
"Lona tenang..jangan begini"
"Wisnuuuuuuu... Wisnuuuuuuu"
Wilona tak sadarkan diri setelah lelah dan stres juga syok dengan kabar yang dia terima tadi..sungguh dia tidak percaya bahwa Wisnu lelaki hebat dan kuat yang selama ini menemani nya telah tiada..dia hancur dan tak percaya..dia akan mencari Wisnu kemanapun.
*
*
2 bulan kemudian.....
Wilona masih tampak seperti mayat hidup..dia tak ada gairah untuk sekedar menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri dan anak dalam kandungan nya.
Setelah kepergian Wisnu hiduwilona bagaikan musim kemarau yang mengharapkan hujan datang..kering,panas sekering harinya dan sepanas matanya jika mengingat kembali kenangan bersama Wisnu.
__ADS_1
"Lona jangan seperti ini..ingat ada anak dalam rahim mu..kau tak mau kan dia sedih dia adalah titipan dari Wisnu..kau harus membesarkan nya Lona" ujar Ania.
"Hiks..hiks.. Wisnu..hiks" Wilona hanya menangis sambil mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat buncit.
Usia kandungan Wilona sudah 4 bulanan..Wilona tak tau harus bagaimana setelah Wisnu tiada..dia ingin dekat dengan Wisnu tapi sekarang dia tidak bisa.
Wilona pergi ke kamar Wisnu..dia tidur di ranjang Wisnu setiap malam bahkan hampir tak pernah kemanapun selain di kamar..dia menciumi bau Wisnu yang masih melekat dalam ruangan itu.
Ania meninggalkan Wilona sendirian di kamar saat malam hari..Wilona hanya termangu melamun..dia kadang berhalusinasi melihat Wisnu tengah tersenyum padanya..kadang pula dia melihat Wisnu di kala dia membuka mata..kadang Wilona merasakan pelukan Wisnu yang masih sama hangatnya seperti sebelumnya.
*
*
"Lona.. sayangku..jangan sedih aku akan selalu di sisimu..rawatlah anak kita aku akan tetap bersamamu dan takkan pernah meninggalkan mu sayangku"
__ADS_1
"Wisnu..jangan pergi..jangan pergi hiks..tetap di sini..jangan pergi Wisnu..jangan pergi.. jangannnnnnn"
Wilona membuka matanya dan menghapus air mata nya yang telah menganak sungai..dia bermimpi lagi..dia bermimpi Wisnu lagi..sungguh dia tidak kuat jika harus seperti ini terus.
Wilona keluar dari kamar menuju balkon.. suasana apartemen begitu sepi..wajar jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.. Ania juga pasti sudah tidur dan Dimas dia hanya berkunjung tapi tak sampai menginap.
Akhir-akhir ini Dimas selalu pergi-pergi entah kemana..dia tidak pernah seperti itu sebelumnya tapi sudahlah mungkin dia juga bosan jika terus-menerus di apartemen dan menemaninya.
Wilona termangu dan melamun di balkon..dia menatap langit malam dan tak terasa setetes air mata jatuh dari pelupuk mata nya..dia cengeng..ya katakan lah Wilona cengeng dia tidak perduli yang dia tahu hanya merindukan Wisnu.
"Sayang kamu kangen papah hm..sabar ya mamah juga kangen tapi kita belum waktunya bertemu papah..nanti kalau mamah duluan yang nyusul papah kamu jangan nakal ya sama om dan Tante..mamah sayang sama kamu nak" ujar Wilona mengelus perut nya yang sudah terlihat membuncit.
Wilona memejamkan mata dan merasakan sebuah pelukan hangat dia tak mau membuka matanya takut pelukan itu hilang..tidak apa-apa dia berhalusinasi lagi tapi dia tidak mau kembali ke kenyataan dan malah akan menghilangkan kehangatan yang tengah dia rasakan.
"Biarlah meskipun ini hanya halusinasi ku asalkan kau tidak pergi lagi aku tidak apa-apa Wisnu..aku merindukan mu" ucap Wilona lirih dengan linangan air mata.
__ADS_1