
"Maafkan kakak! kakak janji tidak akan meninggalkanmu lagi. Karena mulai sekarang kakak akan selalu bersamamu, membangun hidup kita secara bersama-sama," ucap Bisma tersenyum sambil menghapus air mata Sania.
"Maksud kakak?" Sania mengerutkan keningnya binggung mendengar ucapan Bisma.
Bisma berlahan membuang napasnya kasar, lalu menatap Sania dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Dia tidak tau apakah keputusannya ini benar atau salah. Dia berlahan menatap Gibran yang sedang menatap mereka dari sudut ruangan.
"Lakukanlah, Kak! aku yakin kalian bisa menghadapi semua ujian ini dengan baik. Karena kalian memiliki cinta yang begitu besar. Cinta itulah yang akan menjadi kekuatan untuk kalian," batin Gibran menatap Bisma dengan penuh keyakinan.
"Ayo, ikut kakak," ucap Bisma menarik tangan Sania menuju panggung.
Sania hanya menurut dan mengikuti langkah Bisma dengan senyuman yang terus melingkar di wajahnya. Dia yakin, jika Bisma tidak akan mengecewakannya lagi. Karena dia bisa melihat cinta yang begitu besar terpancar dari mata Bisma.
"Apa yang dia lakukan?" gumam Kinan menatap Bisma dengan tatapan penuh kebingungan.
"Biarkan saja! Biarkan Bisma dan Sania menentukan jalan hidup mereka. Kita hanya perlu memberikan dukungan dan juga semangat untuknya. Ingat, mereka berhak mengambil keputusan tentang kehidupan mereka," ucap Rayyan mengusap punggung Kinan.
"Rayyan benar, Kak! Sania berhak menentukan jalan hidupnya. Karena dia yang menjalankannya, bukan kita. Jadi dia yang paling tau apa yang terbaik untuknya. Kita hanya perlu mengingatkan yang terbaik untuknya saja," ucap Zhia tersenyum dan berusaha meyakinkan kakaknya itu.
"Tapi Sania tidak mungkin bisa menerima semuanya dengan mudah. Hatinya akan sangat hancur setelah mengetahui segalanya," ucap Kinan tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Sania, saat mengetahui siapa Bisma yang sebenarnya.
"Keponakanku adalah wanita yang kuat! aku yakin kepadanya. Dia pasti bisa menerima masa lalu Bisma yang seorang pria brensek. Kau lihat saja Zhia dan yang lainnya. Mereka juga bisa bisa menerima masa lalu kita dengan baik," ucap Rayyan.
__ADS_1
"Bisma tidak seperti kita, Ray! dia," ucap Kinan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Perhatiannya langsung teralihkan dengan kelakuan Bisma yang jauh dari dugaannya. Bisma menekukkan satu kakinya di lantai panggung dan merogoh saku kemejanya. Dia mengeluarkan kotak cincin dan membukanya di depan Sania. Dia mencoba mengengam tangan Sania dan menatap gadis itu dengan tatapan penuh cinta dan juga penyesalan sekaligus.
"Sa! kakak tau, kakak bukanlah pria baik-baik yang pantas bersanding denganmu. Kakak hanyalah pria brengsek, yang tidak punya malu menyimpan rasa kepada gadis sebaik dirimu. Kakak hanya bisa berharap jika kamu mau menerima masa lalu kakak dengan lapang dada. Kakak berjanji kakak akan menjadi pria yang baik untukmu. Maafkan kakak! maafkan kakak karena selalu membuatmu bersedih. Maafkan kakak karena kakak hanyalah seorang pria pengecut yang selalu lari dari keadaan. Kakak melakukan itu semua karena kakak tidak mau kau semakin terluka," ucap Bisma meneteskan air matanya.
"Setelah kakak merenungi semuanya, kakak sadar. Kakak sadar kakak tidak bisa hidup tanpamu. Kakak ingin menulis lembaran baru bersamamu. Sania Ayunda Wirawan, maukah kau menjadi istriku? aku berjanji, aku akan menjadikanmu ratu dalam kehidupanku. Walaupun aku tidak memiliki kekuasaan, dan juga harta yang berlimpah, tetapi aku memiliki cinta yang begitu besar untukmu. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu," ucap Bisma kembali.
