
Acara pun masih berlanjut..sejak tadi seorang perempuan tengah menatap panggung dimana Wisnu tengah menjadi pembicara dalam seminar kali ini.
"Apa aku salah lihat?" ucap perempuan itu yang tak lain adalah Wilona.
"Tapi seperti nya hanya mirip saja.. astaga apa aku begitu merindukannya ya jadi sampai salah lihat"
Wilona memilih ke toilet untuk membasuh wajahnya karena seperti nya dia sedang ngantuk atau berhalusinasi saja dengan melihat Wisnu di atas panggung..astaga tidak bisa di percaya.
Lama Wilona di toilet hingga di rasa dia lebih tenang..Wilona kembali ke tempat acara dimana acara itu sebentar lagi selesai atau bisa jadi acara itu sudah selesai.
Di saya Wilona hendak keluar dari toilet tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang sangat ingin dia peluk tapi tidak mungkin karena dia tidak mau sakit lagi.
"Ah maaf anda baik__" belum sempat Wilona menyelesaikan kata-katanya dia terkejut melihat Wisnu tengah menatapnya tajam.
"Lona" ucap Wisnu.
"And adalah lihat.. permisi"
"No Lona..ini benar-benar kau kan..kau Wilona ku kan?"
"Maaf saya tidak mengenal tuan.. permisi"
"No"
__ADS_1
"Arkhhh"
Wisnu menarik Wilona masuk kedalam toilet kembali dan mengunci pintu nya agar tak ada yang bisa masuk.
Wilona merasa ini pasti mimpi iya benar ini mimpi..tidak mungkin Wisnu tiba-tiba di sini di depannya hahaha benar-benar kekuatan rindu bisa mengalahkan kenyataan.
"Ini mimpi..ini mimpi..ini mimpi" ucap Wilona komat Kamit.
Di saat Wilona memejamkan matanya dia merasakan tubuhnya terkurung dalam tubuh besar dan kekar..wangi mint dan maskulin menyeruak dalam indera penciuman nya..tangan kekar itu mulai merengkuh punggung dan pinggang nya.
Perlahan Wilona membuka kedua matanya dan melihat seorang yang benar-benar nyata bukan mimpi ada di depan nya dan tengah merengkuhnya..astaga ini nyata..bukan , sekedar mimpi.
"I miss you Wilona"
"Don't you ever leave me Wilona"
Wilona mendengar suara Wisnu benar-benar nyata seketika dia memberontak tapi tak bisa melepaskan diri dari rengkuhan Wisnu.
Wilona menatap dalam mata Wisnu..mata mereka saling bertemu dan bertatap..mata indah itu menatap dalam mata teduh Wilona.
"Aku merindukan mu..kau terlalu jauh bersembunyi tapi aku bisa menemukan mu lagi..jangan pernah menghilang lagi dariku karena aku tak bisa jauh darimu..maaf aku baru menyadari perasaan ku terhadap mu..aku terlalu bodoh karena menyia-nyiakan wanita sebaiknya dan sesaat dirimu..maafkan aku..kembalilah menjadi Wilona yang ku kenal..aku merindukannya"
Wisnu masih memeluk Wilona erat..sedangkan Wilona dia tak bisa berkata-kata lagi rasanya begitu tiba-tiba dan mengejutkan..entahlah dia harus bereaksi apa dengan kemunculan Wisnu lelaki yang begitu dia rindukan.
__ADS_1
Merasa tak ada jawaban dari Wilona,Wisnu menatap wajah Wilona yang sudah berkaca-kaca..dia mengusap lelehan bening yang keluar dari mata teduh Wilona dan mengecup mata basah itu.
"Jangan menangis..kau jelek jika menangis..kau bilang ingin memarahiku dan menjadi sekertaris ku..buktikan dan jangan lemah.. Wilona ku adalah gadis yang kuat"
"Kenapa kau di sini?"
"Aku ada mengajar seminar di kampus ini ternyata memang Tuhan begitu baik hingga mempertemukan kita..kita memang berjodoh"
"Pergilah"
"No..aku takkan pernah pergi..aku akan menantimu"
"Kejarlah cinta pertama mu Wisnu..aku tidak akan peduli lagi..anggap kita tidak saling kenal dan berlagak seperti orang asing saja seperti dulu saat pertama kita bertemu"
"Aku tak bisa Wilona"
"Kenapa?"
"Aku__entahlah"
"Hahah pergilah aku tidak ingin masuk dalam kehidupan mu lagi..jauhi aku Wisnu"
"Tidak akan pernah Wilona"
__ADS_1
"Kenapa..kenapa kau egois Wisnu.. kenapa__emmmppp"