
Tata dan Patrik berusaha menghargai apa yang dibicarakan orang tuanya Ferdi, Feni, dan Flora.
" Walaupun di masa lalu kita salah, apa salahnya jika kita mau memperbaiki kesalahan kita untuk bisa akur kembali dengan anak anak kita." Ucap Ayah nya Ferdi berusaha untuk membujuk Tata dan Patrik
" Tapi perubahan sikap kalian bikin kita curiga loh, dari seenaknya didalam Mall, pas diparkiran beda jauh tiba tiba minta maaf yang seolah kita lupa apa yang kalian bicarakan ke Ferdi, Flora, dan Feni. Yang bikin mereka sedih, kesel, dan malu karena ucapan kalian. Bikin kita curiga dengan perubahan sikap dan ucapan kalian." Ucap Tata yang tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan orang tuanya Ferdi
" Tapi setiap manusia kan ada perubahan juga dong, apa lagi kita sebagai manusia biasa ada hilaf dan rindu juga. Oh yah kita denger denger kalian mau menikah kan? Kenapa kalian tidak minta restu kita?" Tanya Bunda nya Ferdi pura pura, bunda nya Ferdi berusaha menunjukan wajah sedihnya.
" Denger denger? Sepertinya kalian cari tahu tentang hubungan kita dengan anak anak kalian? Apa yang kalian mau sebenarnya? " Tanya Patrik curiga, Patrik juga tidak percaya kebetulan kedua orang tuanya Ferdi ada didepan kantor
" Kalian denger dari siapa? Karena tidak semua orang tahu kalo kita akan menikah dengan anak kalian, kita tidak minta restu apa lagi minta kalian datang, karena kalian saja seenaknya menghina anak kalian di tempat umum, jadi kita tidak akan biarin kalian seenaknya merusak acara penting kita?" Tanya Tata yang juga tidak percaya dengan ucapan kedua orang tuanya Ferdi
" Sial, mereka bukan lawan yang biasa ternyata, bisa curiga seperti itu" Batin Ayah nya Ferdi kesel, karena Tata dan Patrik bisa langsung curiga seperti itu.
" Kalian kenapa sih, jika ucapan kita bener, alangkah baiknya kalian bersikap baik ke mertua kalian dan kita akan datang saat ijab kabul sama resepsi pernikahan juga, biar pernikahan Tata dan Patrik bareng anak anak kita sah karena orang tua datang bukan di wakili oleh Ferdi dan pacarnya saja." Tegas Ayah nya Ferdi yang tidak mau kalah adu argumentasi dengan Tata dan Patrik
" Kalian lebih dewasa dari anak anak kita, usia kalian saja empat puluh tahun, masa sih sama seperti anak anak kita yang masih marah dengan orang tua, seharusnya kalian lebih bijaksana dan bisa menjadi penengah antara anak dan orang tua." Tegas Ayah nya Ferdi yang berjuang, untuk bisa meluluhkan hati kedua pacar anak anaknya
" Bagaimana Ta? Apa kita bantuin mereka atau turutin keinginan calon istri kita?" Tanya Patrik melihat Tata, yang sama sama bingung apa yang harus dilakukan sekarang
__ADS_1
" Baik lah, kita akan ketemu dengan mereka, untuk mau berdamai dengan kalian demi masa depan keluarga tidak ada keributan, antara anak dan orang tua semakin jauh." Lanjut Tata yang akan mencoba bujuk Flora, untuk bisa memaafkan kesalahan orang tua dan mau orang tuanya hadir saat pernikahan nanti.
" Baik lah, kita harap kalian bisa bijaksana dan bisa mempersatukan anak dan orang tua lagi" Lanjut Bunda nya Ferdi bahagia, karena akhirnya berhasil meluluhkan hati kedua calon menantu menantunya
Tata dan Patrik berharap kedua orang tuanya Flora dan Feni, tulus mau rujuk dengan anak anaknya, tidak ada lagi keributan dan emosi lagi setelah berdamai.
Dilain sisi, Ferdi saat temani Jeje kunjungan kerja, tidak menyangka ketemu dengan temen temen tongkrongannya yang sering menghina Ferdi.
" Ferdi, apa kabar bro? Lo ngapain naik mobil mewah? Lo jadi supir sekarang? Gila penampilannya keren sekali sih, barang barang yang Lo pakai juga mahal mahal?" Tanya Temen nya Ferdi, melihat penampilan Ferdi yang sekarang sudah berubah.
