
Feni setelah beli eskrim ajak Patrik untuk ke butik yang menjual baju pernikahan, karena Flora sudah selesai pilih baju yang diinginkan, disaat lagi jalan tidak sengaja ketemu dengan orang tuanya, membuat Patrik yang disampingnya Feni berusaha minta Feni tenang menghadapi orang tuanya.
" Eh perempuan sampah, lagi jalan enak enak bersama om om yah, om betah sekali jalan bersama sampah seperti dia, memangnya tidak ada yang lebih baik dari dia?" Tanya Ayah nya Feni heran karena Patrik betah sekali bersama Feni
" Kita bisa bicara jangan disini?" Tanya Patrik santai tapi serius, Patrik merasakan tangannya Feni keringat dingin.
" Tidak usah, cuman sebentar saja kita bicaranya. Seharusnya kamu bayar ke kita karena kita tinggalin anak sampah ini, membuat kamu pungut dia begitu saja kan apa lagi sampai sekarang kamu simpan anak sampah ini." Ledek Bunda nya Feni, bunda nya Feni senyum sinis melihat anaknya sepertinya ketakutan dan menahan rasa malu.
" Mas, kita pergi sekarang" Bisik Feni, Feni berusaha tidak kepancing emosi, supaya tidak membuat malu karena berantem dengan orang tua sendiri
Patrik tanpa banyak bicara langsung pergi begitu saja, dari pada ada keributan yang akhirnya aibnya akan terbongkar sebelum halal bersama Feni.
" Dasar anak sampah tidak tahu diri, orang tua lagi ngomong main pergi begitu saja!." Bentak Ayah nya Feni tidak terima, jika Feni main pergi begitu saja padahal orang tuanya masih bicara
" Biarin saja ayah, perempuan simpanan kan selalu begitu sayang, setiap ketahuan jadi simpanan om om akan diam dan ajak pergi begitu saja" Lanjut Bunda nya Feni sambil melihat anaknya pergi begitu saja.
Dilain sisi, Ferdi yang mendapatkan telefon dari Patrik, kalo ketemu orang tuanya langsung ajak pulang dari pada ada keributan didalam Mall.
" Kita pulang sekarang, soalnya ada mamah dan papah kita disini, jangan sampai mereka bikin masalah disini." Ucap Ferdi Yaang tidak ingin dibuat malu oleh orang tuanya.
__ADS_1
" Apa tidak sebaiknya kita bicara baik baik ke mereka, dan sampai kapan mereka mengabaikan anak terus dan setiap kali ketemu di hina terus padahal kalian korban keegoisan mereka?" Tanya Jeje yang merasa, sudah waktunya ketemu langsung dengan mertuanya dan bicara baik baik supaya hubungan anak dan orang tua bisa harmonis
" Yang ada teteh dan kita semua di kuras hartanya oleh mereka, kita tidak ingin teteh dan mas Tata jadi korban keegoisan mereka terus nantinya." Ucap Flora tidak setuju jika ketemu orang tuanya
" Apa yang dibilang oleh Jeje bener sayang, kita tidak bisa menghindar terus sayang apa lagi disaat tidak sengaja ketemu eh dihina dan kita cuman bisa sedih saja, tanpa ada akhirnya sayang, kita akan menikah jadi tidak bisa seperti ini terus." Bujuk Tata berharap Feni, flora, dan Ferdi. Mau berdamai dengan orang tuanya
" Baik lah, jika ketemu kita akan bicara baik baik dan jika mereka tidak bisa diajak bicara yah tidak akan pernah mau berdamai dengan orang tua yang egois dan tidak tahu diri" Lanjut Ferdi yang akhirnya mau diajak bicara dengan orang tuanya.
" Yah jika memang itu yang terbaik, baik lah hayo" Lanjut Flora pasrah dan percaya jika Tata tidak akan membiarkan adanya keributan sama sekali.
Flora langsung ajak Tata, Ferdi, dan Jeje untuk pulang. Berharap tidak ketemu dengan orang tuanya sama sekali, supaya tidak dibuat malu selama ada di Mall.
Dilain sisi, Feni saat sampai di mobil, sudah mulai tenang dan tidak sedih lagi karena orang tuanya tadi, lagi lagi menghina Feni dengan seenaknya.
