
Wilona saat ini tengah berada di kamar nya..lebih tepat nya di Indonesia..dia di bawa pulang oleh Dimas dan Ania 3 hari yang lalu.
Keluarganya sudah mengetahui kondisi Wilona.. Dimas sudah menceritakan semuanya pada keluarga Wilona..hanya Dimas dan mereka yang tau.
Pagi hari biasanya Wilona akan berolahraga di sekitar rumah kebetulan rumah nya dekat dengan taman jadi dia bisa berjalan-jalan sejenak menghilangkan pikiran tentang Wisnu.
Memang susah melupakan Wisnu yang telah tiada tapi dia masih punya kehidupan lain di dalam dirinya dia tidak boleh terus-terusan bersedih dan meratapi kepergian Wisnu.
"Good morning anak mamah" sapa Wilona pada anaknya yang masih dalam kandungan.
"Sehat-sehat ya nak..kita jalani bersama ya meski tanpa papah di samping kita..mamah akan menjadi orangtua yang akan memberikan kebahagiaan untukmu..mama akan menjadi ayah sekaligus ibu untuk mu" ujar Wilona pada perut nya dan mengelus nya.
Wiliam berjalan-jalan santai dengan mendengarkan musik dari earphone yang dia pakai di telinga nya..Ania biasa nya menemani nya tapi dia sedang pacaran dengan Dimas.. rencana nya mereka akan mengadakan acara pertunangan di Indonesia dan Ania juga akan pindah ke Indonesia karena di London dia sudah tidak mempunyai keluarga lagi selain Dimas.
__ADS_1
Wilona juga tidak masalah..dia senang mempunyai teman selain Dimas si Somplak.. Wilona sudah mulai menerima kepergian Wisnu..dia berusaha menerima lebih tepat nya.
Di saat Wilona tengah duduk santai karena lelah juga perutnya yang kenceng dia istirahat dulu tak mau memaksakan diri.. seseorang di seberang menatap nya dengan tatapan sulit di artikan.
Setelah sekian lama menatap Wilona orang itu pergi lagi ke suatu tempat yang hangat dia yang tau..sementara Wilona jantung nya tiba-tiba berdetak kencang..seperti ada yang memperhatikan..dia seperti merasakan kehadiran Wisnu..apakah dia serindu ini dengan lelaki itu.
Tak terasa air matanya jatuh lagi..dia kesal setiap kali mengingat Wisnu pasti dia akan menangis tak tau kenapa..dia benar-benar merindukan pria bodoh itu tapi bisa apa dia..mereka sudah berbeda alam.
"Aku merindukan mu Wisnu..sangat merindukan mu" ucap Wilona dengan tangis yang dia tahan.
"Mah..pah.. Lona pulang" ujar Wilona saat melihat orangtuanya di teras depan dan duduk sambil menikmati udara pagi.
"Hey kau sudah pulang sayang..duduklah pasti lelah kan..cucu Oma nakal tidak?" sambut sang ibu.
__ADS_1
"Tidak mah..dia anteng cuma tadi sempet kenceng aja karena terlalu lama jalan" jelas Wilona pada sang ibu.
"Hmm jangan kecapean ya sayang..kasihan dia nanti" ucap ibu Wilona memberi pengertian.
"Iya mah.. maafin Lona..ya udha Lona mandi dulu ya" pamit Wilona pada kedua orangtuanya.
"Hati-hati nak" ucap sang ayah.
"Iya lah..bye mah,pah"
Wilona meninggalkan orangtua nya di teras rumah..dia memilih ke kamar untuk mandi dulu karena keringat nya juga sudah hilang dari tubuhnya.
Setelah selesai mandi..Wilona duduk di balkon kamar nya..dia melihat ke arah depan..sejuk dan segar..tepat saat Wilona menatap gerbang dia tak sengaja melihat seseorang tengah memperhatikan rumah nya.
__ADS_1
"Siapa dia.. mencurigakan"