MEMBESARKAN ADIK SEORANG DIRI

MEMBESARKAN ADIK SEORANG DIRI
Pakaikan dasi


__ADS_3

Flora bangun lebih pagi dari biasanya, jalan pelan pelan ke dapur, rencananya ingin membuatkan sarapan untuk Tata sebelum berangkat ke kantor.


" Bik, biasanya tuan kalo sarapan makan apa bik dirumah?" Tanya Flora yang penasaran, dan takutnya selera sarapan Tata beda antara dirumah dan diluar.


" Maaf nona, tapi tuan jarang sekali pulang ke rumah, dulu sih tuan lebih sering sarapan sandwich, burger, roti tawar, dan kebab. Biasanya selalu salah satu itu dari itu yang tuan makan terus minumnya teh manis hangat." Ucap bik Sumini yang sudah lama sekali, tidak membuat sarapan untuk Tata.


" Yah sudah bik, tolong ajarin saya membuat sandwich yah bik." Lanjut Flora yang ingin membuatkan sarapan untuk Tata sebelum siap siap berangkat kerja.


" Baik nona" Lanjut Bik Sumini yang mulai ambilkan bahan bahan untuk membuat sandwich untuk Flora buat untuk Tata sarapan.


Dilain sisi, Patrik melihat Feni baru bangun tidur, langsung peluk Feni dari belakang.


" Pagi sayang, mau kemana sayang?" Tanya Patrik langsung peluk Feni yang duduk ditempat tidur.


" Pagi juga sayang, mau masak sarapan untuk sayangnya aku sayang, ini kan masih subuh sayang, tidur saja dulu jika sudah selesai masakannya aku akan bangunin mas dan kasih vitamin sebelum siap siap berangkat kerja." Ucap Feni sambil menahan geli, karena Patrik melarang Feni untuk bangun dari tempat tidur.


" Vitamin saja dulu sayang, aku temani menyiapkan sarapan sayang mau kan?" Tanya Patrik, Patrik senang sekali akhirnya bisa merasakan lagi bangun tidur ada yang temani Patrik tidak merasa sendirian lagi.


" Baik lah mas, aku turutin keinginan mas" Lanjut Feni yang langsung rebahan dan membuat Patrik seneng melihatnya, karena Feni mau turutin keinginannya.

__ADS_1


Patrik pelan pelan gerakan pinggangnya membuat Feni merasa senang, karena masih pagi sudah memberikan vitamin untuk Patrik sebelum sarapan dan berangkat kerja.


Dilain sisi, Ferdi dan Jeje setelah selesai olahraga langsung siap siap berangkat ke kantornya Jeje.


" Sayang, tidak masalah kan ikut ke kantor sayang? Aku kadang jenuh sendirian didalam ruangan aku sayang?" Tanya Jeje manja sambil peluk Ferdi, yang berdiri didepannya.


" Mau teteh, aku akan temani teteh selama kerja, supaya pas pulang kerja kita langsung jalan untuk ketemu adik adik aku dan calon suami mereka jadi tidak terlalu lama dijalan kita." Ucap Ferdi yang ingat acara hari ini, untuk kenalan langsung dengan Tata dan Patrik.


" Oh Iyah mau ketemu mereka yah nanti malam, aku lupa sayang yah baik lah aku setuju sayang. Siap siap yuk sayang" Lanjut Jeje yang ingin ajak Ferdi siap siap untuk ikut ke kantornya, dan temani Jeje kerja dari pagi sampai sore, sedangkan malam baru ketemu dengan Flora, Feni, dan calon suaminya


Ferdi gandeng tangannya Jeje untuk jalan ke kamar dan siap siap ke kantor, walaupun Ferdi merasa malu ke kantornya Jeje tidak melakukan apapun selama Jeje kerja, tapi tidak mungkin menolak ajakan Jeje kwatir Jeje marah dan sedih karena menolak diajak ke kantor seharian.


