
Sania dengan teliti memperhatikan satu persatu para tamu. Bahkan tatapannya tidak lepas dari gerak-gerik Gresia. Dia yakin wanita licik itu sedang menyiapkan sesuatu rencana yang buruk untuk menjatuhkan sahabatnya. Mengingat hari pernikahan Gresia dan Aldan yang tidak lama lagi. Walaupun Gresia tidak merencanakan sesuatu hari ini, tetapi dia akan merencanakannya terlebih dahulu. Karena dia tidak ingin sahabatnya itu mengalami nasib yang sama seperti dirinya.
"Ki! aku ke toilet sebentar ya," ucap Sania meminta izin ketika melihat Gresia yang berlahan menjauh dari keramaian.
"Baiklah! kami tunggu kau di sini," ucap Yuki tersenyum.
Mendengar persetujuan Yuki, Sania langsung melangkahkan kakinya mengikuti Gresia. Hingga akhirnya dia melihat Gresia memberikan sebuah gelas yang berisi minuman ke seorang pelayan, dan memberikan uang ke pelayan itu secara sembunyi-sembunyi. Dengan cepat Sania mengambil ponselnya dan mengabdikan moment itu.
"Kau kira bisa melakukan rencanamu dengan mudah? kau salah besar! Aku jamin minuman itu akan segera kembali kepadamu," ucap Sania tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya kembali mendekati Yuki.
Tidak berselang lama, pelayan itu langsung menghampiri mereka. Sania melihat Gresia yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Melihat itu, Sania langsung mencari cara agar minuman itu bisa kembali kepada Gresia, tanpa ada yang menyadarinya.
"Permisi, Nona! silahkan ambil minumannya," ucap pelayan itu berjalan mendekati Yuki.
"Yuki! kau mau minum," tanya Sania menghalangi pandangan Gresia.
"Nona mau minum juga?" tanya pelayan itu, kebetulan dia membawa tiga gelas minuman.
"Tentu saja! Aulya kau juga mau minum?" tanya Sania berusaha mengalihkan perhatian pelayan itu.
Di saat pelayan itu menatap ke arah Aulya, dengan cepat Sania mengambil minuman yang di khususkan untu Yuki, dan merubah posisi minuman yang lain ke tempat minuman itu tanpa sepengetahuan pelayan itu.
"Tentu saja!" ucap Aulya tersenyum dan mengambil minuman yang ada di mampan itu.
"Ini untuk Nona!" ucap pelayan itu langsung memberikan minuman itu kepada Aulya.
"Ini, Nona! silahkan di minum," ucap Pelayan itu memberikan gelas yang di berikan Gresia untuk Yuki.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Yuki tersenyum lalu meminum minuman itu sedikit.
Melihat itu, sang pelayan langsung tersenyum sinis, lalu memberi kode kepada Gresia jika rencana mereka berhasil. Sania mencium aroma minuman yang ada di tangannya sambil menatap Yuki dengan lekat.
"Pura-puralah untuk pusing! karena minuman yang di khususkan untukmu ada di tanganku," ucap Sania pelan sambil terus menikmati pesta.
Mendengar ucapan Sania, Yuki langsung mengerti. Dia memegang kepalanya pelan dan pura-pura merasa pusing. Kebetulan seorang pelayan berada di dekat mereka, Sania langsung memberikan minuman yang ada di tangannya kepada pelayan itu.
"Berikan minuman ini kepada gadis yang ada di sudut dan mengenakan gaun silver! jangan sampai gagal," bisik Sania menatap tajam pelayan itu.
"Baik, Nona!" ucap pelayan itu mengangguk patuh tidak berani membantah.
"Ternyata rencana kita berjalan dengan mudah! satu kecoa langsung tersingkir dengan mudah. Mama yakin Nyonya Wijaya akan membenci gadis itu setelah gadis manis dan lugu itu berbuat ulah," ucap mama Gresia tersenyum sinis.
"Pasti! bukan hanya mama, pasti semua orang langsung merasa ilfil kepadanya," ucap Gresia terkekeh kecil.
Karena merasa senang, Gresia langsung memanggil pelayan yang berjalan mendekatinya. Dia langsung mengambil minuman yang di bawa pelayan itu, lalu menenggaknya sampai habis. Sehingga tanpa dia sadari, dia telah masuk ke perangkapnya sendiri. Melihat Gresia yang telah meminum habis minuman itu, pelayan itu langsung pergi meninggalkan Gresia.
Ternyata minuman yang di berikan Gresia kepada Yuki adalah minuman beralkohol yang berdosis tinggi. Sehingga siapapun yang meminumnya, walaupun hanya satu gelas, akan langsung hilang kesadaran dan langsung mabok berat. Seperti biasanya, orang mabok akan melakukan hal-hal yang aneh dan akan membuat jiwanya menjadi tidak terkendali.
"Senjata makan tuan," ucap Sania tersenyum sinis ketika melihat Gresia yang sudah mulai hilang kesadaran.
