MEMBESARKAN ADIK SEORANG DIRI

MEMBESARKAN ADIK SEORANG DIRI
Tidak hargai


__ADS_3

Membesarhkan adik seorang diri: Tidak hargai kita


Tata dan Patrik, setelah pulang kerja langsung ketemu lagi


dengan kedua mertuanya didepan kantor, Tata langsung ajak ke café yang ada


didepan kantor.


‘ Malam ini kita akan makan malam bersama anak anak kalian,


kita harapan sih kalian beneran mau berdamai dengan anak anak kalian, tidak


seenaknya bicara selama ketemu mereka” Ucap Tata berusaha untuk bijaksana dan


menjadi penengah antara anak dan orang tua, supaya bisa akur kembali


“ Ini kesempatan terakhir kalian untuk ketemu anak anak


kalian,jika ternyata kalian membuat masalah otomatis kita sendiri yang akan melarang


kalian ketemu lagi dengan Ferdi, Flora, dan Feni. Untuk apa ketemu jika kalian


sebagai orang tua tidak bisa bahagiakan anak kalian dan tidak bisa membuat anak


anak kalian tenang bersama orang tuanya” Tegas Patrik yang akan menjamin


semuanya baik baik saja, tidak ada lagi air mata yang keluar, cuman karena


ketemu dengan orang tuanya.


“ Iyah iyah, kalian cerewet sekali sih, kita mau berdamai


dengan anak anak kita, jadi kita tahu apa yang harus kita lakukan demi anak anak


kita betah setiap deket dengan orang tuanya” Protes Ayah nya Ferdi, yang tahu


apa yang harus diucapkan demi kesejahteraan masa depannya.


“ Baik lah, anak anak kalian sudah dijalan mau kesini,


kalian akan kita bantu akur dengan anak anak kalian dan kalian bisa datang


diacara pernikahan kita dengan damai” Lanjut Tata berharap jika calon  mertuanyany, tidak melakukan kesalahan apapun


selama acara berlangsung dan tidak membuat  Flora sedih sekaligus merasa malu karena ucapan seenaknya kedua orang


tuanya


Ferdi ajak Jeje untuk jemput Flora dan Feni, untuk ke


kantornya Tata, walaupun tidak seperti biasanya Ferdi mau jemput kedua adiknya


yang ada di rumahnya Patrik.


“ Tumben sekali yah, bang Tata dan bang Patrik minta kita


yang jemput kedua pacarnya seperti ini?” Tanya Ferdi penasaran karena pertama


kalinya jemput kedua adiknya


“ Mungkin mereka masih sibuk, tapi mau makan malam bersama


biarin saja deh kita turutin saja, untuk jemput adik adik kamu, supaya aku juga


tahu rumahnya Patrik, supaya pas aku mau ketemu bisa langsung menghampiri Feni


dirumahnya Patrik kan” Ucap Jeje tidak merasa keberatan untuk jemput, kedua


adik iparnya untuk makan malam bersama setelah pulang kerja.


Dilain sisi,Feni dan Flora setelah selesai luluran dan


mandi, langsung siap siap karena akan diajak makan malam keluarga bersama Ferdi


dan Jeje didepan kantornya Tata.


“ Sepertinya baju baju baru kita, dikeluarin deh ka, saya


sudah bosan pakai baju lama terus, enaknya baju yang mana yah” Ucap Feni


bingung, karena masih banyak baju baru yang belum dipakai oleh Feni sama sekali


“ Kita pakai baju yang warnanya, sama seperti kemeja yang di


pakai oleh mas Tata dan bang Patrik saja, saya pakai baju warna coklat ah


karena mas Tata lagi pakai kemeja warna coklat, dasi, dan jas nya juga. Terlihat


tampan sekali tadi pas berangkat ke kantor” Ucap Flora langsung pilih dras

__ADS_1


warna coklat, Flora sengaja belanja baju dan disimpan dirumahnya Patrik, karena


setelah Tata berangkat kerja, membuat Flora bisa seharian dirumahnya Patrik


sampai Tata dan Patrik pulang kerja dan pulang bareng.


“ Saya warna biru saja deh, karena tadi mas Patrik pakai jas


warna biru dan kemejanya warna putih jadi cerah lihatnya” Lanjut Feni langsung


pilih beberapa dres warna biru supaya bisa dipakai sesuaikan warna jasnya


Patrik


Feni dan Flora langsung siap siap untuk makan malam keluarga


dan akan dijemput oleh Ferdi dan Jeje, yang langsung dari kantornya.


Dilain sisi, Patrik dan Tata, merasa lega sekali karena


sejam menunggu kedatangannya Feni, Flora,Ferdi, dan Jeje. Ke café akhirnya tiba


juga, membuat Patrik mempersilahkan duduk, Patrik sengaja sewa lantai dua café untuk


makan malam keluarga supaya tidak ada yang makan di lantai dua, dan tidak ada


yang dengerin apapun yang dibicarakan bersama calon mertuanya.


