
Membesarhkan adik seorang diri: Tidak hargai kita
Tata dan Patrik, setelah pulang kerja langsung ketemu lagi
dengan kedua mertuanya didepan kantor, Tata langsung ajak ke café yang ada
didepan kantor.
‘ Malam ini kita akan makan malam bersama anak anak kalian,
kita harapan sih kalian beneran mau berdamai dengan anak anak kalian, tidak
seenaknya bicara selama ketemu mereka” Ucap Tata berusaha untuk bijaksana dan
menjadi penengah antara anak dan orang tua, supaya bisa akur kembali
“ Ini kesempatan terakhir kalian untuk ketemu anak anak
kalian,jika ternyata kalian membuat masalah otomatis kita sendiri yang akan melarang
kalian ketemu lagi dengan Ferdi, Flora, dan Feni. Untuk apa ketemu jika kalian
sebagai orang tua tidak bisa bahagiakan anak kalian dan tidak bisa membuat anak
anak kalian tenang bersama orang tuanya” Tegas Patrik yang akan menjamin
semuanya baik baik saja, tidak ada lagi air mata yang keluar, cuman karena
ketemu dengan orang tuanya.
“ Iyah iyah, kalian cerewet sekali sih, kita mau berdamai
dengan anak anak kita, jadi kita tahu apa yang harus kita lakukan demi anak anak
kita betah setiap deket dengan orang tuanya” Protes Ayah nya Ferdi, yang tahu
apa yang harus diucapkan demi kesejahteraan masa depannya.
“ Baik lah, anak anak kalian sudah dijalan mau kesini,
kalian akan kita bantu akur dengan anak anak kalian dan kalian bisa datang
diacara pernikahan kita dengan damai” Lanjut Tata berharap jika calon mertuanyany, tidak melakukan kesalahan apapun
selama acara berlangsung dan tidak membuat Flora sedih sekaligus merasa malu karena ucapan seenaknya kedua orang
tuanya
Ferdi ajak Jeje untuk jemput Flora dan Feni, untuk ke
kantornya Tata, walaupun tidak seperti biasanya Ferdi mau jemput kedua adiknya
yang ada di rumahnya Patrik.
“ Tumben sekali yah, bang Tata dan bang Patrik minta kita
yang jemput kedua pacarnya seperti ini?” Tanya Ferdi penasaran karena pertama
kalinya jemput kedua adiknya
“ Mungkin mereka masih sibuk, tapi mau makan malam bersama
biarin saja deh kita turutin saja, untuk jemput adik adik kamu, supaya aku juga
tahu rumahnya Patrik, supaya pas aku mau ketemu bisa langsung menghampiri Feni
dirumahnya Patrik kan” Ucap Jeje tidak merasa keberatan untuk jemput, kedua
adik iparnya untuk makan malam bersama setelah pulang kerja.
Dilain sisi,Feni dan Flora setelah selesai luluran dan
mandi, langsung siap siap karena akan diajak makan malam keluarga bersama Ferdi
dan Jeje didepan kantornya Tata.
“ Sepertinya baju baju baru kita, dikeluarin deh ka, saya
sudah bosan pakai baju lama terus, enaknya baju yang mana yah” Ucap Feni
bingung, karena masih banyak baju baru yang belum dipakai oleh Feni sama sekali
“ Kita pakai baju yang warnanya, sama seperti kemeja yang di
pakai oleh mas Tata dan bang Patrik saja, saya pakai baju warna coklat ah
karena mas Tata lagi pakai kemeja warna coklat, dasi, dan jas nya juga. Terlihat
tampan sekali tadi pas berangkat ke kantor” Ucap Flora langsung pilih dras
__ADS_1
warna coklat, Flora sengaja belanja baju dan disimpan dirumahnya Patrik, karena
setelah Tata berangkat kerja, membuat Flora bisa seharian dirumahnya Patrik
sampai Tata dan Patrik pulang kerja dan pulang bareng.
“ Saya warna biru saja deh, karena tadi mas Patrik pakai jas
warna biru dan kemejanya warna putih jadi cerah lihatnya” Lanjut Feni langsung
pilih beberapa dres warna biru supaya bisa dipakai sesuaikan warna jasnya
Patrik
Feni dan Flora langsung siap siap untuk makan malam keluarga
dan akan dijemput oleh Ferdi dan Jeje, yang langsung dari kantornya.
Dilain sisi, Patrik dan Tata, merasa lega sekali karena
sejam menunggu kedatangannya Feni, Flora,Ferdi, dan Jeje. Ke café akhirnya tiba
juga, membuat Patrik mempersilahkan duduk, Patrik sengaja sewa lantai dua café untuk
makan malam keluarga supaya tidak ada yang makan di lantai dua, dan tidak ada
yang dengerin apapun yang dibicarakan bersama calon mertuanya.
“ Sayang, kenapa ada mereka disini?” Tanya Feni menatap
sinis kedua orang tuanya yang lagi duduk di kursi
“ Apa ini disengaja bang? Maksud kalian apa? Kalian kan tahu
betapa bencinya kita dengan orang orang itu? Kenapa sekarang makan malam
bersama mereka?” Tanya Ferdi penuh amarah, melihat Tata dan Patrik mau makan
malam bersama, kedua orang tua yang tidak menganggap Ferdi dan adik adiknya
anak mereka
“ Sayang, tenang lah, kita hargai saja dulu apa mau mereka
dan jika sudah disampaikan apa mau mereka baru kita respon ucapan mereka yah”
tahu apa yang mau dibahas nanti
“ Yah sudah kita makan saja dulu, setelah makan baru kita
bicara yah semuanya dan selama makan kita dilarang bicara sama sekali, supaya
kita bisa menikmati makanan sampai selesai yah” Ucap Tata sambil pegang tangannya Flora, supaya calon istrinya
tidak terlalu tegang melihat kedua orang tuanya ada di café yang sama
“ Iyah sayang, aku akan menikmati makanan yang sudah mas
siapkan” Ucap Flora santai, pantas saja Tata tidak jemput Flora karena ada
kedua orang tuanya.
