MENGEJAR CINTA WILONA

MENGEJAR CINTA WILONA
Ep 11_Belanja Bulanan


__ADS_3

Hari ini Wisnu dan Wilona kan pergi ke pusat perbelanjaan di kota itu..Wisnu sudah meminta di belikan mobil untuk hilir mudik kesana-kemari bersama Wilona.


Dia tak mau Wilona naik kendaraan umum y bisa berbahaya jika tidak hati-hati..dia ingin Wilona merasa nyaman dan itu salah satu caranya untuk menarik hati Wilona lagi.



"Wilona Idha siap belum..lama amat sih?" Wisnu.


"Sabar kenapa..ck ganggu aja" Wilona



"Wow kenapa pakai pakaian kaya gini..ganti-ganti" Wisnu


"Eh lu pikir lu tuh siapanya gue..pake ngelarang segala lagi..udah diem dan ayo caps berangkat kalau gak mau ya udah diem di rumah biar gue sendiri huhh" Wilona.


"Eh..iya..iya..sensi amat sih" Wisnu.


"Suka-suka hidupku kenapa masalah" Wilona.


"Nggak kok..udah ah daripada aku makan juga kami lama-lama" Wisnu.


"Dasar Omesh" Wilona.


Tak membutuhkan waktu lama agar mereka berdua bisa sampai di pusat perbelanjaan di London..hanya membutuhkan waktu 30 menit mereka sudah sampai.


Wilona mulai mengambil troli belanja dan mendorong nya..Wisnu tak tinggal diam..dia mengambil alih troli yang di dorong Wilona..mereka bagai sepasang suami-istri yang tengah berbelanja kebutuhan dapur..sweet.


"Katanya mau di bikinin sambel..maunya sambel apa?" Wisnu.

__ADS_1


"Kalau trasi nggak ada ya di sini..tomat aja deh sama-sama enak" Wilona.


"Ok" Wisnu.


Wisnu mengambil tomat kemudian cabai merah plush rawit juga agar tidak terlalu pedas dia tak mau Wilona sakit perut jika sambalnya terlalu pedas.


"Mau apa lagi?" Wisnu.


"Emmm..di sini ada tempe nggak sih..ko aku nggak terlalu ngeh ya" Wilona.


"Ada sih tapi lebih enak tempe di negara kita..tahu aja gimana?" Wisnu


"Ok deh..besok aku minta mamah pamerin tempe buat cemilan sama sambel" Wilona.


"Terserah kamu nona manis" Wisnu.


"Cih..gak usah godain aku bang..gak hanyut aku tuh" Wilona


Di saat mereka tengah asik memilih beberapa buah tiba-tiba Wilona di hampiri seorang pria yang tak lain adalah Dimas teman lama Wilona.


"Wilona?" Dimas.


Yang di panggil menoleh dan seketika terkejut namun senang juga bisa bertemu temannya itu di sini.


"Hay Dim..belanja juga?" Wilona.


"Yoi..siapa tuh.. cem-ceman baru?" goda Dimas


"Sialan lu..gak usah sok amnesia kampret" Wilona.

__ADS_1


"Etdahh..galak amat Bu..iya iya sorry..Hay Nu pakabar?" Sapa Dimas pada Wisnu.


"Baik" Wisnu singkat.


"Kampret dah cem-ceman lu..jutek" Dimas.


"Hahaha dia cuma bisa luluh ama gue doang.." Wilona.


"A elah..kepedean amat bu..serah lu dah..gue mau lanjut belanja biar jadi hot husband of the year" Dimas.


"Yayya semoga sukses" Wilona.


Wisnu hanya memandangi interaksi mereka dengan sesekali menarik nafas panjang membuang gemuruh di dadanya.


Gara sepertinya bang Nunu cembukur nih.


Sikat bang KUA..


"Siapa dia?" Wisnu.


"Jangan pura-pura lupa deh" Wilona.


"Hey aku beneran lupa tau" Wisnu.


"Dimas temen SMA ku yang selalu menjadi sandaran di saat seseorang curhat ke aku mengenai perempuan cinta pertama nya" ketus Wilona.


"Hahaha..oke aku ingat..cemburu nih?" Wisnu


"Gak usah kepedean..lanjut belanja " Wilona ketus.

__ADS_1


"Oke lah calon istriku..mau apa lagi?" Wisnu.


"Sialan lu" Wilona.


__ADS_2