“ Sayang, kenapa ada mereka disini?” Tanya Feni menatap


sinis kedua orang tuanya yang lagi duduk di kursi


“ Apa ini disengaja bang? Maksud kalian apa? Kalian kan tahu


betapa bencinya kita dengan orang orang itu? Kenapa sekarang makan malam


bersama mereka?” Tanya Ferdi penuh amarah, melihat Tata dan Patrik mau makan


malam bersama, kedua orang tua yang tidak menganggap Ferdi dan adik adiknya


anak mereka


“ Sayang, tenang lah, kita hargai saja dulu apa mau mereka


dan jika sudah disampaikan apa mau mereka baru kita respon ucapan mereka yah”


tahu apa yang mau dibahas nanti


“ Yah sudah kita makan saja dulu, setelah makan baru kita


bicara yah semuanya dan selama makan kita dilarang bicara sama sekali, supaya


kita bisa menikmati makanan sampai selesai yah” Ucap Tata sambil  pegang tangannya Flora, supaya calon istrinya


tidak terlalu tegang melihat kedua orang tuanya ada di café yang sama


“ Iyah sayang, aku akan menikmati makanan yang sudah mas


siapkan” Ucap Flora santai, pantas saja Tata tidak jemput Flora karena ada


kedua orang tuanya.


“ Pelayan, tolong hidangkan menu yang ada di café ini” Ucap


Patrik, Patrik sudah pesen makanan yang akan di makan bersama sama.


“ Baik” Ucap Pelayan café,yang akan siapkan makanan untuk


pelanggannya.


Selama menunggu makanan disiapkan, suasana di meja makan


terasa sunyi sekali, karena tidak ada yang bicara sama sekali. Setelah makanan


siap dan di nikmati oleh Kedua orang tua nya Ferdi, Flora, Ferdi, Feni, Tata,


dan Patrik. Suasana makan malam kembali sunyi,cuman ada suara sendok dan garpu


saja. Setelah makan selesai membuat Tata langsung melanjutkan tujuan acara


makan malam keluarga.


“ Oke, ayah dan bunda, silahkan kalian sampaikan apa yang


mau kalian bicarakan” Ucap Tata berusaha menghargai kedua orang tuanya Ferdi


sebagai calon mertuanya


“ Idih, ngapain sih sayang, panggil mereka dengan sebutan

__ADS_1


ayah dan bunda segala? Mereka saja tidak hargai kita sebagai anak mereka kok?”


Tanya dan protesnya Flora tidak suka, saat denger Tata sebut kedua orang tuanya


dengan sebutan ayah dan bunda


“ Flora, tenang yah,kita hargai saja maksud mereka untuk


ketemu kita disini oke” Lanjut Patrik, Patrik mengerti betapa bencinya Flora ke


kedua orang tuanya, tapi Patrik berusaha menghargai keinginannya orang tuanya


Flora untuk bicara langsung dengan anak anaknya


“ Maafin ke egoisan mamah dan papah selama ini ke kalian


bertiga, yang lepas tanggung jawab sebagai orang tua ke kalian dan seenaknya ke


kalian.” Ucap Ayah nya Ferdi, mulai melancarkan sandiwaranya


“ Kita berdua fikir fikir, mau sampai kapan kita berdua


harus jauh dari ketiga anak kita, setiap ketemu selalu berantem terus tidak


pernah akur, karena mamah sangat rindu dengan kalian dan rasa bersalah,


akhirnya kita melacak plat nomor mobilnya Tata, demi kita tahu dimana alamat


pacarnya Flora, Alhamdulillah papah kalian berhasil melacaknya dan bikin kita


berdua bisa ada disini hari ini, demi bisa ketemu langsung dengan kalian dan


minta maaf langsung, sekaligus ajak kalian bertiga berdamai dengan kita berdua”


Ucap Mamah nya Ferdi, Mamah nya Ferdi sengaja sampai nangis segala, demi


melancarkan sandiwaranya untuk meluluhkan hati ketiga anaknya


“ Kalian memang enak sekali, kalian fikir dengan kata maaf


akan merubah segalanya? Kalian saat meninggalkan kita tidak memikirkan kondisi


kita sama sekali, saya yang tidak pernah urus kedua adik saya yang menahan


lapar, akhirnya keluar rumah untuk mencari makan untuk mereka, saya yang


menolak kehadiran kalian dan saya minta kalian berdua stop datangin bang Tata,


bang Patrik, dan teteh Jeje. Untuk bujuk mereka supaya kita mau menerima


kehadiran kalian sebagai orang tua kita, saya yang tidak mau menerima kalian


dan saat ketemu kita dengan mudah menghina kita ditempat umum, dan sekarang


dengan mudah minta maaf, kalian fikir kita apa yang kalian seenaknya sakitin


dan seenaknya ajak berdamai” Tegas Ferdi yang tidak mau menerima kehadiran


kedua orang tuanya sama sekali


“ Feni juga tidak mau menerima kehadiran kalian, jangan


pernah muncul lagi, dan jangan pernah merusak hubungan kita mengerti, kalian


yang membuang kita dan sekarang kita membuang kalian, untuk apa menerima kalian


yang seenaknya dalam hidup kita, enak sekali datang dengan minta maaf,


memangnya kalian fikir kita tidak punya hati sama sekali” Tegas  Feni, Feni selamanya tidak akan menerima


kehadiran orang tuanya, karena kedua orang tuanya sekarang Feni harus memiliki


calon suami yang lebih tua demi Feni bisa merubah hidupnya lebih baik dan tidak


kekurangan sama sekali


“ Ini terakhir kalinya kita semua ketemu kalian, dan jangan


pernah merusak kebahagian kita bertiga” Tegas Flora, Flora tidak akan mudah


luluh dengan air mata ibu nya, karena Flora tidak yakin jika ibu nya tulus


menyesal


Flora langsung ajak Tata pulang, tanpa bicara sama sekali,


sudah cukup ketemu dengan orang tuanya, dan tidak ada lagi yang harus


dibicarakan, Tata yang tangannya ditarik oleh Flora nurut saja langsung pulang

__ADS_1


__ADS_2