaat ngebahas pekerjaan, justru minta panjat pinang, baru datang sudah ngajak dan sebelum pulang kerja pun ngajak panjat pinang, walaupun tidak sampai malam siapa yang minta ditemani bahkan pura pura kunjungan kerja siapa yang minta? disaat saya nyaman seperti ini dengan kamu, dengan mudahnya kamu mengakhiri hubungan ini begitu saja?" Tanya Asistennya Jeje pennuh amarah
" Yah sayang maaf, yah sudah yuk kita makan malam bersama yah, kamu bisanya sampai jam berepa?" Tanya Jeje, berusaha tenang supaya tidak membuat asistennya marah dan tidak membuatnya sakitin Ferdi cuman karena cemburu saja
__ADS_1
" Entahlah, sampai saya ditelefon oleh istri saya, nah begitu dong baru enak kan, jadi orang jangan egois lagi yah sayang, karena aku tidak suka jika kamu egois seperti tadi" Lanjut Asistenya Jeje tidak bisa marah lama lama, setelah melihat Jeje lebih dekat
" Yah sudah yuk jalan jalan" Lanjut Jeje merasa tenang karena asistenya tidak marah lagi
" Hallo mah ada apa?" Tanya Kamal Asistennya Jeje tiba tiba saat angkat telefon
" Pah, pulang cepet yah pahh, badan Caca panas sekali nih" Ucap istrinya Kamal diseberang telefon dengan panik
" Sial, disaat mau bersenang senang dengan Jeje, lagi lagi diganggu seperti ini" Batin Kamal kesel, sambil melihat Jeje
" Huh, yah sudah baik lah mah, aku langsung pulang dan nanti kita ke rumah sakit bareng yah" Lanjut Kamal matiin telefonnya dengan kesal
" Anak kamu kenapa? kenapa mau ke rumah sakit?" Tanya Jeje ikut cemas, saat mendengar anaknya Kamal mau dibawa ke rumah sakit
" Katanya badannya panas sekali,baik lah sayang, untuk sekarang kita tidak jadi sampai kamu selesai kunjungan kerja, tapi ingat yah sayang, harus adil berbagi waktu bersama aku dan berondong kamu yah, jangan bikin rasa nyaman ini berubah menjadi amarah oke" Lanjut Kamal menatap Jeje, tidak akan biarkan Jeje seenaknya meninggalkannya begitu saja cuman karena sudah mendapatkan berondong.
" Iyah sayang aku janji kok, sudah sekarang buruan pulang,jangan sampai istri kamu semakin marah menunggu kamu semakin laama sampai rumah dan semoga kondisi anak kamu tidak semakin parah yah sayang" Lanjut Jeje berharap kondisi anaknya Kamal tidak parah
__ADS_1