
Wilona memejamkan mata dan merasakan sebuah pelukan hangat dia tak mau membuka matanya takut pelukan itu hilang..tidak apa-apa dia berhalusinasi lagi tapi dia tidak mau kembali ke kenyataan dan malah akan menghilangkan kehangatan yang tengah dia rasakan.
"Biarlah meskipun ini hanya halusinasi ku asalkan kau tidak pergi lagi aku tidak apa-apa Wisnu..aku merindukan mu" ucap Wilona lirih dengan linangan air mata.
Wilona terlelap dengan hati yang menghangat namun rapuh..dia tidak sekuat baja..dia hanya perempuan yang berusaha kuat saat cobaan tengah menghadang nya.
*
*
"Morning Lona..how was your day?" Tanya Ania menyapa Wilona yang baru keluar dari kamar.
"Morning too..I'm not in a good mood" balas Wilona dengan senyuman yang terpaksa.
__ADS_1
"Why..apa terjadi sesuatu?" tanya Ania penasaran
"Aku tak tau pasti..mungkin aku hanya berhalusinasi saja melihat Wisnu..haha bodoh" ucap Wilona dengan suara bergetar.
Ania tau bagaimana rasanya jadi Wilona..dia sudah pernah mengalami hal serupa dia tau benar bahwa Wilona belum bisa menerima kenyataan nya di tambah keadaannya tengah berbadan dua..ya tuhan mungkin jika itu adalah Ania dia tidak akan sanggup menjalani hidup nya lagi.
"Jangan sedih..aku tau perasaan mu" ucap Ania merengkuh Wilona dalam dekapan nya.
"Hey Lona..kau sakit..astaga..kita ke rumah sakit" ujar Ania panik karena Wilona hanya diam dengan menahan dingin di badan nya.
"I'm fine Ania" ucap Wilona berusaha terlihat baik-baik saja.
"No..kau sakit dan aku takkan membiarkan mu diam di rumah Lona..ada nyawa lain dalam tubuh mu..kau harus mengingat itu..sekarang ayo aku antar ke rumah sakit dan jangan membantah" ucap Ania tegas tanpa mau di bantah.
__ADS_1
Wilona menuruti perintah Ania karena dia benar-benar merasa tidak enak badan sejak bangun tidur tadi..dia sadar dia tak boleh egois karena ada nyawa lain dalam tubuh nya.
"Wisnu aku harap bisa bertemu denganmu tapi seperti nya tidak lah mudah.. bersabarlah sampai waktunya tiba maju akan menyusuo mu ke sana" batin Wilona dengan wajah yang sudah memucat dan juga lemas.
Sepanjang jalan Ania berusaha menghubungi Dimas yang entah kemana perginya..pria itu benar-benar lihat saja nanti setelah Wilona membaik habis lah Dimas.
Ania berdecak kesal karena jalanan sedikit padat..sialan..sedang apa orang-orang yang berkendara lambat seperti ini sebenarnya..apa yang mereka lakukan hingga membuat jalanan menjadi padat..apa mereka tidak tau ada nyawa yang harus di selamatkan.. Ania benar-benar mengumpati orang-orang di jalan tadi.
Setelah sekian lama perjalanan akhirnya mereka telah tiba di rumah akut..dengan di bantu Ania Wilona turun dan di sambut oleh petugas rumah sakit yang dengan sigap membantu membawa kursi roda untuk Wilona.
Wilona di bawa ke ruang perawatan untuk mendapatkan penanganan intensif dari dokter khusus kandungan yang Ania pesan.. Ania tidak mau hal buruk terjadi pada keduanya dia akan melakukan yang terbaik untuk kesehatan Wilona dan anaknya.
"Kau harus sembuh Lona..kau kuat" ucap Ania yang tengah khawatir di depan ruang rawat Wilona.
__ADS_1