
Wisnu sungguh merutuki dirinya sendiri yang dengan teganya mem per ko sa Wilona dengan paksa bak jallang di luaran sana.
Setelah kepergian dokter Wisnu mendekati Wilona dan mengecup kening Wilona..dia benar-benar merasa bersalah akan perbuatannya.. bagaimana kalau Wilona pergi lagi tidak..tidak akan dia biarkan itu terjadi.
"Maafkan aku Lona.. maafkan aku.. aku akan menikahimu segera..maaf telah merenggut kehormatan mu dengan cara begini..tapi aku sungguh mencintaimu aku tak bisa melihatmu tersenyum bersama pria lain" ujar Wisnu.
Wisnu keluar menuju dapur hendak memasak sesuatu untuk Wilona jika Wilona bangun nanti..dia akan meminta maaf pada Wilona karena telah berbuat bejat padanya.
*
*
"Nghhh.. aku dimana?" Wilona sadar dari pingsannya dia melihat sekeliling ruangan.
Kejadian beberapa saat lalu berputar di otaknya..astaga dia..dia sudah..tidak bisa di percaya dia benar-benar sudah tidak suci lagi.
__ADS_1
"Hiks..hiks.. aku kotor..hiks.. aku tidak pantas untuk bahagia hiks..kenapa..kenapa dia begitu tega huhuhuhu.. aku membencimu Wisnu hiks" Wilona terisak kembali kala mengingat bahwa dia sudah di per ko sa oleh Wisnu.
Wilona bangun dan berjalan menuju kamar mandi..kakinya lemas,area intinya sakit,tubuhnya tak bertenaga..dia ambruk ke lantai dan terseok-seok berusaha untuk masuk kedalam kamar mandi.
Wilona berhasil masuk kedalam kamar mandi..dia mengguyur tubuhnya dengan air shower..dia berharap bekas kebejatan Wisnu bisa hilang tapi ternyata tidak..bekas merah di sekujur tubuhnya masih ada.
"Hiks..Wisnu sialan arghhhhh..aku membencimu Wisnu huhuhuhu" Wilona berteriak keras mengatakan benci pada Wisnu.
Di luar kamar mandi ternyata Wisnu mendengar semua perkataan Wilona.. dia benar-benar merasa bersalah dengan Wilona.
Wisnu duduk di tepi ranjang menunggu Wilona keluar dari kamar mandi..dia akan membantu Wilona meski nanti Wilona tak mau dia sentuh tapi dia akan tetap kekeh membantu nya.
Benar saja tak berapa lama kemudian Wilona keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe yang ada di sana..dia keluar dengan berpegang pada dinding..dia melihat Wisnu tengah duduk di tepi ranjang.
Pandangan mata Wilona hanya melirik kemudian berjalan lagi dengan pelan.. Wisnu mendekati dan mencoba membantu Wilona namun reaksi Wilona membuatnya kaget.
__ADS_1
"JANGAN MENYENTUH KU BAJINGAN" ucap Wilona berteriak menjauh dari Wisnu.
"Lona maafkan aku sayang" ucap Wisnu lirih.
Sakit dia melihat Wilona seakan takut pada nya..andai waktu bisa berputar dia tidak akan melakukan hal bodoh itu pada Wilona..sialnya dia termakan emosinya sehingga membuatnya hilang kewarasan.
Wilona benar-benar menjaga jaraknya dari Wisnu..dia tidak mau berdekatan dengan Wisnu..jujur dia sedikit trauma tapi dia bisa mengendalikan diri nya hingga bisa bersikap sedikit tenang.
"MENJAUH DARIKU DAN JANGAN PERNAH MENDEKATIKU LAGI ATAU AKU AKAN MENGAKHIRI HIDUPKU SENDIRI" ucap Wilona mengancam Wisnu.
"Lona.. please..jangan begini..aku akan bertanggung jawab atas mu sayang..jangan menjauhi ku.. kumohon Lona" pinta Wisnu dengan putus asa.
"Kejarlah cinta mu Wisnu..aku tak ingin terlibat lagi denganmu..aku lelah" ujar Wilona lirih
"No Lona.. aku tidak lagi mencintai nya..aku hanya mencintai mu.. percayalah" Wisnu mendekati Wilona perlahan.
__ADS_1
"JANGAN MENDEKAT WISNU SIALANNNNNN"