
Lampu kedap kedip, ditambah lagi dengan suara lantunan musik begitu keras membuat suasana semakin meriah. Terlihat begitu banyak pasangan sedang berdansa di atas panggung, baik itu pasangan kekasih maupun hanya pasangan sementara. Di tengah-tengah orang yang sedang sibuk mencari pasangan mereka, terlihat seorang pria hanya diam sambil memperhatikan seorang tamu dari kejauhan.
Tubuh tegap dan juga wajahnya yang tampan membuat para gadis yang ada di sana langsung terpesona. Bahkan ada beberapa gadis yang menberanikan diri untuk mengodanya. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang bisa menarik perhatian pria itu. Kecuali gadis yang sedang minum seorang diri di sudut ruangan itu.
"Aku lihat kau sejak tadi memperhatikan gadis itu. Kenapa kau tidak mendekatinya saja, tapi kau harus hati-hati. Dia itu singa betina yang tidak mudah di taklukkan," ucap seorang pria mendekatinya.
"Singa betina?" tanya Bisma mengerutkan keningnya binggung.
"Ia! dia adalah Sania Wirawan, putri tunggal Kinan Wirawan. Satu club ini tidak ada yang berani mendekatinya, karena pertama datang dia hampir membunuh seorang tamu yang berani menyentuhnya. Aku heran, kenapa gadis sebaik dia berada di tempat seperti ini," ucap Pria itu terkekeh kecil mengingat kelakuan Sania saat pertama kali masuk ke club.
"Kau mengenalnya?" tanya Bisma penuh selidik.
"Ia! Dia teman sekampusku. Aku juga terkejut ketika melihat dia datang ke tempat ini. Padahal dia itu salah satu mahasiswi panutan di sekolah," jelas pria itu.
"Sudah ya! aku mau berpesta dulu. Tapi ingat, jika kau ingin mendekatinya jangan menyentuhnya. Karena dia bisa membunuhmu malam ini juga," ucap pria itu tersenyum lalu pergi meninggalkan Bisma.
"Singa betina! ternyata kau sangat kejam kepada pria lain, Sayang. Bahkan kau sangat menjaga tubuhmu, sedangkan aku," batin Bisma menyesal kejadian malam itu.
Di saat sedang sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba ponsel Bisma berbunyi. Dengan cepat dia merogoh sakunya dan melihat siapa yang sedang menghubungi. Nomor tidak di kenal, melihat nomor itu, Bisma langsung bisa menebak siapa yang sedang menghubunginya. Tidak mau banyak pikir, Bisma langsung menekan tombol hijau sambil terus menatap ke arah Sania.
__ADS_1
"Hallo, Sayang! apa kau merindukan sentuhanku? jika kau mau aku bersedia untuk memuaskanmu," ucap seorang wanita dari sebrang sana.
"Jangan banyak bacod kau? jika kau berani tunjukkan dirimu," ucap Bisma mengepalkan tangannya geram.
"Baiklah! jika itu yang kau mau. Aku akan menujukkan diriku dan putra kita di depan umum. Tapi!" ucap Wanita itu terkekeh kecil.
"Stop! jika kau berani melakukan itu, akan aku pastikan kau tidak akan bisa melihat matahari lagi,"
"Aw, takut! tapi bohong," ucap wanita itu tertawa puas.
Mendengar suara tawa wanita itu, jantung Bisma langsung berdegup kencang. Matanya terus tertuju kearah Sania. Tatapannya penuh kewaspadaan dan tidak mau lengah sedikitpun. Dia tau wanita itu sedang mengincar Sania, walaupun gadis itu ahli dalam ilmu bela diri, akan tetapi Bisma tidak boleh legah begitu saja. Karena dia tidak tau dari siapa saja orang-orang yang membantu wanita misterius itu.
"Jika kau berani menyentuhnya, akan aku remukkan seluruh tubuhmu. Ingat, aku tidak memiliki anak. Jika itu benar, aku melakukannya secara tidak sadar. Kau telah menjebakku malam itu, bahkan aku saja tidak mengenal siapa dirimu," ucap Bisma mengusap wajahnya kasar.