" Enak sekali bilang jadi supir, gue itu ke sini mau jemput pacar gue dong." Ucap Ferdi dengan sombongnya, tidak akan membiarkan temen temennya menghina Ferdi lagi.
" Sayang, maaf aku lama yah" Ucap Jeje melihat Ferdi lagi ngobrol bersama temen temennya.
" Dari pada kalian, sampah masyarakat sampai sekarang pengangguran dan cuman bisa palakin orang saja, tidak ada masa depan lebih cerah." Ledek Ferdi senyum sinis melihat temen temennya, yang masih sama seperti dulu, yang tidak punya pekerjaan sama sekali.
" Sayang, hayo kita pulang" Lanjut Ferdi langsung bukain pintu mobil untuk Jeje, supaya Jeje bisa masuk kedalam mobil. Ferdi bersyukur sekali sudah bisa bawa mobil, jadi bisa pamer didepan temen temennya.
" Simpanan Tante Tante saja sombong, untungnya ganteng coba jelek mana mau Tante tadi dengan Ferdi tidak punya." Ledek temennya Ferdi, setelah ketemu Ferdi tadi.
__ADS_1
Temen temen tongkrongannya Ferdi, senyum sinis melihat Ferdi menjalankan mobilnya begitu saja.
Dilain sisi, Flora dan Feni berenang bareng, sambil menikmati cemilan yang sudah disediakan oleh ART nya Patrik.
" Fen, kamu kalo makan malam suka di rumah atau di luar rumah?" Tanya Flora saat ingat ucapan bik Sumini tadi
" Tergantung mau mas Patrik sih ka, kalo mas Patrik mau makan di rumah, yah sudah masak tiba tiba dan suka dibantu oleh mas Patrik ka, memangnya kenapa ka?" Tanya Feni sambil makan cemilan di pinggir kolam renang
" Tadi bik Sumini tanya kaka, mau masak atau tidak untk makan malam, terus kaka bilang saja tidak masak soalnya mau makan diluar rumah saaja, lagian mas Tata juga tidak pernah mau makan di rumah juga kan, nah penasaran saja kaka, kalo bang Patrik bagaimana kalo mau makan malamnya?" Lanjut Flora sambil menikmati cemilan setelah berenang
" Bibik disini sih tidak pernah tanya apapun sih ka, soalnya tahu kebiasannya mas Patrik, yang tidak pernah mau makan malam dirumah, pengennya sarapan pagi saja di rumah,dan kalo siang apa lagi karena kan masih jam kerja kan, kalo mau makan dirumah juga, yah Feni langsung belanja bersama mas Patrik jadi tidak pernah minta bibik disini untuk belanja" Lanjut Feni yang selalu belanja bersama Patrik
" So sweet sekali Fen, mau belanja berdua seperti itu untuk makan malam mendadak berdua dirumah" Lanjut Flora salut dengan Feni yang mau belanja bareng Patrik setelah pulang kerja
Dilain sisi, Ferdi seneng sekali, karena Jeje saat sampai diruangannya minta olahraga bersama,setelah panas panasan melihat proyek yang lagi dibangun tadi.
" Sayang, habis cape memang enak seperti ini yah sayang,bikin seger kembali, setelah panas panasan dan kita mandi deh sebelum teteh sayang kembali kerja sayang" Ucap Ferdi pelan pelan gerakin pinggangnya
" Ahhh, iyah sayang, aku selalu seneng seperti ini bersama kamu, apa lagi setelah kerja bikin aku kembali semangat kerja" Desa han Jeje merdu, Jeje seneng sekali karena selalu ajak Ferdi ke kantor, setiap pengen bisa langsung olahraga bersama didalam ruangannya.
__ADS_1
" Harus itu sayang, oh yah sayang, kita ke rumah sakit yah besok untuk cek kesehatan kita sayang, supaya lega jika tahu kita sehat sepenuhnya" Lanjut Ferdi yang ingin selalu tahu kondisi kesehatannya,mumpung punya pacar orang yang bisa membuat Ferdi berobat terus
" Aaaahh,Boleh sekali sayang, iyah sayang aku setuju kita harus rutin cek kesehatan kita sayang. luar biasa sayang" Desa han Jeje semakin merdu