" Sama sama sayang, aku lebih seneng melihat senyum cantik kamu dari pada wajah kamu basah karena air mata sayang." Ucap Patrik, Patrik selalu berusaha membuat Feni merasa tenang dideket Patrik dan merasa bahagia.
" Terimakasih yah mas, aku bahagia memiliki mas Patrik yang selalu ada untuk aku disaat bahagia dan sedih sayang" Lanjut Feni, Feni rebahan di pangkuannya Patrik, supaya lebih tenang dan bisa manja manjaaan dengan Patrik.
Dilain sisi, Ferdi melihat kedua orang tuanya di toko perhiasan, berusaha santai dan berusaha ramah sapa kedua orang tuanya, walaupun Ferdi semakin benci dengan orang tuanya.
__ADS_1
" Mamah dan papah, apa kabar kalian?" Tanya Ferdi, Ferdi berusaha tidak menunjukan wajah kesel sama sekali apa lagi ditempat umum.
" Wow, simpanan Tante Tante yah kamu, tadi Feni bersama om om, sekarang kamu bersama Tante Tante dan Flora juga sama saja. Nasib kalian prihatin sekali sih, mau kaya dengan cara jadi simpanan orang dewasa bikin malu saja kalian ini." Ledek Ayah nya Ferdi, tidak menyangka ketemu ketiga anaknya bersama pasangannya.
" Jika tahu dari awal kalian jadi simpanan orang dewasa, pasti sudah kita Carikan untuk kalian dan kita dapat duitnya juga ini sih merugikan kita sebagai orang tua. Terhina sekali kalian ini" Ledek Bunda nya Ferdi senyum sinis melihat anak anaknya, rela menjadi simpanan demi bisa menjadi kaya mendadak
" Flora kangen kalian, apa kita bisa ngobrol ngobrol lagi." Ucap Flora berusaha tidak nangis didepan orang tuanya, dan berusaha santai menahan malu karena ucapan kedua orang tuanya.
" Ngobrol gratis? Atau ngobrol ada bayarannya tidak? Kalian enak masa kita rugi, tidak nikmati uang mereka juga?" Tanya Ayah nya Flora menatap sinis anaknya, tidak menyangka melihat nasip anaknya menjadi simpanan orang dewasa
" Ada uangnya, hayo ikut kita" Tegas Tata, Tata menahan rasa malu dengan ucapan calon mertuanya
" Berapa?" Tanya Bunda nya Ferdi tidak menyangka jika Tata akan memberikan uang
Ferdi langsung ajak Jeje, Flora, dan Tata. Jalan duluan dari pada terlalu lama di Mall akan semakin malu, Ferdi tidak peduli kedua orang tuanya mau ikut sampai parkiran atau tidak, yang penting tidak terlalu malu kelamaan didepan toko perhiasan.
" Kita jangan bikin mereka marah sayang, bagaimana kalo kita pura pura baik dan mendukung hubungan mereka, lumayann kan kita tidak usah lagi susah payah cari uang seperti ini, apa lagi jika mereka bertiga sampai menikah dengan pasangan masing masing, otomatis kita sebagai orang tua akan dapat rezeki besar tanpa harus kerja sama sekali kan" Ucap Ayah nya Ferdi melihat kedua anaknya jalan duluan
" Ide yang bagus sayang, aku juga sudah lelah sih cari uang begini terus, ada untungnya kita tinggalin mereka yang akhirnya mereka sendiri yang mencari pasangan orang kaya kan, yuk kita bersandiwara demi kita tidak usah lagi cape cape kerja, aku bisa menikmati pemberian dari mereka bertiga, jalan jalan sepuasnya tanpa memikirkan biaya sama sekali" Ucap Bunda nya Ferdi yang ingin sekali bisa sepuasnya jalan jalan dan dibiayai oleh menantu yang kaya raya
__ADS_1
" Oke kita bersandiwara sekarang" Lanjut Ayah nya Ferdi bahagia karena mendapatkan ide, supaya bisa hidup enak tanpa berfikir pengeluaran sama sekali, karena akan ada yang memberikan biayah hidup mewah
Ayah dan bunda nya Ferdi, ikutin kedua anaknya yang jalan duluan ke parkiran mobi