Mengejar Cinta Kakak Tampan

Mengejar Cinta Kakak Tampan
Part 108


__ADS_3

Di sebuah ruangan, terlihat seorang wanita paruh baya tergeletak tidak berdaya di atas bangsalnya. Antara hidup dan mati, itulah perjuangannya saat ini. Seakan dia berada di dalam dua pilihan yang sangat sulit, jika dia ingin hidup, maka dia harus menahan sakit lebih lama lagi. Sedangkan, jika dia memilih mati, tetapi malaikat juga belum sudi untuk mencabut nyawanya. Dia seperti di berikan sebuah kesempatan untuk meminta maaf kepada orang-orang yang sudah dia dizholimi, tetapi sangat di sayangkan dia belum mempunyai keberanian akan itu.


Tubuhnya di penuhi dengan alat bantu, matanya di tutupi oleh perban, sedangkan tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali. Ntah apa dosa yang telah dia lakukan, sehingga dia bisa mengalami musibah sebesar itu. Di sampingnya terlihat seorang gadis yang terlihat sangat menyedihkan. Tubuhnya kurus, dan juga matanya yang sembab karena terus menangis.


Aldan yang melihat penampakan itu hanya bisa diam mematung. Dia tidak menyangka jika ternyata orang yang telah mendonorkan mata untuk istrinya adalah ibu dari mantan tunangannya. Namun, bukan hanya hal itu yang membuatnya terkejut, tetapi melihat nasib kedua wanita itu yang sangat menyedihkan.


"Paman!" ucap Aldan menatap Randy dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Dia adalah orang yang mendonorkan matanya untuk Yuki."


"Tapi!"

__ADS_1


"Sudahlah! ayo," ucap Randy melangkahkan kakinya mendekati Gresia yang sedang duduk di samping mamanya.


"Gresia!" ucap Randy menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


"Dokter!" ucap Gresia terkejut ketika melihat pria yang datatang bersama Randy.


"Lebih baik mereka mengetahuinya sekarang. Aku yakin ibumu juga ingin bicara dengan mereka," ucap Randy menepuk bahu Gresia pelan.


Sedangkan Aldan hanya bisa diam sambil menatap kedua wanita itu secara bergantian. Dia masih belum percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, sehingga membuatnya seperti orang kebingungan. Melihat itu, Randy hanya bisa tersenyum kecil, dia tau walaupun keluarga Gresia telah mempermainkan keluarganya, tetapi tidak ada setitik dendam pun tertanam di hati Aldan.


"Aldan! a... aku minta maaf kepada kalian. Aku...." ucap Gresia menangis lalu bersujud di kaki Aldan.

__ADS_1


"Aku mohon maafkan mama. Maafkan semua kesalahannya, agar dia bisa pergi dengan tenang. Aku tau! aku tau kami tidak pantas mendapatkan maaf darimu, tapi aku mohon, aku mohon maafkan mama. Aku sebentar lagi akan masuk penjara, aku ingin kalian memaafkanku sebelum aku mendapatkan hukumanku," ucap Gresia dengan isak tangisnya.


"Masuk penjara! memang apa yang telah kau lakukan?" tanya Aldan binggung.


"Dia ingin membunuh Kak Mala, tapi Allah masih melondunginya dan membalikkan niat buruk itu kepada mereka," ucap Rifki memasuki ruangan itu dengan raut wajah penuh amarah.


Kejadian yang sebenarnya, saat Gresia melepaskan rem kursi roda Mala. Kursi roda Mala langsung melaju ke jalan raya, tetapi tiba-tiba sebuah truk datang, karena terkejut supir truk itu langsung membanting stir dan menabrak mama Gresia yang berdiri di tepi jalan. Suatu kebetulan Rifki sampai di tempat itu tepat waktu, sehingga dia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri.


"Mereka adalah orang-orang yang tidak punya hati. Jadi sudah sepantasnya mereka mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka. Aku sudah berbaik hati untuk menunda hukumannya, karena mamanya ingin mendonorkan matanya untuk Yuki. Jika tidak, aku pasti sudah membunuhnya saat itu juga," jelas Rifki.


Gresia hanya diam menunduk melihat kemarahan pria itu, hanya penyesalan yang ada di pikirannya saat ini. Semuanya sudah sirna, harta, kekuasaan dan juga kedua orang tuanya. Tidak ada lagi yang bisa di sombongkan, yang ada tinggal kehidupan yang begitu menyedihkan. Seperti kata orang-orang, kesombongan dan juga kedengkian, hanya akan membawa kita ke dalam lembah kesengsaraan. Karena tidak selamanya apa yang kita sombongkan akan kekal bersama kita. Seperti harta, tahta, kekuasaan, dan juga kecantikan, itu semua hanyalah titipan dari Allah SWT. dan tentunya dia bisa mengambilnya kapanpun yang dia inginkan.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan kalian. Tapi kalian tetap harus mendapatkan hukuman kalian,"


Bersambung.....


__ADS_2