
Di saat Dimas dan Wilona masih asik berdebat yang tak penting di saat itu juga Wisnu keluar dan langsung menarik tangan Wilona agar mengikuti nya.
Wilona yang ditarik secara tiba-tiba langsung terhuyung hampir jatuh jika tak di tangkap Wisnu..dia kaget tentu saja astaga hampir jantungan.
"Sialan lu..lepas nggak..main tarik aja" Wilona memberontak tapi sayang tenaganya kalah kuat dengan Wisnu.
"Pulang" satu kata dari Wisnu.
Dimas tak tau harus berbuat apa..dia hanya bisa diam menyaksikan dua orang yang sedang beradu argumen itu..ini bukan urusan nya jadi dia memilih jalan aman saja daripada wajahnya menjadi sasaran kekesalan Wisnu.
"Siapa kamu main nyuruh aku hah..kejar ana cinta pertama mu..gak usah perduliin orang lain" kesal Wilona yang sudah di ubun-ubun.
"Wilona pulang" titah Wisnu dengan suara menahan amarahnya.
Sudah cukup panas dia melihat interaksi antara Wilona dan Dimas sejak tadi..dia benar-benar tidak bisa melihat Wilona dekat dengan pria lain..dia tau dia egois tapi dia tak mau miliknya di dekati pria lain.
__ADS_1
"Kalau aku gak mau kau mau apa hah?" tantang Wilona.
Sedangkan Dimas dia sudah ngacir masuk mobil cari aman..dia tak mau terseret dalam urusan duo sejoli itu..memang kalau cinta bisa mengalahkan logika.
"Wilona aku minta baik-baik..please kali ini aja dengerin aku..kita selesaikan urusan kita di apartemen nggak di sini.. please" Wisnu mengalah.
Wilona diam..benar kata Wisnu Tidka seharusnya mereka bertengkar dan menandai konsumsi publik meski mereka tidak tau kejadiannya tapi mereka bisa berspekulasi mengenai perdebatan mereka.
"Sial..cepetan pulang" ketus Wilona berjalan menuju mobil Wisnu.
Wisnu hendak membukakan pintu mobil untuk Wilona tapi di tepis langsung oleh tangan Wilona hingga dia tak jadi membukakan pintu mobil nya.
Wilona masuk kedalam mobil dan duduk menghadap jendela..dia belum siap bertatap muka dengan Wisnu..dia masih teringat akan sikap Wisnu kemarin.
Wisnu juga tak banyak bicara..dia menjalankan mobilnya menuju apartemen nya yang baru.. apartemen Wilona sudah tidak di tempati namun masih di rawat oleh orang suruhan nya..sedangkan Ardina dia sudah kembali ke Indonesia untuk menghandle pekerjaan di sana.
__ADS_1
Sampailah mereka di gedung apartemen mewah.. Wilona heran karena setahu nya ini bukanlah gedung apartemen nya..kenapa mereka ada di sini dan untuk apa,mau apa dan banyak pertanyaan lainnya.
"Dimana ini?" tanya Wilona merasa bukan apartemen nya.
"Apartemen kita" jawab Wisnu meraih tangan Wilona dan membawanya menuju unitnya.
Sampailah mereka di unit Wisnu..mereka menuju sebuah pintu..Wisnu membukanya dan terlihat di di dalamnya begitu mewah..dekorasi ruangannya juga khas Eropa,entahlah untuk apa Wisnu membeli apartemen sendiri dan membawanya ke sini.
"Masuklah..kita bicara di dalam" ujar Wisnu mengajak Wilona masuk dengan menggandeng tangan nya meski di tepis berkali-kali tapi Wisnu tak gencar.
"Cepatlah aku ingin pulang ke apartemen ku sendiri..jika mau bicara lebih cepat" ucap Wilona dingin.
"Lona..maaf..maafkan aku..aku hanya terkejut melihat dia..aku tak bermaksud untuk mengacuhkan mu saat itu kau boleh marah dan memukulku tapi jangan pergi dariku Lona..aku tak bisa jauh dari mu..maaf" Wisnu memeluk Wilona.
"Lepas sialan.. lepaskan aku.." Wilona memberontak namun tenaganya kalah kuat dengan Wisnu.
__ADS_1
Wisnu entah kesurupan dari mana hingg dia berani mencium Wilona dengan paksa setelah berhasil mengunci pergerakan Wilona..semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk.