
Wisnu memilih keluar dari kamar Wilona dan membiarkan Wilona menenangkan diri dulu..dia tau pasti Wilona belum bisa menerima kenyataan bahwa dia telah di per ko sa oleh Wisnu.
Wisnu duduk di sofa ruang tamu dengan kepala menyandar pada kepala sofa..dia benar-benar merutuki dirinya sendiri karena dengan tega merebut paksa apa yang selama ini di jaga Wilona..sungguh jika dia di Indonesia pasti sudah di hajar habis-habisan oleh keluarganya dan juga keluarga Wilona.
"Huhhh semua sudah terjadi..aku harus segera menikahi Wilona..aku manusia menjadi milikku segera" ujar Wisnu
Wisnu menelfon seseorang untuk memintakan berkas-berkas yang ia butuhkan untuk mengurus pernikahan nya dengan Wilona.
Terserah nanti Wilona setuju atau tidak dia tetap akan menikahinya..dia tidak bisa terus berdiam diri apalagi satu-satunya harta berharga Wilona sudah dia ambil dia harus segera menikahi nya bagaimana pun caranya.
"Segera kirimkan berkas-berkas nya ke kantor catatan sipil di negara ini..aku mau hari ini juga kami sudah resmi menikah" ujar Wisnu tegas pada orang di sebrang telefon itu.
"........"
__ADS_1
"Hm..aku tunggu kabar selanjutnya" Wisnu.
"........"
Sambungan telepon terputus Wisnu menutup mata nya sejenak..dia benar-benar merasa entahlah dia juga tak tau..dia memang menginginkan Wilona menjadi miliknya tapi bukan dengan cara pemaksaan seperti ini juga tapi lagi dan lagi kembali lagi pada kenyataannya nasi sudah menjadi bubur.
Wilona dia tak keluar kamar sama sekali..dia tak mau bertatap muka dengan Wisnu dulu.. melihat nya akan membuat dia teringat kejadian itu lagi..sesak dadanya untuk sekedar bernafas.
"BAJINGAN.. SIALANNNNNN arghhhhhh" Wilona menghempaskan semua barang-barang yang ada di depan meja rias.
Wisnu masuk kedalam kamar Wilona dna melihat betapa berantakan nya kamar Wilona..dia telah meluapkan emosi nya pada barang-barang di dalam kamar.
"Lona.. bersiaplah kita akan pergi" ujar Wisnu menatap Wilona.
__ADS_1
"Keluar..jangan pernah menampakkan wajah mu lagi di depanku" ucap Wilona dingin menatap benci pada Wisnu.
"Menurutlah Wilona aku tak mau kasar padamu..tolong jangan buat aku menjadi pria brengsek lebih dari ini" ujar Wisnu menatap tajam pada Wilona.
"Kau mau memukulku.. silahkan..lebih baik aku mati daripada di sentuh pria brengsek seperti mu" ujar Wilona dengan berapi-api.
Wisnu memejamkan matanya dan menarik nafasnya panjang..dia harus sabar mengatasi Wilona..dia sedang meluapkan kekesalannya pada nya.
"Bersiaplah kita akan pergi..aku tunggu di luar" ucap Wisnu meninggalkan Wilona.
"AKU TIDAK MAU PERGI SIALANNNN.. PERGI SAJA SENDIRI DASAR BAJINGAN AKU MEMBENCIMU WISNU SIALANNNN" teriak Wilona menggebu-gebu.
Wisnu ahnya mendengarkan makian Wilona dari balik pintu..jujur sakit hatinya mendengar kata-kata pedas dari Wilona tapi dia tidak bisa mengalahkan Wilona sepenuh nya toh ini juga akibat ulahnya yang tidak bisa mengendalikan emosi nya hingga berakhir merenggut sesuatu yang berharga yang Wilona miliki.
__ADS_1
"Huhhh aku terima semua hinaan mu Wilona.. aku iklas..ayo kita menikah dan hidup bahagia meski aku tau akan sangat sulit untukku menjangkau kebahagiaan itu darimu..aku akan bersabar untuk itu Wilona karena aku mencintaimu tulus dari hatiku.. maafkan aku yang telah menjadi lelaki brengsek"