
Membesarkan adik seorang diri judul: Ajak ke salon
Ferdi dan Jeje sudah siap untuk berangkat ke kantor, Jeje periksa lagi barang bawaan yang harus dibawa ke kantor.
" Sayang, makan siang mau dimana sayang?" Tanya Ferdi sambil masuk kedalam mobil
" Di Mall saja sayang, soalnya aku mau ajak ke salon adik adik kamu sayang, sekalian belanja bareng aku sebelum kembali ke kantor sayang" Ucap Jeje pelan pelan sambil menjalankan mobilnya
" Oke sayang, aku akan minta mereka siap siap untuk susul kita ke Mall yah" Lanjut Ferdi bahagia karena Jeje mau jalan jalan bersama kedua adiknya
Dilain sisi, Flora setelah anterin Tata ke mobil dan melihat Tata sudah berangkat kerja, langsung masuk kedalam rumah.
" Bosan juga ternyata dirumah sendirian, lebih baik ke rumahnya ka Patrik deh buat ketemu dengan Feni, supaya ada temen ngobrol dan mau ngapain juga enak ada temennya" Batin Flora yang tidak sabar ingin ketemu dengan Feni, supaya tidak merasa sendirian dirumah saja.
Dilain sisi, Feni merapihkan bajunya Patrik yang sudah di setrika oleh ART nya Patrik, dan dimasukin kedalam lemarinya supaya disusun rapih.
" Ternyata tugas istri lelah juga yah, tapi masih lebih baik lah dari pada tidak punya suami sama sekali sih." Ucap Feni yang ngeluh banyak yang dikerjain untuk rapihin barang barangnya Patrik, tapi bersyukur karena Feni sudah menjalankan tugas sebagai istri walaupun belum resmi menikah dengan Patrik
__ADS_1
Feni pelan pelan merapihkan baju bajunya Patrik supaya tidak berantakan sama sekali dan disusun rapih di lemari
Dilain sisi, Calvin melihat Ferdi setiap hari ikut Jeje ke kantor, membuat Calvin langsung senyum sinis melihat Ferdi yang seperti bodyguard yang selalu mengawal Jeje kemana pun Jeje berada.
" Punya pacar pengangguran ngapain dipertahanin sih,cuman karena kesepian saja sampai dibawa kekantor setiap hari, tidak malu sama sekali jadi orang aneh sekali, uang bisa membuat orang menahan malu karena kekurangannya, Ferdi tidak terlihat seperti pacaranya Jeje tapi lebih mirip seorang bodyguard, karena tidak hari mengawal Jeje terus" Batin Calvin senyum sinis melihat Jeje dan Ferdi masuk kedalam lift khusus
Calvin langsung jalan dibelakang, malas rasanya jalan disamping Jeje, karena ada Ferdi yang selalu mengawal Jeje sampai ke kantor
Dilain sisi, Patrik dan Tata bahagia sekali, karena sebentar lagi akan menikah dengan Feni dan Flora, akhirnya lepas juga dari masa dudanya.
" Sebentar lagi tidak akan menjadi duda lagi, berasa awet muda setiap kali didekt Flora, dan saya akan minta Flora punya anak supaya dirumah tidak sepi dan bisa merasakan jadi orang tua selama menjalankan pernikahan kan, tidak sepi terus menerus tidak enak sama sekali" Ucap Tata yang ingin sekali, memiliki anak dan dirumah bisa ramai dengan suara dan tawa anak sendiri
" Iyah betul, harus bisa membujuk mereka mau memberikan kita keturunan, dan membuat mereka juga iri melihat perempuan lain bisa punya anak dan mereka juga bisa punya anak sendiri, jika menginginkannya" Lanjut Tata akan berjuang untuk bujuk Flora mau mengandung dan punya anak, karena usia Tata sudah tidak muda lagi dan tidak ingin menghabiskan masa tua tanpa kehadiran seorang anak sama sekali
Patrik setuju dengan keinginannya Tata untuk minta Feni dan Flora siap memberikan anak untuk Tata dan Patrik, sebagai pelengkap sebuah keluarga
Dilain sisi, Jeje sebelum mulai kerja minta jatah dulu ke Ferdi, membuat Ferdi dengan senang hati turutin keinginannya Jeje, walaupun tadi sebelum berangkat sudah diberikan oleh Ferdi.
__ADS_1
" Sayang, harus semangat kerjanya hari ini yah, aku akan temani teteh disofa selama teteh kerja oke" Ucap Ferdi pelan pelan gerakin pinggangnya
" Aaaahhh, Iyah sayang pasti semangat kerja aku, apa lagi selalu ditemani kamu terus kan, aku tidak merasa kesepian saat bekerja sayang, membuat aku betah lama lama diruangan bersama kamu sayang" Desa han Jeje, Jeje bahagia sekali karena Ferdi selalu bisa membuat Jeje semangat dipagi hari sebelum mulai kerja, Jeje tidak menyesal ajak Ferdi ke kantor
" Wajib semangat teteh kesayangan aku, paling cantik" Lanjut Ferdi, yang berusaha memberikan semangat untuk Jeje, supaya tidak merasa bosan kerja, Ferdi naik naik ke puncak gunung, membuat Jeje mengeluarkan suara suara merdunya terus
Ferdi mendengar suara merdunya Jeje, jadi semngat untuk turutin keingiannnya Jeje, diberikan vitamin sebelum mulai kerja, Jeje senyum senang melihat wajah tampannya Ferdi lebih dekat
Dilain sisi, Flora pertama kalinya melihat rumahnya Patrik, merasa kagum sekali karena rumahnya Patrik tidak kalah besar dari pada rumahnya Tata.
" Kamar om dimana? kamu lagi makan apa?" Tanya Flora yang penasaran dengan kamarnya Patrik dan Feni
" kue bolu, kaka mau? disini banyak sekali makanan ka, setelah makan minum jamu diet ka, dibelikan timbangan juga ka, supaya tahu aku gemukan atau tidak oleh om Patrik" Ucap Feni, Feni memang sengaja minta dibelikan timbangan, supaya makan banyak tidak takut gemuk
" Sama saja kan dirumah om Tata juga banyak makan, kalo timbangan sih belum minta sama sekali, karena merasa belum butuh juga, ke kamar kamu saja yuk kita bersantai disana dari pada didapur kan" Lanjut Flora yang ingin lebih santai didalam kamar, karena lebih bebas dan tidak dianggap tidak tahu sopan santun dirumah saudara sendiri
" Boleh saja ka, saya juga bosan didapur terus makan, lebih enak kan didalam kamar" Lanjut Feni langsung jalan meninggalkan dapur sambil bawa kue yang lagi di makan
__ADS_1
Flora ikutin Feni untuk masuk kedalam kamarnya Feni dan Patrik, bisa bersantai didalam kamar bersama Feni sambil nonton televisi,ngobrol dan makan bersama