"Aku tidak butuh harta dan kekuasaan! Karena yang aku butuhkan hanyalah cinta dan kasih sayang. Karena harta dan kekuasaan belum tentu bisa memberikan cinta dan kasih sayang. Tetapi, cinta dan kasih sayang akan bisa memberikan harta dan kemewahan," ucap Sania menitikkan air matanya.
"Kak Bisma! aku menerimamu sebagai imamku. Aku berjanji akan menjadi tempatmu pulang dan melepaskan semua rasa lelahmu. Aku mencintaimu, Kak," ucap Sania dengan penuh kebahagiaan.
Sania langsung menghamburkan pelukannya ke tubuh kekar Bisma. Pria itu membalas pelukan gadis itu dan menciumi puncak kepalanya dengan penuh kebahagiaan. Air mata kebahagiaan terus saja menghiasi wajah kedua insan itu, sehingga membuat semua tamu dan para sahabat mereka yang melihatnya ikut menangis haru.
Termasuk para papa dan mama narsis, mereka langsung saling berpelukan dan menangis penuh haru melihat kebahagiaan Sania dan Bisma, Kecuali Rafi dan Kinan. Mereka berdua malah terlihat cemas, mereka takut jika keputusan Bisma salah dan membuat kehidupan Sania semakin hancur.
"Ya Tuhan! cobaan apa lagi ini. Jika kau mempercayakan masalah sebesar ini kepundak putriku, maka kuatkanlah bahunya. Berikan dia kekuatan untuk menerima semua kenyataan ini," batin Kinan terus menatap putrinya itu dengan tatapan penuh kecemasan.
"Papa!" seorang anak kecil menghampiri Bisma, sehingga membuat semua orang langsung menatap ke arahnya.
"Raf!" ucap Kinan menatap Rafi dengan perasaan hancur.
__ADS_1
Lututnya terasa bergetar hebat, seakan tidak sanggup memopong tubuhnya lagi. Akhirnya, apa yang dia takutkan selama ini terjadi juga. Dimana putrinya akan mengetahui jika pria yang sangat dia cintai telah memiliki putra dari wanita lain. Hancur, pasti sangat hancur, hanya itu yang ada di pikiran Kinan saat ini.
"Kau tenanglah! kenapa wanita itu bisa kesini," ucap Rafi panik lalu memberika kode kepada para penjaga.
"Ada apa ini? apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Rissa menatap binggung suaminya itu.
"Ada apa ini, Kak? siapa anak kecil itu?" tanya Zhia menatap Kinan dengan tatapan penuh tanda tanya.
Melihat kondisi Kinan, Rayyan dan yang lainnya langsung bergerak cepat. Walaupun mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, tetapi mereka tau jika sesuatu yang buruk akan terjadi. Wildan dengan cepat menyelesaikan pesta dan membubarkan seluruh tamu undangan.
"Kenapa? kenapa kalian mengakhiri pesta ini? apa kalian takut jika reputasi gadis itu hancur? lalu apa kalian memikirkan perasaan anak ini? tidak! kalian tidak memikirkannya. Kalian hanya memikirkan reputasi keluarga kalian saja. Tanpa memikirkan persaan seorang anak yang ingin bertemu dengan papa kandungnya," ucap seorang wanita cantik yang berjalan mendekati bocah itu dengan air mata yang membasahi wajahnya.
"Stop! lanjutkan acaranya," ucap Sania dengan penuh keyakinan lalu berjalan mendekati bocah itu.
"Sania!" ucap Bisma gugup.
"Berani kau menentang ucapanku! maka akan aku pastikan kehidupan gadis ini akan hancur. Bukan hanya kehidupannya, tetapi nama baik para sahabatmu juga akan ikut hancur," batin wanita itu tersenyum sinis.
"Kau tidak tau siapa diriku! aku tidak akan bisa hancur dengan begitu mudah. Sekali kau melangkahkan kakimu untuk mengusik kehidupanku, maka aku tidak akan membiarkanmu lepas begitu saja,"
Bersambung......
__ADS_1