
"Sepertinya kau sangat bertekad untuk merebut hatiku lagi?" Wilona sambil menjambal ikan asin dan mencocolnya di sambal tomat yang ada di depannya.
"Kau tau sendiri kan aku tak pernah bercanda dengan kata-kata ku..nikmatilah setiap proses yang akan aku lakukan untukmu dalam merebut hatimu" Wisnu
"Ck..sudahlah aku bisa kenyang hanya mendengar gombalan recehmu saja..aku lapar aku mau makan jangan ajak aku bicara lagi huhh" Wilona.
Wisnu hanya terkekeh geli melihat Wilona yang sudah mulai makan dengan lahap..dia senang setidaknya sedikit demi sedikit Wilona mulai seperti dulu dan setidak nya masih menjawab apa yang dia tanyakan..itu sudah cukup baginya.
Wilona makan dengan sangat lahap..sambal yang dia buat habis tanpa sisa..ikan asin yang dia pesan khusus dari negara tercinta pun hanya tinggal 2 biji..perut Wilona kuat menampung makanan sebanyak itu dan tentunya seenak itu.
Wilona selesai dengan makannya..dia menyandarkam punggungnya di sandaran kursi dan mengusap perutnya yang masih datar..dia kekenyangan..sialan masakan Wisnu sungguh enak jadi lidahnya tidak bisa menolak..astaga memalukan.
"Sudah kenyang atau masih mau nambah? Wisnu.
"Ck..aku kekenyangan apa kau tak melihatnya?" ketus Wilona
"Haha oke..apa perutmu maish sanggup memakan puding susu super lembut ini?" Wisnu.
Wisnu membawa dua piring puding susu untuknya dan untuk Wilona..Wilona melihat pusing super lembut itu dengan menelan ludahnya kasar dan bersusah payah..sialan.. dia memang pria brengsek bisa-bisanya membuatnya menjadi wanita memalukan yang banyak makan..astaga.
"Ck..kau menyebalkan" ketus Wilona.
"Tidak mau?" Wisnu
"Hey tentu saja mau..sini" Wilona membuang urat malunya demi menikmati kenikmatan puding itu.
__ADS_1
"Hahaha astaga baiklah..baiklah ini habiskan jika masih kurang di kulkas masih banyak" Wisnu.
"Ck..sudahlah diam.." Wilona.
Wisnu terkekeh melihat wajah kesal Wilona yang dia goda..dia senang melihat wajah kesalnya..astaga menurutnya itu kiyut sekali pemirsa.
"Lona..besok aku ada acara di salah satu hotel xxx di kota ini..apa kau mau menemaniku menghadiri nya?" Wisnu.
"Pesta?" Wilona
"Yap..so?" Wisnu berharap
"Ok..not bad" Wilona.
"Ck..sudah berapa kali aku katakan pada mu bahwa aku bukan milikmu sialan" Wilona
"Itukan menurut mu..kalau menurutku beda" Wisnu
"Ck..apanya yang beda..hah?" Wilona.
"Beda lah.." Wisnu.
"Ck..sialan ngomongmu gaje bang..dah ah ngantuk" Wilona.
"Hahaha tidurlah apa mau di temenin?" Wisnu.
__ADS_1
Bukan menjawab malah mendapat lemparan sendal dari Wilona dengan mendelik dan menatap Wisnu horor..owww kiyutnya semakin bertambah pemirsa
"Astaga menyeramkan juga kamu" Wisnu.
"Diamlah..mana sendalku" Wilona.
Wisnu memberikan sandal milik Wilona kemudian dia juga beranjak setelah membersihkan bekas puding tadi..dia juga mengantuk besok dia akan bersiap-siap pergi ke pesta itu dengan Wilona.
Besok Malamnya......
"Kau sudah siap belum Lona?" Wisnu
"Ck..diamlah kau mengganggu ku saja" Wilona.
Wilona keluar dari kamar dan menatap Wisnu begitu juga sebaliknya Wisnu menatap tak rela pada gaun sialan yang Wilona kenalan.
"Astaga kenapa Wilona memakai gaun seterbuka ini..sial" batin Wisnu.
"Sialan kenapa dia tampan sekali sih..pasti banyak bibit pelakor meliriknya nanti eh..kenapa aku jadi sensi..sialan" batin Wilona
Akhirnya mereka sama-sama tersadar dari rasa kekaguman masing-masing..mereka akhirnya menuju hotel dimana acara akan berlangsung.
__ADS_1