"San!" ucap Yuki penuh kebingungan, tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
"Kau nikmati sajalah pemandangan indah ini. Kau ingin mendapatkan cintamu 'kan? jadi jangan buang kesempatanmu. Tapi ingat, jangan bertindak berlebihan. Cukup diam dan memantau," ucap Sania tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Yuki dan Aulya.
Mendengar ucapan Sania, Yuki dan Aulya hanya diam sambil menatap binggung sahabatnya itu. Jujur mereka tidak tau apa yang di maksud oleh Sania, apalagi Aulya yang masih sangat polos. Walaupun sangat cerdik sih.
__ADS_1
"Ha... ha... mana calon suamiku? calon suami yang akan memberikan kemewahan untukku," ucap Gresia tertawa tidak jelas sambil berjalan sempoyongan mendekati Aldan yang sedang berbicara dengan beberapa pejabat lainnya.
"Gresia!" ucap mama Gresia panik setelah menyadari kelakuan aneh putrinya itu.
Sedangkan para tamu langsung mengalihkan perhatiannya kepada Gresia, termasuk Wijaya dan juga istrinya. Tentu saja kelakuan Gresia itu membuat Wijaya dan juga istrinya menjadi malu. Karena semua orang tau, jika gadis yang sedang mabok di depan umum itu adalah calon menantu mereka.
"Aldan sayang! kau adalah harta karunku. Kau akan memberikan kemewahan untukku, jadi aku tidak akan membiarkan kau jatuh ke tangan Yuki si gadis centil itu. Aku tidak akan membiarkan ladang uangku menghilang begitu saja. Aku sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkanmu, bahkan aku sudah lelah berpura-pura baik di depan nenek lampir itu. Jadi ayo kita menikah, dan jadikanlah aku nyonya muda keluarga Wijaya. Jadi aku akan menguasai semua harta kalian," ucap Gresia berbicara gaur sambil memeluk Aldan denga erat.
"Gresia! kau bicara apa? hentikan ucapanmu," ucap papa Gresia dengan wajah memerah karena menahan malu.
"Papa diam! bukannya papa sendiri yang menyuruhku untuk menjalankan misi iniini? Misi untuk menguasai harta keluarga Wijaya. Aku sudah berhasil melakukannya. Bahkan aku sudah mempermalukan si Yuki itu. Agar nenek peyot Wijaya itu merasa ilfil kepadanya," ucap Gresia terus berbicara, hingga semua rencana yang telah mereka susun dengan rapi telah terbongkar karena ulahnya.
"Gresia sedang mabuk! dia tidak tau apa yang sedang dia ucapkan. Jadi kau jangan mudah percaya begitu saja," ucap mama Gresia berusaha menenangkan Bu Wijaya agar tidak mempercayai apa yang dia dengar saat ini.
"Orang mabok akan mengatakan hal yang sebenarnya," ucap Wildan menatap tajam mama Gresia.
Tentu saja sebagai seorang papa dia tidak terima putrinya di bawa-bawa dalam masalah ini. Terlebih lagi mendengar ucapan Gresia yang mengatakan jika dia telah mempermalukan putrinya. Walaupun rencana Gresia gagal total, tetapi apa yang terjadi jika semua rencana mereka berhasil. Pasti Wildan akan merasa malu, bukan hanya itu, pasti mental Yuki juga akan hancur.
"Katakan! apa yang kau rencanakan untuk mempermalukan putriku?" tanya Wildan menatap tajam Gresia.
"Em! aku,"
"Sudah, cukup! Gresia ayo kita pulang," ucap papa Gresia langsung menarik kasar tangan Gresia.
"Tidak bisa! katakan apa yang kau rencanakan untuk mempermalukan keponakanku?" tanya Rayyan menatap tajam Gresia, di ikuti oleh Kinan dan juga Rafi di belakangnya.
Tentu mereka tidak tinggal diam, ketika seseorang ingin mempermalukan Yuki di daerah kekuasaan mereka sendiri. Melihat kemurkaan para penguasa terhormat itu, papa Gresia hanya bisa diam tidak berkutik. Sedangkan mama Gresia hanya bisa gigit jari melihat kehancuran keluarganya karena ulah mereka sendiri.
__ADS_1
"Aku sudah memberikan minuman beralkohol tinggi kepada si gadis genit itu. Pasti saat ini dia sudah bersenang-senang, tanpa sadar jika dia mempermalukan dirinya sendiri. Aku sudah tidak sabar melihatnya. Pasti nenek peyot itu akan merasa ilfil kepadanya dan menjauhkan dari ladang uangku, Aldan. Beraninya dia mengusik rencana yang telah kami susun dengan rapi, jadi jangan salahkan aku menghancurkannya secara berlahan," ucap Gresia tertawa puas dan membayangkan bagaimana reaksi semua orang ketika melihat tingkah gila Yuki.
Bersambung......