
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Dimas mewakili Wilona.
"Huhhh pasien..keadaan nya sangat tidak memungkinkan..hanya sedikit harapan untuk bisa bertahan hidup..maaf kami sudah melakukan yang terbaik" ucap dokter itu dengan raut wajah sendu.
"Tidakkkkkk.." jerit Wilona sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
"Wilona..astaga" Dimas menahan tubuh Wilona dan memindahkan nya ke salah satu ruang perawatan.. Ania menemani Wilona sementara dia mengurus pemakaman Wisnu.
*
*
Acara pemakaman berlangsung tanpa menunggu Wilona karena Wilona belum juga sadarkan diri..entahlah wanita itu begitu terpuruk dan terpukul akan kejadian yang dia alami.
"Apa Wilona bisa menerima semua ini sayang?" tanya Ania kekasih Dimas
"Aku harap dia kuat" ujar Dimas singkat dengan senyuman tipisnya.
"Aku kasihan dengan Wilona sayang..dia..dia hamil anak Wisnu" ujar Ania.
"Apaaa..hamil..jangan bercanda sayang" tanya Dimas meminta penjelasan.
__ADS_1
"Iya..aku tadi menemani Wilona saat di periksa dokter..dokter itu mengatakan bahwa Wilona tengah hamil usianya 4 Minggu..apa mungkin mereka sudah...?" Ania menerka-nerka.
"Aku tidak tau..astaga kenapa malah jadi begini" Dimas kalut.
"Lalu bagaimana sekarang sayang..tidak mungkin Wilona menjalani kehamilannya sendirian..apa kita harus memberitahu keluarganya karena Wisnu sudah tiada..lalu bagaimana dengan anaknya" Ania.
"Bicarakan saja dengan Wilona baik-baik..semoga dia bisa bangkit kembali" Dimas.
"Aku juga berharap begitu" Ania menatap ranjang pasien dimana Wilona masih setia memejamkan mata nya.
Ya Ania dan Dimas masih di rumah sakit setelah Dimas dari pemakaman dia langsung kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi Wilona.
Dimas menatap ranjang pasien dimana Wilona masih asik memejamkan matanya..dia tatap dengan intens dengan tatapan sulit di artikan..setelahnya Dimas meninggalkan ruangan Wilona untuk mencari udara segar.
"Iya sayang..tenang saja" Ania tersenyum.
"Ya sudah aku keluar dulu.. hati-hati"
"Iya"
Dimas keluar menuju ke suatu tempat yang akan membuat nya sedikit tenang..pikirannya tengah kalut memikirkan Wilona dan anak dalam kandungan nya..astaga apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
Di rumah sakit Ania masih duduk di sofa menemani Wilona..hingga Wilona mulai mengerjapkan mata nya berkali-kali..dia perlahan melihat sekitar ruangan..rumah sakit.
"Wilona..kaus udah sadar.. syukurlah" ucap Ania saat menoleh ke arah Wilona dan mendapati Wilona sudah membuka matanya.
"Wisnu..dimana Wisnu..dia dimana?" tanya Wilona dengan tidak sabarnya.
"Lona..jangan seperti ini..nanti anakmu kesakitan" ujar Ania mengatakan sebenarnya.
"Anak..apa maksudmu?" tanya Wilona bingung.
"Kau sedang hamil..kau akan menjadi ibu" jelas Ania.
"Hamil..ibu..aku..benarkah..hiks..pasti Wisnu bahagia mendengar kabar ini..dia sangat berharap di perutku sudah ada Wisnu juniornya hiks..Wisnu dimana Ania?"
"Lona kau harus kuat..Wisnu sudah meninggal"
"Tidakkkkkk..jangan bicara yang aneh-aneh..kau tak tau apapun tentang Wisnu..aku tidak percaya padamu.. Wisnuuuuuuu... Wisnuuuuuuu"
"Lona tenang..jangan begini"
"Wisnuuuuuuu... Wisnuuuuuuu"
__ADS_1
Wilona tak sadarkan diri setelah lelah dan stres juga syok dengan kabar yang dia terima tadi..sungguh dia tidak percaya bahwa Wisnu lelaki hebat dan kuat yang selama ini menemani nya telah tiada..dia hancur dan tak percaya..dia akan mencari Wisnu kemanapun.