
"Astaga dia benar-benar bisa memasak..wah kemajuan" Wilona.
Wisnu hanya tersenyum melihat dan mendengar gumaman Wilona meski terdengar seperti bisikan tapi dapat dia dengar dengan jelas.
"Sudah siap..ayo makan" Wisnu
"Kau masak apa..apa bisa kau jamin aku akan tetap hidup jika memakannya?" Wilona.
"Astaga kau menyangka aku meracunimu?" Wisnu.
"Bukan..bukan begitu hanya saja sedikit berprasangka buruk" Wilona.
Cetakkkk....
"Arkhhh ssshh sialan kau..kenapa kau menyentilku?" Wilona.
"Karena mulutmu pedas sekali nona bar-bar" Wisnu.
"Ck..sudahlah aku tak ada waktu berdebat denganmu" Wilona
Wilona menuju meja makan dimana di atas meja sudah tersedia makanan yang menggugah seleranya..astaga dia rindu sekali dengan makanan Indonesia.
"Wahhhh aku merindukan makanan tanah kelahiran ku..oh God udang cabai ijo, capcay,tumis buncis,dan sup ayam.. astaga kenapa tidak dapat sambal di sini..harusnya kau membuat sambal juga sebagai teman makan bersama sup nya ah satu lagi tempe atau atau tahu juga jangan lupakan ah aku sangat merindukan makanan itu" Wilona.
__ADS_1
Wisnu hanya terkekeh..dia senang setidaknya Wilona bisa menyukai makanan nya..tidak sia-sia dia belajar memasak dengan chef khusus untuk hasil yang maksimal.
"Makanlah.. besok-besok akan aku buatkan sambal untukmu" Wisnu
"Benarkah..wahhhh thanks" Wilona
Wilona mulai mengambil makanan yang adakan di atas meja..dia makan dengan lahap..astaga kenapa rasanya begitu nikmat seperti masakan mamahnya..hishhh dia jadi merindukan mamahnya.
"Bagaimana?" Wisnu
"Apanya?" Wilona.
"Makanan nya?" Wisnu.
"Enak..kau belajar dari siapa..kenapa rasanya sangat familiar" Wilona.
"Chef khusus" Wisnu.
Wisnu juga makan..dia makan dengan tenang..sedangkan Wilona dia makan dengan mengangkat satu kakinya di kursi.. makan pun tanpa menggunakan sendok melainkan tangan kosong.. benar-benar ciri khas tersendiri.
"Tidak berubah juga kebiasaan mu?" Wisnu.
"Kenapa..kau keberatan?" Wilona.
"Tidak..terserah kau saja asalkan nyaman" Wisnu.
"Baguslah" Wilona.
Wisnu telah selesai dengan makannya sedangkan Wilona gadis itu masih asik menjambal makanan yang tersisa..dia menghabiskan semua masakan yang Wisnu buat.
Wisnu terkekeh geli melihat tingkah Wilona yang terbilang kampungan tapi menarik di matanya.
__ADS_1
"Apa kau akan memakan nya tanpa di pindah ke piring?" Wisnu.
"Kenapa..ck mengganggu saja" Wilona.
"Baiklah..silahkan.. nikmati saja" Wisnu.
Wilona kembali memakan makanan yang tersisa hanya tinggal sedikit..perutnya masih muat menampung hingga sup ayam yang menggiur kan lidah dan lambungnya.
*
*
"Apaaaa..dia ada di London?"
"......."
"Baiklah..aku akan kesana siapkan penerbangan secepatnya"
"......."
"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan nya..aku merindukan nya"
"......."
"Ok aku tutup"
Setelah memutuskan sambungan telepon wanita itu bergegas mengepak semua barang-barang yang akan dia bawa ke London untuk menemui orang yang dia puja selama bertahun-tahun ini.
"Sebentar lagi kita kan bertemu..aku harap kau bisa mengenaliku dengan rupaku yang baru..aku sudah semakin cantik takkan mungkin kau bisa lolos dari pesona ku Wisnu Aditama Wijaya"
Perempuan itu bernama Wendy dia begitu terobsesi dengan Wisnu ketika dia bertemu tak sengaja dalam acara jamuan makan malam bersama sang ayah.
__ADS_1
Dia bahkan rela melakukan operasi agar bentuk tubuhnya lebih ideal dan menarik di mata kaum Adam namun belum tentu bagi Wisnu dia ideal karena di mata Wisnu hanya ada Wilona seorang titik no debat.