MEMBESARKAN ADIK SEORANG DIRI

MEMBESARKAN ADIK SEORANG DIRI
Punya apatermen


__ADS_3

Ferdi ajak ketemuan Flora dan Feni setelah ketemu dengan Jeje, Ferdi ingin secepatnya sewa apatemern yang tidak terlalu mahal yang penting bisa ditempati bersama kedua adiknya, bisa bebas pulang dan pergi tanpa ada yang kepo sama sekali.


" Bagaimana Flora dan Feni apa kalian suka dengan apartemen ini, ini sewanya murah dan bisa bebas beraktifitas, kita bebas berangkat siang dan pulang besok pagi, tidak akan ditanya oleh satpam disini. Jadi tidak usah takut dikepoin orang orang, apa lagi pulang bawa barang mewah" Ucap Ferdi melihat apatermen yang akan menjadi tempat tinggalnya, Ferdi akhirnya bisa juga beli dua motor, supaya mempermudah Ferdi, Flora dan Feni. Pergi pergi


" Boleh juga ka, baiklah kita akan kedalam sekarang untuk sewa apatermen ya, Kaka jangan tanggung sendiri biaya sewa ini yah, kita harus tanggung bertiga dan setiap mendapatkan uang harus bisa nabung yah untuk simpanan masa depan kita, karena kita tidak tahu kan pekerjaan ini bisa bertahan sampai kapan" Ucap Flora sadar diri, jika menjadi simpanan om om bisa berakhir jika ketahuan oleh pasangannya.


" Ka,Flora benar kalo kita jangan terlalu boros karena kita tidak tahu masa depan akan seperti apa, dan pengeluaran motor dan sewa apartemen harus ditanggung bertiga, jangan jadi beban sendiri, ingat yah Kaka Kaka kita hidup mandiri untuk bisa memenuhi kebutuhan kita, dan jangan ada yang saling mengandalkan apa lagi merasa beban sendiri untuk tanggung pengeluaran kita." Ucap Feni yang tidak ingin membebani Ferdi untuk bayar sewa apartemen, bayar keperluan motor, ataupun pengeluaran lainnya.


" Iyah adik cantik, yuk kedalam kita bayar sewa apartemen, dirapihkan dan kita akan pulang ke rumah untuk bawa barang barang kita, sekalian beli bahan makanan kita ya." Lanjut Ferdi bahagia karena kedua adiknya Bener bener mau hidup mandiri dan tidak ada niatan mengandalkan Ferdi sama sekali.


Ferdi langsung ajak Flora dan Feni untuk ketemu orang pemasaran untuk sewa apartemen dan akan tinggal di apatermen dari hasil kerja kerasnya sendiri.


Dilain sisi, Jeje melihat laptopnya untuk kerjain pekerjaan kantornya di rumah, karena Jeje lagi malas sekali ke kantor karena akan sangat melelahkan menghabis kan delapan jam untuk kerja didepan komputer.

__ADS_1


" Ferdi dan kedua adiknya sudah mendapatkan apatermen yang meraka inginkan, sederhana tapi bagus juga sih mereka mau mandiri dan tidak terlalu memanfaat kan saya sama sekali" Ucap Jeje bangga dengan Ferdi dan adik adiknya yang mau mandiri, dan pakai uang yang ada untuk sewa apartemen dan tidak minta lebih sama sekali.


Dilain sisi, Tetangga nya Ferdi melihat Ferdi, Flora, dan Feni. Keluar dari rumahnya  sambil membawa tas cukup besar dan Ferdi pun sudah punya motor baru sampai dua


" Kalian mau kemana? Dapat uang dari mana bisa beli motor baru ini? Jangan jangan kalian maling motor yah? Orang susah seperti kalian dapat uang dari mana untuk beli motor baru itu?" Tanya Tetangganya Ferdi yang jahil dan kepo dengan urusan orang lain


" Mau ke rumah saudara kita, kita akan tinggal di sana dan hayo adik adik kita langsung jalan saja" Ucap Ferdi dengan santainya, langsung naik motornya.


" Hayo" Ucap Flora dan Feni dengan kompak


Dilain sisi, Tata dan Patrik selesai rapat bersama clien disebuah Mall, saat mau pulang melihat toko perhiasan membuat Tata dan Patrik langsung mampir.


" Kalung cantik untuk anak cantik, beli ah untuk Flora dan Feni" Ucap Tata yang ingin membelikan kalung untuk Flora dan Feni sekaligus

__ADS_1


" Boleh juga, yah sudah saya beli anting juga untuk mereka, supaya mempercantik penampilan mereka" Ucap Patrik yang ingin membelikan anting untung Flora dan Feni pakai


" Pas makan siang, kita langsung kasih ke mereka dan bisa mereka pakai perhiasan pemberian kita" Lanjut Tata tidak sabar ingin melihat Flora dan Feni pakai perhiasan yang sudah dibelikan.


Dilain sisi, Ferdi, Flora, dan Feni. Bawa masuk barang barangnya kedalam kamar unit apatermennya, akhirnya Ferdi tidak lagi tinggal di perkampungan penuh dengan orang orang kepo dan sombong.


" Untungnya kita tadi langsung pergi yah ka, jadi tidak menanggapi orang orang kepo dan julid dengan urusan pribadi kita yah" Ucap Flora merasa lega karena Ferdi langsung ajak pergi


" Namanya juga laki laki ka, wajar jika ka Ferdi langsung ajak pergi, karena paling malas adu mulut yang tidak ada guna nya sama sekali." Ucap Feni yang mengerti kenapa Ferdi langsung pergi seperti tadi


" Betul sekali, untuk apa adu mulut dengan orang seperti mereka, tidak ada gunanya dan buang buang waktu saja. Karena Ladenin mereka akan kemana mana pembahasannya yang akhirnya rahasia kita ketahuan, justru kita akan menderita kembali cuman karena mereka saja, tentunya Kaka tidak akan pernah mau itu terjadi, karena bisa mendapatkan Tante Tante kaya dan baik itu tidak mudah terjadi." Ucap Ferdi yang tidak ingin ada masalah cuman karena hal hal tidak penting dengan merespon setiap pertanyaan kepo orang lain.


" Sama ka, yah sudah kita sekarang susun barang barang kita dan istirahat sebentar, karena nanti siang pasangan kita pasti mau minta ketemu kan, supaya bisa fresh kembali dengan istirahat sebentar." Lanjut Flora mulai merasa ngantuk dan ingin secepatnya bisa tidur

__ADS_1


" Yah sudah selamat istirahat ka Ferdi" Lanjut Feni setuju untuk tidur juga, unit apatermennya Feni memiliki dua kamar dan kamar mandi didalam, membuat Feni sekamar bersama Flora sedangkan Ferdi tidur sendiri


Feni, Flora, dan Ferdi langsung jalan ke kamar untuk susun barang barangnya, mandi, dan baru tidur sebelum ketemu Tata, Patrik, dan Jeje untuk makan siang bersama


__ADS_2