“ Pelayan, tolong hidangkan menu yang ada di café ini” Ucap
Patrik, Patrik sudah pesen makanan yang akan di makan bersama sama.
“ Baik” Ucap Pelayan café,yang akan siapkan makanan untuk
pelanggannya.
Selama menunggu makanan disiapkan, suasana di meja makan
terasa sunyi sekali, karena tidak ada yang bicara sama sekali. Setelah makanan
siap dan di nikmati oleh Kedua orang tua nya Ferdi, Flora, Ferdi, Feni, Tata,
dan Patrik. Suasana makan malam kembali sunyi,cuman ada suara sendok dan garpu
saja. Setelah makan selesai membuat Tata langsung melanjutkan tujuan acara
makan malam keluarga.
“ Oke, ayah dan bunda, silahkan kalian sampaikan apa yang
mau kalian bicarakan” Ucap Tata berusaha menghargai kedua orang tuanya Ferdi
sebagai calon mertuanya
“ Idih, ngapain sih sayang, panggil mereka dengan sebutan
__ADS_1
ayah dan bunda segala? Mereka saja tidak hargai kita sebagai anak mereka kok?”
Tanya dan protesnya Flora tidak suka, saat denger Tata sebut kedua orang tuanya
dengan sebutan ayah dan bunda
“ Flora, tenang yah,kita hargai saja maksud mereka untuk
ketemu kita disini oke” Lanjut Patrik, Patrik mengerti betapa bencinya Flora ke
kedua orang tuanya, tapi Patrik berusaha menghargai keinginannya orang tuanya
Flora untuk bicara langsung dengan anak anaknya
“ Maafin ke egoisan mamah dan papah selama ini ke kalian
bertiga, yang lepas tanggung jawab sebagai orang tua ke kalian dan seenaknya ke
kalian.” Ucap Ayah nya Ferdi, mulai melancarkan sandiwaranya
“ Kita berdua fikir fikir, mau sampai kapan kita berdua
harus jauh dari ketiga anak kita, setiap ketemu selalu berantem terus tidak
pernah akur, karena mamah sangat rindu dengan kalian dan rasa bersalah,
akhirnya kita melacak plat nomor mobilnya Tata, demi kita tahu dimana alamat
pacarnya Flora, Alhamdulillah papah kalian berhasil melacaknya dan bikin kita
berdua bisa ada disini hari ini, demi bisa ketemu langsung dengan kalian dan
minta maaf langsung, sekaligus ajak kalian bertiga berdamai dengan kita berdua”
Ucap Mamah nya Ferdi, Mamah nya Ferdi sengaja sampai nangis segala, demi
melancarkan sandiwaranya untuk meluluhkan hati ketiga anaknya
“ Kalian memang enak sekali, kalian fikir dengan kata maaf
akan merubah segalanya? Kalian saat meninggalkan kita tidak memikirkan kondisi
kita sama sekali, saya yang tidak pernah urus kedua adik saya yang menahan
lapar, akhirnya keluar rumah untuk mencari makan untuk mereka, saya yang
menolak kehadiran kalian dan saya minta kalian berdua stop datangin bang Tata,
bang Patrik, dan teteh Jeje. Untuk bujuk mereka supaya kita mau menerima
kehadiran kalian sebagai orang tua kita, saya yang tidak mau menerima kalian
dan saat ketemu kita dengan mudah menghina kita ditempat umum, dan sekarang
dengan mudah minta maaf, kalian fikir kita apa yang kalian seenaknya sakitin
dan seenaknya ajak berdamai” Tegas Ferdi yang tidak mau menerima kehadiran
kedua orang tuanya sama sekali
“ Feni juga tidak mau menerima kehadiran kalian, jangan
pernah muncul lagi, dan jangan pernah merusak hubungan kita mengerti, kalian
yang membuang kita dan sekarang kita membuang kalian, untuk apa menerima kalian
yang seenaknya dalam hidup kita, enak sekali datang dengan minta maaf,
memangnya kalian fikir kita tidak punya hati sama sekali” Tegas Feni, Feni selamanya tidak akan menerima
kehadiran orang tuanya, karena kedua orang tuanya sekarang Feni harus memiliki
calon suami yang lebih tua demi Feni bisa merubah hidupnya lebih baik dan tidak
kekurangan sama sekali
“ Ini terakhir kalinya kita semua ketemu kalian, dan jangan
pernah merusak kebahagian kita bertiga” Tegas Flora, Flora tidak akan mudah
luluh dengan air mata ibu nya, karena Flora tidak yakin jika ibu nya tulus
menyesal
Flora langsung ajak Tata pulang, tanpa bicara sama sekali,
sudah cukup ketemu dengan orang tuanya, dan tidak ada lagi yang harus
dibicarakan, Tata yang tangannya ditarik oleh Flora nurut saja langsung pulang
__ADS_1