" Sayang,hebat sekali langsung bisa loh pakaikan dasi rapih seperti ini, terimakasih yah sayangnya aku" Ucap Tata senang karena Flora berhasil pakaikan dasi untuk Tata pertama kalinya


" Alhamdulillah jika dibilang rapih sayang, soalnya kan akan dipakai mas seharian dikantor, selain itu warnanya juga bagus lagi, supya tidak malu cuman karena aku gagal pakaikan dasi" Ucap Flora senang, karena berhasil pakaikan dasi untuk Tata rapih dan langsung pakikan Tata jas supaya menyempurnakan penampilan Tata pagi ini ke kantor


Dilain sisi, Feni anterin Patrik sampai mobilnya sebelum berangkat kerja, Feni yang niatnya mencium Patrik dikening,membuat Patrik ingin dicium lebih oleh Feni.


" Sudah ah sayang, aku malu banyak karyawan mas, semangat kerja hari ini dan jika merasa tidak enak badan harus istirahat yah mas, aku ingin sekali bisa tahu kantor ka Tata deh dan melihat langsung ruangan mas juga" Ucap Feni yang ingin tahu kantornya Tata dan ruangannya Patrik

__ADS_1


" Sabar yah sayang, jika kita sudah menikah baru aku ajak kamu dan pastinya Tata juga akan ajak Flora juga,jadi kalian berdua akan tahu apa saja yang kita kerjakan dan aku juga punya kaamar pribadi seperti ruangannya Tata" Ucap Patrik, Patrik sejujurnya betah sekali dirumah, karena sudah ada yang temani Patrik dirumah dan berlama lama berduaan


" Wih mantap sekali punya kamar segala diruangannya, sudah berapa banyak perempuan diajak kesana?" Tanya Feni tiba tiba merasa cemburu, saat tahu Patrik punya kamar pribadi ruangannya


" Tidak ada saama sekali sayang, cuman awal menikah saja diajak ke kantor sayang supaya tahu apa saja yang dikerjakan suami dari pagi sampai sore, fungsi kamar yah kalo merasa tidak enak badan langsung tidur, ada kaamar mandi, dan kulkas juga jika merasa haus atau ada client langsung ambil minum supaya tidak terlalu lama nunggu OB, Tata tidak ingin ruangannya dipakai untuk panjat pinang sayang, walaupun jam istirahat juga, senakal nakalnya Tata dan aku, tidak ingin urusan pribadi dibawa ke kantor walaupun urusan jatah juga sayang, mau bersih dan fokus untuk kerja saja, lagian malu jika dilihat karyawan juga, setiap hari istri ke kantor yang tidak ada kepentingan dalam urusan pekerjaan kan" Lanjut Patrik terus terang, Patrik walaupun sering main perempuan, tapi tidak pernah diajak ke kantor untuk makan siang dan panjat pinang walaupun cuman sebentar


" Pantas selama ini kalian tidak pernah ajak ke kantor, baik lah aku tidak akan minta ke kantor jika tidak diajak oleh mas,baik lah mas semangat kerja yah dan aku menunggu mas pulang kerja dirumah" Lanjut Feni mengerti dengan penjelasannya Patrik, Feni bangga karena Tata dan Patrik sama sekali tidak pernah seenaknya bawa perempuan ke kantor sama sekali, demi menjaga nama baik didepan karyawan


Patrik seeneng sekali karena Feni mau menunggu Patrik pulang kerja dirumah saja, tidak ada niatan pergi kemana pun


Dilain sisi, Semua mata tertuju melihat Jeje jalan masuk kedalam lobi kantor, ditemani oleh Ferdi yang sengaja penampilannya dibuat sekeren mungkin,supaya banyak yang kagum dengan penampilanya Ferdi.


" Selamat pagi bu Jeje, bu temennya tampan sekali bu,ap a boleh kenalan bu?" Tanya Resepsionis yang kagum melihat ketampanannya Ferdi


" Tidak boleh" Tegas Jeje yang tidak ingin, karyawan kantor ada yang kenal Ferdi, terutama karyawan perempuan takut ada yang kecentilan didepan Ferdi


" Maaf bu Jeje" Lanjut Resepsionis takut melihat wajahnya Jeje yang terlihat tidak suka jika resepsionisnya mau kenalan dengan Ferdi


Jeje langsung ajak Ferdi untuk melanjutkan jalannya ke lif dan masuk ke ruangannya, karena Jeje ingin sekali kerja ditemani oleh Ferdi sampai sore hari

__ADS_1


__ADS_2