Mengejar Cinta Kakak Tampan

Mengejar Cinta Kakak Tampan
Part 93


__ADS_3

"Arghh! sial. Terbuat dari apa sih hati wanita itu? sehingga dia bisa setegar itu setelah kehilangan penglihatannya. Jika itu terjadi pada wanita lain, pasti perasaannya akan sangat hancur. Tapi Yuki! dia malah terlihat biasa saja, bahkan seperti tidak terjadi apa-apa," ucap Gresia kesal sambil melangkahkan kakinya meningalkan ruang rawat Yuki.


Namun, tiba-tiba ocehan gadis itu terhenti ketika melihat Mala yang sedang berada di kursi roda. Dia menatap wanita itu sambil tersenyum kecil, dia perlahan melangkahkan kakinya untuk menghalangi Mala dan Rifki yang hendak ke ruangan Yuki.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, padahal aku baru saja mau ke ruanganmu," ucap Gresia tersenyum sinis.


"Mungkin aku bisa gagal menghancurkan mental Yuki, tapi setidaknya aku bisa bersenang-senang dengan musuh baruku," batin Gresia tersenyum kecil.


Mendengar ucapan Gresia, Mala hanya diam menunduk. Dia yakin jika wanita itu hanya ingin menertawakan keadaannya saat ini. Melihat kegugupan sang kakak, Rifki langsung memegang bahu kakaknya itu untuk memberi dukungannya.


"Terima kasih karena kalian telah repot-repot meluangkan waktu kalian untuk melihat keadaan kakakku," ucap Rifki tersenyum.


"Mala adalah teman putriku, jadi wajar saja kami menjenguknya saat dia sedang mendapat musibah seperti ini," ucap Bu Erwan tersenyum kecil.


"Ini aku bawakan buah untukmu. Aku harap kamu mau menerimanya," ucap Gresia memberikan hampers yang telah dia siapkan untuk Mala.


"Di dalam ada sedikit uang. Aku harap kamu tidak perlu membawa namaku atas kejadian ini. Ingat! aku tidak ada urusannya dalam kecelakanmu. Aku segaja memberikan uang itu sebagai imbalan untukmu. Karena kamu telah melakukan pekerjaan bagus, walaupun kamu harus cacat untuk selamanya," bising Gresia tersenyum kecil sambil memberikan amplop yang berisi uang untuk Mala.

__ADS_1


"Terima kasih atas kunjunganmu. Tapi maaf! aku tidak bisa menerima uang ini," ucap Mala mengembalikan uang pemberian Gresia.


"Kenapa kamu menolaknya? ingat! kamu membutuhkannya untuk biaya perawatanmu. Kamu tidak memiliki apapun, selain tubuhmu," ucap Bu Erwan tersenyum kecil.


"Aku tau! aku tau aku tidak memiliki apapun lagi selain tubuhku. Tapi lebih baik kalian gunakan saja uang itu, karena aku yakin kalian lebih membutuhkannya daripada aku," ucap Mala tersenyum kecil.


Mendengar ucapan Mala, Gresia dan Bu Erwan hanya tersenyum kecil. Memang mereka sudah dekat dengan Mala, tetapi mereka tidak tau siapa Mala yang sebenarnya. Karena yang mereka tau Mala hanyalah seorang wanita murahan yang telah menjadi pemuas nafsu para pria hidung belang. Namun, mereka tidak tau siapa orang tua Mala yang sebenarnya.


"Apa kamu ingin selalu merepotkan adikmu. Apa kamu lupa jika adikmu itu masih kuliah, bahkan dia harus bekerja keras untuk hidupnya. Jangan sampai dia juga harus merepotkan dirinya untuk menghidupimu juga," ucap Bu Erwan tersenyum meremehkan.


Mendengar ucapan Rifki, Gresia dan Bu Erwan langsung saling lempar tatapan. Mereka mengganggap jika Rifki hanya sedang sok jagoan untuk menampung kakaknya yang telah cacat itu.


"Kalian tenang saja, aku tidak akan membawa nama kalian dalam masalah ini. Aku yang melakukan kebodohan ini, jadi aku tidak akan menyebut nama kalian. Untuk mobilmu yang telah aku curi, aku akan mengantinya," ucap Mala.


"Menggantinya?" tanya Gresia tertawa puas.


"Kamu tidak perlu sok banyak uang, Mal. Lihat, kau saja tidak bisa berjalan sekarang. Jadi tidak akan ada om kaya yang mau menjadikanmu sebagai simpanannya lagi. Jangankan menjadi simpanan, memakaimu dalam satu malam saja mereka tidak akan sudi lagi. Yang ada kamu hanya membohongiku," ucap Gresia tersenyum meremehkan.

__ADS_1


"Maaf! kakakku tidak berbohong. Kami sudah membeli mobil yang sama dengan mobilmu, mulai dari merek, warna, bahkan kami sudah memesan plat nomor yang sama. Mungkin sebentar lagi mobilnya akan sampai di rumah kalian," ucap Rifki.


"Jika kamu memang benar ingin mengantinya, maka antar saja ke rumah sakit ini," ucap Bu Erwan tidak yakin.


"Baiklah! aku akan menyuruh pegawai showroom untuk mengantarnya ke sini," ucap Rifki mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.


Melihat itu, Gresia dan Bu Erwan hanya menatapnya bingung. Tentu saja mereka tidak yakin jika Rifki bisa membeli mobil itu. Mereka mengganggap jika Rifki dan Mala hanya melakukan sandiwara untuk menutupi kesalahan Mala yang membawa kabur mobil Gresia.


"Sekitar sepuluh menit lagi mereka akan sampai. Bagaimana jika kita menunggu mereka dikantin saja," ucap Rifki.


"Boleh juga. Kebetulan aku juga haus," ucap Gresia setuju.


"Mala!" ucap sepasang pasangan paruh baya berjalan mendekati Mala. Terlihat keduannya nampak terkejut dengan keadaan Mala saat ini. Bahkan mereka langsung memeluk Mala sambil menangis.


"Tuan Alvando?" ucap Bu Erwan gugup.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2