"Aku tidak perduli. Jauhi gadis itu, atau aku akan membuat hidupnya lebih hancur dari pada saat ini. Bukan hanya hidupnya, tapi aku juga akan menghancurkan kehidupan para sahabatmu. Kau lihat saja, permainan akan segera di mulai. Maaf aku telah kehilangan kesabaranku," ucap gadis itu mematikan pangilannya.
"Dasar wanita gila!" teriak Bisma frustasi.
Mendengar teriakan Bisma, semua mata langsung tertuju kepadanya. Namun, dia tidak memperdulikan tatapan orang-orang itu. Dia terus menatap kearah Sania yang terus minum. Padahal Bisma melihat jika gadis itu sudah minum begitu banyak. Bahkan sudah ada beberapa botol minuman kosong di atas mejanya.
__ADS_1
"Sania! kenapa kau harus melakukan ini? bagaimana aku mengatakan semuanya kepadamu?" batin Bisma mengusap wajahnya frustasi.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Sania saat mengetahui hal ini. Pasti perasaan gadis itu akan sangat hancur, bagaimana tidak! pria yang sangat dia cintai ternyata sudah memiliki keturunan dengan wanita lain. Walaupun Bisma tidak yakin akan itu, tetapi wanita itu memiliki vidio mesum mereka lima tahun lalu.
Bukan hanya hati Sania yang akan hancur, tetapi juga reputasinya. Karena dia akan di sebut sebagai pelakor, karena wanita itu sangatlah licik. Dia pasti akan memanfaatkan rasa cinta Sania untuk membuat seolah-olah Sanialah dalang di balik perpisahannya dengan Bisma.
Memang, Bisma tidak mengetahui kejadian sebenarnya pada malam itu. Karena dia sedang di jebak oleh wanita yang tidak dia kenal. Lima tahun lalu, Bisma minum di sebuah club seorang diri. Namun, di pagi hari saat bangun tiba-tiba dia sudah berada di sebuah kamar dengan pakaian polos.
Dia tidak bisa mengingat kejadian malam itu, dia hanya mengingat jika di saat minum tiba-tiba kepalanya terasa sakit. Lalu datang seorang wanita yang mendekatinya dan menuntunnya menuju kamar itu. Bisma tidak bisa melihat wajah wanita itu, karena penglihatannya langsung buram.
Setelah beberapa hari, tiba-tiba dia menerima vidionya pada malam itu. Video itu memperlihatkan dengan jelas jika dia sedang melakukan hubungan suami istri dengan wanita yang tidak dia kenal. Bahkan dia tidak bisa melihat wajah wanita itu karena di sensor. Bukan hanya dia, tapi Kinan juga mendapat video itu. Sehingga membuat Kinan menjadi murkamurka dan berniat memisahkannya dari Sania.
Bisma sudah berusaha keras untuk mencari wanita itu, tetapi usahanya sia-sia. Bahkan dia sudah melakukan berbagai cara, mulai dari memeriksa rekaman CCTV club itu, melacak nomor telepon pengirim video itu, dan masih banyak lagi. Namun, semuanya sia-sia. Dia tetap tidak bisa mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Hingga akhirnya berbagai teror terus menghampiri mereka. Bahkan Sania kecil hampir saja melihat video itu. Untung saja Kinan langsung menggalkannya, sehingga Sania tidak sampai melihat video tidak senonoh itu. Karena takut terjadi sesuatu kepada Sania, Kinan akhirnya menyuruh Rafi untuk mengirim Bisma keluar kota. Bahkan memutuskan semua kontaknya dengan Sania. Setelah Bisma pergi, keadaan mulai terkendali. Bahkan Sania tidak di teror lagi oleh wanita itu.
Namun, sekarang wanita itu datang kembali. Bahkan membawa kabar yang lebih besar, jika dia telah melahirkan anak dari Bisma yang kini telah berumur empat tahun. Wanita itu meminta Bisma untung bertanggung jawab atau akan memberitahukan semuanya kepada Sania. Dan pasti akan merusak mental gadis itu.
Bersambung.......
__ADS_1